
Beberapa bulan kemudian. Saat ini seseorang sedang berlarian di lorong rumah sakit, untuk melihat sang istri. Banyak orang yang melihatnya berlari seperti kesetanan hanya menatap nya kebingungan dan juga kesal karena tertabrak oleh dirinya.
"Eh,,Chan kamu sudah sampai. Masuk dulu itu Fiola dari tadi nungguin kamu" ucap mamanya yang diangguki oleh Chan.
Chan menarik nafasnya dan membaca doa kemudian memasuki ruang itu, dan terlihat lah istrinya yang sedang kesakitan.
"Mas,,," ucap Fiola membuat Chan tersadar dan menghampiri sang istri.
Proses persalinan berlangsung ketika Chan sudah datang. Mungkin anaknya sedang menunggu sang ayah. Karena ingin melihat ketika dia hadir sang ayah dapat melihatnya.
Beberapa menit berlangsung. Hingga suara tangis bayi terdengar membuat Chan terharu begitupun dengan Fiola. Mereka tidak habisnya mengucapkan kata syukur. Karena mereka kini sudah menjadi orang tua.
"Selamat, bapak ibu. Anaknya perempuan sangat cantik" ucap Sang dokter membawa bayi yang masih memerah kearah mereka dan meletakkan nya di atas dada Fiola.
Chan mengusap pipi sang anak membuat Chan menangis. "Hai...anak ayah dan bunda" ucap Chan terharu.
Fiola pun begitu tidak bisa dan tidak mampu menggambarkan perasaan nya sendiri. Rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu. Chan menciumi Fiola berkali-kali dengan mata menatap sang anak yang sedang menyusu.
Setelah itu sang bayi di bersihkan selanjutnya giliran sang ayah yang mendapat perlakuan yang sama yaitu dengan anaknya berada di atas dada sang suami. "Terima kasih kamu sudah hadir, sayang. Di kehidupan kami" ucap Chan seraya melantunkan ayat-ayat doa kepada sang anak.
Kini Fiola sudah di bawa ke ruangannya bersama dengan sang anak. Keluarga mereka sudah berkumpul bersama di dalam ruang Fiola menyambut kehadiran bayi cantik itu bahkan keluarga Rey juga ikut.
Ketika tau bahwa Fiola akan melahirkan, Cia sangat senang. Bahkan dia yang paling semangat menanti kehadiran adik perempuan nya.
"Adiknya mana mom?" tanya Cia yang tidak kunjung melihat kedatang sang adik.
"Eh,,,ruangnya dimana?" monolog Cira yang bingung dengan letak ruang Fiola. Hingga akhirnya dia bertanya.
Hingga akhirnya Cira sampai didepan ruangan Fiola. Yang ternyata sudah sangat ramai. Tadi Cira harus menjemput Cia agar bocah itu tidak marah. Karena tidak melihat sang adik.
Sementara si kembar Cira biarkan dirumah bersama kakeknya karena tidak baik anak kecil di bawa ke rumah sakit.
"Hallo adik cantik" ucap Cia dengan semangat dan berlari kearah box bayi.
Bayi merah itu masih tertidur membuat Cia mengapa sang bunda cantiknya "Bunda apakah sakit. Waktu mommy lahiran juga sakit tapi mommy memiliki dua bayi. Jadi pasti sakitnya lebih sakit dari pada bunda. Bunda udah minum susu?. Kata mommy dengan minum susu sakitnya akan sedikit hilang" celoteh Cia yang sudah duduk di kursi dekat bunda Fiola.
Mereka hanya tersenyum dan tertawa mendengar kan celoteh Cia. "Tadi memang sakit, tapi sekarang sudah tidak" ucap Fiola mengusap pucuk kepala Cia.
Semenjak kehamilannya Cia selalu berada didekatnya. Dan dirinya juga senang Cia selalu berada di sisinya. Mungkin karena sang anak ingin dekat dengan Cia.
"Ayo,,,kita pulang, biarkan bunda Fiola istirahat. Anak kecil nggak boleh lama-lama di rumah sakit. Nanti terkena bakteri" ucap Cira yang diangguki oleh Cia.
"Dada...adik cantik kakak Cia pulang dulu. Bunda Cia pulang dulu, ya" ucap Cia yang diangguki oleh Fiola.
Satu persatu dari mereka mulai meninggalkan ruangan Fiola. Chan sedang mengurus keperluan Fiola dan mengurus plasenta sang anak.
Di ruangnya hanya ada para nenek saja. Sedang untuk sang kakek sedang sibuk dan ada pekerjaan membuat mereka harus rela meninggalkan sang cucu.
"Kamu tidur, lah, sayang. Kami akan disini menjaga cucu kami" ucap mamanya Chan membuat Fiola mengangguk dan memilih untuk tidur.
Setelah Fiola tertidur Chan datang dengan membawa makan untuk mereka. Namun, ketika memasuki ruangannya sudah tidak ada orang hanya mama dan ibu mertuanya sementara sang istri sudah tertidur.
"Ma, ibu. Makan dulu, kalian pasti belum makan kan?" tanya Chan membuat mereka mengangguk.
Mereka akhirnya makan bersama. Namun, baru membuka makanannya bayi baru lahir itu menangis. Mungkin perutnya lapar. "Chan aja ma, bu. Kalian makan aja" ucap Chan yang kemudian membangunkan Fiola untuk menyusui anaknya.
"Yang, bangun ini, baby cantiknya nangis, mau *****" ucap Chan dengan membangun kan istrinya. Membuat Fiola mengerjakan matanya.
"Eh,,baby cantiknya lapar, mas" ucap Fiola yang bangkit dan meletakkan bantal di belakang.
Chan sudah bisa dan berani mengendong baby. Karena dia mengikut kelas parenting yang dianjurkan oleh sahabat mereka.
Chan menyerahkan baby cantik kepada Fiola untuk disusui. "Kamu makan dulu, ya?" ucap Chan membuat Fiola mengangguk.
Chan menyuapi Fiola dengan telaten "Mas,,namanya siapa?" tanya Fiola memandang sang anak yang sedang menyusu dengan anteng.
"Raina. Nama panggilannya Rain. Alasan mas milih nama itu karena dia hadiah bulan madu kita disaat musim hujan" ucap Chan tertawa begitupun dengan Fiola.
"Owh,,cucu kita nama nya Raina. Bagus. Hallo baby Raina" ucap ibunya Fiola yang sudah selesai makan dan cuci tangan memandang sang cucu.
"Untuk seminggu ini, kalian mau tinggal di mana, dulu. Soalnya mengingat kalian ini kan masih orang tua baru. Takutnya nanti kelabakan" ucap mamanya Chan membuat mereka berpikir.
"Kami mau di rumah aja, ma. Biar lebih nyaman" ucap Chan membuat mereka semua mengangguk.
"Kalau gitu kita nanti gantian menginapnya biar kamu nggak terlalu sendirian mengurus anak yang pertama" ucap Ibunya Fiola.
"Iya, benar itu. Nanti mama akan atur jadwal. Biar nanti kamu ada yang menemani. Kamu mau ART?. Kalau nggak mau biar mama dan ibu yang nanti ngurus makanan kamu biar nanti terkontrol" ucap mamanya Chan. Membuat sang orang tua baru itu hanya mengangguk saja.
Setelah beberapa hari di rumah sakit. Kini bayi cantik Raina sudah boleh pulang karena kondisi sang ibu dan anak sudah baik.
Dan selama berada dirumah sakit Chan tidak bekerja. Dia mendapat cuti lahir selama dua Minggu dari sang papa. Berbagai ucapan selamat muncul di media sosial.
"Mau mas bantuin?" tanya Chan yang sedang membereskan pakaian Fiola dan si bayi.
"Nggak, mas. Aku bisa kok" ucap Fiola yang tangannya sudah dilepaskan infus.
Sementara Fiola mandi Chan membereskan alat dan pakaian yang mereka bawa selama menginap di rumah sakit. Chan dengan sesekali menatap Sang anak dengan penuh kebahagiaan.
Kini mereka sudah berada didalam mobil bersiap untuk pulang ke rumah. Fiola didalam mobil sudah memangku di bayi Raina dengan melambaikan tangannya kepada sang dokter dan juga perawatan yang membantu mereka selama di rumah sakit.
Sesampainya dirumah mereka disambut oleh keluarga Chan, Fiola dan juga bahkan Rey dan juga Oma. Mereka sangatlah senang dengan kedatangan keluarga baru mereka yaitu baby Raina. Bahkan Cia sudah tidak sabar ingin bermain dengannya.
Chan dan Fiola merasa terharu ketika banyak orang yang menyayangi baby Raina. Mereka semua berebutan untuk menggendong bayi cantik itu yang mungkin pusing karena ketika membuka mata wajah yang dilihat nya selalu berbeda.
Mereka berbahagia bersama. Berharap untuk kedepannya akan tetap seperti ini tidak ada yang berubah.
...TAMAT...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...Pertama-tama, saya ucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena berkat Beliau cerita ini dapat berjalan dengan lancar dan selesai dengan bahagia. Dan tidak menutup kemungkinan juga rasa terima kasih yang banyak-banyak buat yang setia menunggu update cerita ini, yang selalu memberikan semangat melalui berbagai hal....
...Saya tau cerita ini masih banyak memiliki kekurangan. Namun, kalian tetap mendukungnya dan menunggu update cerita ini....
...TERIMAKASIH ATAS SEGALANYA. TANPA KALIAN CERITA INI TIDAK AKAN BERARTI. SEMOGA KEDEPANNYA BISA MEMBERIKAN YANG TERBAIK LAGI UNTUK CERITA TERBAIK INI....
...SAMPAI JUMPA PADA CERITA BERIKUTNYA. JANGAN LUPA LIKE, KOMENT DAN FOLLOW YA.....
...SAYA TUTUP DENGAN TERIMA KASIH....
...~SELESA****I~...
.......
.
.
.
.
...INI BENERAN TAMAT YA,,, GYUS...💜💜💜💜😘😘😘😘🥰😍🤩...