Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Cantik


Tanpa dirasa kini pesta yang di bicarakan oleh Oma pun sedang berlangsung. Dimana hanya pesta pribadi yaitu hanya mengundang, orang yang terlibat dalam peluncuran tersebut. Dan karena pesta pribadi jadi para undangan diberikan untuk membawa anak-anak mereka untuk belajar bersosialisasi.


Walau dalam peluncuran tersebut tidak ada kaitannya dengan keluarga Nugraha. Namun, karena Oma sudah menganggap keluarga. Maka semuanya akan terjadi.


Rey dengan jas hitamnya yang casual. Menambahkan sinar untuk malam ini. Jangan lupakan Cia yang juga ikut dengan balutan gaun lucu berwarna merah membuatnya terlihat lebih manis dan indah serta cantik seperti bunga mawar.


"Rey!!!" Panggil Oma. Membuat Rey yang sedang berbicara dengan rekannya. Pamit untuk menghampiri Oma yang duduk di kursi dengan latar belakang nya bunga yang cantik.


"Ada apa, Oma?" Ucap Rey.


"Panggil Cia, buat temenin Oma disini" ucap Oma dengan wajah lelahnya.


"Iya Oma" ucap Rey, lalu berjalan menghampiri Cia yang sedang bermain bersama anak-anak rekan bisnis Rey.


"Cia di panggil, Oma. Disuruh temenin." ucap Rey di pintu pembatas ruangan. Cia yang dipanggil mengangguk, lalu pamit terhadap teman-teman nya.


"Daddy mau ke rekan bisnis, Daddy. Kamu hampiri Oma di tempat foto ya"ucap Rey yang kembali diangguki Cia.


Cia menghampiri Oma, yang sedang menatap orang yang lalu lalang di pesta tersebut. Dan banyak mendapatkan senyuman dari rekan bisnis Rey.


"Cia, Mommy mu belum datang ya?" tanya Oma yang tak melihat batang hidung kehadiran calon cucu menantu nya itu.


"Mungkin sedang macet, Oma. Perlu Cia telepon?" ucap Cia. Namun, segera di geleng kan oleh Oma.


"Oma, udah ngantuk banget ini. Mommy mu jadi datang tidak sih!!" kesal Oma karena di usia nya. Ia sudah mudah sekali kelelahan dan mengantuk.


"Sabar Oma" ucap Cia. Namun saat menoleh ke arah pintu. Sosok yang mereka bicarakan hadir, dengan pakaian merah maroon yang sangat elegan. Membuatnya menjadi pusat perhatian. Membuat Cira memilih berada dibelakang orang tuanya.


"Mommy!!"Teriak Cia dengan melambaikan tangannya. Membuat para tamu terkagum-kagum akan senyuman Cira yang diberikan kepada Cia.


Tuan dan Nyonya Nugraha yang mendengar teriakan Cia pun tersenyum. Lalu menghampiri nya bersama.


"Aduh...Cucu Appa cantik sekali" ucap Pak Nugraha dengan mencubit pipi Cia. Gemas.


Cia yang dibilang cantik. Sudah tersipu malu. Dengan pipi yang Semerah kepiting rebus. "Terima kasih. Appa juga ganteng hari ini" Ucap Cia membuat mereka tertawa melihat tingkah Cia.


Sementara Nyonya Nugraha dan Cira sedang berbasa-basi dengan Oma. "Terima kasih Oma"ucap Cira saat Oma memujinya sangat cantik dengan setelah dress berwarna maroon.


"Mommy?" ucap Cia dengan menarik tangan Cira. Sontak saja Cira langsung memandangnya. Ini anak cantik banget pakai baju begitu. Jadi pengen di karungin aja. batin Cira


"Aduh...Anak Mommy cantik sekali!!" ucap Cira seraya mengelus kepala Cia dan menjawil pipi Cia.


Cia yang mendapatkan perlakuan begitu langsung tersipu malu lagi. "Mommy kita samperin Daddy yuk!!!" ajak Cia dengan menggemgam tangan Cia.


Nah, kan. Ujung-ujungnya mencari Daddy nya lagi. Gue grogi nih batin Cira.


"Nanti ya, Daddy mu sedang sibuk menyapa tamu" ucap Cira. Masalahnya ia malu untuk bertemu dengan Rey. Ia merasa minder sehingga ia berusaha keras untuk menghindari bertemu dengan Rey.


"Tapi Cia pengen ketemu Daddy-nya bareng Mommy" Ucap Cia dengan mata memelas.


Ini anak, nggak tau apa kalau gue lagi deg-degan. Malah di ajak ketemu dia lagi batin Cira


Tuan dan Nyonya Nugraha dan Oma yang melihat interaksi mereka tersenyum indah. Karena bagi Oma, tingkah Cia sudah berubah semenjak mengenal Cira.


Cia yang biasanya jarang ikut ke pesta ataupun keluar. Namun, jika bersama Cira dia akan ikut bahkan kalau pun dilarang dia tetap ngotot ingin ikut.


Oma melihat Cia yang sudah menjalankan salah satu rencana pun tersenyum jahil begit pun Nyonya Nugraha.


Cira yang melihat Cia begitu, akhirnya luluh dan mengiyakan ajakan Cia. Walau jantungnya sudah bergoyang Inul Daratista.


Melihat Cia yang menyeret Cira menuju Rey. Membuat Mama nya Cira dan Oma mengedipkan matanya. Kemudian kembali terkikik geli.


"Daddy!!" ucap Cia dengan menarik ujung baju belakang Rey yang sedang berbicara dengan temannya.


Rey yang merasa ada menarik baju nya sontak saja berbalik dan matanya pun melihat Cira yang sedang berdiri di belakangnya dengan sangat Cantik.


"Cantik" gumam Rey tanpa di sengaja saat memandang Cira.


Tuh, kan. Salah jantung gue mau copot batin Cira yang melihat tatap Rey yang begitu dalam.


"Rey!" ucap temannya dengan menepuk bahu Rey, guna menyadarkannya dari lamunan manisnya.


"Eh,,," ucap Rey yang tersadar kemudian berbalik mengarah temannya. Sementara Cia sudah cekikikan melihat tingkah Daddy-nya dan juga Mommynya itu.


Rey yang mendengar perkataan temannya. Jadi tergugup karena ia harus menetralkan detak jantung nya dan masih berusaha mencerna ucapan temannya.


Hingga sebuah anggukan yang keluar untuk menjawab pertanyaan temannya yang sudah tersenyum jahil.


"Hai...Gio" ucap temannya Rey yang ternyata bernama Gio. Sedang mengulurkan tangannya.


"Cia, Om!" ucap Cia yang membalas uluran tangan dari Gio.


Gio yang melihatnya terkejut ternyata ada sosok bidadari yang sangat cantik dengan tubuh mungil. "Cantik banget sih" ucap Gio lalu menggendong Cia.


Cia pun tak keberatan di gendong. Ia akan merasa rugi jika menolaknya, karena Om Gio sangat ganteng campuran Bule-Bali. "Om, juga ganteng seperti pacar boneka Barbie ku. Ken." Ucap Cia membuat Gio, tertawa.


Rey melirik Cia yang berada disampingnya. Ya Tuhan. Dia cantik sekali pengen aku bawa kamar terus di kurung batin Rey.


Cira merasa canggung berada di dekat Rey. Karena penampilan Rey malam ini sangat berribawa. Campuran apa yang kau pakai Tuhan, sehingga ciptaan mu bisa setampan dia batin Cira dengan berusaha mengatur detak jantungnya.


#####


Tanpa dirasa pesta pun sudah mau selesai. Para tamu yang hadir pun mulai pulang meninggalkan pesta tersebut. "Rey kita minum-minum yuk!"ajak Chan dengan memperlihatkan wine yang ada di tangannya. Chan membawa 10 wine dengan kadar alkohol yang tinggi.


"Ingat besok kerja, Chan. Jadi satu botol berdua saja biar nanti tidak mabuk dan bisa bekerja lagi" ucap Rey yang tidak mau sampai mabuk kemudian besoknya ia tidak bekerja.


Namun, tanpa dirasa mereka malah kenikmatan sampai menghabiskan 5 botol wine sehingga membuat Rey dan Chan mabuk berat dengan berbagai ocehan yang keluar dari mulut mereka.


Di meja yang berbeda. Oma, Cia, Cira dan Mamanya, serta Andra sedang memainkan permainan Truth or dare. Mereka tertawa ketika mendapatkan hukuman karena hukuman yang mereka berikan sangat konyol seperti menyanyi dengan vokal O. Namun, saat tutup botol mengarah ke Cira, semuanya serentak mengatakan 'Dare' sehingga Cira tak bisa protes.


"Mama, kasih kamu tantangan minum ini sebanyak 2 gelas" ucap Mamanya yang menyerahkan 2 gelas mini minuman yang berwarna merah pekat.


"Apa ini Ma?" ucap Cira yang melihat minuman tersebut seperti darah. "Darah??" ucap Cira membuat mereka semua tertawa kecuali Cia, yang sudah mulai memejamkan mata nya.


"Itu minuman anggur,Ra." ucap Andra. Dan Cira langsung menegak ya. Namun, saat minuman tersebut sampai di tenggorokan nya terasa aneh.


"Ih,,,minuman apa ini, rasanya aneh tapi manis" ucap Cira kemudian kembali menegak minuman tersebut sampai habis.


Mereka yang melihat Cira sudah mulai mabuk tersenyum senang. Hingga ia tertidur. Karena ini kedua kalinya dia mabuk sehingga kalau mabuk ia akan tertidur sampai besok.


Oma melihat sekeliling sudah sepi yang tersisa hanya Chan dan Rey yang masih di mejanya dengan mulut merancau tak jelas. Sedangkan anak-anak sudah di tidurkan oleh ayah mereka.


"Beraksi!!" ucap Oma membuat Mama Cira dan Andra segera menjalankan tugas masing-masing. Dimana Mama Cira akan menuntun Cira menuju tempat misi mereka. Andra memapah Rey ke pusat misi. Sedangkan Oma melihat ke sekitar, bahkan tempat tersebut aman dari pandangan orang. Namun tanpa disadari oleh mereka ada sepasang mata yang melihat aksi mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Misi Oma sudah dijalankan, akan kah Rey dan Cira bersama atau sebaliknya?. Dan siapa yang melihat aksi mereka??


Oke .....jangan lupa like, vote dan komentar ya 💜💜💜💜💜