Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
S2 #41


Malam ini mereka sudah berada di rumah keluarga Rey. Dan mereka sudah makan rujak bersama.


"Sambal rujaknya enak banget, fi. Kamu buat sendiri?" tanya Cira yang memakan rujaknya.


"Ini buatan ibuk. Tadi pagi di bawakan. Sambal rujak buatan ibuk memang enak. Mama aja sampai minta dibuatkan yang banyak sebagai stok" ucap Fiola yang meminum jus buatannya sendiri.


"Chan doyan banget dengan rujak" ucap Rey yang melihat Chan makan rujak seperti makan nasi.


"Enak banget, bro..kalau rujak buatan mertua suka nggak bisa nahan" ucap Chan membuat mereka terkekeh.


"Iya,,,sih ini sambalnya enak banget bikin nagih" ucap Cira mengiyakan perkataan Chan.


"Mas,,,mau ayam krispi itu!" tunjuk Fiola membuat Chan mengangguk dan memberikan ponselnya untuk Fiola agar memesan makanan kesukaannya.


"Chan lo ngegemukan ya, sekarang. Lihat noh,,,perut lo udah nggak ke kontrol" ucap Rey membuat Chan berhenti mengunyah lalu memandang perutnya yang sudah membuncit.


"Eh,,,iya." ucapnya terkekeh "Ini gara-gara Fiola masakannya enak, jadi gue suka nggak ke kontrol makannya. Asal makan aja" ucap Chan membuat Rey mengangguk.


Fiola dan Cia sedang menonton TV bersama. Kadang mereka tertawa bareng kadang pula mereka menangis atau berbeda pendapat. Sedangkan si kembar sudah tertidur dengan nyenyak di kamarnya.


"Cia kita beli ini, yuk?" ajak Fiola yang memperlihatkan makanan ala korea yaitu kimchi membuat Cia mengangguk.


Hingga beberapa menit pesan mereka datang yang langsung di bawakan oleh Chan yang kebetulan membuka pintu rumah Rey.


"Ini pesanan kalian" ucap Chan memberika bungkusan kepada Fiola yang langsung dihadiahi senyuman manis.


"Ayo di buka, bunda" ucap Cia membuat Fiola membukanya. Namun, sebelum di buka sudah membuat Fiola terbatuk karena aroma pedasnya yang menyeruak masuk ke hindung nya.


Melihat istrinya yang terbatuk-batuk membuat Chan memberikan air kepadanya "Minum dulu" ucap Chan yang langsung diangguki Fiola dan meminum airnya. "Kamu kenapa bisa batuk" ucap Chan membuat Fiola menunjuk bungkusan makan tersebut.


Pandangan Chan menatap bungkusan makan tersebut sampai mengerjitkan dahinya. "Kalian pesan makan apa?" tanya Chan membuat Fiola dan Cia hanya menatapnya saja.


"Pesen ini, Ayah" ucap Cia yang membuka makan tersebut dan kembali membuat Fiola terbatuk.


"Ini pedas banget. Tercium dari aromanya. Kalian jangan makan ini nanti perutnya sakit" ucap Chan membuat Cia mengangguk.


"Tapi aku pengen makan itu" ucap Fiola membuat Chan menghela nafas.


"Baiklah aku saja yang makannya. Kamu cukup liatin aku makan aja. Dan Cia kamu makan ayam goreng krispi nya aja, ya?" tanya Chan yang langsung diangguki.


"Mommy sama Daddy boleh dong, minta?" tanya Rey yang ikut nimbrung bersama mereka.


"Boleh, dad. Tapi Cia minta kulitnya ya?" tanya Cia yang langsung diangguki oleh Rey.


Mereka makan bersama dengan menu yang di beli oleh Fiola di ruang makan. Bersamaan dengan menu makan yang Cira buat.


Chan yang memakan pesanan Fiola tidak merasakan apapun. Dirinya seolah makan seperti biasa. Tidak ada rasa pedas di mulutnya walau bau cabai nya sangat menyengat.


Sesuai perintah Chan. Fiola hanya memandang Chan dengan dengan sesekali memasukan makanan ke mulutnya. Dirinya merasa sudah seperti makan makanan Chan. Dan hal itu membuat Cira dan Rey menatapnya tidak percaya.


"Enak banget, masakannya" ucap Fiola yang sudah selesai makan.


"Iya,,,enak banget. Besok-besok kita belajar buat, ya?" ucap Chan yang diangguki oleh Fiola.


Setelah mereka makan bersama. Kini Chan ingin pamit pulang. Karena sudah semakin larut malam.


"Ayo,,,,fi. Kita pulang sudah malam?" ucap Chan kepada sang istri yang masih setia menonton TV bersama Cia.


"Sudahlah. Kalian menginap disini aja. Nggak baik juga kalau pulangnya malam-malam" tegur Cira yang diangguki oleh Rey. Membuat Chan tersenyum.


Fiola sangat senang. Ketika di berikan izin menginap dirumah mereka. Bahkan saking senangnya mereka, Fiola dan Cia saling berpelukan.


"Baiklah. Terima kasih, ya. Ini bocah nggak tau kenapa mau nginep disini. Mungkin kangen dengan Cia yang kemarin nggak sekolah karena ke luar negeri" ucap Chan yang diangguki mereka berdua.


"Kalau mau tidur di tempat biasa kalian inepin aja. Kamarnya sudah bersih kok." ucap Rey membuat Chan mengangguk.


"Fiola,,,aku mau lihat si kembar dulu. Kalian main saja dulu. Tapi Cia jangan sampai tidur terlalu malam, oke?" ucap Cira kepada mereka berdua yang langsung di acungi jempol oleh mereka.


Cira pamit kepada mereka semua. Dan kembali ke kamarnya untuk melihat si kembar. Karena takutnya ada salah satu diantara mereka yang bangun.


"Mas,,,aku ikut main ini!" ajak Fiola kepada Chan untuk bermain boneka Barbie.


Chan sontak saja menggelengkan kepalanya, dan hal itu membuat Fiola merasa sedih. "Kamu nggak mau, mas?" tanya Fiola dengan nada yang sedih.


Chan menghela nafas kemudian. Ikut duduk bersama mereka. Bermain boneka Barbie. Chan hanya bertugas untuk menuangkan minuman untuk mereka saja.


Sementara di dalam kamar. Rey dan Cira sedang duduk di kasur saling memeluk. Melupakan bahwa ada tamu yang sedang bermain di bawah bersama anak mereka.


"Mas,,,kamu merasa aneh nggak dengan sikap Fiola?" tanya Cira yang dihadiahi gelengan oleh Rey.


"Ish,,,mas,,,jangan gitu diluar ada tamu" ucap Cira yang merasakan tangan Rey masuk kedalam bajunya.


"Aku liatnya sama saja. Nggak ada yang beda" ucap Rey dengan mengelus perut Cira.


"Iya,,mas. Bahkan Chan juga berbeda." ucap Cira berpikir. "Mas,,,mereka sudah berapa bulan menikah, ya?" tanya Cira membuat Rey menggeleng.


"Ahhh,,,"desah Cira ketika tangan Rey sudah masuk kedalam underwear nya dan bermain dengan bijinya.


Dan hal itu sontak saja membuat Cira kesal dan segera berusaha melepaskan tangan Rey. "Mas,,,ih,,,diajak ngomong serius!" kesal Cira yang membuat Rey terkekeh.


"Yang,,,buatin adik untuk si kembar, yuk?" ucap Rey yang tangannya kembali masuk ke baju Cira dan mengusap dada Cira.


"Nggak!!. Cukup mereka aja." ucap Cira yang justru membuat pikiran nya melayang jauh. " Nah, mas. Kemungkinan Fiola itu hamil!" teriak Cira bersamaan dengan rema*dan di dada nya akibat ulah sang suami yang sekarang sudah memasukan wajahnya ke baju Cira.


"Nah,,,, justru itu, sayang. Kita harus buatin teman anaknya Chan, sayang" ucap Rey dibalik baju Cira.


"Nggak, ya mas" tolak Cira "Essss,,,,ahhh" ucap Cira membuat Rey terkekeh.


Akhirnya mereka melalukan kembali ritualnya walau adanya tamu mereka di bawah yang sedang bermain Barbie bersama anak mereka.


Sedangkan Chan sudah bosan bermain bersama mereka. Dirinya ingin segera tidur. Entah mengapa badannya terasa sangat lelah. Padahal seharian ini hanya berdiam diri di kamar saja.


"Cia kita mainnya besok lagi, ya. Sekarang kamu tidur, ya?" ucap Chan membuat Cia menggelengkan kepalanya.


"Cia lagi main. Dan Cia nggak ngantuk. Bunda Cantik aja nggak ngantuk" ucap Cia yang diangguki oleh Fiola.


Chan yang sudah kalah dan nggak mau berdebat memilih meninggalkan mereka berdua. Dan ke kamar yang sudah mereka tempati kalau menginap disini.


Melihat kepergian suaminya. Fiola merasa sedih. "Cia kita lanjutin besok saja, ya. Besok kita sekalian main ke rumah bunda disana bunda punya boneka yang lucu" ucap Fiola yang membuat Cia berbinar.


"Benar, bunda?" ucap Cia yang diangguki oleh Fiola "Oke deh,,,Selamat malam, bunda cantik" ucap Cia yang berlari ke kamarnya untuk tidur.