
Masih dengan posisi yang sama. Dimana Chan yang masih berada diatas tubuhnya. Fiola memeluk tubuh Chan dan memijat kepalanya. "Masih pusing?" tanya Fiola yang dibalas anggukan. "Sekarang tidur, ya?." ucap Fiola sembari mendorong tubuh Chan agar menjauh darinya.
Mungkin karena tenaga Chan yang sudah menipis membuat Fiola dengan mudah mendorongnya. Dan kini Chan sudah terlentang dan Fiola yang sudah duduk disampingnya.
"Fi?" ucap Chan pelan dengan menggenggam tangan Fiola yang hendak bangkit. Fiola hanya menatap Chan pandangan seolah bertanya. "Maaf, ya. Kita nggak bisa buat debay nya. kepalaku tiba-tiba pusing. Apa mungkin gara-gara makan seafood, ya?" tanya Chan membuat Fiola mengangguk.
"Nggak papa. Lagian kita bisa buatnya kapan-kapan." ucap Fiola membuat Chan tersenyum "Kamu sih,,tadi dibilangin jangan makan terlalu banyak. Jadi gini kan" omel Fiola membuat Chan hanya bisa tersenyum saja.
"Habisnya seafood kerangnya segar, manis dan enak juga, yang" ucap Chan dengan memegang kepalanya.
Fiola pun menelpon pihak hotel untuk membawakan mereka teh jahe anget. "Kamu tidur, gih. Besok kita jalan-jalan nya." ucap Fiola yang diangguki suaminya.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya teh jahe hangat berserta buah-buahan pun datang. Dan Fiola membangunkan Chan untuk meminum teh hangat tersebut. Namun, si empu tidak kunjung bangun membuat Fiola yang akhirnya meminumnya. Setelahnya Fiola mengikuti Chan kedalam mimpi. Karena dirinya juga sangat lelah.
Mereka terbangun dari tidurnya. Dan melihat kearah jam yang ternyata masih subuh. Mereka terbangun akibat suara Guntur dan kilatan petir. Membuat Fiola yang takut dengan kilatan petir langsung memeluk Chan.
"Kamu takut dengan petir?" tanya Chan yang membalas memeluk tubuh Fiola. Hangat. Itu yang kini Chan rasakan. Fiola mengangguk. Dan menyembunyikan wajahnya dalam dada Chan.
Chan terkekeh melihat hal itu "Udah,,tidur lagi, yuk" ajak Chan. Namun, di gelengkan oleh Fiola.
"Sholat jamaah dulu, mas." ucap Fiola bangkit. Namun, kilatan petir kembali terlihat melalui celah jendela kamar membuat Fiola kembali memeluk tubuh Chan.
"Ayok.....tenang aja. Ada mas disini" ucap Chan membawa tubuh Fiola bangkit.
Mereka melakukan kewajiban sebagai umat beragama dengan khusyuk. Dan karena kondisi hujan yang masih aget membuat mereka hanya bisa berdiam diri didalam kamar.
"Mas,,,bosan" ucap Fiola yang bosan karena mereka hanya berdiam diri saja didalam kamar.
"Kamu bosan?. Aku punya kegiatan yang nggak akan bikin kita bosan" ucap Chan dengan senyum devil nya. Dan Fiola mengerjitkan kan dahinya bingung.
"Kegiatan apa mas?" tanya Fiola penasaran.
"Kita suit. Yang kalah akan dicium" ucap Chan membuat Fiola berpikir.
Namun, sekejap nya langsung protes "Ih,,,enak di kamu dong. Nggak mau, ah.." tolak Fiola membuat Chan berpikir.
"Kalau gitu kita main,,,,," ucap Chan dengan memajukan wajahnya membuat Fiola menjauhkan wajahnya dengan kearah samping "Main ranjang" ucap Chan berbisik membuat Fiola sedikit takut dengan apa yang di pikiran nya.
Chan kemudian menjauhkan wajahnya dan sudah duduk dengan tegak bahkan tangannya bersidekap dada. Fiola pun kembali pada posisinya.
"Jadi mau main apa?" tanya Chan.
Fiola nampak berpikir. Dia paling tidak bisa hidup dalam kebosanan. Sehingga hanya mengangguk saja. "Mau yang tadi aja?" cicit Fiola membuat Chan tersenyum.
"Baiklah, sekarang ambil, lipstik kamu. Kita pakai itu aja, untuk hukumannya" terang Chan yang langsung diangguki senang oleh Fiola dan segera mengambil lipstik nya.
Mereka akhirnya bermain suit untuk dalam babak pertama dimenangkan oleh Fiola sehingga Chan mukanya harus dicoret.
"Jangan dibibir, dong. Nanti gimana mau nyiumnya" protes Chan ketika jemari Fiola melukis menggunakan lipstik di bibirnya.
Fiola terkikik geli sembari memberikan lipstik di bibir Chan. "Awas kamu nanti aku balas" ucap Chan.
Mereka melakukan nya lagi dan kali ini langsung dimenangkan oleh Chan membuat Fiola dengan cepat turun dari ranjang untuk menghindari hukuman. Namun, sebelum itu terjadi kakinya sudah dipegang oleh Chan membuat Fiola meronta. "Kamu mau lari kemana?" ucap Chan dengan mengarahkan lipstik ditangannya kearah wajah Fiola yang sudah ditutupi nya.
Chan duduk di atas paha Fiola membuat Fiola tidak bisa bergerak. Hanya menggeliat kan tubuhnya untuk menghindari serangan Chan. Namun, Chan tidak kehabisan akal. Dia membawa tangan Fiola keatas kepalanya sehingga membuat Chan dengan mudah memberikan polesan lipstik.
Chan memberikan coretan lipstik sama seperti dirinya yaitu di bibir. "Hukuman selesai" ucap Chan yang bangkit dari tubuh Fiola.
"Ish,,,jahat banget,,,aku dikit banget nyoret nya. Kamu banyak banget, sampai belepotan" dengus Fiola yang kesal dengan Chan yang mencoret wajahnya dengan tidak estetik.
"Ayo,,,mulai lagi" ucap Chan.
Dan kali ini Chan yang kalah, Fiola tersenyum devil. Bersiap membalaskan dendam nya kepada Chan. Membuat Chan yang melihat nya bersiap untuk kabur. Namun, dengan cepat Fiola mendorong tubuh Chan dan dirinya duduk diatas perut Chan.
"Kamu nggak bisa kabur lagi. Karena kamu sudah mencoretnya lebih, maka aku akan mencoretnya juga lebih banyak lagi" ucap Fiola dengan tertawa jahat.
Namun, hal itu justru membuat Chan pasrah. Fiola menundukkan badannya untuk bisa memberikan coretan ke wajah suaminya.
Namun, belum sempat Fiola memberikan hukuman, tubuhnya sudah terhayung dan kini Chan sudah berada diatasnya. Entah mengapa ketika milik Fiola mengenai perutnya membuat jiwa laki-laki nya berkobar.
Fiola terkejut dan termangu akan apa yang terjadi. Dan Chan mendekatkan wajahnya ke wajah Fiola. "Kamu sangat nakal, ternyata ya Fi?" ucap Chan tepat ditelinga Fiola.
Kemudian tanpa menunggu protesan dari Fiola, Chan dengan cepat melu*mat bibir Fiola, dan mema*ngutnya dengan lembut. Hingga beberapa saat lenguhan muncul dari mulut Fiola karena Chan menggigit bibirnya.
Mendengar itu membuat Chan merasa bersemangat untuk melakukan hal lebih. Fiola yang sudah terhanyut dalam permainan Chan ikut membalas ciuman tersebut. Bahkan tangannya kini sudah berada di tengkuk Chan dan meremas rambut Chan. Untuk memperdalam ciuman mereka.
Deca*pan dan leng*uhan muncul dari ciuman panas mereka. Ciuman Chan turun ke rahang kemudian ke leher Fiola. Meny*esap nya dengan lembut dan dalam. Hingga meninggal bekas merah maroon. Fiola hanya bisa menikmati apa yang dilakukan oleh Chan.
Tangan Chan sudah masuk kedalam balik baju kaos Fiola. Dan mer*emas salah satu gundukan Fiola membuat Fiola mende*sah.
Chan menyudahi kegiatannya dan menatap Fiola dengan wajah yang sudah di lapisi kabut gai*rah. Dan tangannya yang masih berada di sana, merem*asnya membuat Fiola kembali mende*sis. "Sakit,,,," ucap Fiola yang berusaha mengatur deru nafasnya.
Mendengar itu bukannya menyudahinya. Namun, Chan justru kembali melakukan nya membuat Fiola memukul pundaknya. "Sakit tau" ucap Fiola mendengus membuat Chan tertawa. Kemudian kembali menyerang bibir istrinya.
Setelah Fiola memberikan kode bahwa dia kehabisan nafas. Membuat Chan menyudahinya. "Boleh kan?" tanya Chan yang langsung diangguki oleh Fiola.
Mendapatkan anggukan dari Fiola membuat Chan kembali mencium bibir sang istri. Mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu. Bahkan kini mereka sudah sama-sama tidak memakai pakaian. Chan memandang tubuh istrinya dengan wajah yang berbinar. Membuat Fiola malu.
"Jangan dilihat. Malu"ucap Fiola yang menutup bagian dadanya dan memalingkan wajahnya. Dan hanya terkikik melihat tingkah istrinya.
Hingga kini mereka berada pada suasana yang sangat panas terbakar apa gak*dah "Besar banget mas. Memangnya muat?. Essssss"desis Fiola ketika Chan memperkenalkan miliknya dengan milik Fiola. Membuat Chan mengangguk.
"Ini akan sakit, kamu gigit aja punggungku. Dan rileks aja, sayang" ucap Chan dengan mengarahkannya kepada Fiola.
"Sakit mas,,," ucap Fiola ketika benda itu berusaha masuk. Membuatnya tidak kuasa menahan sakitnya hingga menangis.
Melihat itu membuat Chan khawatir "Jangan di jepit, yang. rileks aja." ucap Chan yang masih berusaha untuk masuk sepenuhnya kedalam tubuh Fiola.
"Hemmmmm" dehem Fiola yang mengigit kuat-kuat punggung Chan. Tubuhnya bergetar menahan gejolak yang diberikan sebagai respon tubuhnya.
"Huh,,,," ucap Chan ketika semuanya sudah masuk kedalam tubuh Fiola.
Chan yang melihat Fiola menangis hanya mengusap air matanya. "Maaf, sayang. I love you" ucap Chan menghapus air mata Fiola dan kemudian memberikan ciuman lembut kepada Fiola.
Fiola pun merespon ciuman yang diberikan. Kemudian dengan perlahan Chan sedikit bergerak ke kiri. Membuat tubuh Fiola merespon "Hah,,,,,,mas" ucap Fiola dengan mata yang sudah berkabut.
Chan yang mendapat persetujuan si empu langsung melanjutkan aksinya dengan lembut dan perlahan. Mereka berperang di hari yang di hiasi hujan. Menambah kesan romantis dan saling menghangatkan tubuh masing-masing. Dan melebur menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...No komen ya,,,gyus.... soalnya lagi panas-panasnya....
...Suami mana nih,,,?!. Suami dimana dirimu?!!....
...SUAMI!!!!!...