
Setelah makan kini Chan dan Fiola sudah duduk di sofa menonton televisi yang menampilkan sinetron ikan terbang. Dengan soundtrack nya Rosa. "Fi, kata mama besok kita katanya buat foto prewedding"ucap Chan yang sedang menyenderkan kepalanya di bahu Fiola dengan manja.
"Aku tau. Tapi bagaimana dengan tugasku disekolah?" ucap Fiola dengan pandangan masih menatap kearah televisi.
"Kasih aja dulu, ke orang lain. Lagian ini kan hari pernikahan kita yang sekali seumur hidup, fi" ucap Chan membuat Fiola mengangguk. Karena ada benarnya juga ucapan Chan seharusnya di sudah mulai meringankan bebannya ketika sudah mendekati hari pernikahan.
"Chan?. Setelah nanti kita nikah. Aku boleh nggak tetap mengajar?" tanya Fiola membuat Chan menggelengkan kepalanya.
"Ngapain kamu ngajar lagi, ketika nantinya sekolah itu milik kamu. Tapi apapun keputusan kamu aku terima saja. Asalkan jangan sampai melupakan kewajiban mu" ucap Chan membuat Fiola senang.
"Fi,,?. Kita cicil buat anak, yuk?" ajak Chan membuat sebuah capitan tangan mendarat di paha Chan yang terasa panas.
"Au,,,sakit, fi. Ih,,,kamu mah mainnya KDRT" keluh Chan yang mengusap paha bekas Capitan yang Fiola berikan kepadanya.
Chan menghembuskan nafas di leher Fiola membuat Chan justru mendapatkan perlakuan yang tidak enak yaitu Chan didorong hingga terjatuh oleh Fiola. "Aku geli, tau nggak" ucap Fiola yang melihat Chan duduk diatas lantai yang dingin.
"Kamu mah,,,nggak ada romantis-romantisnya. Padahal aku lagi sakit, lho" ucap Chan bangkit dan mengusap pan*tatnya.
"Yah,,,kamu nya sih, modus" ucap Fiola tanpa berniat membantu Chan yang hanya melihat pergerakan Chan saja.
Chan berdiri dan duduk disamping Fiola dengan memeluk Fiola membuat Fiola terkejut. Kemudian memberontak ingin melepaskan pelukan Chan.
Namun, memang dasarnya Chan yang jahil semakin mengeratkan pelukannya "Chan kita belum sah" ucap Fiola membuat Chan tak mau melepaskan nya.
"Kan sebentar lagi kita bakalan nikah, lho fi. Dan sudah tunangan juga jadi sudah bisa peluk-peluk, lho" ucap Chan dengan berusaha mencium pipi Fiola namun Fiola terus berusaha menjauh dari Chan.
Melihat itu membuat Chan terus menggoda Fiola yang membuatnya tertawa. "Ih,,,kamu sakit apa ke masukan setan, sih" ucap Fiola berusaha menjauhkan wajah Chan dari wajahnya.
"Ayolah mumpung kita berdua aja, disini, fi. Kita cicil buatnya" ucap Chan dengan mengukung Fiola bahkan kakinya berada di paha Fiola membuat Fiola tidak bisa bergerak.
"Khemmm" deheman seseorang membuat mereka menatap kearah suara. "Nyicil apa, Chan?" tanya seseorang lagi membuat Chan dengan cepat melepaskan pelukan kepada Fiola dan memperbaiki dirinya. "Ternyata sakit cuma alasan ya. Buat kamu supaya bisa ngegoda Fiola. Untung aja Oma menyuruh mama cepat kesini kalau nggak kamu udah nyeret Fiola ke ranjang kan?!" ucap mamanya membuat Chan hanya nyengir sedangkan Fiola sudah sangat malu bahkan ingin rasanya di meminta jubahnya Heri Potter untuk menutup dirinya dan kabur.
"Fiola kamu nggak di apa-apain kan sama, dia" ucap mamanya Chan yang membuat Fiola menggeleng dan menunduk.
"Awas, ya kamu. Padahal tinggal 2 Minggu lagi kalian nikahnya." omel mamanya Chan yang menjewer telinga Chan membuat si empu mengaduh.
"Aduh,,,mama sakit. Ih,,,tadi itu Chan cuma bercanda, ma" ucap Chan yang telinga terasa panas akibat jewer dari mamanya.
"Sini Fiola, jangan dekat-dekat dengan dia. Nanti kamu diapa-apain lagi" ucap mamanya Chan membuat Fiola hanya menuruti nya saja.
"Ih,,mama ganggu aja. Chan kan pengen berdua dengan Fiola, ma" ucap Chan dengan memajunkan bibirnya.
Namun, dering ponsel membuat mamanya berhenti mengomel. Dan langsung pamit pulang karena sudah ditunggu oleh teman arisannya.
Chan memandang Fiola penuh tanya "Kapan Oma kesini?" tanya Chan membuat Fiola menunduk.
"Tadi sebelum jam makan siang. Katanya pengin jenguk kamu. Terus dia ke kamar dan liat kamu berbaring dan meminta konfres. Habis itu pulang" ucap Fiola membuat Chan menepuk jidatnya.
"Pantesan aja. Mama kesini. Oma pasti melebih-lebihkan" ucap Chan membuat Fiola bingung.
"Maksudnya?" tanya Fiola.
"Gini, ya, calon istri nya Chan yang cantik. Oma itu memiliki segudang ide jahil. Kamu harus hati-hati jangan sampai lengah. Buktinya aja sekarang kita dimarahi mama,,,," ucap Chan yang terpotong oleh Fiola.
"Kamu bukan aku yang dimarahi" protes Fiola membuat Chan menghela nafas.
"Iya, aku. Oma itu sangat mengerti keadaan sampai membuatnya menjadi hal yang istimewa. Sekarang aja masalahnya seperti ini, padahal kita nggak ngapa-ngapain. Tapi, nggak tau nanti" ucap Chan lagi dengan akhiri kalimat suaranya mengecil.
"Tapi kan nggak ngapa-ngapain. Jadi, santai aja. Kalau kamu baru memiliki pikiran yang mau ngapa-ngapain. Sebel aku, otak kamu itu terbuat dari apa, sih. Pikirannya kejauhan. Apa karena udah lama nggak main. Kalau gitu main aja sama cewek lain" ucap Fiola membuat Chan mengsungut mendekatkan dirinya dengan Fiola.
"Kok kamu ngomong nya gitu sih. Iya, aku dulu memang bareng*sek. Iya, aku udah pernah tidur bareng cewek. Dan untuk itu aku minta maaf karena tidak menjaga kesucian ku" ucap Chan membuat Fiola mendengus.
"Sudahlah,, males aku. Bahas yang begituan. Bikin sakit hati aja" ucap Fiola yang melepaskan dekapan Chan.
"Kamu sendiri yang mulai. Kok jadi aku yang salah, sih" protes Chan "Lagian kamu juga pasti punya mantan pacar kan. Buktinya itu yang kemarin, siapa namanya, senior kamu itu. Kayaknya suka banget sama kamu. Tatapan matanya memuja kamu banget" ucap Chan lagi membuat Fiola menghela nafas.
"Gini deh, ya. Sebelum menikah. Sebaiknya kita terang-terangan aja. Biar nanti nggak jadi salah paham juga. Males aku nanti ada yang datang bilang dia udah pernah ngerasain kamu lah, itu lah, apa lah" ucap Fiola yang menatap Chan serius.
Memang mereka kenal dengan sangat singkat dan langsung memilih menikah. Sehingga diperlukan saling jujur agar nantinya tidak ada masalah lagi.
"Baiklah. Aku mulai saja." ucap Chan yang memulai bercerita. "Jadi singkat ceritanya aku mulai nakal ketika aku pacaran dengan mantan tunangan ku dulu. Aku ingat pas itu aku diberikan flashdisk oleh teman kuliahku, katanya itu adalah flashdisk untuk video proyek kita. Dan karena aku penasaran hasilnya jadi kami menonton. Di season pertama benar memang proyeknya namun setelahnya malah film begitu." ucap Chan menarik nafas dalam dengan menatap wajah Fiola yang terlihat santai saja. Kemudian Chan melanjutkan bercerita nya "Jadi karena terbawa suasana kita akhirnya melakukan nya. Mungkin diawal kita canggung tapi setelah malah ketagihan" ucap Chan pelan membuat raut wajah Fiola berubah.
Fiola yang melihat itu kemudian mengangguk "Terus karena aku sibuk jadi kita jarang bertemu bahkan berkomunikasi pun jarang. Hingga akhirnya dia mengaku hamil anak orang lain. Aku frustasi sampai aku keluar negeri. Dan mungkin memang sialnya menghampiri, aku dibawa ke kamar hotel oleh musuh bisnis." ucap Chan dan Fiola mengangguk.
"Udah, ya. Capek mulut ku berbicara" keluh Chan membuat Fiola mendengus dan ditatap tajam oleh Fiola.
Chan melanjutkan Cerita hingga pertemuan mereka dan sampai saat ini "Setelah berpisah aku tidak lagi menyentuh wanita lain, yang. Dan aku hanya melakukan nya dengan mantan tunangan ku itu aja" ucap Chan membuat Fiola mengangguk.
"Baiklah, aku cuma memastikan jika nanti tidak akan ada perempuan datang dengan membawa anak kecil dan mengaku itu anak kamu" ucap Fiola membuat Chan bangga dengan pola pikir calon istrinya ini.
Chan bersyukur dengan dirinya yang tidak suci dipertemukan dengan sosok Fiola yang baik dan mau menerima dirinya dan juga masa lalunya.