
Di rumah Rey sedang terjadi keributan antara dua bocah yang setiap harinya semakin menunjukkan sifatnya. Yang kalem mulai balas dendam untuk berbuat nakal. Dan yang nakal tambah semakin nakal. Hingga membuat Mommy mereka selalu kewalahan.
Hwaaaaa.
Tangis si kembar membuat Cira yang mengganti baju harus mengurungkan niatnya dan membawa bajunya ke kamar si kembar.
"Kenapa sayang?" tanya Cira yang sudah didepan box tidur si kembar.
Melihat wajah Mommynya seketika tangis kedua bayi itu diam dan justru tersenyum senang dengan celotehannya yang tidak jelas.
"Kok diam? nangis lagi dong" ucap Cira yang merasa di permain kan oleh anaknya.
Cira dengan segera memakai bajunya dihadapan si kembar yang tangan dan kakinya aktif bergerak lincah.
"Kalian itu jahil banget sih. Masa ditinggal ganti baju aja nangis" ucap Cira kepada dua bayi itu. Bayi itu hanya tertawa seolah berhasil mengkibuli Mommynya.
"Mommy mau makan dulu. Kalian yang anteng ya disini" ucap Cira pada kedua bayi itu. Namun baru dua langkah tangis bayi itu menggema lagi. Membuat Cira mengurungkan niatnya.
"Kalau kalian gini terus, mommy telpon Daddy ya?. Biar kalian di bawa ke kantor sama Daddy" ucap Cira membuat bayi itu tertawa dengan mulut terus berceloteh.
Seolah mengerti ancaman dari Mommynya kedua bayi itu anteng sekali bahkan sampai Cira keluar pintu bayi kembar itu tidak menangis lagi.
Mungkin mereka trauma ketika mendengar kantor. Karena ketika mereka diajak oleh Rey ke kantor dan semua karyawan mengerumuni mereka membuat kedua bayi itu menangis histeris karena ketakutan akibat banyaknya orang yang tidak dikenalnya.
"Mau makan apa, non?" tanya Mbak Ijah ketika melihat Cira ke dapur.
"Apa saja lah mbak. Mumpung si kembar anteng. Setelah saya ancam tadi" ucap Cira diakhir perkataannya tertawa membayangkan ekspresi bayi kembar itu.
"Si kembar kayak koala ya non. Tidak mau lepas dengan Mommynya" ucap Mbak Ijah yang sudah tau kebiasaan para bayi itu.
"Iya mbak, saya sampai dibuat pusing dengan tingkahnya. Apalagi ditambah bapaknya si kembar bikin saya ingin teriak mbak" keluh Cira membuat Mbak Ijah tersenyum.
"Sudah biasa non. Apalagi ini anaknya 2 laki-laki. Bapaknya merasa tersaingi non" ucap Mbak Ijah membuat Cira mengangguk setuju.
Cira makan dengan lahap mumpung kedua anak itu anteng tidak rewel. "Mbak nanti makan malamnya biar saya saja yang masak, Mbak Ijah nanti istirahat saja" ucap Cira membuat Mbak Ijah mengangguk.
Memang sudah biasanya hal itu, karena dengan bertambahnya usia mbak Ijah, membuat Cira kasihan sehingga jika makan malam akan di yang masak. Dan untuk sarapan juga Cira yang menyiapkan sedangkan mbak Ijah akan menjaga si kembar.
Setelah selesai makan Cira dengan cepat menaiki tangga untuk melihat kondisi si kembar. Ternyata sudah tertidur dengan tangan saling pegang.
"Akhirnya tidur juga mereka" gumam Cira pelan kemudian mengambil pakaian di kembar untuk di cuci.
Setelah beberapa menit mencuci baju di kembar dan menjemur nya. Kemudian Cira kembali lagi kedalam kamar si kembar.
Ternyata si kembar sudah bangun dan ingin menangis mungkin mereka haus. Namun, ketika melihat Cira kedua bayi itu tersenyum senang.
"Lapar ya?" tanya Cira sembari membawa baby Gio. Membuat baby Jeo menangis karena tidak digendong duluan oleh Cira.
"Mbak!!!" teriak Cira membuat Mbak Ijah ngebirit masuk kedalam kamar si kembar dan dilihatnya baby Jeo yang menangis. "Mbak tolong gendong baby Jeo, dulu. Saya mau nyusui baby Gio" ucap Cira yang membawa baby Gio masuk ke kamar Cira.
Mendengar tangis baby Jeo membuat Cira tidak tega hingga memilih menyusui dua bayi sekaligus. Kedua bayi itu tersenyum disela menyusu bahkan tangannya naik membelai wajah Cira.
"Kalian haus banget ya?" ucap Cira membuat kedua anak itu tersenyum. Mbak Ijah yang melihat itu ikut tersenyum.
Mereka sangat tau bahwa itu adalah suara kakaknya sehingga begitu mendengar kan suaranya mereka akan kelimpungan mencari keberadaan Cia.
Cia baru pulang dari sekolah dan langsung masuk ke kamar mommy. Dan betapa bahagianya si kembar ketika melihat Cia datang sampai membuat seisi kamar dipenuhi oleh tawa si kembar.
"Hai...para gembul" ucap Cia mencubit gemas pipi kedua bayi tersebut yang sudah sangat senang sampai tangan, kaki dan mulutnya bergerak-gerak membuat Cira kesusahan menjaga nya, karena bayi itu masih ada dalam gendongan Cira.
"Kakak Cia, ganti bajunya dulu. Setelah itu makan baru main sama adiknya. Oke?" ucap Cira membuat Cia mengangguk menciumi pipi kedua bayi itu dan pergi ke kamarnya.
Cia sudah biasa melakukan nya sendiri karena dia tidak ingin diganggu oleh orang lain. Istilah nya Cia itu miss perpect. Bahkan hal itu membuat Cira dan Rey ingin memanjakannya namun justru mereka yang dimarahi alasannya mommy dan Daddy itu kuno.
"Mommy, Kakak Cia. Daddy pulang!!!"teriak Rey membuat Cia menyembulkan kepalanya ke pintu dan dilihatnya Rey menaiki tangan. Kemudian bersembunyi untuk membuat Rey terkejut.
Duar!!!!!
Teriak Cia membuat Rey yang baru sampai dibuat kaget sampai meloncat seperti kucing yang tersiram air. Cia yang melihat itu tertawa sampai memegang perutnya.
Melihat itu membuat Rey langsung menggendong Cia berlari masuk kedalam kamar dimana ada Cira dan si kembar. Rey menggendong Cia bagaikan karung beras membuat Cia berteriak dan tertawa.
"Daddy,,ampun!. Stop!" teriak Cia dengan diiringi tawanya.
Melihat itu membuat Cira tertawa dan si kembar sangat senang melihat Daddy dan kakaknya yang di mata mereka sedang bermain.
"Woy!!. Gue di tinggalkan" ucap Chan yang menyenderkan tubuhnya di daun pintu memandang sebuah keluarga kecil yang tertawa.
"Ayah Chan. Tolongin Cia!!" teriak Cia membuat Rey dan Cira terdiam melongo mendengar ucapan Cia.
Mendengar itu Rey menurunkan Cia. Dan langsung berlari kearah Chan. Sedangkan Chan hanya menghela nafas saja dipanggil begitu oleh Cia.
Chan ditatap horor oleh Rey dan Cira hanya mampu tersenyum kikuk "Nanti dijelasin" ucap Chan membuat Rey dan Cira mengangguk. "Hay...Boy" ucap Chan yang menghampiri si kembar yang berbaring diatas ranjang.
"Kalian sudah makan?" tanya Cira yang mengambil baju jas Rey yang tadi diserahkan oleh Rey.
Rey dan Chan menggulung lengan baju nya sampai siku untuk bermain pada bayi gembul yang menggemaskan dengan tingkah jahilnya.
"Ayah Chan, besok anterin Cia kesekolah ya. Nanti Cia kenalkan dengan guru cantik dan baik" ucap Cia yang ikut bermain dengan si kembar.
Chan yang mendengarnya hanya mengangguk pasrah. "Iya.." ucapnya dengan lesu.
"Kalian makan dulu, gih. Kalau si kembar diajak main dia tidak akan lelah. Soalnya tenaganya sudah terisi penuh" ucap Cira. Membuat Chan dan Rey masing-masing menggendong baby Gio dan Jeo.
"Baa.....Ba..." celoteh si kembar ketika berada di gendongan Chan dan Rey. Membuat mereka gemas dan menciumi pipi gembul.
Mereka sampai di meja makan dan kedua bayi itu diletakan di kursi bayi. "Cia mau makan apa?" tanya Cira yang mengambilkan lauk untuk Cira sementara Rey dan Chan sudah mengambilnya sendiri.
"Cia mau ayam krispi aja"ucap Cia yang tangannya diletakan bertumpuk diatas meja menatap manis kearah Cira.
"Mommy suapi ya?" tanya Cira membuat Cia mengangguk.
Mereka makan siang dengan lahap. Setelah makan siang Chan dan Rey kembali ke kantor karena ada rekan bisnisnya yang berkunjung. Sehingga membuat Chan dan Rey harus menyambut dadakan rekan bisnis nya.