Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
S2 #Exp


Sebuah rumah yang sangat indah kini sudah dihiasi dengan berbagai ornamen mobil balap. Hari ini adalah ulang tahun anak sulung dari orang tua Chan dan Fiola. Walau anak mereka perempuan tapi dia sangat suka mobil balap. Bahkan orang tuanya khawatir nanti di kedepannya anaknya bakalan istimewa yakni memiliki jiwa bar-bar yang tinggi.


"Bunda, lain au aju tu" ucapnya ketika sang Bunda ingin memakainya baju princess. Namun, ditolaknya dan dia hanya mau memakai baju Spiderman.


"Iya,,tapi sini rambut di kuncir dulu. Nanti ganggu" ucap Fiola yang membuat bocah itu anteng duduk didepan sang Bunda.


"Bunda, adik lain tapan teluar?" tanya Bocah itu yang kini menatap sang bunda. Dengan mengusap perut buncit sang bunda.


"Nanti sayang. kak Rain sayang nggak sama adiknya?. Nanti kalian bisa main berdua, lho..." ucap Fiola membuat bocah itu sangat senang binar dimatanya keluar.


"Cayang. Kak lain cayang adik" ucapnya seraya memeluk dan mencium perut bundanya.


Fiola mengusap rambut anak sulungnya itu. Hingga sebuah ketukan pintu menyadarkan mereka "Nona cantik para tamu di bawah sudah menantikan pestanya dimulai. Mau kah nona cantik turun bersama untuk memulai pestanya?" tanya Chan yang sedang menyandarkan tubuhnya di daun pintu.


"Ayah!!!, adikna au lahil tatana" ucap Rain dengan berlari kearah sang ayah dan langsung ditangkap oleh Chan untuk membawa sang anak ke dalam gendongannya.


"Owh,,,ya. Berarti Rain, kakak yang baik" ucap Chan menciumi pipi anaknya. Dan masuk ke kamar membantu sang istri untuk berdiri.


"Mau aku gendong?" tawar Chan ketika melihat sang istri yang kesusahan berjalan dengan perut yang besar.


"Nggak usah,,,,aku masih bisa sendiri" ucapnya membuat Chan mengangguk dan menuntun sang istri posesif karena takut istrinya terjatuh.


Sesampainya di tempat acara mereka disambut dengan riang oleh para hadirin. "Nah,,,ini dia yang punya pesta." celetuk seseorang membuat sang pemilik acara hanya tersenyum saja.


Chan, Fiola dan juga Rain memposisikan diri berada di bekalang kue agar lebih mudah dan leluasa dalam melakukan kegiatan.


Acara dimulai dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Kemudian setelah tiup lilin diadakan pembagian makanan atau cemilan untuk anak-anak yang hadir sementara untuk para orang tua sudah disiapkan acara makan bersama.


Ulang tahun Rain saat ini hanya mengundang keluarga saja. Karena dengan mengundang keluarga mereka saja sudah sangat ramai.


"Bunda,,,lain au ain" rengek si bocah yang berulang tahun ingin bermain membuat Fiola mengangguk.


Setelah acara berlangsung dengan hikmah sekarang para keluarga bersiap untuk pulang karena sudah malam.


"Ayah,,,lain ingin bobok cama Daddy dan mommy, ya...." rengek Rain membuat ayah dan bundanya menghela nafas.


Kelakuan anak itu membuat Fiola dan Chan harus bersabar. Karena ada aja tingkah lakunya seperti saat ini. Dia ingin menginap di rumah Rey dan Cira dengan alasan ada teman, seperti si kembar dan juga Kak Cia nya.


"Ayah,,,,bunda oyeh ya?" ucapnya membuat baik Chan maupun Fiola hanya pasrah, apalagi anak itu sekarang sudah naik kedalam mobil dengan melambaikan tangannya.


"Sudahlah,,biarkan saja. Toh,,,juga dia sudah biasa menginap kan?" tanya Rey karena dia juga senang ketika Rain menginap dirumahnya. Suasana dirumahnya akan semakin ramai.


"Baiklah," ucap Chan.


"Rain itu sama seperti Cia. Bar-bar dan sedikit istimewa sama seperti Daddy nya" celetuk Cira membuat Chan dan Fiola tertawa.


"Aku nggak begitu, ya. Aku itu seperti Jeo yang pendiam." balas Rey membuat Cira hanya mengedikan bahunya.


"Ayo,,,Daddy, mommy!!" teriak Rain. Bocah itu seperti anak dari Rey dan Cira karena selalu bersama mereka.


Sedangkan ayah dan bundanya hanya bisa pasrah melihat anaknya itu. "Gue berangkat dulu. Anak lo sudah jadi anak gue" ucap Rey tertawa membuat Chan mendengus.


Chan dan Fiola melambaikan tangan nya untuk melepaskan kepergian anaknya bersama keluarga sahabat nya. "Mas,,itu anak kamu kemasukan apa sih,,sampai lengket banget dengan mereka" keluh Fiola yang kesal dengan tingkah anaknya itu.


"Biarin aja, ayo,,kita masuk kedalam kata adik bayinya kangen ayahnya" ucap Chan seraya mengusap perut sang istri.


"Itu mah kemauan kamu" ucap Fiola membuat Chan tertawa.


"Lagian kamu marah-marah aja. Kita ambil sisi positif nya aja ketika anak sulung kita si Rain nggak dirumah" ucap Chan membawa sang istri menuju kamar mereka.


"Mas,,,,aku mau mandi, gerah banget" ucap Fiola membuat Chan mengangguk.


Mereka melakukan mandi bersama. Chan dengan telaten membersihkan tubuh sang istri. Karena perutnya yang besar membuat dirinya sangat sulit membersihkan tubuhnya apalagi untuk bagian kaki nya.


"Mas,,,jangan main-main, ya?" tegur Fiola kepada sang suami yang sudah mulai menggerayangi dirinya di bawah sana.


"Aku cuma pengen main dengan anak kita" ucap Chan dengan wajahnya yang sok polos.


Sesuai dengan pikiran Fiola Chan melakukan hal sesuai keinginan yaitu menjenguk sang anak dan bermain dengan sang anak. Membuat Fiola hanya menikmati nya saja.


Bagaimana tidak dengan kehamilannya membuat dirinya sangat sensitif akan hal itu. Dan itu lah yang menjadi kesempatan Chan untuk melakukan kegiatan nya.


Berbeda dengan suasana rumah Chan. Di rumah Rey sedang sangat ramai oleh tingkah si kembar, Cia dan juga Rain. Bahkan kini juga kedatangan anak dari sahabat nya Bejamin yang juga katanya ingin menginap.


Dan jadilah kelima bocah itu bermain di dalam kamar bermain. Sementara Rey sedang mengawasi mereka yang sedang bermain.


"Ayo,,,kalian tidur, ini sudah malam. Besok pagi kita main air, yuk?" ajak Cira yang disoraki semangat oleh mereka.


Mereka akhirnya tertidur di lantai karena katanya mereka ingin bersama. Untuk anak laki-laki akan tidur di bawah sementara Cia dan Raina tidur tempat tidur.


"Kalau kita punya anak lagi pasti rame banget kan, yang" ucap Rey yang melihat mereka tertidur. Cira hanya bisa mengangguk.


Walaupun Rey terlihat menginginkan anak lagi. Namun, sebenarnya dia tidak menginginkan karena baginya sudah cukup dan untungnya anak sahabatnya si Chan mau bersamanya sehingga membuat Rey sangat senang.


Bahkan Rey terang-terangan menyuruh sahabat itu untuk terus membuat anak, agar nantinya dia juga bisa merawat nya.


Maka dari itu Rain dan anaknya Bejamin selalu berada di rumah Rey. Agar ayah bunda mereka bisa berdua lagi dan membuatkan mereka adik. Rey merasa sangat senang ketika sahabat nya sudah mendapatkan kebahagiaannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...SELESAI...