
...Hai........
...Selamat pagi semuanya. Aku mau ngasih tau bahwa cerita Cia sudah aku publish cuma part-nya belum banyak. Kalian bisa cek di profilku. Terima kasih....
...Cupdikup (Cuplikan Sedikit Update)...
Setelah sampai di lantai ruang sang papa saat hendak turun dari lift. Cia dihadapkan dengan orang yang berdiri angkuh didepannya dan Cia langsung keluar. Tapi tanpa babibu orang yang tadinya berada didepan pintu lift itu menyeret Cia untuk kembali masuk kedalam lift tersebut.
“Eh,,,apa-apaan, lo!!” ucap Cia yang terkejut plus panic karena tiba-tiba diseret oleh orang tidak dikenalnya.
Bagaimana tidak panic. Dia yang anteng-anteng aja tidak berbuat salah langsung ditarik untuk memasuki lift bersama dengan orang yang tidak di kenal. Bahkan mata orang disampingnya tidak ama terkejutnya dengan dirinya.
“Hmmmppptttt” laki-laki itu langsung membungkam bibir Cia dengan bibirnya tanpa adanya luma*tan, hanya menempelkna saja, bahkan tangannya sudah mematikan lift sehingga liftnya tidak bergerak.
Cia meronta dalam ciuman yang dilakukan oleh orang tersebut. Semakin Cia memberontak orang itu berani, bahkan sekarang laki-laki tersebut sudah mulai melu*mat bibir manis Cia.
Namun, dengan kekuatan penuh Cia mendorong laki-laki itu hingga membuatnya sedikit menjauh dari tubuh Cia “Dasar Gila!” umpat Cia yang mendapatkan kekehan dari laki-laki tersebut.
“Kamu lupa dengan ku?” Tanya laki-laki itu dengan senyum devil dan wajahnya yang kembali mendekat kearah Cia, membuat Cia berusaha menjauhkan wajahnya dengan mengalihkan kesamping.
“Kamu siapa?” Tanya Cia lagi membuat laki-laki itu menyempirkan anak rambut Cia ke telinganya. Hingga hal itu membuat Cia sedikit takut.
“Ingat di lampu merah?” Tanya orang itu membuat Cia tersadar dan memandang orang itu dengan tatapan marah dan ingin memukulnya bahkan menendang orang itu.
Namun, segera ditahan oleh laki-laki itu yang sudah mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Cia selah mengunci pergerakan Cia.
Cup
Satu kecupan mendarat sempurna di dahi Cia membuat Cia terkejut dan membuatnya diam terkaku beku. Hingga tanpa dia rasa dirinya sudah berada di luar lift. Bahkan lift kembali tertutup dan dentingan lift membuat Cia tersadar.
Kemudian dia menyentuh bibirnya lalusetelah tersadar dia berteriak. “Dasar laki-laki gila!!!” teriak Cia yang untungnya lantai tersebut sepi. “Bodoh,,,,laki-laki breng*sek!!. Anj*ing” umpat Cia dengan menghentak-hentakkan kakinya dilantai. Dia berjalan dengan terus mengmpat yang menyebutkan berbagai jenis hewan yang diketahuinya. Seolah mengibaratkan laki-laki tersebut seperti hewan yang dia umpat.
...Cupdikup 2...
Mendengar hal itu membuat Cia tidak perduli. Dan tetap memasang wajah galaknya kepada Aidan. “Lo sekarang telepon pacar bawang lo yang nggak tau diri itu. Buat batalin rencana kalian?” tegas Cia membuat Aidan menghela nafas.
“Lo memang ponakan, adik, sahabat yang paling baik” ucap Cia mencium pipi Aidan membuat Aidan berusaha menjauhkan diri dari Aidan.
“Ih,,lo bau belum gosok gigi!” tegas Aidan dengan memundurkankepala Cia menjauh darinya. Yang justru membuat Cia semakin gencar mendekatkan dirinya. “Sudah kan?. Sekarang lo keluar gih,, dari kamar gue. Gue mau lanjut tidur lagi” ucapnya dengan mendorong tubuh Cia untuk keluar dari kamarnya.
“Punya kakak baik, gini amat, dah…barbarnya kebangetan. Nyesel gue pernah curhat kedia. Yang justru menjadi tameng dia” gerutu Aidan ketika Cia sudah pergi dari kamarnya, dan Aidan memilih untuk kembali tidur.
Sementara Cia tertawa senang karena sudah berhasil membuat Aidan membatalkan rencananya pada pacar bawangnya yang seperti cabe itu. “Dasar cewek tomat. Jangankan Pacaran, kenal aja enggak, main ngasal ngajak liburannya aja. Terlihat banget tomatnya gatal” gumam Cia.
“Kamu ini masih subuh lho… sudah bikin ulah. Katanya mau liburan? Kemana?” Tanya mommy Cira ketika melihat sang anak yang kini sudah duduk di depan dapur dengan memakan slad buahnya.
“Rencana mau ke ancol aja, mom. Tapi terserah yang lainnya aja, aku mah tinggal bayarin aja” ucap Cia membuat mommynya itu menggelengkan kepalanya.
“Bayar pakai uangnya siapa?, daddy, mommy atau papa?. Kan kamu baru bekerja” Ucap Mommy Cira membuat Cia hanya terkekeh dan bangkit memeluk sangn mommy yang sedang menyiapkan bahan untu menu sarapan.
“Pakai uang daddy, lah. Kan yang kaya cuma daddy. Kalau papa udah pensiun. Kalau minta ke mommy pasti perhitungan kan?!” ucap Cia membuat Cira terkekeh.
“Bukan perhitungan, tapi menghemat” jawab Cira membuat Cia mendengus mendengar ucapan sang mommy.
“Eh,,seharusnya itu daddy yang peluk, mommy. Kenapa jadi kamu” ucap Rey bersidekap dada dan menyederkan tubuhnya di daun pintu.
.
.
.
.
.
.
...Ayo,,,,, kita ramaikan cerita sebelah,,,,bagaimana kocaknya tingkah Aidan dan Cia, si kembar dan juga Raina....