Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Manja


Pernikahan adalah menyatukan dua insan yang berbeda menjadi satu dalam segala hal. Terkadang keegoisan dan kemarahan mendominasi. Namun, dibalik itu ada kebahagiaan dan kesempurnaan dari pernikahan itu tercipta.


Tidak perlu mencari yang sempurna, hanya Tuhan dan rokok saja yang sempurna. Ketika manusia mencari seseorang yang sempurna maka mati adalah jalan menuju kesempurnaan. Dan perbedaan memang indah karena itu kita bisa mengeksplor bagian dari dunia.


Seperti dalam pernikahan Cira dan Rey yang terkadang mereka marahan cuma gara-gara hal sepele. Namun, mereka akan baikan ketika mereka berada di ranjang.


"Mas, bangun udah jam 8, ini." ucap Cira yang membangunkan Rey yang tidak mau bangun.


"Aku cuti, yang" ucap Rey membuat Cira memukul Rey dengan bantal.


"Cuti? baru kemarin cuti dan sekarang cuti lagi. Bulan lalu kamu sudah cuti bulan madu, mas!"ucap Cira kesal karena Rey juga tidak ingin keluar dari selimut yang membungkus tubuh nya itu. Seperti kepompong.


Cira berusaha membukanya namun tidak bisa. Karena Rey memegangnya begitu kuat. "Mas, Ish, Bangun!" ucap Cira kesal dengan terus menarik selimut.


"Ish,, males, honey" ucap Rey dibalik selimut.


"Yaudah, mas aku mau ke toko dulu. Kamu tidur aja. Nanti aku kasih tau Chan bahwa kamu lagi sakit" ucap Cira pasrah kemudian meninggalkan Rey ke dapur untuk menyiapkan sarapannya.


Akhir-akhir ini Rey tingkahnya sangat manja. Bahkan terlewat manja. Pernah Cira hanya di suruh di rumah menemaninya makan cemilan dan menonton TV. Aneh, bukan?.


Lebih parahnya Cira disuruh makan buah jeruk sekilo. Untungnya buahnya manis tapi kalau kebanyakan bikin eneg juga.


Cira dan Chan hanya bisa bersabar saja menghadapi tingkah konyol dan manja dari Rey.


Toko yang di bangun oleh Cira sudah buka dan sangat ramai oleh pengunjung dari beberapa karyawan. Bahkan sampai ada yang meeting di sana.


"Honey!" teriak Rey dari dalam kamar membuat Cira menghela nafasnya sabar.


"Ada apa lagi, mas?" ucap Cira dengan nada berusaha bersabar.


"Ini color aku kenapa?" tanya nya pada Cira dengan memperlihatkan colornya yang keluar karet pinggangnya.


"Udah rusak itu, mas. Buang aja. Pakai yang lain"ucap Cira membuat Rey sedih.


Cira yang melihatnya pun menguatkan hatinya dan pikirannya agar tidak emosi. Sabar Cira, baby Monster mu lagi manja dan cengeng batin Cira.


"Tapi aku mau yang ini, yang" ucap Rey dengan manja.


"Buang nggak!. Kalau tidak mendingan nggak usah pakai color. Itu udah robek dan tali pinggangnya keluar. Mau di pakai lagi?!" tanya Cira geram. Selalu aja pagi-pagi masalahnya hanya color, kaos kaki dan dasi. Benda itu seakan keramat di pagi hari.


"Iya," ucap Rey pasrah lalu melepaskan color itu dari tubuhnya tanpa rasa malu.


Punya suami gini amat. Nggak ada rasa malunya di depan istri batin Cira. Melihat tingkah suaminya yang polos.


"Pakai yang ini, aja" ucap Cira menyerahkan color yang berwarna pink.


"Jangan yang itu juga, aku nggak suka, terlalu cewek." tolaknya. Membuat Cira akhirnya memberikan color warna hitam.


"Ini" ucap Cira menyerahkan color itu dan di terima oleh Rey dan langsung dipakai nya.


"Kamu mau kerja, mas?" tanya Cira namun dibales gelengan oleh Rey yang sedang memakai pakaiannya. Sementara Cira hanya duduk di tepi ranjang memperhatikan nya.


"Aku mau ikut ke toko" ucap Rey membuat Cira melongo.


Cuma ke toko aja pakai jas segala batin Cira menggerutui suaminya.


"Mommy!" ucap Cia di luar kamar.


"Iya, masuk sayang" ucap Cira membuat Cia membuka pintu lalu ikut duduk di samping Cira. "Kamu sama siapa kesini?" tanya Cira mencium pipinya.


"Sama papa. Ih,,Daddy ganteng banget mau kemana?" ucap Cira yang melihat Daddy-nya ganteng dengan berpakaian rapi.


"Mau ikut ke toko. Kamu tidak sekolah?" ucap Rey yang melihat Cia dengan pakai rumahnya.


"Ish,, Daddy lupa kalau Cia hari ini libur karena Miss Laila dan para guru sedang ke luar kota" ucap Cia membuat Rey mengangguk. Cira hanya melihat interaksi ayah dan anak itu dengan tatapan penuh haru bahagia.


Rey menggendong Cia turun dan Cira yang berada di samping mereka. Terlihat seperti keluarga yang bahagia dan harmonis.


"Kamu ini kenapa sih, Rey. Kok nggak kerja, kasian Chan ngurusnya sendirian." ucap Papanya yang sedang duduk di meja makan.


"Nggak tau kenapa akhir-akhir ini bawaannya malas aja pa ke kantor nya" ucap Rey dengan membawa Cia ke papanya.


Di rumah mereka sudah ada IRT yang bernama Mbak Ijah yang akan membantu Cira mengurus rumah. Karena Cira sibuk mengurus toko kuenya. Oleh sebab itu Papa san Cia bisa masuk. Karena Mbak Ijah sudah tau siapa saja keluarga Cira dan Rey.


"Kamu sudah periksa ke dokter?" tanya Papanya yang sedang meminum teh nya.


"Belum, pa. Lagian Rey tidak merasa sakit, pa. Hanya malas saja" ucap Rey membuat Papanya mengangguk.


Mereka sarapan hanya dengan roti sandwich dan susu. Cira dan Cia hanya memperhatikan dan mendengarkan pembicaraan anak dan ayah tersebut.


"Katanya Cia pengen nginep disini. Mumpung lagi libur dan kalian tidak terlalu sibuk" ucap Papanya membuat Cira dan Rey mengangguk.


"Dan satu lagi. Kamu coba kunjungi bank yang ada di kota bagian barat. Karena disana pertumbuhan ekonomi penduduk nya meningkat. Sehingga mereka memerlukan alat penyimpanan uang dan keperluan lainnya. Dan kamu jangan lupa, ajak juga wali kotanya agar lebih mudah" ucap Papanya. "Owh, iya. Mungkin Chan lupa memberitahu mu bahwa nanti disana kamu seminggu, sekalian mengecek bank cabang di setiap daerah disana" ucap papa lagi. Membuat Rey menghela nafas berat akibat pekerjaan nya yang menumpuk.


"Baiklah pa. Kapan kesana?" tanya Rey.


"kalau bisa besok. Tapi setelah melihat kondisimu lebih baik lusa aja " ucap Papanya.


Mereka sarapan bersama dengan nyaman setelahnya papa Aditama pergi ke kantor, sedangkan Cira, Cia dan Rey pergi ke toko.


"Kenapa berhenti, mas?" tanya Cira ketika mobil berhenti di jalan.


"Aku lagi pengen sama kelapa muda, yang itu" ucap Rey menunjuk pedagang yang sedang menjajakan kelapa muda.


"Daddy, Cia juga pengen" ucap Cia membuat Rey mengangguk.


"Mau beli, yang?" tanya Rey membuat Cira mengangguk kan kepalanya.


Ini orang kenapa lagi, kok aneh banget batin Cira melihat tingkah Rey yang berbeda dan aneh.


Rey turun untuk membeli kelapa muda tersebut. Kemudian membawanya kepada Cira dan Cia ke mobil satu persatu akibat kelapa mudanya di beli bersama dengan batoknya juga.


Sebelum menjalankan mobilnya Rey memilih meminumnya dulu satu buah. Rey membelinya lima buah. Untuk dirinya 3 buah kelapa.


"Mas, kok banyak belinya?" ucap Cira melihat masih tersisa lagi 2 buah kelapa muda.


"Buat nanti di toko" ucapnya kemudian menjalankan mobilnya.


Aneh batin Cira melihat tingkah Rey.