
Mereka akhirnya sampai di rumah dengan selamat. Walau hati Rey tidak selamat akibat Cira yang ngambek.
Cira segera turun dari mobil dan meninggalkan Rey yang masih didalam mobil. Melihat tingkah Cira membuat Rey hanya geleng-geleng kepala saja.
Lucu batin Rey ketika melihat Cira tidak menemukan kunci rumah di tas akibat terlalu kesal.
Rey turun dari mobil dan membawa belanjaannya kedalam rumah. "Kemana dia?" monolog Rey ketika tidak melihat Cira disana.
Rey meletakkan barang belanjaannya ke pantri. Dan menyusul Cira ke kamar.
"Sayang?"ucap Rey ketika melihat sekeliling kamar untuk mencari Cira.
Terdengar suara gemericik air di kamar mandi membuat Rey tersenyum jahil. Ketika berusaha membuka pintu. Ternyata tidak dikunci membuat Rey melancarkan aksinya.
"Duar!!!"ucap Rey mengejutkan Cira yang sedang mandi di bawah shower. Membuatnya terkejut lalu memukul Rey dengan selang shower. Membuat Rey basah kuyup
"Aduh!!, sakit, yang!!"ucap Rey karena Cira memukulnya secara membabi buta.
"Ish!!!"ucap Cira kesal sembari memukulnya.
Cira lupa bahwa dirinya hanya berbalutkan satu benda. Rey segera menangkap tangan Cira lalu memeluknya.
"Kamu sangat cantik kalau dalam keadaan seperti ini"goda Rey dengan menaik turunkan alisnya.
Mendengar ucapan Cira membuatnya berhenti dan menutup dadanya refleks. Rey tertawa melihat tingkah Cira. "Ngapain ditutup?" ucap Rey dengan nada jahilnya.
Ya Tuhan, aku lupa kalau hanya memakai ****** ***** saja batin Cira kesal dan malu.
"Mas, lepas. Aku mau mandi dulu!" ucap Cira memberontak namun tidak bisa karena Rey memeluknya begitu kuat.
"Mandi bersama aja. Aku juga sudah basah"ucap Rey melepaskan pelukan di tubuh Cira dan melepaskan pakaian nya.
Mereka mandi bersama ditambah sedikit kejahilan dari Rey yang pegang sana-sini. Tapi Cira tak terpengaruh olehnya. Karena masih kesal.
Kini Cira sudah berada di dapur dengan celemek menghiasi tubuh rampingnya dan berperang bersama oven dan wajan dengan bahan perang yaitu tepung dan sayuran.
"Mas!"pekik Cira ketika Rey memeluknya dengan tiba-tiba.
"Jangan marah dong"ucap Rey yang meletakkan kepalanya di bahu Cira. Sembari mencoleki tepung ke wajah Cira.
"Mas!, Jangan hambur kan tepungnya"ucap Cira kesal. Karena Rey bermain dengan tepung.
Cira saking kesalnya menyumpal mulut Rey dengan sebuah apel. Sehingga Rey tidak mengganggunya lagi.
"Jangan pakai apel, dong yang. Pakai ini aja" ucap Rey seraya meremas dada Cira. Membuatnya mendapatnya geplakan.
"Rey!!!"ucap Cira sudah tidak tahan akan kelakuan Rey yang menurutnya seperti anak kecil.
"Iya-iya"ucap Rey seraya pergi meninggalkan Cira dengan wajah kesalnya.
"Ternyata sifatnya baru nonggol" gumam Cira mengingat tingkah Rey. Padahal mereka baru kemarin menikah. Namun, tingkah Rey tidak ada alim-alimnya atau seperti sebelum menikah.
Cira Memasak dan membuat kue dengan tenang tanpa gangguan dari Rey. Entah kemana perginya pria itu. Hingga tidak menampilkan batang hidungnya lagi.
Kemana dia batin Cira.
Cira selesai memasak dan mencari keberadaan kucing garong tersebut. Ternyata dia disini batin Cira ketika melihat Rey tertidur meringkuk di atas karpet bulu yang ada di ruang bermain.
"Mas?"ucap Cira membangunkan Rey dengan mengelus kepala nya.
"Hem"gumam Rey yang mengubah posisinya. Menjadi lebih meringkuk lagi. Seperti kucing.
"Hoam..... Masih ngantuk, Yang"ucap Rey terlentang dengan mengucek matanya. Khas orang baru bangun. Namun, bukannya bangun malah kembali memejamkan matanya sembari memeluk bantal sofa.
"Makan dulu, baru nanti dilanjutin tidurnya"ucap Cira membuat Rey bangkit dengan tangan melayang di udara. Ketika Cira berdiri.
Melihat hal tersebut membuat Cira menerima uluran tangan Rey. Dan membangkitkan. "Berat, mas!" keluh Cira ketika tidak bisa mengangkat tubuh Rey.
"Kamu makan aja dulu, aku nanti. Masih ngantuk nih"gumam Rey.
Cira pun makan sendirian. Sembari menunggu kue nya di oven. "Aku jemput, Cia. Dulu ya, Sayang."ucap Rey terburu-buru karena ingin menjemput Cia.
"Lho, bukannya masih sejam lagi ya, Mas?"ucap Cira membuat Rey berhenti.
"Iya, tapi karena guru nya sedang ada pertemuan penting. Jadi dipulangkan cepat. Kata Papa tadi menelpon"ucap Rey membuat Cira menganggukkan kepalanya.
"Hati-hati ya, mas"ucap Cira sembari memberi kecupan di bibir Rey membuat si penerima malah ******* lembut bibir itu.
"Dadada...." ucapnya melambaikan tangan, ketika memasuki mobilnya.
Cira kembali memasukan kue dan makanan buatannya kedalam toples dan membersihan sisa bahan dan barang yang digunakannya "Huh Akhirnya"ucap Cira ketika tugas di dapurnya sudah selesai.
Saat hendak kedalam kamar. Suara bel pintu berbunyi "Siapa ya?"monolog Cira seraya berjalan menuju pintu.
"Kakak ipar!"ucap seseorang yang langsung menubruk tubuh Cira. Membuat Cira terkejut dan sedikit terhayung akibat tubrukan dari seseorang.
"Kakak ipar. Tolong sembunyikan Gea, dari papi Gea, kak."ucap Gea sesunggukan menangis.
Ada apa ini. Apa yang terjadi? batin Cira.
"Masuk aja dulu yuk"ucap Cira merangkul Gea.
Kini mereka sudah duduk diruang tamu dan Cira sudah membawakan minuman untuk Gea agar lebih tenang. "Minum dulu biar, lebih tenang"ucap Cira seraya menyodorkan air putih kepada Gea.
Gea pun meminum nya walau air matanya sudah mengering. "Terima kasih, kak"ucap Gea tersenyum.
"Kamu kalau udah tenang dan baikan bisa cerita ke kakak"ucap Cira seraya mengusap punggung tangan Gea.
"Kakak pasti sudah tau kan masalahku yang ingin di nikahkan sama rekan bisnis Papi?"ucap Gea membuat Cira mengangguk.
"Gea sebenarnya udah pernah tidur sama orang lain kak. Waktu di Amerika. Akibat Gea pergi ke Club bersama teman ngerayaan ulang tahunnya terus Gea mabuk dan tanpa Gea sadari bangun-bangun sudah telanjang kak bersama seorang pria yang Gea tidak tau, kak" ucap Gea sembari kembali menangis histeris.
Mendengar ucapan Gea membuat Cira terkejut akan hal tersebut. "Kamu tidak di apa-apain, kan?. Maksudnya di perawani?"ucap Cira sedikit berhati-hati.
Dan jawaban Gea membuat bom meledak. Ya ampu bagaimana ini. Cira bodohnya dirimu. Kalau tidur bareng cowok dan kamu telanjang. Mana mungkin tidak ada setan diantaranya batin Cira mengutuki ucapannya.
"Hiks...kak bagaimana ini!"ucap Gea membuat Cira berpikir dan ikut panik.
"Kapan kamu ke Club?"tanya Cira membuat Gea berpikir.
"Sekiranya sebulan yang lalu, kak" ucap Gea sambil menahan tangisnya.
Cira berpikir sejenak untuk mencerna ucapan Gea "Kamu udah menstruasi?" ucap ragu Cira membuat Gea tersentak.
Jangan bilang belum, please batin Cira. Namun gelengan dari Gea membuat Cira menggebrak meja. Membuat Gea terkejut.
"Ada apa kak?" ucap Gea khawatir karena Cira terlihat menyeramkan.
"Kamu tunggu disini dulu sampai Kakak Rey mu datang, ya?" ucap Cira kemudian mengirimkan pesan ke pada Rey.
*Mas, nanti mampir ke apotek beli test pack* Tulis pesan Cira kepada Rey.