
Suasana semilir angin yang menerpa wajah sang pengantin baru menjadikan sebuah kenangan yang terindah. Apalagi bersama orang yang dicintai membuat suasana itu terekam dengan jelas dibenak mereka.
"Kamu suka tempat?" tanya Chan yang masih memeluk dari belakang dan mengendus leher Fiola. Membuat Fiola kegelian.
"Suka. Terima kasih" ucap Fiola memandang Chan dengan tangan membelai wajah suaminya itu. Kemudian mencium sekilas pipinya.
"Ih,,,nakal. Siapa yang ngajarin" ucap Chan yang membalikkan tubuh Fiola kemudian menjawil hidungnya. Membuat Fiola terkikik.
"Kamulah,,,,,"ucap Fiola yang ikut memeluk Chan. Mereka tertawa bersama. Dan mereka berpelukan sangat erat.
"Kamu nggak lapar?" tanya Chan yang sedikit memberikan jarak pada pelukan mereka.
"Lapar, sih. Tapi, dikit" ucap Fiola membuat Chan mengangguk dan melepaskan pelukan nya. Kemudian mengajak Fiola untuk keluar kamar. "Eh,,,kita mau kemana?" tanya Fiola ketika mereka sudah keluar dari kamar.
"Katanya lapar. Kita makan di restoran dekat sini, dulu. Besok baru kita jalan-jalan. Biar nanti malam ada tenaga" goda Chan membuat Fiola mendengus.
Mereka makan di restoran terdekat. Dengan perut yang lapar dan energi yang sedikit berkurang. Membuat Fiola makan dengan lahap. Apalagi dengan makanan yang sangat enak. "Mau nambah lagi?" tanya Chan membuat Fiola menggeleng. "Kalau gitu ini makan aku buat kamu aja. Aku tadi udah makan di mobil"ucap Chan membuat Fiola mengangguk dan melahap semua makan. yang ada dimeja. Sementara Chan menatap istrinya yang makan dengan lahap. Membuat Chan mengusap rambut sang istri.
"Sudah selesai?" tanya Chan membuat Fiola mengangguk. "Mau makan es krim?" tanya Chan membuat Fiola kembali mengangguk. Hal itu membuat Chan tersenyum.
Setelah mereka makan kini mereka sedang jalan-jalan sebentar untuk memberikan jeda makanan didalam perut untuk diproses. Chan membawa tangan Fiola di lengannya untuk mereka berjalan beriringan. "Kita kayak orang pacaran, aja. Hahaha" ucap nya dengan tertawa.
Chan mencium pucuk kepala Fiola "Lebih nyaman itu begini. Menikah baru pacaran. Rasanya itu lega, bebas mau ngapain aja" ucap Chan membawa tangan Fiola kearah wajahnya dan menciumnya. "Suasananya sejuk banget, ya?" ucap Chan yang diangguki oleh Fiola. "Kita berfoto dulu, buat pamerin ke mama sama ibuk" ucap Chan lagi dan mereka berfoto berdua dengan berbagai gaya.
Mereka jalan-jalan memutari hotel mereka. Dan kini mereka sudah berada didalam kamar dengan Chan yang sedang mandi dan Fiola yang sudah selesai mandi. Fiola melihat galeri foto di ponselnya. "Ih,,,ini kok blur, sih" monolog Fiola memperhatikan salah satu foto mereka.
"Kamu sedang liatin apa sampai segitunya ekspresi nya?" tanya Chan yang berada di belakang tubuh Fiola membuat Fiola kaget dan menjatuhkan ponselnya.
"Ish,,,bikin kaget aja. Ini aku lagi ngecek foto kita tadi. Mau liat yang mana bagus buat dikirim ke mama sama ibuk" ucap Fiola dengan mengambil ponselnya lagi.
Chan ikut duduk di ranjang dengan memeluk Fiola dari belakang dan kepalanya bertumpu di pundak Fiola. Matanya menatap kearah ponsel Fiola "Pakai baju dulu, mas" ucap Fiola yang risih dengan punggungnya yang menempel dengan dada polos sang suami.
Jiwa Fiola meremang ketika merasakan detak jantung Chan yang berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya. Membuat jantungnya juga ikut berdetak seperti apa yang dirasakan oleh Chan. "Aku nggak biasa tidur pakai baju, suka gerah. Dan nggak nyaman juga" ucapnya yang masih menatap ponsel Fiola. "Ini bagus fotonya" ucap Chan membuat Fiola mengangguk.
Tangan Chan masuk kedalam baju kaos Fiola. Merasakan itu membuat Fiola menegang kaku. Apalagi tangan Chan yang mengusap perutnya naik turun membuat jantung dan kepalanya pusing karena sentuhan yang dilakukan oleh Chan. "Fi,,,,,?" ucap Chan menolehkan kepalanya kearah leher Fiola.
Deru nafas Chan yang menerpa leher Fiola membuat Fiola gugup. Ditambah dengan aroma pasta gigi yang dipakai Chan membuat otaknya berkeliaran jauh ke angkasa. "Eh,,,aku mau kirim fotonya dulu ke ibu sama mama" ucap Fiola yang berusaha mengalihkan perkataan Chan.
Chan kembali menghela nafas di leher Fiola kemudian melihat ke layar ponsel Fiola yang sudah mengirimkan foto mereka ke mama dan ibuknya. "Fi,,,aku lapar banget" ucap Chan yang justru di pendengaran Fiola seperti mengajaknya untuk berperang.
"Ah,,,,eh,,,,,kenapa?" tanya Fiola terperangah membuat Chan tersenyum.
"Aku lapar,,,,,fi?" ucap Chan tepat di telinga Fiola membuat Fiola meremang. Kemudian melepaskan diri dari pelukan Chan yang langsung berdiri.
"Kamu mau makan apa. Biar aku buatkan. Atau nanti aku panggilkan pegawai hotel?. Kamu mau makan apa Indonesia atau asing?" tanya Fiola dengan cepat membuat Chan yang hanya melihat istrinya berbicara tanya jeda itu tertawa. "Kok malah ketawa, katanya lapar?" tanya Fiola lagi karena melihat suaminya justru tertawa.
Chan bangkit membuat Fiola memasang posisi siaga "Kamu mau ngapain?" tanya Fiola ketika melihat Chan mendekat membuat Fiola mundur. Selangkah dengan Chan yang maju.
"Kan aku lapar,,yang" ucap Chan dengan senyum jahilnya.
"Kalau lapar ya pesen aja. Atau mau aku masakin juga nggak papa" ucap Fiola yang berusaha menjauh dari Chan. Pandangan Fiola menatap Chan kemudian melihat kebelakang untuk memastikan posisinya.
"Aku mau masak bersama, kamu" ucap Chan yang sudah mengukung tubuh Fiola karena tubuhnya sudah mencapai batas meja. Membuatnya tidak bisa bergerak. Chan mendekat kan wajahnya kearah Fiola membuat Fiola mengalihkan pandangannya "Memasak untuk membuat anak" ucap Chan tepat ditelinga Fiola membuat Fiola memejamkan matanya dengan jantung yang sudah sangat terpacu cepat.
Bruggg
Chan menjatuhkan Fiola diatas ranjang dan dengan cepat dirinya berada diatas tubuh Fiola. Chan membelai rambut Fiola yang menutupi wajah sang istri dengan gerakan yang lembut.
Fiola hanya memejamkan matanya ketika mendapat kan perlakukan dari Chan. Jantung dan pikiran serta tubuhnya sudah tidak sejalan lagi. Dia pasrah akan apapun. Dia berusaha menanam pikiran bahwa di sudah halal melakukan apapun pada Chan.
Melihat Fiola yang memejamkan matanya membuat Chan tersenyum senang. "Fi,,,,?" ucap Chan lagi dengan nada suara yang begitu berat.
Fiola membuka matanya perlahan dan dilihatnya wajahnya dengan Chan yang hanya berjarak sejengkal. Fiola menatap dengan lekat mata Chan yang berada di depannya.
Namun, kemudian Chan menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Fiola membuat Fiola menegang "Kepalaku pusing, fi" ucap Chan yang wajahnya berada di antara dada Fiola. "Mau muntah" rengek Chan dengan memeluk tubuh Fiola.
Fiola merasa kasihan dengan Chan dan mengusap kepalanya. "Kamu turun dulu, aku ambilkan obatnya" ucap Fiola yang merasa risih dengan posisi mereka. Apalagi dengan Chan yang tidak memakai baju.
Chan justru menggeleng "Disini aget, Fi" ucap Chan dengan ambigu membuat Fiola mendengus yang tau pikiran suaminya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ayo,,,, siapa yang nunggu mereka untuk unboxing?.
Nanti ya....biarkan dulu mereka mancing-mancing nanti kalau udah ketangkep pasti langsung tangkap yang besar.😅.
...SABAR...