
Sudah dua bulan pernikahan Chan dan Fiola, dan seperti pernikahan pada umumnya. Dimana akan ada perselisihan atau pun perbedaan pendapat. Pada saat ini mereka sedang berada di dalam kamar. Rumah mereka yang baru mereka tempati selama seminggu.
Chan ingin membawa istrinya untuk hidup secara mandiri. Namun, mamanya tidak memperbolehkannya dengan berbagai alasan. Dan seminggu sebelumnya Chan merayu sang mama dengan berbagai hal. Hingga membuat mereka seperti saat ini yaitu dirumah mereka sendiri.
"Mas,,,kamu nggak lapar?" tanya Fiola ketika Chan dengan asiknya bermain game di ponselnya.
Hari ini adalah hari libur mereka jadi karena mereka sedang mager jadinya mereka hanya berdiam di dalam kamar. "Kita order aja" ucap Chan tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kamu order lah. Ponsel ku nggak isi aplikasinya" ucap Fiola membuat Chan menyudahi bermainnya dan segera memesankan makanan untuk mereka.
"Kamu mau makan apa?. Aku ordernya pizza aja." ucap Chan membuat Fiola berpikir.
"Aku mau makan,,,,,,basreng aja, sama salad sayur aja minumnya jus mangga muda" ucap Fiola membuat Chan mengangguk. Kemudian memesankan makanan pilihan sang istri.
"Mas,,,nanti malam ke rumah Cira, yuk?" ajak Fiola yang diangguki oleh Chan.
"Boleh,,,lagian sudah lama juga kita nggak kesana. Kamu mau bawa apa kesana?" tanya Chan.
Kini mereka sedang berbaring diatas ranjang dengan saling berpelukan. "Mau ngerujak disana. Bawa buah sama sambal yang dikasih bapak sama ibu kemarin" ucap Fiola dengan mengendus-endus di ketiak Chan.
"Ih,,,geli yang" ucap Chan ketika Fiola mengendus ketiaknya. Membuat Chan terkikik geli.
"Mas,,,ini wangi banget. Kamu pakai apa?" tanya Fiola mendongak menatap Chan dengan wajahnya yang mengerjit.
"Aku belum mandi dari tadi,,lho,,,,Fi. Gimana bisa wangi?. Tapi aku memang wangi sih,,,sesudah dan sebelum mandi" ucapnya berbangga.
Membuat Fiola menarik pu*ting payu*dara membuat Chan mengaduh. "Ihs,,,,kamu nakal, yang" ucap Chan dengan mengusap dadanya.
"Aku gemas sama ini kamu, mas" ucap Fiola dengan kembali mere* mas dada Chan bahkan giginya sampai ngertak karena saking gemasnya.
"Sakit, yang" protes Chan.
"Kamu juga suka gitu, kan. Dan sekarang kamu tau kan kalau digituin sakit?" protes Fiola menatap sengit kearah suaminya.
"Mas,,,,ini bulunya banyak banget, di cukur napa?" protes Fiola dengan mencabuti bulu dada yang suami. Membuat Chan mengaduh kesakitan. "Ih,,,ini kok merambat sampaii ke sana sih,, mas. Pokoknya besok ini harus di cukur. Samaan juga yang itu. Kecuali di ketiak jangan." ucap Fiola yang kembali membenamkan wajahnya di ketek Chan.
"Kamu ini kenapa sih,,,iya nanti aku cukur sampai bersih." ucap Chan dengan pandangan tetap pada ponselnya. "Ah,,,,"desah Chan yang lolos dari bibirnya ketika Fiola menye*sap put*ing nya. "Fi,,,jangan mancing, deh" ucap Chan dengan nada yang berat.
"Hehehe,,,,mas?" ucap Fiola yang sudah berada diatas tubuh Chan dan memasukan kepalanya untuk menghalangi pandangan Chan dari ponselnya.
"Kenapa, Fi?" ucap Chan dengan mencari posisi untuk dirinya agar tetap bisa bermain game.
Fiola memposisikan kepalanya di tengkuk sang suami kemudian memberikan kecupan di leher sang suami. Chan berusaha pokus dengan gamenya. Walau diganggu oleh sang istri. Dengan sesekali mulutnya itu mend*esah akibat permainan dari sang istri.
Namun, sedetik berikutnya tidak ada lagi pergerakan dari sang istri membuat Chan meletakan ponselnya. "Fi?....Fiola....?. Sayang?" ucap Chan dengan mengusap kepala sang istri.
Hingga terasa nafas yang teratur di lehernya "Eh,,,malah tidur?" ucap Chan yang terkikik dengan tingkah Fiola. "Kamu ini mager banget sih. Kalau lagi libur" ucap Chan dengan membenarkan posisi tidur sang istri.
Suara bel rumah membuat Chan bangkit dan segera keluar rumah untuk mengambil pesanan nya. Dirumah Chan yang minimalis ini tidak ada ART atau pun satpam. Karena memang mereka hanya ingin menikmati waktu berduaan saja.
"Terima kasih, pak. Nanti saya kasih bintang lima" ucap Chan membuat sang pengantar makan terkikik. Kemudian mengangguk.
Chan memasuki rumahnya dan langsung disambut oleh pelukan sang istri "Mas kemana aja. Aku takut di kamar sendirian" ucapnya dengan nada manja dalam pelukan sang suami.
Chan tertawa melihat tingkah istrinya "Mas ambil makanan. Yuk,,, makan katanya tadi lapar" ucap Chan dengan memamerkan bungkusan makanan.
"Mau gendong" ucap Fiola yang langsung nemplok seperti koala dengan kaki melilit di pinggang sang suami dan juga tangan yang sudah mengalung di leher sang suami pula.
"Mas,,,sekarang kita ketemu Cia,,,yuk!" ajak Fiola memandang Chan dengan tatapan berbinar.
"Nanti aja, ya. Kita makan dulu"ajak Chan membawa Fiola keruang makan. Namun, mendapatkan gelengan dari Fiola.
"Mau di kamar aja makannya" ucap Fiola yang langsung diangguki oleh Chan.
"Kamu turun dulu, ya. Aku nggak laut naik tangga. Takutnya nanti kamu jatuh" ucap Chan yang diangguki oleh Fiola tersenyum.
Mereka sampai di kamar dan sedang makan bersama. Bahkan Fiola sudah menyuapi Chan dengan makanan yang dipesan mereka. Fiola hanya makan sedikit karena merasa sudah kenyang. Namun, tidak dengan Chan yang justru sangat lapar apalagi melihat makanan didepannya.
"Yang,,,mau itu" tunjuk Chan pada jus mangga muda milik Fiola.
"Nih,,,minum aja" ucap Fiola dengan senang hati memberikan jus nya kepada Chan. Melihat Chan yang makan dengan lahap membuat Fiola merasa kenyang.
"Mas,,,mau kue di kulkas ambilin, dong" ucap Fiola yang diangguki oleh Chan.
Dengan cepat Chan membawa kue sesuai dengan perintah Fiola. Chan tidak tau kue seperti apa di dalam kotak kue tersebut. Sehingga ketika dibuka membuat dirinya ngiler. "Mas,,,nih" ucap Fiola yang menyerahkan sesendok kue kearah Chan yang langsung di lahapnya.
"Enak, yang" ucap Chan dengan wajahnya yang sangat senang.
Fiola terus menyuapi Chan kue hingga kue tersebut tinggal setengahnya. Fiola hanya memakannya sesendok saja. Setelahnya hanya Chan saja yang makan.
Chan menyenderkan tubuhnya pada sofa dengan memegang perutnya yang sudah kekenyangan "Huh,,,kenyang banget, yang" keluh Chan membuat Fiola mengikuti mengusap perut yang mulai membucit milik suaminya.
"Mas,,,ayo,,,kita ke temu Cia" rengek Fiola membuat Chan menggeleng.
"Nantian aja, yang. Perut aku masih kekenyangan ini" ucap Chan yang berusaha untuk bersendawa.
Fiola memberengut berjalan ke kamar mandi kemudian masuk kedalam selimut menutup dirinya. Melihat itu membuat Chan terkekeh dan membiarkan Fiola seperti itu. Karena saat ini dia harus bersendewa agar perutnya tidak begah.
Ekkgggg
Sendawa Chan membuatnya menghela nafas. Kemudian menghampiri Fiola yang menutup dirinya dengan selimut. Chan membuka selimut tersebut. Namun, yang dilihatnya adalah istrinya sudah tertidur dengan meringkuk. Membuat Chan terkekeh.