Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Rumah Camer


Rey hanya diam melihat interaksi keluarga tersebut yang sangat harmonis. Rey bagaikan pajangan yang tak terlihat.


"Eh..ada cadipar"ucap Wisnu dengan duduk disamping Rey lalu merangkulnya. "Udah punya duit berapa kamu sekarang?" ucap Wisnu sinis. Rey hanya menggelengkan kepalanya.


"Banyaklah bahkan lebih banyak dari punya Abang" balas Rey dengan senyum jahatnya.


Mereka tertawa bahkan Riska yang melihat Papinya tertawa pun ikut tertawa. Sedangkan Riski udah pergi kekolam ikan memeriksa keadaan ikan lele nya disana.


"Gimana ada perkembangan selama ini?" ucap Wisnu santai dengan punggung bersender di sofa dan tangan yang menutupi wajahnya.


Lelah dirumah tidak dapat istirahat karena ulang dua kecebong yang sedang aktif-aktifnya.


"Ya,,,gitu. Tapi semenjak Cia kenal dia mulai berubah. Walau pun itu hanya saat bersama Cia saja" ucap Rey mengikuti posisi Wisnu.


"Yang sabar kalau jodoh nggak kemana" ucap Wisnu memberikan semangat "Bagaimana kabar Si Ulat yang pergi ninggalin kamu?" ucapnya langsung duduk tegak dan menatap Rey penasaran.


"Mati bang" jawab senonoh Rey, membuat Wisnu terkejut akan ucapnya Rey ia berfikir tentang mati dalam artian dunia atau perasaan.


"Mati apa?" tanya Wisnu memastikan apa yang otaknya pikir kan.


"Entah. Udahlah bang, nggak guna bahas ulat keket kayak dia" ucapnya santai.


Riski yang mendengar percakapan Papanya dengan Rey yang membahas ulat keket menarik perhatiannya dan menghampiri mereka "Om mana ulat keket nya?" ucap Riski yang penasaran akan ulat tersebut.


Membuat Rey dan Wisnu ternganga akibat Riski yang menanyai ulat keket padahal maksud mereka bukan ulat sungguhan. "Pa mana ulatnya?" ucap Riski lagi yang kini yang menggoncang tangan Papanya.


"Eh,,nanti kita liat di kebun Pak Aji aja ya?" alih Papanya.


"Mau sekarang Papa. Mana ulatnya Iki mau liat" ucapnya ngotot ingin melihat karena kekepoan nya yang tinggi membuatnya akan terus merengek sampai benar-benar mendapatkannya.


"Iki mendingan sama Om nyari ulatnya di kebun yuk..." ajak Rey pada Riski yang disambut gembira olehnya.


Wisnu berdecih karena kelakuan anaknya yang kepo maksimal. "Udah sana gihh, Papa mau nyari Mama dulu" usir Wisnu pada anaknya dan Rey.


"Pa, Wisnu ke kamar dulu ya, mau istirahat capek ngurus mereka kemarin" ucap Wisnu yang diangguki Pak Nugraha yang sedang fokus bermain dengan cucunya Riska.


""""""""""""""""


Di pasar yang lumayan ramai Cia,Cira dan Mamanya sedang tawar menawar dengan pedang sayur. Walaupun dari kalangan yang terjamin tapi kalau masalah berbelanja maka Mamanya Cira lebih memilih untuk berbelanja di pasar, karena kualitas pasar tradisional lebih nikmat dan segar serta dapat dengan mudah bersosialisasi dengan sesama orang.


"Ma,,Cira nyari jajan didepan ya, nanti kita ketemuan di Warung Girang"ucap Cira dan membawa belanjaan Mamanya.


"Yaudah, Mama juga tinggal beli bumbu-bumbu dapur aja selesai dah" ucapnya.


Cia hanya mengikuti kemana dibawa oleh Cira dengan tangan yang digenggam kuat agar tak terlepas.


Kan bahaya kalau lepas susah nyarinya karena pasar tradisional ramai dan banyak memiliki arah dan kubikel. Jadi berpegangan erat adalah jalan yang terbaik.


Mereka Cia dan Cira sedang menjusuri jalan sekeliling pasar mencari jajanan yang menggiurkan.


"Mommy itu ada yang jual onde-onde" tunjuk Cia pada sebuah gerobak yang terletak di sebrang jalan.


"Cia mau itu?"tanya Cira yang dianggukinya. "Yaudah sekarang kita kesana. Yuk pegangan yang kuat ya?" ucapnya.


Setelah menyebrang jalan kini mereka sudah ada didepan penjualnya dan segera memesan karena antriannya sangat banyak.


"Kang Onde-ondenya sepuluh ribu aja" ucap Cira lalu duduk di bangku yang disediakan oleh Kang Onde-ondenya.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Onde-onde dan Mama nya sudah datang dan mereka bersiap untuk pulang karena hari sudah mulai panas.


Mereka sampai dirumah dengan selamat. Cira dan Cia segera menaruh jajanannya di meja taman sedangkan Mamanya merapikan sayuran di kulkas.


Cia yang melihat Daddynya sedang bermain dengan seseorang dibawah pohon segera menghampirinya. "Daddy!!" teriak Cia dan berlari lalu memeluk Rey.


Rey dan Riski langsung menoleh terhadap orang yang teriak dengan kencang bagai dihutan walau memang taman ini beda tipis dengan hutan. Hehehe.


"Cia jangan teriak-teriak" tegur Rey tapi Cia tidak perduli karena sudah terjadi juga ia sudah berteriak.


"Daddy lagi ngapain?" ucap Cia tanpa melihat seseorang yang bersama Rey.


Cia yang melihatnya hanya mendengus kesal. Cira datang selepas menaruh dan memanggil orang-orang rumah untuk ketaman.


"Iki buat apa nyari ulat?" tanya Cia dengan mengelus kepala Cia supaya tidak kesal. Dan tindakan Cira membuat Cia kembali ke level amannya.


"buat ngilangi kekepoannnya aja"jawab Rey. membuat Cira mengangguk mengiyakan.


"Yaudah yuk...makan jajan dulu baru nyari ulat lagi biar lebih semangat dan bertenaga" ucap Cira lembut membuat hati Rey mendesir kagum.


Tidak salah lagi batin Rey


Mereka semua akhirnya mengikuti Cira. Rey dan Iki mencuci tangannya karena sudah pasti kotor karena habis mengosek-ngosek daun.


Semua sudah terkumpul di bawah gazebo yang ada di taman tersebut. Bahkan Ika yang mengantuk kembali semangat karena melihat jajanan yang warna-warni.


Setelahnya mereka duduk dan menikmati jajanan dengan diselingi tawa dan candaan dari Wisnu dan Pak Nugraha.


"Mom kita jadi ke taman air kan?" tanya Cia membuat mereka semua terkecuali Rey memandang Cia dan Cira.


"Iki mau ikut ya Tante?"ucap Riski semangat ingin ikut.


"Iki lupa ya, bahwa nanti kita mau kerumah Edo buat rayain ulang tahun nya?" ucap Wisnu membuat Riski teringat dan langsung mengatakan tidak jadi ikut pergi dengan tantenya.


"Jadi tapi nantian ya sorean biar enakkan kalau sekarang panas" jelas Cira membuat Cia mengangguk setuju.


"Kamu sama siapa kesana?" tanya Papanya kepada Cira.


Cira yang ditanya hanya menunjuk dengan dagunya ke arah Rey. Membuat Papa dan Mama serta Wisnu yang melihatnya tersenyum. Sementara Rey yang sedang menyuapi Cia dan Iki karena kepo akan makan yang diambil oleh Rey.


"Owh...Rey kamu ikut dengan mereka?" tanya Pak Nugraha membuat Rey bingung karena tidak tau maksud dari ucapan Pak Nugraha.


"Ikut kemana?" tanya Rey.


"Ish,,kita kan mau ke taman air Daddy!" Ucap Cia dengan nada kesalnya. Karena Daddynya melupakan kegiatannya hari ini.


Rey yang baru ingat pun hanya menganggukan kepalanya. "Eh,,tapi habis ini kita pulang ya. Kan nanti sorean ke taman air nya" ucap Rey yang mendapatkan wajah cemberut dari Cia.


"Tapi Cia mau main disini Dad sama Mommy" rengek Cia.


"Biarin lah disini, kamu emangnya mau kenama?" ucap Pak Nugraha yang kasian melihat Cia yang merengek.


"Ia Biarlah Cia disini lagian disini dia bisa main dulu dengan Iki" timpal Mamanya Cira yang membuat wajah Cia berbinar imut memandang Rey.


"Tenang aja ada aku kok disini Cia pasti aman" ucap Cira membuat Rey menghela nafasnya.


"Yaudah nanti Daddy jemput pas mau jam ke taman air. Jangan nakal dan menyusahkan Apa sama Ama ya juga Mommy mu" ucap Rey yang langsung diangguki Cia dan diciumnya pipi Rey sebagai tanda terima kasihnya.


"Rey kenapa tidak disini aja?" ucap Wisnu dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Iya. Lagian kamu libur juga kan"timpal Pak Nugraha dengan senyum yang sulit diartikan.


"Iya,,, tapi tadi Chan mengirim pesan katanya ada barang dikirim oleh perusahaan yang bermasalah dan perlu pengecekkan segera" ucap Rey karena gara-gara kasus korupsi itu membuatnya muak dan sedikit lelah.


"Owh,,yang kasus korupsi itu ya?" tebak Pak Nugraha. Membuat Rey mengangguk.


"Yaelah, gaya Lo tadi pamer harta tapi uang Lo di makan rayap tanpa Lo ketahui" ucapnya mengejek dengan tertawa puas.


Rey yang diejek hanya mendengus kesal lalu pamit untuk pulang.


"Semoga cepat selesai ya Rey. Kalau ada perlu apa panggil aja Om" ucap Pak Nugraha menawarkan bantuan.


"Iya Om, Terima kasih" ucap Rey.


"Om kapan-kapan kita nyari capung yuk!" ucap Riski yang diangguki oleh Rey.


"Bababababa" gumam Riska dipangkuan Mama membuat semua orang tertawa karena tidak mengerti maksud ucapan dari Riska.


"Nanti telpon aku aja ya Cir" ucap Rey ke Cira yang sedang menyuapi Cia jajanan yang dibales anggukan oleh Cira.