
Mereka akhirnya sampai dirumah dengan keadaan Cira masih tertidur dengan lelap. Dan dengan segera Rey membopong Cira masuk kedalam rumah.
"Nyonya kenapa, tuan?" tanya Mbak Ijah yang membukakan pintu.
"Lagi sakit, mbak. Mbak tolong buatin bubur, ya!" ucap Rey membuat Mbak Ijah mengangguk dan segera ke dapur memasak bubur untuk majikannya.
Rey merebahkan Cira di ranjang dan menyelimuti tubuhnya. Lalu mencium keningnya. "Cepat sehat sayang" ucap Rey lalu melenggang pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Setelah selesai mandi Cira belum juga bangun. Dan Rey mengecek suhu tubuh Cira yang memang sedikit hangat. Membuat Rey segera turun menghampiri mbak Ijah.
"Buburnya udah, mbak?" ucap Rey membuat Mbak Ijah kaget.
"Udah tuan" ucapnya dengan menyerahkan nampan berisi bubur dan susu.
Rey pun membawa nampan itu ke dalam kamar. Dan di lihatnya Cira sudah bersandar di kepala ranjang dengan bantal.
"Udah baikan?" tanya Rey dengan menaruh nampan di atas nakas. Dan duduk di samping Cira lalu memeriksa dahinya.
Dengan cepat Cira memeluk tubuh Rey dan menyandarkan kepalanya di bahu Rey. Dan Rey mengusap kepalanya.
"Makan, dulu, ya?" ucap Rey membuat Cira mengangguk dan mendudukan tubuhnya dengan baik. Rey mengambil nampan itu dan menyuapi Cira makan.
"Udah mas" ucap Cira ketika makan baru masuk 3 suap. Membuat Rey memberikan susu.
"Mau tidur lagi?" tanya Rey membuat Cira menggelengkan kepalanya.
"Mau peluk" ucap Cira membuat Rey tersenyum lalu memeluk Cira.
"Manja banget sih" ucap Rey menjawil hidung Cira yang tersenyum.
"Mas, udah mandi, ya?" tanya Cira ketika mencium bau badan Rey yang wangi.
"Udah, dong. Kamu bau acem" ucap Rey dengan raut wajah jijik. "Mau mandi?" tanya Rey membuat Cira mengangguk. "Mau dimandiin?" ucap Rey lagi dan Cira mengangguk.
Melihat Cira mengangguk membuat Rey segera membopong Cira menuju ke kamar mandi. Rey berusaha nahan hasratnya ketika melihat tubuh Cira yang polos. Istrimu lagi sakit, Rey. batin Rey menguatkan dirinya agar tidak melakukan hal yang membuat Cira tambah sakit.
"Mas, dingin" ucap Cira gemetar ketika sudah selesai mandi membuat Rey dengan segera mengambil bathrobe dan menutupi tubuh Cira.
Rey membopong Cira yang ke dinginan dan membaringkan nya di ranjang. Lalu menyelimuti. Rey mengambil pakaian Cira agar Cira tidak ke dinginan karena hanya memakai bathrobe.
"Pakai baju dulu, ya. Biar tidak dingin" ucap Rey membuka selimut dan bathrobe Cira dan memakaikan pakaian Cira. Walau dengan sesekali menelan salivanya. Akibat pemandangan yang meningkat kinerja otak bawahnya.
"Mas, sini" ucap Cira ketika melihat Rey beranjak menaruh bathrobe nya. Membuat Rey dengan segera menaruhnya lalu menaiki ranjang dan tidur bersama Cira.
"Mas?" ucap Cira ketika sudah berada di pelukan Rey yang hanya di balas deheman.
"Mas, buka bajunya ya?" ucap Cira membuat Rey menatapnya tidak percaya. "Aku panas liat mas pakai baju" ucap Cira lagi membuat Rey membulatkan kembali matanya.
"Yaudah, aku lepas. Nggak sekalian sama celananya, yang?" goda Rey membuat Cira mengangguk.
Rey yang melihatnya melongo. Yang benar aja. Ini bini gue kenapa? batin Rey sedikit takut. Rey dengan segera melepas pakaiannya di hadapan Cira yang sedang menatapnya.
Sekarang Rey tidur hanya memakai boxer nya. Dan dengan kejamnya Cira malah menelusup kan kepalanya di ketiak Rey. Menghirup aroma khas dari suaminya. Dan itu justru membuat Rey tidak berdaya. Akibat otak bawahnya mulai beraksi.
"Mas,?" ucap Cira dengan mendongakkan kepalanya. Menatap Rey yang sudah di pengaruhi nafsu.
"Kamu yang bangunin, lho, yang" ucap Rey membuat Cira tertawa. Lalu dengan jahilnya menggesekkan kakinya ke pangkal paha Rey. "Kamu lagi sakit, lho yang. Jangan bikin aku nerkam kamu" ucap Rey memberi peringatan membuat Cira mengubah raut wajahnya menjadi pura-pura takut. Dan selanjutnya malah tertawa.
"Cirania Reyodra Aditama" geram Rey karena Cira tidak mau berhenti dan malah semakin menjadi. Karena tangannya sangat aktif membelai tubuh Rey.
"Mas?" panggil Cira yang dibalas deheman oleh Rey.
Cup
Cira mencium bibir Rey membuat Rey membuka matanya, lalu kembali mencium bibir randum Cira. Namun, ciuman itu harus terlepas akibat Cira yang ingin muntah kembali.
Cira dengan cepat berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya. "Mual lagi?" tanya Rey yang sudah ada disamping Cira dengan mengumpulkan rambut Cira.
Setelah selesai menumpahkan nya. Membuat Cira lemas dan Rey segera membopong tubuh Cira. "Minum dulu" ucap Rey memberikan air kepada Cira. "Kita ke dokter aja gimana. Takutnya nanti gejala tifus" ucap Rey membuat Cira kembali menggeleng dan merebahkan tubuhnya.
Rey ikut merebahkan tubuhnya di samping Cira dan tertidur dengan memeluk tubuh Cira. Rey sangat takut ketika melihat Cira sakit. Pikiran melayang akan kejadian kepada Mamanya.
Hari semakin malam membuat Cira yang perutnya lapar membuka matanya dan melihat ke samping yang ternyata tidak ada Rey disebelah.
"Mas?" ucap Cira mencari suami. Dan keluar dari kamar menuju ke dapur dan melihat Mbak Ijah lagi memasak.
"Mbak, masak apa?" tanya Cira membuat Mbak Ijah terkejut.
"Atuh, nyonya bikin saya terkejut saja" ucapnya dengan mengusap dada. "Itu, tuan menyuruh saya membuat rendang untuk besok" ucap nya membuat Cira mengangguk.
"Terus dia kemana, mbak?" tanya Cira dengan mengambil mangga setengah matang dan memakannya langsung.
"Itu di ruang kerja. Nyonya lagi sakit jangan makan yang asam-asam" ucap Mbak Ijah melihat Cira memakan mangga. Membuat nya ngilu.
"Tidak masalah mbak. Ini juga mangganya sudah matang" ucap Cira membuat Mbak Ijah hanya mampu menelan salivanya akibat ngilu melihat Cira makan mangga itu.
Cira menghampiri Rey di ruang kerjanya. Yang sedang mengecek berkas dengan wajah mengkerut. Bingung. "Kenapa, mas?" tanya Cira dengan memakan mangga.
Melihat Cira yang sudah sehat setelah istirahat membuat Rey tersenyum. "Ini, barusan Papa telpon. Katanya, harus besok ke sana dan Karena mumpung ada salah satu anggota dewan yang kesana juga. Biar sekalian merealisasikan dengan cepat" ucap Rey memeluk Cira.
"Yaudah, pergi aja" ucap Cira enteng membuat Rey beringsutan akibat tidak ada raut sedih di wajah istrinya.
"Tapi kamu kan lagi sakit" ucap Rey.
"Aku udah sehat, kok. Setelah tidur tadi" ucap Cira dengan kembali memakan mangga.
Melihat Cira yang lahap makan mangga membuat Rey tersenyum. "Nggak masam, yang?" tanya Rey membuat Cira menggeleng kan kepala nya.
"Ayo, mas. Berkemas. Besok kamu jam berapa berangkatnya?" tanya Cira mengajak Rey kembali ke kamarnya.
"Jam siangan" ucap Rey membuat Cira mencubit lengannya.
"Iya, siangnya jam berapa?" tanya Cira geram.
"Jam 11 kayaknya." ucap Rey. Membuat Cira mengangguk. "Boleh minta obat kangen nggak?" ucap Rey membuat Cira Mengerutkan dahinya. Bingung. "Itu, lho yang." ucap Rey dengan menyatukan tangannya dan langsung ******* bibir Cira.
Untungnya mereka sudah masuk kedalam kamar. Dan menguncinya. Cira yang mengetahui keinginan suaminya hanya bisa pasrah dan mengikuti permainan nya.
"Pelan-pelan ya, mas?" ucap Cira ketika Rey ingin memasukinya.
Rey pun memasuki Cira pelan-pelan akibat ia tahu bahwa kondisi istrinya sedang tidak stabil. "Huh, Rey"ucap Cira ketika benda itu masuk dan Rey menggoyangkannya pelan.
"Iya, sayang" ucap Rey di sela memompanya.
"Pelan-pelan, mas" ucap Cira ketika Rey memompa sangat cepat.
Mendengar itu membuat Rey melajukan kendaraannya dengan pelan bahkan sangat pelan. Membuat Cira yang sudah hampir On harus terhenti. "Mas, cepat!" perintah Cira membuat Rey tersenyum devil. Dan memulai pergulatan panas tersebut. Hingga mereka kelelahan.