
Akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Ibu guru Cia pasrah dengan apa yang dilakukan oleh anak didik nya dan juga yang dipanggil ayahnya.
"Ibu sini Cia tuntun jalan nya" ucap Cia dengan memegang tangan ibu guru nya.
Chan dengan cepat turun dari mobil dan membukakan pintu mobil belakang dan menuntun ibu guru nya. Namun, sebuah penolakan terjadi. "Saya bisa sendiri, pak" ucap Ibu guru membuat Chan termangu.
Dan memilih untuk mundur dan mengikuti mereka dari belakang. Namun dari tingkah laku nya Chan merasa ada yang aneh.
Akhirnya ibu gurunya Cia diperiksa dan untungnya tidak ada yang perlu khawatirkan. Chan kembali membawa mereka kesekolah karena Cia dan ibu gurunya hanya minta izin untuk periksa ke rumah sakit.
"Kita mampir makan dulu, kasian ibu guru nya masih syok dan pasti energi nya sudah habis. Dan lagian kita juga masih punya waktu untuk sarapan" ujar Chan namun dengan cepat ditolak oleh ibu guru.
"Tidak usah, pak. Saya sudah makan. Dan saya di sekolah sedang banyak pekerjaan" ucap ibu guru Cia membuat Chan mengangguk.
Didalam perjalanan mereka bungkam bahkan Cia yang biasanya menjadi radio kini juga ikut bungkam karena sedang belajar.
Akhirnya mereka sampai didepan sekolah bahkan Cia sudah turun dan berlari dikelasnya. Meninggalkan dua orang sedang dilanda kecanggungan.
"Terima kasih, pak. Saya pamit masuk kesekolah" ucap sopan ibu guru itu namun segera dicegah oleh Chan.
"Kenapa kamu menghindari saya?" tanya Chan yang masih dengan pandangan luruh ke depan.
Mendengar hal itu membuat ibu guru itu terdiam "Kenapa kamu tidak berkata bahwa kamu guru dari Cia?" tanya Chan lagi membuat Ibu guru itu menatap sinis kearah Chan.
"Kamu sendiri yang tidak bertanya. Dan masalah menghindari saya tidak pernah menghindari karena saya beneran sibuk."terang ibu guru itu dengan nada kesal.
"Setidaknya luangkan sedikit waktu. Dan ini juga untuk ngebahas sekolah yang sedang dibangun" terang Chan yang berusaha menahan diri supaya tidak memeluk orang dibelakangnya itu.
"Saya sudah bilang saya sibuk!" kesal ibu guru tersebut lalu membuka pintu mobil Chan dan menutupnya dengan keras
"Cia itu bukan anak saya!!" ucap Chan dengan berteriak. Namun, dihiraukan oleh ibu guru itu yang dengan santainya melenggang pergi.
Melihat itu membuat Chan memukul stir mobilnya. Karena merasa emosi dengan wanita itu yang tidak menanggapi dirinya.
Diperjalanan Chan terus saja mengumpat bahkan sampai di kantor pun tetap pada aura gelapnya.
Disekolah sudah memasuki jam istirahat dan Cia melihat ibu guru cantiknya sedang duduk di taman dengan memeriksa kertas hasil belajar siswa nya. Dan Cia menghampiri nya.
"Selamat siang, ibu guru cantik" ucap Cia membuat ibu guru cantik itu menatap Cia dan menyuruh Cia duduk disampingnya.
"Ada apa, Cia cantik?" ucap Ibu guru tersebut dengan mengusap kepala Cia.
"Ibu guru marah ya, sama ayah Cia?" ucap Cia menunduk membuat Ibu guru nya terkejut dan kemudian mendongakkan kepala Cia menatap kearahnya.
"Ibu guru tidak marah kok. Tapi lain kali Cia tidak boleh begitu lagi, ya?" ucap Ibu gurunya membuat Cia mengangguk dan berbinar.
"Berarti ibu guru mau dong jadi bundanya Cia?" tanya Cia semangat dengan mata yang mengeluarkan kerlipan bintang.
Mendengar itu membuat ibu gurunya terkejut "Eh,,,kenapa?" tanya Ibu guru itu membuat Cia semangat lalu meninggalkan ibu guru cantiknya dengan wajah yang penuh tanya.
Cia berlari dengan riang yang diiringi nyanyian lagu pelangi-pelangi. Melihat Cia yang berlari seperti itu membuat ibu gurunya sedikit linglung.
Tanpa terasa jam pulang sekolah pun berbunyi membuat semua siswa berlari keluar dari sekolah dan menghampiri orang yang menjemput mereka.
Bahkan Chan sudah 1 jam berada didepan gerbang sekolah itu hanya untuk melihat, siapa tau pujaan hati nya lewat dan menghampiri nya.
"Ayo, yah. Kita pulang" ucap Cia yang sudah didepan Chan yang sedang celingak-celinguk mencari sosok gadis yang membuat hatinya bernyanyi merdu.
"Ibu guru kamu yang tadi hampir ketabrak, kemana?. Kita antarkan pulang kasian kan habis jatuh" ucap Chan membuat Cia mengangguk kemudian kembali berlari masuk kedalam sekolah.
Melihat itu membuat Chan tersenyum senang, karena misinya akan berjalan dengan baik. Chan menyenderkan tubuhnya di samping mobil dengan tangan bersidekap dada dan menatap kearah pintu gerbang sekolah dan wajah sumringah.
Melihat Cia berhasil membawa gurunya yang cantik membuat Chan memasang wajah cool nya.
"Ayo ayah kita pulang" ucap Cia dan Chan membukakan mereka pintu namun ketika ibu gurunya ingin masuk segera ditahan oleh Cia.
"Ibu guru duduknya didepan sama ayah" ucap Cia membuat Fiola melongo mendengar perkataan Cia. Kemudian pandangannya menatap tajam laki-laki yang kini sedang menampilkan senyum manisnya.
"Ayo Bu guru silakan naik" ucap Chan yang membukakan pintu depan mobilnya. Dengan ogah-ogahan Fiola masuk kedalam mobil itu dan menatap Chan dengan tajam.
Chan memutari mobilnya dengan bersiul gembira "Kita berangkat?" ucap Chan yang mendapat sorakan semangat dari Cia.
Sedangkan Fiola menatap jalanan dengan lurus. Chan sesekali melirik kearah Fiola dengan senyum yang mengembang. Cia bercerita banyak hal mulai dari di kelas ngapain aja hingga membahas tentang adik kembar nya yang semakin hari semakin nakal.
Chan hanya mengangguk dan sesekali menimpali cerita Cia. Sedangkan Fiola hanya menatap lurus terkadang keluar jendela dengan nafas yang berulang kali tertarik dan terembus dengan berat.
"Ayah, kita makan dulu, Cia lapar?" ucapan Cia membuat Fiola menatap Chan dan Cia "Maaf kan ibu Cia. Ibu tidak bisa ikut karena sibuk dirumah. kalau kalian mau makan saya turun disini saja." ucap Fiola membuat Cia sedih.
Sementara Chan lirik Fiola dengan curiga "Tidak akan lama kok Bu guru. Saya janji akan pulangkan Bu guru secepatnya" ucap Chan membuat Fiola menghela nafas untuk bersabar.
"Ayolah Bu guru, please......" mohon Cia dengan wajahnya yang lucu.
Namun, hal itu berhasil membuat ibu gurunya tidak kuasa menolak lagi. Dan akhirnya hanya bisa mengangguk pasrah. Chan yang melihat itu tersenyum senang. Namun, hanya sekejap karena tatapan tajam dari ibu guru itu membuat Chan sedikit takut.
Mereka akhirnya sampai pada tempat makan yang menyediakan menu ayam krispi karena Cia yang suka ayam krispi. Chan memesan makan yang sudah mereka sebutkan tadi di dalam mobil.
"Ibu kita duduk disana, yuk?" ucap Cia yang menyeret ibu gurunya.
Setelah memesan dan membawa makanan nya Chan duduk di depan Cia dan Fiola. "Ibu guru kulit ayamnya untuk Cia aja ya?" ucap Cia tanpa malu membuat Fiola tersenyum dan mengangguk.
"Ini untuk kamu" ucap Chan menyerahkan kembali kulit ayam kepada Fiola yang merasa terkejut dengan tindakan Chan.
"Saya kurang suka dengan kulit ayam, pak" ucap Fiola yang memberikan kulit ayam tersebut kepada Cia.
Setelah acara kulit ayam selesai mereka makan dengan nikmat, walau diisi dengan celotehan Cia tentang enaknya kulit ayam krispi tersebut.
Setelah mereka makan, mereka menikmati es krim geprek dengan porsi besar karena mereka makannya bersama.
"Fiola?" ucap seseorang membuat Fiola tersentak kaget dan Chan kesal dengan orang yang memanggil Fiola.