Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Gitu, aja?


Semua orang memilih pulang ke rumah mereka ketika sore hari. Karena butuh istirahat akibat kemarin tidak tidur nyenyak.


Sekarang tinggal Cira dan Rey yang sedang berbaring di ranjang. Dengan saling memeluk di temani oleh nonton drama romantis.


"Mas,,,?" ucap Cira dengan mendongakkan kepalanya. Menatap Rey yang sedang fokus menonton drama. "Mas!!" ucap Cira dengan mengarahkan wajah Rey menatap Cira.


"Ada apa?" tanya Rey yang mengusap di depan wajah Cira. Membuat Cira menutup mulut Rey yang terbuka lebar.


"Mas, pengen ke toko" ucap Cira membuat Rey mengangguk.


"Yaudah sana" usir Rey membuat Cira kesal dan menggigit dada Rey yang polos tanpa baju.


"Ah,,sakit, yang" pekik Rey dengan mengusap dada bekas gigitan Cira. "Tuh, kan. ada bekasnya. Jahat kamu, yang. Sampai kayak gini" ucap Rey lagi melihat adanya bekas gigitan Cira yang terukir dengan indah berbentuk gigi Cira.


"Aku mau ke toko, mas!!" pekik Cira membuat Rey yang pokusnya kembali ke tv membuat Cira geram dan kembali menggigit dada Rey. Tapi lebih tepatnya pada bagian boba milik Rey.


"Aw." ringis Rey kembali mengusap Boba nya. Dan Cira kembali memukul dada Rey dengan bertubi-tubi. "Aw..Iya sayang, sekarang kita ke toko" ucap Rey dengan berusaha menahan pukulan Cira menggunakan satu tangan. Karena tangannya lagi satu di gunakan bantal oleh Cira.


Akhirnya Cira berhenti memukul setelah bangkit yang diikuti oleh Rey. "Ganti baju, dulu sana!" ucap Rey yang melihat Cira hanya memakai celana kolor milik Rey dan baju kaos kebesaran juga milik Rey.


Cira yang mendengar perintah Rey memandang penampilan "Ini bagus kok" ucap Cira kemudian meminum air karena tenaganya terkuras akibat menggigit dan memukul Rey.


"Yaudah, aku mau mengambil jaket" ucap Rey yang hanya pasrah saja. Lebih baik dia mengalah daripada harus berdebat dengan istri yang sedang hamil.


Cira menunggu Rey di teras depan. Membuat Rey berlari dengan cepat. Takutnya nanti Cira masuk angin. Karena sudah malam.


"Ngapain nunggu disini. Nanti masuk angin" ucap Rey seraya memakai kan jaket untuk Cira. Yang sedang tersenyum sumbringah. Dan berjinjit untuk mencium bibir Rey.


"Terima kasih" ucap Cira kembali mencium bibir Rey.


"Gitu aja?" ucap Rey dengan memeluk tubuh Cira.


"Sudah ayo cepat. Aku mau makan kue ditoko" ucap Cira dan melepaskan pelukan Rey dan menyeret Rey untuk masuk kedalam mobil. Membuat Rey menghela nafas pelan.


Mereka membelah jalan yang di malam hari. Dengan temani lampu jalanan dan gedung-gedung tinggi.


"Selamat datang, Bu. Dan selamat malam" salam para pegawai yang sudah mau berberes karena bahan kue sudah habis. Akibat ada yang memborong kue di toko itu.


Cira sudah lama tidak ke toko. atau sekadar mampir saja tidak. Karena ia saat itu sedang sangat ingin dirumah.


"Selamat malam juga. Tumben tutupnya jam segini?" tanya Cira.


"Iya tadi ada ibu-ibu borong semua kuenya. Katanya buat anak yatim piatu" ucap Pegawainya. Membuat Cira mengangguk. "Tapi masih ada kan bahan kuenya?" tanya Cira membuat pegawai itu menggelengkan kepalanya. "Yaudah. Kalian sudah pada makan semuanya?" tanya Cira lagi membuat semua karyawan nya mengatakan belum. Dan mereka tertawa karena menjawab serempak.


"Udah, mau gerak jalan aja. Serempak banget" ucap Rey membuat mereka kembali tertawa. "Yaudah hari ini karena Bu bos lagi baik hati. Kita restoran saja untuk makan dan gratis!" ucap Rey lagi membuat mereka bersorak senang dan bersemangat untuk berberes karena akan di ajak untuk makan di restoran.


Mereka memilih makan di tempat yang dekat dengan jarak toko dan mereka memilih untuk berjalan kaki bersama menikmati suasana kota yang ramai.


"Mas, itu bukannya Papa dan Tante Dina dan Cia, ya?" tanya Cira yang melihat ke salah satu restoran seafood yang memiliki kaca bening sehingga orang-orang dapat melihat suasana restoran tersebut.


Rey mengikuti arah pandang Cira dan terkejut melihat papanya makan bersama seperti keluarga. "Kita grebek mereka" ucap Rey yang melangkahkan kakinya ke restoran itu. Membuat para karyawan Cira mengikuti nya.


"Mommy, Daddy!!" pekik Cia ketika melihat Cira dan Rey memasuki restoran itu. Membuat papa Aditama dan Tante Dina terkejut.


"Kalian disini?" tanya Cira yang sedang menyakini papa Aditama dan Tante Dina dengan diikuti oleh Rey.


"Iya, katanya Cia pengen makan seafood" ucap pak aditama membuat Rey menatap tajam kearah Papanya.


"Sama rombongan Tante" ucap Cira.


"Tante Indah, Om Bajajnya nggak ikut. Jadi jangan sedih, ya!" ucap Cia ketika melihat indah yang sedang bersembunyi dibalik tubuh temannya. Namun, Cia melihatnya.


Mendengar itu membuat mereka semua memandang Indah dengan tatapan penuh tanya.


Aduh,,,ini anak mulutnya nggak bisa dikasih lem batin indah mengutuki Cia yang tidak bisa berbohong dan malah ngerocos.


"Saya hanya bertemu sekali dengan dia" ucap Indah pelan. Membuat Rey tersenyum jahil.


"Kalian duduk lah. Dan nikmati makanannya. Masalah pembayaran biar kami saja yang bayar. Anggap saja sebagai bonus karena telah menjual kue sampai habis" ucap Cira membuat mereka bersorak.


Untungnya restoran lagi sepi jadi mereka bisa dengan leluasa untuk makan. "Mommy, tau nggak. Kemarin Cia lihat Om bajaj video call dengan Tante Indah" ucap Cia membuat tersangka tersedak minuman.


Indah mendengar dengan jelas karena mereka duduk di meja belakang mereka. Membuat teman-teman yang duduk dengan Indah menertawakan sikap Indah.


"Owh, iya?" tanya Rey yang mulai kepo. Membuat Cia mengangguk dengan semangat.


Awas saja Lo bajaj batin Rey dengan tersenyum devilnya.


Rey dan Cira duduk bersama dengan Papa Aditama, Cia dan Tante Dina. "Makan dulu baru mengobrol" ucap Cira dengan menyuapi Cia. Karena makanan Cia, papa Aditama dan Tante Dina duluan datang.


"Tante Dina gimana tadi siang, pasiennya sehat?" ucap Cira memulai pembicaraan dengan Tante Dina yang terlihat canggung.


"Semuanya baik-baik saja. Dan sudah sehat. Mungkin ada beberapa orang yang akan pulang besok" ucapnya sembari makan.


Sementara di meja karyawan. Indah sedang di bully karena ketahuan oleh Bu bos dan pak bos sedang dekat dengan temannya.


"Lo beneran pacaran dengan temannya pak bos dan Bu bos?" tanya salah satu karyawan yang mulai kepo dengan kisah Indah. Membuatnya kesal.


"Enggak, kemarin itu dia nanya. Kue ulang tahun untuk Bu bos" bantah Indah yang semakin membuat temanya tertawa.


~ Begitulah semakin kamu membantah atau menolak maka orang yang melihat atau mendengarnya akan menganggap itu benar. Walaupun kenyataannya memang benar, sih.~


"Awas, lo. nanti di jadikan selingkuhan. Secara kan kita berbeda dengan dia" ucap teman yang satunya lagi membuat mereka semua mengangguk.


"Woy,,,Indah. Nanti kalau beneran Lo nikah. Undang gue, ya!!" ucap karyawan cowok dengan senyum jahil dan manisnya.


Adeh,,,makin runyam kalau kayak gini batin Indah hanya bisa menghela nafas saja.


Awas saja, kau kak bajaj. Berani main-main dengan karyawan gue. Gue bakalan capit dedek lho batin Cira yang kesal mendengar pembicaraan mereka.


Setelahnya mereka makan dengan lahap walau terkadang di selingi oleh canda tawa akibat ulah mereka karena memakan seafood.


Begitupun dengan meja Rey sudah datang makanan yang mereka pesan. Membuat mereka makan dengan hikmat.


"Papa jangan terlalu banyak makan seafood. Nanti tekanan darah papa meningkat" ucap Rey yang baru menyadari bahwa papanya sudah cukup umur.


"Iya, papa tau kok. Tenang aja. Papa juga masih mau bermain dengan cucu papa" ucapnya membuat Cira tersenyum.


"Papa, makan sayurnya aja kayak kambing. Biar Cia aja yang jadi macan" ucap Cia membuat mereka tertawa. Karena Cia sering mengatakan bahwa makan sayur seperti kambing sedangkan makan daging atau seafood seperti macan.


"Kamu ini, ya. Mulutnya pedas banget" ucap Papa dengan memegang cabai. Seolah mulut Cia sepedas cabai.


"Hahaha,,, kan di ajarin, papa" ucap Cia tertawa membuat mereka ikut tertawa. Melihat aksi Cia yang mulutnya penuh ketika berbicara. Sehingga dia menutup mulutnya supaya makanannya tidak keluar.