
Cira menatap tajam kearah Rey yang berbicara ngawur terhadap Cia. Sedangkan Rey malah tertawa gemas.
"Mas!" ucap Cira tanpa keluar suara hanya sebuah gerakan bibirnya saja.
"Mommy, tidak demam?. Memangnya Mommy punya keluhan apa?" tanya Cia selayaknya dokter yang sedang memeriksa pasiennya.
"Mommy tidak sakit, Sayang. Daddy mu ini berbohong"ucap Cira membuat Cia memandang Rey marah.
"Daddy!!. Kata Daddy bohong itu ndak boleh tapi kenapa Daddy bohong!"ucap Cia kesal. Dan ingin turun dari gendongan Rey.
Rey hanya mengedikan bahunya cuek
Cia mendekat kearah Cira dan memeluk kaki Cira "Mommy. Cia pengen adik?"ucap Cia dengan mendongakkan kepalanya memandang kearah Cira.
Mendengar hal tersebut membuat Cira tersentak kaget akan perkataan Cia yang meminta adik. Rey malah tersenyum jahil dengan mendorong pundak Cira dengan pundaknya.
"Kode itu" bisik Rey pada Cira dan segera digeplaknya
Mendengar keributan di tangga membuat Oma menghampiri mereka "Kalian mau ngobrol sambil berdiri atau makan?"ucap Oma dengan berjengking pinggang menatap Cucu-cucu nya.
Cira menghela nafas karena ada Oma yang akan dijadikan sebagai alibinya dalam menjawab pertanyaan Cia.
"Kita makan dulu, yuk."ajak Cira yang menggandeng tangan Cia untuk menuju ruang makan. Dan melupakan Rey yang mengikuti mereka di belakang.
"Kamu udah unboxing, ya?" ucap Oma, sembari mengadu pundak mereka. Karena Oma melihat cara jalan Cira yang berbeda.
Rey yang mendengar ucapan Oma hanya bisa tersenyum dan mengangguk kan kepalanya "Tenang nanti Oma buatin jamu untuk Cira. Pasti badannya pegal-pegal"ucap tersenyum lebar ketika mengetahui bahwa Cucunya sudah unboxing.
"Oma nanti jangan goda Cira. Katanya malu"ucap Rey pelan. Dan Oma menganggukan kepalanya dengan senyum lebar.
Cicit, on the way batin Oma semangat.
Mereka duduk dimeja makan bersama "Papa mana,Oma?"tanya Cira membuat Oma memandangnya.
Senyum di wajah Oma tidak pernah luntur bahkan semakin lebar dengan mata penuh binar ketika menatap Cira. Membuat Cira sedikit malu.
Oma,, pasti udah tau batin Cira malu dan kikuk harus apa.
"Papa kamu lagi dinas keluar kota, makanya Oma ajak Cia kesini. Maaf gara-gara kami kalian terganggu"ucap Oma merasa bersalah. Namun tersenyum penuh arti.
Cira yang mendengarnya justru merasa malu. Karena diawal ia menolak Rey. Namun, ia setelah menikah justru tidak mau jauh dari Rey.
"Nggak papa, Oma. Kita juga nggak ada kegiatan" ucap Cira membuat Oma tersenyum. Dan memandang Rey yang sedang kesal.
Nggak ada apanya. Justru banyak kali kegiatan katanya mau bikin Rey junior tapi malah menyodorkan diri batin Rey kesal terhadap Cira.
"Mommy nanti siang, ke rumah Appa, yuk."ajak Cia membuat Cira mengangguk.
Yah,,makin lama. Kalau di monopoli oleh Cia bakalan makin ruet batin Rey sedikit kesal.
"Makan dulu, nanti terlambat ke sekolah ya"ucap Cira seraya menyuapi Cia makan.
"Yang, kamu makan aja. Biar Cia makan sendiri nya. Kan sudah bisa ya?"ucap Rey kepada Cira dan langsung diangguki oleh Cia.
Mereka sarapan dengan sangat nikmat dengan di selingi oleh cerita Cia yang tidak ada habisnya.
Kini Rey dan Cira sedang mengantar untuk bimbel bahasa. Walau dalam sekolah TK nya juga ada. Namun itu hanya 2 bahasa yaitu Inggris dan Indonesia. Namun, Cia harus belajar bahasa Mandarin. Supaya nantinya tidak kesusahan dalam bergaul dengan orang luar.
"Bye...Mommy. Bye Daddy!!"ucap Cia seraya melambaikan tangannya dengan memasuki sekolahnya. Cira dan Rey mengantar Cia sampai di gerbang sekolahnya.
Sehingga menjadi perhatian banyak orang. Karena yang mereka tau Cia itu tidak memiliki Mommy.
"Hai?"ucap Salah satu ibu-ibu yang sedang mengantar anaknya.
"Hai juga"balas Cira dengan senyuman manis. Sedangkan Rey sudah kembali ke mode cueknya.
"Mommy nya Cia?"ucap Ibu tersebut membuat Cira mengangguk kikuk.
"Oalah....maaf ya ibu. Saya kira Cia itu anak piatu. Soalnya ibunya tidak pernah keliatan"ucap Ibu tersenyum malu akibat salah paham.
Cira hanya tersenyum "Iya saya baru datang dari berkerja"ucap Cira berbohong. membuat Rey kesal karena menanggapi ocehan ibu-ibu kepo ini.
"Owh,,,ibu TKW ya?. Pantesan aja"ucap salah satu ibu dengan menatap Cira rendahan Dan sinis.
"Mommynya Cia, jangan di ambil hati ya dengan perkataan ibu Ani. Maklum suaminya dibawa kabur oleh TKW asal Negeri sebrang. Jadi kalau liat yang bening aja dikit langsung tancap gas dia" ucap Ibu yang terlihat lebih lembut.
Cira hanya tersenyum menanggapinya. Mungkin ibu-ibu ini tidak pernah menonton tv karena ia tidak tau wajah seorang Reyodra Aditama pemilik Bank Aditama.
"Tidak apa-apa, Bu. Sudah biasa"ucap Cira.
"Pulang" ucap Rey yang sudah tidak sabar jika harus menunggu lagi. Untuk tidak membalas ibu yang menatap Cira dengan tatapan jijik.
"Saya permisi, ya ibu-ibu. Ini suami saja mau kerja"ucap Cira membuat Ibu-ibu disana terkejut.
"Ini kan Reyodra Aditama pemilik Bank Aditama yang terkenal itu!"ucap salah satu ibu yang baru datang.
Semua orang melongo akibat perkataan ibu tadi dan dengan segera Rey menyeret Cira untuk masuk ke dalam mobil.
"Ya, ampun. Pantesan tadi kaya tidak asing" ucap ibu tadi yang menasehati Cira agar bersabar. Dengan wajah yang sudah sumbringah
Sedangkan ibu yang mengatainya TKW langsung deg-degan dan wajah nya pias.
"Lho, katanya Reyodra Aditama itu duda tapi kenapa ini sudah punya istri. Mana istrinya cantik bener" ucap ibu yang menyapa Cira tersebut bingung.
Sedangkan didalam mobil Rey sangat kesal dengan tingkah ibu-ibu yang menurut Rey sangat menyebalkan.
"Mas, Kenapa, sih?"tanya Cira ketika melihat wajah Rey yang dingin.
"Aku kesal sama ibu-ibu tadi terutama ibu dengan gaya menornya itu. Pengen aku hapus aja make up tebalnya itu"ucap Rey kesal yang justru membuat Cira tertawa.
Rey merasa bingung dengan Cira "Kenapa ketawa?"ucap Rey.
Cira berusaha mengatur tawanya "Habis, mas, lucu"ucap Cira kembali tertawa.
Rey menepikan mobilnya dan langsung melu*mat bibir Cira yang sedang tertawa itu. Sehingga membuat Cira langsung berhenti tertawa.
"Mas, ini dijalan"ucap Cira kesal karena Rey menciumnya di tepi jalan.
"Siapa suruh ngetawain"ucap Rey yang kembali melajukan mobilnya. Sedangkan Cira hanya berdecak kesal.
Karena mereka hari ini tidak ada kegiatan jadinya mereka memilih untuk pulang ke rumah dengan mempersiapkan segala hal yang akan mereka bawa untuk ke rumah Orang tuanya Cira.
"Mas,, beli tepung dulu di supermarket. Mau buat kue untuk di bawa ke rumah papa"ucap Cira yang diangguki oleh Rey.
Mereka akhirnya sampai di sebuah supermarket yang sangat lengkap. Katanya. Mereka sudah berada di bilik yang menyediakan berbagai jenis tepung. Cira dengan lihai memilih tepung dan keperluan untuk membuat kue. Sedangkan Rey mengikutinya dengan membawa sebuah troli.
"Mas, ambilin yang itu, dong" ucap Cira meminta bantuan Rey. Karena tangannya tidak sampai untuk meraih benda tersebut.
Rey pun mengambilkannya untuk Cira dengan wajah malas. Karena Cira berbelanja begitu lama. Walau belum sampai 30 menit. Mereka disana.
"Ra,, dari pada bikin kue mendingan bikinin mereka cucu pasti lebih senang"ucap Rey seraya menyerahkan benda tersebut ke Cira.
Mendengar perkataan Rey membuat Cira mencubit perut Rey karena sekarang mereka tidak sedang berdua.
"Pengantin baru" gumam nenek yang berada di samping mereka.
Mendengar hal tersebut membuat Cira malu dan segera keluar dari bilik tersebut dengan diikuti oleh Rey.
Reyong bolong. Teriak batin Cira saking malunya
"Sudah?" tanya Rey ketika Cira sudah keluar dari bilik tersebut. Cira yang kesal pun mengangguk dan menuju kasir.
Didalam mobil. Cira masuk tanpa perduli dengan Rey yang sedang menaruh belanjaannya di bagasi mobil.
"Mas, bisa tidak kalau ngomongnya biasa aja. Dulu waktu belum nikah nggak gini deh"ucap Cira ketika Rey sudah masuk dan memasang sabuk pengamannya.
Rey mengerut kan dahinya bingung akan ucapan Cira "Memangnya aku kenapa?" ucap Rey dengan bodohnya.
"Ish,,, mas!"ucap Cira kembali mencubit perut tanpa lemak Rey dengan keras. Membuat Rey mengaduh.
"Kamu kesurupan jin tepung, ya?" ucap Rey seraya melajukan mobilnya meninggikan supermarket tersebut.
Cira yang kesal dengan bersidekap dada dan memilih diam dan membuang mukanya memandang ke jalanan yang dipadati oleh penduduk dan transportasi.
Melihat Cira ngambek membuat Rey dengan cepat melajukan mobilnya supaya segera sampai rumah dan merayu Cira dengan caranya yang luar biasa.