Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Kawin


Acara pernikahan pun sudah selesai. Kini Cira sudah berada di kamar hotel yang sudah menjadi kamar pengantin. Cira merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk. Terlalu lelah untuk hari ini.


Mata Cira sudah setengah sadar. Akibat kekurangan tidur dan tenaganya terkuras habis.


Cklek....


Rey membuka pintu kamarnya dan melihat Cira yang merebahkan tubuhnya yang masih berbalut baju pengantin tanpa mengetahui bahwa ada Rey yang sedang memperhatikannya.


"Mandi sana!" ucap Rey dengan menendang kaki Cira yang menggantung di tepi ranjang.


Sontak saja Cira langsung bangkit. Dan tersenyum gugup. "Ng-ngantuk Rey" ucap Cira yang bersiap merebahkan dirinya tanpa perduli dengan Rey.


"Rey??" ucap Rey membuat Cira urung merebahkan dirinya dan kini bersila menatap Rey.


"Iya, memangnya kenapa?" tanya Cira yang kini Rey sudah duduk didepannya.


"Aku kan suami kamu, Cirania Nugraha" ucap Rey penuh penekanan. Cira hanya bisa terkekeh saja.


"Terus mau dipanggil apa?" ucap Cira


"Panggil sayang juga boleh" goda Rey membuat Cira menumpuk nya dengan bantal.


Rey pun tertawa karena berhasil menggoda Cira. "Aku mau mandi, kamu mau ikut nggak?" Ajak Rey bangkit membuat Cira kembali melempar kan bantal dan ditangkap oleh Rey.


Rey tertawa kemudian melempar kembali bantal tersebut kearah Cira dan tepat mengenai wajahnya. Membuat Cira kesal dan beranjak ingin mengejar Rey. Tapi Rey keduluan masuk kedalam kamar mandi.


"Dasar Gila!!" umpat Cira lalu membersihkan sisa make up di wajahnya.


Setelah beberapa menit pintu kamar mandi pun terbuka dengan menampilkan Rey yang hanya mengenakan handuk di pinggang nya saja.


Aduh,,,itu perut pengen di makan aja batin Cira yang melihat pantulan Rey dari arah cermin.


Rey yang melihat Cira sedang memandangnya dari balik cermin pun mendekat kearahnya.


Owh,,,ternyata dia mesum juga ya batin Rey yang tersenyum jahat.


"Aduh, kok panas ya. Padahal udah mandi. Apa gara-gara tatapan seseorang ya, jadi panas" ucap Rey yang tepat dibelakang Cira.


Cira yang ketahuan pun segera mengalihkan perhatian. Dan betapa terkejutnya Cira karena Rey sudah tepat berada dibelakangnya.


"Siapa yang menatap kamu, enak aja" ucap Cira tak terima karena dikira dia yang menatap Rey. Padahal memang benar itu yang di ucapkan oleh Rey.


"Eh, aku nggak bilang kamu, Lho." ucap Rey mengambil sisir dari belakang Cira sehingga wajah mereka berhimpitan membuat Cira menahan nafasnya.


"Nafas, Ra" goda Rey membuat Cira memerah malu akibat ketahuan oleh Rey.


Cira pun mendorong wajah Rey agar menjauh darinya. "Apaan sih" ucap Cira kemudian berjalan ke kamar mandi.


"Yang bersih, Ra" teriak Rey membuat Cira yang di dalam kamar mandi menggerutu dan mengumpati Rey.


"Aduh!, ini kenapa nggak mau dilepas sih?" ucap Cira yang berusaha menggapai pengkait baju yang ada dibelakangnya.


"Masa iya gue harus robek ini baju, sih. Nanti kan bisa dipakai Cia nanti" gumam Cira. "Tidak ada pilihan lain selain, Hem"gumamnya lagi, kemudian berjalan kearah pintu dan mencari sosok tersebut.


Rey sedang berbaring dengan memangku laptopnya. Ia mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Namun, berusaha menghiraukannya.


"Rey...."ucap Cira pelan.


Rey mendengarnya namun seolah tidak mendengarnya.


Ish,,, pura-pura banget. Awas aja nanti Lo batin Cira karena tahu bahwa Rey sedang berpura-pura.


"Rey,,,minta tolong, boleh?"ucap Cira biasa dengan nada memelas.


Idih, kalau bukan karena ini baju. Ogah banget minta bantu Lo kunyuk batin Cira menggerutu.


Hahaha...emang enak, ngebatin kan Lo batin Rey yang menoleh kearah Cira. Dengan wajah dibuat bertanya.


"Ada apa?" tanya Rey.


alah wajah Lo, sok bertanya padahal Lo udah tau kan batin Cira kesal. Melihat tampang Rey yang bertanya seolah tak mengerti.


"I-ini Ba-baju tidak bisa dilepas, tidak sampai" ucap Cira gugup karena ia merasa malu. Ketika nanti Rey melihat tubuhnya.


Rey yang mendengarnya pun hanya bisa menelan saliva nya dengan susah payah.


Senjata makan tuan batin Rey.


"Ayo sini" ucap Rey dengan berusaha menahan sesuatu.


Cira pun mengikuti perintah Rey dan ikut duduk di atas ranjang dengan membelakangi Rey.


Cira menyampirkan Rambutnya kesamping agar memudahkan Rey untuk membuka pengkait baju yang ada di belakang.


Jiwa laki ku berkobar batin Rey frustasi karena yang dibawah sudah memberontak.


Cira yang merasa Rey tak bergerak pun segera memandang Rey. Yang ternyata terdiam kaku dengan pikirannya.


"Rey?" ucap Cira dengan menyentuh paha Rey. Tanpa Cira sengaja. Dan sentuhan itu malah membuat Rey kembali frustasi akan pikirannya.


Ini bocah kenapa bengong. Bikin takut aja. Kesambet apa dia batin Cira dengan bergidik ngeri


"Rey!"ucap keras Cira dengan menepuk keras paha Rey agar tersadar.


"Iya?" ucap Rey dengan dungu.


"Lo kesambet hantu hotel ini ya?. Jangan main-main deh, Lo. Bikin gue takut aja tau nggak?" ucap Cira menjauh dari Rey. Membuat Rey mengerutkan dahinya.


"Kesambet apaan sih, Ra. Aku baik-baik aja lho" ucap Rey. Turun dari tempat tidur.


"Lhoh,,,kamu mau kemana?. Ini bantuin dulu, Rey" ucap Cira ketika melihat Rey ingin beranjak dari tempat tidur.


"Gelap"ucap Rey membuat Cira terkikik mendengarnya.


"CK, gelap apanya Rey, terang gini kok" ucap Cira membuat Rey menggeram kesal.


"Balik" ucap Rey singkat membuat Cira Mengerutkan keningnya.


Apa maksudnya balik? batin Cia berusaha mengerti dari ucapan Rey.


Rey yang melihat aura kebingungan Cira pun akhirnya memilih menghela nafas. Kemudian membalikan tubuh Cira.


Sontak saja Cira terkejut akan tindakan Rey "Ish, kenapa sih?" ucap Cira kesal malah kembali berbalik menatap Rey.


Rey yang kesal. Karena sudah menahan sesuatu ditambah Cira semakin menggoda nya membuatnya tidak bisa berpikir jernih.


Rey memajukan tubuhnya membuat Cira mundur hingga tubuhnya sudah terlentang dengan Rey berada diatasnya "Jangan menggoda ku terus. Karena aku juga laki-laki normal. Yang bisa kapan pun memakan mu" ucap Rey tepat telinga Cira membuat Cira merinding dan terkejut akan tindakan Rey.


Rey pun bangkit dari tubuh Cira dan segera keluar kamar. Untuk menjernihkan pikirannya.


"Huh, dia kenapa sih" gumam Cira kemudian pergi ke kamar mandi dengan wajah kesal, mengerucutkan bibirnya.


Akhirnya Cira bisa membuka pengait bajunya dengan penuh sabar dan tenaga yang banyak.


"Huh,Akhirnya" ucap Cira lega.


Sementara, Rey sedang terdiam terduduk di sebuah Cafe yang ada di depan sebrang hotelnya. Akibat baru di resmikan membuat restoran yang ada di hotel mereka penuh.


Gini ya rasanya nikah tanpa cinta mau minta tapi malu batin Rey yang sedang frustasi.


Rey duduk dengan memesan minuman green tea agar pikirannya tenang tak terganggu oleh pikiran mesumnya.


Pandangan Rey mengedar keseluruh penjuru cafe dengan gaya klasik. Tiba-tiba pandangan Rey berhenti pada sosok yang sangat dikenalinya sedang menangis sendirian dengan pakaian acak-acakan.


Kapan dia pulang?. Kenapa menangis disini? batin Rey.


Rey hendak menghampirinya. Namun, seseorang dengan tubuh tegap dan garang menyeretnya keluar dari cafe tersebut dan membawanya masuk kedalam mobil mewah.


Kasian sekali batin Rey yang melihat kejadian tersebut.


Rey yang penasaran pun keluar dari cafe tersebut setelah membayarnya.


Setelah Rey keluar mobil yang membawa orang itu sudah melaju dengan cepat. Dan Rey segera menelpon seseorang untuk mencari informasi dari orang itu.


"Cari semua informasi tentang dia" ucap Rey membuat yang disebrang telepon hanya mengatakan iya.


Rey memilih kembali ke hotelnya dan mesan makanan ke kamarnya untuk Cira. Karena ia tau pasti Cira belum makan karena kelamaan berendam di bak mandi.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terima Kasih 💜💜💜