
Cia, Kerta dan Candra saat ini sedang mampir disebuah cafe yang ada didekat bandara, dan mereka saat ini menjadi pusat perhatian banyak orang karena, seorang yang berpakaian pilot yang gagah dengan otot menyembul sesak dibalik baju tersebut, siapa lagi kalau bukan Candra anak dari pemilik bandara yang memiliki hobbynya keliling dunia.
"Om nggak takut apa di makan sama tante-tante?" ucap setelah duduk di kursi yang berada diantara Kerta dan Candra.
Kerta yang mendengarnya tertawa, karena sudah biasa ia jika bersama keluar dengan Candra akan ditatap lapar oleh kaum awam.
Candra ini sekelas dengan Rey sama-sama cuek. Namun penyayang keluarga. Imam idaman banget kan.
"Biarin aja Cia, biar mereka bahagia, kalau mereka bahagia ngeliat kita kan kita jadi dapat berkah dari mereka" ucapnya tertawa membuat para kaum awam dibuat lemas.
"Ow,,, gitu ya kalau nanti om dimakan dan habis siapa yang tanggung jawab"ucap Cia dengan nada serius tapi wajah yang lucu dan imut. Membuat Candra mencubit gemas pipi Cia.
"Mungkin polisi" ucap Candra ngasal dan tertawa membuat Cia menggelengkan kepalanya. Dasar Om Bata batin Cia.
"Ini belum seberapa Cia, dulu waktu SMA,Om Candra bahkan nggak berani sekolah karena dikejar salah satu siswa yang ngotot ingin jadi pacarnya, sampai nerror segala lagi" ucap Kerta mengingat kelakuan Candra waktu sekolah.
"Ih,, ngeri juga ya jadi anak ganteng, mendingan biasanya hidup tenang"ucap Cia dengan wajah yang dibuat serem.
"Apaan sih lo, itu juga gara-gara lo yang bales surat dia"ucap Candra tak mau kalah.
"Owh,, ternyata Kak Kerta suka sama cewek itu?"ucap Cia membuat Kertamelotot tak percaya akan ucapan Cia dan Candra malah tertawa terbahak-bahak.
Belum sempat membela dirinya sudah dipotong oleh pramusaji yang membawakan pesanan mereka.
"Wah!! "ucap Cia dengan mata berbinar melihat pahatan es krim yang menggoda.
Walau Cia sudah sering kesini saat menunggu Daddy atau Papanya dari Bandara.
Namun masih aja ia takjub dengan es krim yang ada disini, sehingga ia akan mengabsen pesanannya agar tidak terulang memesannya, memang cafe ini tiap sebulan akan membuat menu baru dari es krim sehingga Cia tidak pernah bosan.
"Cia suka es krim ya? "tanya Candra kepada Cia saat melihat wajah anak itu yang menggemaskan.
"Iya Om"ucap Cia yang tanpa mengalihkan tatapannya ke es krim.
"Yaudah makan yang banyak kan hari ini Om yang traktir" ucapnya mengusap rambut Cia yang dibales anggukan oleh Cia
"Lo kalau mau yang kayak Cia, kawin bro"ucap Kerta yang langsung di hadiahi jitak kan di kepalanya hingga membuatnya meringis.
Cia tidak memperdulikan tingkah orang dewasa kelakuan balita, ia hanya fokus menikmati rasa es krim yang menyatu dengan lidahnya.
"Bahasa lo!"ucap Candra yang menyadari adanya Cia. " Sudah jadi bapak-bapak masih aja nggak bisa ngontrol mulut!" ucapnya lagi lalu memakan kopi late ya.
"Dasar emak cerewet lo"ucap Kerta yang ikut menyantap makanannya.
Akhirnya mereka makan dengan tenang setelah perdebatan sedikit, Cia sudah habis 5 cup es krim beda ras membuatnya kekenyangan makan es krim dan ingin kencing.
"Kak, Om Cia ke kamar mandi ya mau kencing"ucap Cia berdiri.
"Kakak anterin ya? "ucap Kerta yang mendapatkan gelengan dari Cia.
"Atau Om Candra aja yang nganterin, nanti kamu tersesat lho?" ucap Candra namun mendapatkan penolakan dari Cianya.
"Cia sendiri aja Kak, Om. Lagian Cia udah sering kesini kok jadi nggak akan tersesat" ucap Cia lalu melenggang pergi
Cia berjalan sendiri menyusuri lorong cafe menuju toilet perempuan.
"Huh akhirnya"ucap Cia setelah berhasil menuntaskan hajatnya.
Namun saat hendak keluar, tiba-tiba saja pintu kamarnya tidak bisa terbuka, Cia berusaha tenang dan membukanya lagi tapi tetap tidak bisa.
Hingga runtuhlah pertahanan Cia dan akhirnya menangis dengan menggedor gedor pintu tersebut bahkan menendang pintu tersebut.
"Ada orang tolong bukain! "ucap Cia dengan sisa tenaganya karena terus menangis.
"Tolong!!! Cia terkunci!!! "ucapnya keras dan lantang.
Seseorang yang baru hendak lewat dari kamar mandi cewek, seketika terdiam karena mendengar suara minta tolong.
Ragu. benar karena ia juga takut dan pikirannya sudah berkelana jauh, karena hanya ada dirinya saja saat ini. Tapi hati nuraninya menguatkannya untuk berani.
Saat hendak membuka pintu lebar-lebar ia mendengar suara tangisan, dan semakin membuatnya takut hingga menutup pintu tersebut.
Bagai digelitiki apa tiba-tiba terlintas dihatinya mengatakan bahwa ia harus menolong orang tersebut, walau dengan sisa kekuatan dari rasa takutnya.
"Siapa? "ucapnya lagi namun langkah kaki nya sudah 2 langkah memasuki toilet tersebut.
Sayup-sayup ia mendengar suara anak kecil memanggil Daddy membuatnya meyakinkan hati bahwa ini pasti manusia.
"Hiks.... Daddy, Papa, Cia takut"ucap sambil menangis berdiri di atas toilet.
"Hallo, permisi?" ucapnya terus melangkah mendekati asal suara tersebut
Cia yang mendengar derap langkah kaki segera berteriak.
"Cia disini!"ucapnya berteriak dengan menendang pintu.
Pria itu mencari asal suara tersebut dengan memberanikan diri membuka dan menggedor setiap pintu kamar mandi.
"Kamu dimana? "ucap Pria tersebut.
"Cia disini Om! "ucap Cia dengan suara yang sudah menangis ketakutan dengan menggedor pintu tersebut saat mendengar suara dari seseorang tersebut
"Kamu yang tenang ya" ucap Pria tersebut menenangkan.
Setelah membuka 8 pintu akhirnya ia bisa menemukan tempat Cia saat ini.
"Kamu disini? "ucap pria tersebut dengan menggedor pintu.
"Iya Om, hiks.... Cia takut! "ucap Cia menangis tersedu-sedu.
"Kamu tenang ya, udah ada Om, sekarang kamu menjauh dari pintu dulu ya, biar Om dobrak pintunya" ucap pria tersebut lalu mendobrak pintu kamar mandi tersebut sangat keras hingga pintunya rusak dan terbuka
Cia yang melihat itu langsung berlari memeluk pria yang menolongnya dengan menangis dan pria itu membawa Cia dalam pelukannya seperti koala.
Lalu membawa Cia ke tempat peristirahatan karyawan yang sakit dan menyuruh salah satu karyawannya membawakan air dan es krim supaya lebih tenang.
Sementara Kai bingung karena sudah lama bamget Cia tidak muncul-muncul membuat perasaannya gelisah.
"Can, kok Cia lama ya? "ucap Kai yang menyadari Cia belum juga kembali dari kamar mandi.
"Mungkin sekalian pup kalik "ucap Candra sekenanya aja.
"Tapi kok perasaan gue nggak enak ya?"ucap Kai dengan memang dadanya.
"Perasaan lo aja kali?"ucap Candra, namun kali ini Kai harus memastikannya.
"Gue susul dia aja Can"ucap Kai bangkit tanpa memperdulikan Candra.
Melihat aura kekawatiran dari Kai membuat Candra mengikuti Kai dan menaruh uang dimeja untuk membayar makanannya.
"Lo yakin mau masuk?"ucap Candra membuat Kai berpikir keras, karena ini adalah toilet cewek sehingga jika ia ketahuan oleh perempuan yang ada disana dikira di mesum lagi dan digebukin kan sakit pikir Kai.
"Kita masuk berdua" putus Kai membuat Candra melotot tajam.
"Ogah, lo aja! "ucap Candra menolaknya, karena ia takut diperkosa oleh perempuan yang ada disana kan kalau nanti ia udah nggak suci lagi siapa yang tanggung jawab.
Tanpa babibu lagi Kai sudah menyeret Candra masuk kedalam dan untungnya toilet ini sepi sehingga ia tidak akan kehilangan kesuciannya.
Kai dan Candra terus memanggil nama Cia namun tak ada sahutan membuat Kai semakin pucat pasi.
"Gimana nih Can, Cia nggak ada! "ucap Kai cemas.
"Kita cari manajer cafe ini untuk memberitahu bahwa Cia hilang, nanti dia akan mengechek lewat cctv dimana keberadaan Cia" ucap Candra membuat Kai sedikit lega. Semoga aja Cia nggak kenapa napa batin Kai.
Terimakasih untuk kalian semua 💕
Jangan lupa di vote, like dan coment ya