
Mereka memilih untuk berdiam didalam kamar sembari menunggu tukang kebersihan selesai membersihkan. Padahal Rey biasa saja. Namun, Cira merasa malu, ketahuan oleh para karyawan. Padahal mereka sudah menikah jadi bebas saja.
"Kamu mendingan mandi dulu, yang"ucap Rey membuat Cira mengangguk dan segera masuk ke kamar mandi.
Setelah Cira masuk kedalam kamar mandi Rey keluar dengan pakaiannya. Membuat OB dan OG tersebut terkejut dengannya penampakan bosnya.
"Selamat pagi, pak" ucap mereka berdua. Dan Rey hanya menganggukkan kepalanya.
"Sudah beres?" ucap Rey. Membuat mereka menganggukkan kepalanya.
"Sudah, pak" ucap mereka.
"Kalau sudah, silakan keluar"ucap Rey membuat mereka mengambil alat pembersih dan sampah lalu keluar.
Namun, si OG memilih berhenti di tengah jalan tepat didepan Rey. "Pak, boleh minta balonnya? buat adik saya yang hari ini sedang berulang tahun?" ucap OG tersebut membuat Rey dan OB itu terkejut dan membelalakkan mata.
Cira yang baru keluar dari ruangan dan mendengar perkataan OG tersebut terkejut dan malu.
Kenapa juga harus ada kejadian seperti ini batin Cira. Malu.
"Nanti saya akan berikan balonnya berserta kue ulang tahunnya" ucap Cira membuat mereka memandang Cira penuh kagum. Berbeda dengan Rey yang melihat mereka tidak suka.
"Benarkan, Bu?" ucap OG itu penuh semangat dan senang. Membuat Cira menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih, Pak, Bu." ucapnya seraya menyalami Cira dan Rey.
Sementara Si OB masih dalam kebingungan akibat tindakan dari temannya yang terlewat polos.
"Kami permisi, Bu, Pak" ucap mereka lalu melenggang pergi.
Membuat Cira dan Rey tertawa menertawakan ulah mereka sendiri. Bagaimana tidak.
Flashback On
"Mas, aku nggak mau kamu pakai balon itu. Rasanya nggak nyaman" ucap Cira ketika melihat Rey hendak memakai pengaman tersebut. Akibat kembali lagi rasa keingintahuan tinggi yang dimiliki sosok Reyodra Aditama.
"Nanggung, yang. Udah dibuka" ucap Rey. Membuat Cira mendengus kesal.
"Yaudah, kalau kamu pakai. Aku nggak mau" ucap Cira membuat Rey mengurungkan niatnya.
"Yaudah, nggak jadi" ucap Rey pasrah menuruti keinginan Cira. Sang Istri.
"Mas, ambilkan tisu, dong." ucap Cira yang masih berada di atas meja dengan badan polos.
Mereka sama-sama polos tapi berkeliaran di ruangan kerja. Tanpa ada rasa malu.
"Tisu apa?" tanya Rey yang pikirannya sudah kelewat jauh.
"Itu tisu basah, mas. Mau ngelap badan aku. Lengket banget." ucap Cira membuat Rey mengambilkan tisu basah yang ada di meja sofa.
"Biar aku aja, mas" ucap Cira ketika Rey mengelap badannya yang penuh dengan keringat. Yang terasa sangat lengket. Dan tidak nyaman.
"Aku aja, yang" bantah Rey membuat Cira pasrah menerima setiap usapan yang dilakukan oleh Rey.
Namun, bukannya mengelap Rey malah kembali memasukan miliknya pada Cira membuat Cira tersentak dan kaget.
"Huh,mas!" pekik Cira ketika benda tumpul tersebut sudah masuk dan kini sudah memompanya membuat mereka kembali ke dunia nirwana yang nikmat.
Flashback off
"Kamu sih, mas. Di bilangi jangan pakai begituan. Kepo, sih!!"ucap Cira kesal dengan Rey.
"Ya, kan biar tau rasanya, yang. Beneran manis apa nggak. Aku belinya rasa strawberry lho, yang." ucap Rey seraya masuk ke ruangan istirahat untuk mandi.
Cira mengikuti dari belakang sembari menggerutu "Manis apanya. Yang ada masam" ucap Cira yang membuat Rey berbalik kemudian mencium bibir Cira.
Membuat Cira terkejut dan ingin memukul Rey namun, keburu Rey masuk ke dalam kamar mandi.
Baju Cira memang sudah ada di ruangan ini. Untuk jaga-jaga seperti hal kemarin.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Rey keluar dengan hanya memakai colornya saja dan itu membuat Cira mengeluarkan semburat merah di bagian pipinya.
"Mau, ya?" goda Rey mendekat ke arah Cira membuat Cira yang memandang Rey membuang pandangannya.
"Apaan, sih" ucap Cira seraya bangkit dari ranjang. Dan keluar dari ruangan tersebut. Membuat Rey tertawa.
Cira keluar dari ruangan untuk melihat dan menyapa para pekerja yang sedang membersihkan setiap sudut ruangan perusahaan ini.
Hingga langkahnya terhenti pada seorang wanita yang sedang membersihkan kaca di lantai ruangan CEO.
"Semangat, mbak!"ucap Cira membuat wanita itu terkejut karena melihat sosok cantik. Membuat bulu kuduk nya merinding.
"Si-siapa?" tanya wanita itu tergugup membuat Cira mendekat kemudian menepuk pundaknya.
Membuat wanita itu tersebut terkaget hingga menjatuhkan alat kebersihan nya "Maaf, Bu"ucapnya seraya mengambil alat yang terjatuh.
"Sayang?"teriak Rey yang mencari sosok Cira.
"Disini, mas!" ucap Cira membuat Rey menghampirinya.
Melihat bosnya dengan seorang wanita membuat karyawan tersebut terkejut. Apalagi yang mereka tau bos nya ini sangat dingin dan tidak pernah dekat dengan seorang perempuan.
"Saya ke suami dulu, ya, Mbak. Semangat kerjanya" ucap Cira memberikan semangat pada wanita tersebut yang mengangguk dengan tatapan tidak percaya.
"Suami?" gumam wanita tersebut kemudian berlari untuk mencari temannya. Untuk memastikan bahwa bos mereka sudah menikah dengan bergosip.
"Mas, kita beli bubur, aja yuk." ajak Cira ketika Sudah memasuki lift khusus dengan jalur belakang.
"Iya" ucap Rey seraya memeluk pinggang Cira.
"Mas, nanti ingat ya suruh Chan buat ngasih balon dan juga kue untuk OG tadi. Kasian." ucap Cira lagi yang diangguki oleh Rey.
Dan dengan jahilnya Rey mencium bibir Cira membuat Cira memberontak "Mas, ini dalam lift. Bahaya." ucap Cira ketika ciuman Rey sudah berhenti.
"Tidak akan, yang" ucap Rey sembari kembali mencium bibir Cira dengan tangan yang sudah masuk kedalam baju Cira.
"Mas,Udah" ucap Cira ketika aksi dari Rey semakin menjadi.
Akhirnya mereka menyudahi kegiatan panas di lift akibat lift sudah terbuka. Cira dan Rey memasuki mobil untuk mencari bubur yang diinginkan oleh Cira.
Kini mereka sedang berada di sebuah kedai yang menyediakan bubur ayam. "Pak bubur ayam nya 2" ucap Cira semangat.
Sembari menunggu Cira mengajak Rey untuk mencari tempat duduk. Dan memilih dipojokan.
"Kalian tau nggak, ternyata bos, kita sudah menikah" ucap Wanita yang duduk di depan bangku mereka.
"Iya gue, juga tadi liat bos gandeng cewek. Apalagi ceweknya beh...cantik dan Sexy" ucap temannya lagi.
Tanpa mereka tau bahwa orang yang mereka bicarakan berada tepat di belakang mereka. Yang sedang tersenyum mendengarnya.
"Tuh,kan. Jadi di omongin sama karyawan kamu. Pasti beritanya udah tersebar" bisik Cira yang ditanggapi cuek oleh Rey. "Ini semua gara-gara kamu, mas!" ucap Cira yang sedang mengunyah kerupuknya dengan kasar.
"Dan tadi aku liat sampah dari ruangan si Bos. Ada Kon*dom dan tisu magic. Gue yakin si bos lagi enak-enak sama wanita yang Lo bilang, itu. Siapa. Istrinya."Ucap wanita disampingnya.
"Gimana ya rasanya enak-enak dengan bos di ranjang. Pasti hot" ucap satunya sembari membayangkan.
Membuat Cira geram mendengarnya. Namun, Rey justru tersenyum mendengarnya. "Senang, ya? di jadikan korban fantasi para karyawan mu?"ucap Cira kesal.
"Udah. Jangan di tanggapi, mendingan makan. Lagian kamu kan udah ngerasain. Sedangkan mereka cuma membayangkan saja." ucap Rey berbisik kemudian mencium punggung tangan Cira.
Makanan mereka pun datang dan mereka makan di barengi dengan omongan mereka yang sedang membicarakan mereka secara prontal. Membuat Cira maupun Rey makan menjadi panas dingin akibat ucapan dari mereka.