Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Onepack


Besok adalah hari kepulangan Rey. Niat hati ia hanya disana selama 3 hari lalu pulang. Namun, masalah disini terlalu pelik hingga membutuhkan waktu seminggu untuk menyelesaikan nya.


Seperti biasanya pagi-pagi Rey akan mengalami morning sickness. Dan itu terjadi tidak hanya pagi tapi terkadang juga malam hari.


Sementara Cira yang mengandung dia tidak mengalami apapun dari gejala ngidam. Hanya ingin makan yang banyak saja.


Selama seminggu berpisah mereka selalu menyempatkan untuk berkomunikasi. Dan Cira belum juga memberitahu Rey soal kehamilan nya.


Rey pun tak membahasnya. Karena ia sudah tahu dari Oma. Dan bahkan menjalankan misi. Misi Oma dan Cira adalah tidak memberitahukan kehamilan Cira kepada Rey. Namun, Oma tidak sejahat itu untuk menyembunyikan kabar bahagia ini.


Misi ketiganya sudah berjalan. Namun, mengenai mual dan muntahnya Rey yang tahu hanya Chan dan Oma, sementara yang lainnya tidak.


"Rey, kamu pulangnya jam berapa?" ucap Oma disebrang telepon. Rey sedang istirahat di kamarnya.


"Nanti jam 10 malam, Oma" ucap Rey disela menguapnya.


"Baguslah. Ingat ya rencana kita, Rey" ucap Oma membuat Rey mengangguk dan kembali menguap.


Ia sudah sangat lelah dan capek untuk bekerja seminggu full dan itupun lembur. Sehingga ketika ada peluang untuk tidur ia akan manfaatkan. Namun, Omanya menjadi pengganggu tidurnya.


"Oma, nanti Rey boleh nggak. Main kuda-kudaan dengan Cira?" tanya Rey dengan tidak malunya.


Mendengar perkataan Rey membuat Oma geram. Jika Rey di dekatnya Oma pasti akan menoyornya dengan semburan api naga merah. "Kamu mau calon anak kamu kenapa-kenapa!" ucap Oma sedikit kesal dan marah.


"Ya,, siapa tau aja, boleh. Rey kan baru menikah belum puas ngerasain nya Oma. Tiba-tiba udah dikasih aja. Manalagi calon anaknya nyiksa terus" curhat Rey membuat mata Oma muncul api yang membara.


"Bukannya bersyukur malah ngeluh. Kamu itu untung baru nikah udah di kasih. Mereka bahkan ada yang udah 10 tahun atau lebih pernikahannya belum juga di berikan karunia-Nya. Dan ingat ya, tidak semua laki-laki dapat merasakan mual dan muntahnya wanita hamil. Berarti itu artinya anak kalian sayang dengan orang tua" ucap Oma dengan mencuci otak Rey. Agar tidak mengeluh dan protes.


"Tapi, Oma. Kenapa harus Rey yang mengalami mual muntah kenapa nggak bagi rata aja" ucap Rey lagi yang menolak sihir Oma.


"Terima aja, kenapa, sih. Itu balasan dari calon anakmu karena kata Chan kamu membuatnya di toilet" ucap Oma sinis membuat Rey menyengir kuda.


"Ya, mana Rey tahu kalau yang di toilet itu bakalan jadi" ucap Rey membuat Oma mendecih.


"Sudah, nanti pulangnya kamu jaga ekspresi ketika dirumah. Biasa saja seperti tidak mengetahui apapun!" perintah Oma membuat Rey mengiyakan dan kemudian sambungan telepon terputus.


Anak Daddy. Tunggu Daddy akan pulang batin Rey semangat dan sedikit terharu.


Tanpa dirasa jam kepulangan Rey bersama Chan pun datang. Mereka pulang dengan menaiki mobil yang dipakai nya. Semakin malam jalanan menjadi semakin sepi membuat Chan dan Rey sedikit takut. Takut dibegal sama preman dan ban*cing.


"Chan cari supermarket, dulu. Gue lapar nih" ucap Rey dengan memegang perutnya.


"Iya, perut Lo terbuat dari apa sih. baru beberapa menit Lo ngabisin 3 nasi uduk yang seharusnya di makan nanti" ucap Chan protes dengan temannya.


"Gue mungkin lagi ngidam. Mulut gue rasanya pengen makan saja padahal perut gue udah begah"ucap Rey membuat Chan hanya tertawa.


"Awas nanti Lo gendut. Perut sixpack Lo jadi onepack" ucap Chan terbahak. Membayangkan Rey menjadi gemuk dengan perut buncit.


"Yah, biarin. Selagi istri gue masih suka gue. Guenya sih sah-sah saja"ucap Rey membuat Chan kembali tertawa.


"Lo gendut, istri Lo nanti nyari yang berperut sixpack" ucap Chan mematahkan jiwa keikhlasan dari Rey.


"Lo mematahkan keikhlasan gue" ucap Rey kesal.


Chan memberhentikan mobilnya di sebuah supermarket yang masih buka. Untuk membeli keperluan makan seorang Reyodra calon bapak muda dengan uang berlimpah.


"Woy, turun Lo. Katanya mau beli makanan!" ucap Chan meneriaki Rey yang masih diam terkaku di dalam mobil. "Jadi belanja nggak, sih!." ucap Chan dengan mengetok kaca mobil Rey.


Membuat Rey sedikit sadar. Dan langsung keluar. Mereka memilih berbagai makanan ringan dan minuman sebagai teman dalam perjalanan.


Mereka kembali melajukan mobilnya dengan melewati perjalanan yang dihiasi dengan nyanyian dan canda tawa dari keduanya.


Mereka sampai dirumah Rey sekitar jam 12 malam. Karena jalanan lengang membuat nya menjadi cepat. Chan memilih menginap dirumah Rey karena terlalu capek menyetir mobil.


Rey dan Chan masuk melalu pintu belakang karena takut membangun kan orang rumah. Chan langsung melongos pergi ke kamar tamu yang memang sering ia tempati.


Rey masuk kedalam kamar Cira dengan pelan-pelan. Dan di lihatnya Cira sedang tidur dengan terlentang dengan selimut yang sudah jatuh ke lantai.


Setelah beberapa menit akhirnya Rey selesai dan duduk di sisi ranjang. Memperhatikan sosok yang dirindukan nya selama seminggu.


Pandangan Rey memandang perut Cira yang sedikit terbuka membuat Rey bisa melihatnya. "Anak Daddy. Yang sehat dan baik ya, disana. Jangan susahin mommy, cukup Daddy aja yang dibuat susah" gumam Rey dengan mengusap pelan perut Cira. Padahal belum apa-apa udah ngeluh.


Rey sedikit menumpahkan air matanya karena bahagia sekarang ia akan menjadi Daddy lagi. Cup. Rey mengecup pelan perut Cira.


Dan si empu tidak terusik sama sekali. Rey kembali mencium seluruh wajah Cira. Membuat di empu mulai terusik "Geli, mas" ucap Cira di tidurnya. Membuat Rey tersenyum.


Bahkan ketika tidur pun, kamu mengingatku batin Rey.


Rey ikut tidur disamping Cira dan memeluk tubuhnya. Membuat Cira ikut memeluknya dengan wajah terbenam dalam ketiak Rey.


###


Pagi menyambut mereka yang sedang berpelukan dalam tidurnya. Dengan menumpahkan rindu selama seminggu.


Cira yang mulai tersadar mencium aroma khas suami nya yang membuatnya membuka mata. "Mas!!!" ucap Cira kemudian kembali memeluk erat Rey. Cira menangis karena terlalu kangen dengan suaminya.


Rey yang mendengar Isak tangis pun membuka matanya. Dan melihat istrinya menangis "Kenapa nangis?" tanya Rey yang mengusap pelan rambut Cira.


"Mas, hiks....kenapa hiks...tidak kasih hiks...tau aku hiks..." ucap Cira disela tangisnya dengan memukul punggung Rey.


"Mas, tadi malam jam 12 sampainya. Kasian liat kamu lagi tidur nyenyak. Udah jangan nangis. Nanti mas dimarahi Oma kalau tau cucu kesayangan nya menangis pagi-pagi" ucap Rey membuat Cira mencubit punggung Rey.


"Aduh, suami pulang bukannya disayang malah di sakiti" ucap Rey mendramatisir membuat Cira kesal dan melepaskan pelukannya. Dan bangkit dari tidurnya.


"Lho,yang. Mau kemana? masih kangen, lho, yang" ucap Rey ketika Cira turun dari ranjang.


"Aku mau BAK!" ucap Cira kesal.


"Owh,,,tak kira mau kemana" ucap Rey yang bangkit kemudian mengikuti Cira. Karena perutnya terasa tidak enak.


Hoek..


Setelah sampai di kamar mandi Rey memuntahkan hal yang mengganjal diperutnya. Mendengar itu membuat Cira urung untuk melakukan kegiatan nya.


"Mas, kenapa?" tanya Cira sedikit panik. Dan mengusap punggung Rey.


"Tidak tau, yang" ucap Rey membuat Cira berpikir.


"Mas, istirahat aja, dulu. Nanti aku buatin teh hangat" ucap Cira namun di cegah oleh Rey.


Rey pun memeluk tubuh Cira karena badannya lemes banget setelah mengeluarkan sebuah cairan bening.


Cira menuntun Rey keatas ranjang dan dibaringkan. "Mas, tunggu dulu, ya. Aku ambilkan Minyak telon untuk perut mas" ucap Cira namun di gelengkan oleh Rey.


Rey menyuruh Cira untuk ikut berbaring di sampingnya membuat Cira mengikutinya. Dan Rey memeluk tubuh Cira dengan kepala berada di dada Cira. "Mas, kamu udah mendingan?. Kalau masih mual kita kedokteran aja, mas" ucap Cira dengan membelai rambut Rey.


"Tidak, mau. Takut" ucap Rey dengan menggelengkan kepalanya. Membuat kepalanya menggoyangkan duo gundukan itu.


"Yang, ini kok makin besar aja?" ucap Rey dengan mendongakkan kepalanya dengan tangan mere*mas gundukan itu.


"Mas!" ucap Cira dengan menepis tangan Rey yang meremas gundukan nya. "Perasaan, mas aja. Orang ini tetap sama aja" ucap Cira sedikit tergugup karena pertanyaan Rey.


"Mungkin karena aku ajak main terus makanya makin gede" ucap Rey membuat Cira sedikit terkekeh.


"Mas, mata kamu kok, jadi kayak panda,sih." ucap Cira ketika memperhatikan wajah suaminya.


"Tapi lucu kan" ucap narsis Rey membuat Cira berdecih.


"Lucu kalau hewan panda nya asli. Kalau ini malah jadi kayak monster. Seram" ucap Cira tertawa. Membuat Rey mendengus kesal.


"Mas, turun, yuk. Aku lapar nih" ucap Cira membuat Rey mengangguk.


Mereka turun dengan pakaian yang sudah rapi karena sudah mandi. Dan terlihat di meja makan sudah ada Oma dan Chan yang sedang bercengkrama.