
Mereka tidur dengan lelap. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul sore. Ini adalah saatnya acara resepsi mereka. Namun, mereka malah tertidur nyenyak.
Sementara diluar kamar pengantin, keluarga mereka sedang bersiap-siap untuk acara. "Bocah tengik itu pasti ngurung, Fiola" ucap mamanya Chan yang selalu memiliki rasa buruk sangka kepada anaknya jika anaknya bersama dengan mantunya.
Tok tok tok
Mama Chan mengetuk pintu kamar pengantin baru dengan keras. "Woy,,, pengantin baru bangun!!" teriak mama Chan membuat yang didalam kamar membuka mata.
Chan menggeliatkan tubuhnya, dan kembali merem. Sedangkan Fiola membuka matanya dan yang terlihat di pandangannya pertama kali adalah ketiak Chan.
"Ish,,,bau banget" ucap Fiola ketika hidungnya menghirup hal yang ada didepannya membuat nya langsung mendorong tubuh tersebut.
"Aduh,,,ada apa sih, Yang" ucap Chan mengusap matanya, lalu memiringkan tubuhnya dan kembali memeluk tubuh Fiola.
Chan mendekap tubuh Fiola membuat kepala Fiola berada di ketiaknya "Ih,,, ketiak kamu bau!. Lepas dulu, aku rasanya mau muntah" ucap Fiola yang menahan kepala nya agar tidak terlalu dalam sampai menyentuh ketiak Chan.
Mendengar itu membuat Chan melepaskan dekapannya dan menciumi ketiaknya sendiri "Wangi gini dibilang bau. Nih,,,wangi kan?" ucap Chan sembari mendekatkan ketiaknya kepada Fiola yang membuat Fiola langsung bangkit. Namun, ditahan oleh Chan dan kembali menyerang Fiola dengan jurus ketiaknya.
Sementara diluar kamar seseorang sedang mencak-mencak karena tidak ada sahutan dari dalam. Hingga beberapa gedoran membuat orang didalam kamar itu bangkit dari ranjang dan membukakan pintu untuk orang yang ada diluar.
"Baru bangun?" kalimat yang pertama kali muncul dari mulut sang mama Chan ketika melihat kondisi pengantin baru.
Chan dan Fiola merasa malu, mengangguk "Sekarang kalian mandi. Sebentar lagi, MUA akan datang. Mandinya mandi normal. Jangan mandi yang lain!" terang mamanya Chan membuat mereka mengangguk kikuk.
"Kamu belum di unboxing kan, sayang?" tanya mamanya Chan membuat Fiola mengerjitkan dahinya bingung dengan ucapan sang mama mertuanya itu.
Hingga pandangannya mengarah ke Chan yang sedang menggeleng membuat Fiola mengikutinya. "Bagus, jangan dulu. besok aja unboxing nya" terang mamanya Chan mencium pipi Fiola kemudian pergi dari kamar pengantin. Namun, sebelum pergi ia memberikan tatapan tajam kearah Chan.
Fiola termangu karena mendapatkan serangan mendadak dari mama mertuanya. "Ayo, fi. Mandi bareng aja. Biar cepet" ajak Chan yang menarik tangan Fiola yang membuat kesadaran Fiola kembali.
"Ih,,,lepas. Kamu mandi aja dulu" ucap Fiola dengan melepaskan tarikan Chan. Membuat Chan mengangguk dan masuk kedalam kamar mandi.
Sambil menunggu Fiola mengecek isi kopernya yang akan dia bawa besok. Takutnya nanti ada ketinggalan. "Sudah siapa!" seru Fiola menutup kopernya.
Cklek
Suara pintu terbuka membuat Fiola memandang Chan dari bawah keatas. Kemudian geleng-geleng kepala. Chan yang dipandang oleh istri seperti itu biasa saja. Karena ia tau istrinya itu nggak ada romantis-romantisnya.
"Ih,,,kalau keramas itu rambutnya di pakaikan handuk. Biar airnya nggak jatuh ke lantai nanti terpeleset" omel Fiola membuat Chan menghela nafas. Walau belum sehari menikah, kini Chan sudah tau sedikit aturan dari Fiola.
Fiola melemparkan handuk kecil kearah Chan yang tadi dia ambil di lemari. "Keringkan pakai ini. Aku mau mandi dulu" ucap Fiola yang ngacir kedalam kamar mandi.
"Belum juga sehari nikah, sudah begini. Bagaimana kalau udah bertahun-tahun bisa habis ini nafas buat dihembuskan terus. Untung sabar" ucap Chan duduk di depan meja rias.
Chan mengamati wajahnya, yang baru menikah "Baru tadi nikah, ini wajah sudah berubah saja" gumam Chan yang menelisik perubahan wajahnya.
Padahal tidak ada yang berubah dari wajahnya. Dasar Chan nya aja yang terlalu bahagia hingga membuat wajahnya berubah. Apalagi nanti setelah unboxing Fiola pasti tambah berubah tu wajah.
"Cakep, juga gue. Badan masih bagus. Wow,,,,dedek gue juga masih kuat" ucap Chan yang sudah melepas handuk yang menutupi mahkota. Sekarang Chan sedang meliuk-meliuk didepan cermin.
"Astaghfirullah!" keget Fiola yang membuka pintu kamar mandi dan langsung disuguhi badan suaminya yang tanpa sehelai benang membuat Fiola kembali masuk kedalam kamar mandi dan menutup pintunya.
Chan yang melihat Fiola, panik dan langsung memakai handuknya dan mengambil baju yang sudah disiapkan Fiola dia tas ranjang. "Sudah, Fi!" ucap Chan membuat Fiola keluar kamar mandi dengan wajah yang sudah memerah.
Setelahnya mereka berdua diam, tidak ada yang bersuara. Hingga ketukan pintu membuat mereka sedikit terkejut. Chan memilih membukakan pintu. Dan terlihatlah MUA yang sedang tersenyum penuh kejahilan.
"Hai,,, pengantin baru" ucapnya membuat Chan terkikik melihatnya. Kemudian membiarkan sang MUA masuk kedalam.
Pandangan MUA menelisik ruang tersebut dan matanya mengarah ke arah ranjang yang masih berantakan. "Wow,,,kalian pasti belum unboxing, ya?" tanya sang MUA penuh berseri diwajahnya membuat Chan mengangguk dengan ikut wajahnya berseri.
"Iya, jeng rasanya enak banget" ucap Chan seraya mengikuti gerakan MUA tadi membuat Fiola terkikik geli sekaligus jijik melihat nya.
"Cucok mehong, rasanya tuh,,pasti sedep merem ah,,,,," ucapnya seraya tangannya menyiapkan alat make up. Chan pun mengangguk.
"Jeng tau nggak,,. Istri saya ini sangat pandai jogegnya, Huh,,,,sedep" ucap Chan melebih-lebihkan membuat sang MUA yang notabennya seorang waria pun terkikik mendengar ucapan Chan.
Sedangkan Fiola sudah memberikan tatapan tajam kepada Chan yang justru membuat Chan tertawa. "Ayo,,,neng geulis. Sini di make up dulu, neng sama Tante" ucap nya membuat Fiola sedikit takut. Namun, tetap mendekat kearah MUA.
"eh,,udah datang ya. Temennya kemana, jeng?" tanya mama yang datang membawakan gaun yang dipilih oleh Fiola.
"Itu jeng, lagi di toilet. Tapi nggak tau masuk toilet yang mana" ucapnya dengan gemulai.
Fiola menjadi tau ternyata mamanya sangat kenal dengan MUA tersebut. "Sayang, kenalin dia Jeng Juni. Nama aslinya Junardi. Dia adalah kepercayaan mama kalau sedang ke salon. Kamu jangan terkejut ya jika Chan begitu kalau kenal dia. Karena Chan sering anterin mama ke salon jadinya dia sudah akrab" jelas mama mertuanya membuat Fiola mengangguk. "Chan, ini pakaian kamu. Nanti kamu di riasnya dikit aja. Biar nggak pucat" ucap mamanya yang diangguki Chan.
"Eh,, Chanyeol ku yang manis. Dimana dapat istri cantik begini?" tanya sang MUA membuat Chan yang memandang ponselnya. Menatap Fiola dengan senyum devilnya.
"Di got. Saya nikahin karena kasian dia sedang ditinggalkan oleh temen-temen seperjuangan nya yang sudah duluan nyemplung nya" ucap Chan asal yang langsung mendapatkan uluran gepalan tangan dari Fiola.
Mereka, Chan dan sang MUA itu tertawa. Mereka bercerita tentang banyak hal. Dan temannya Jeng Juni sudah datang dan menyiapkan keperluan Chan dan Fiola dalam berpakaian.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...Gyus,,,,,,,,...
...Aku mau curhat ya. Kemarin entah pikiran datang dari mana. Aku kepikiran bahwa Chan itu figurnya seperti Baim, yang jahil. Kalau Fiola itu ya,,,seperti Faula, kayak malu-malu tapi mau. 🤣. Aku dapat pikiran begitu saat masak. ...
...Kalau Cia itu kayak Adek di tik*tok yang perkataannya legend bilang 'buaya kemana aja aku kangen, lho. buaya....buaya...buaya'. 🤣 Dan untuk Rey dan Cira lebih ke Rafi Ahmad dan Nagita soalnya mereka kayak dijodohin gitu,,,sama keluarga nya. Itu sih,,, pemikiran ku. Hahaha......
...Kalau kalian gimana?. Setuju?. Tapi balik lagi kepada kemauan kalian. Karen pemikiran kita berbeda-beda 🤣🤣....