
Cira membuat berbagai kissmark di seluruh tubuh Rey. Dan memainkan put*ing Rey seperti apa yang dilakukan Rey kepadanya.
Cira yang sudah tidak sabar pun memasukan milik Rey pada dirinya. Membuat Rey tersenyum melihat Cira yang kesusahan memasukkannya.
Hingga dengan sedikit bantuan dari Rey akhirnya masuk dengan tepat. "Huh" ucap Cira ketika benda tumpul tersebut masuk.
Cira menaik turunkan tubuhnya dengan perlahan membuat Rey dengan segera memegang pinggang Cira agar temponya lebih cepat.
Rey yang melihat dua gundukan itu meloncat-loncat membuat Rey segera melu*matnya seperti buah mangga yang manis.
Cira memegang kendali dalam permainan hari ini karena sesuai perkataan nya membu*nuh dan perkos*a Rey dengan desahan.
Mereka melakukan permainan begitu lama hingga mereka kelelahan dan ambruk. Mereka lupa kalau ternyata ada orang di balik pintu itu mendengarkan setiap decitan dan desahan yang keluar.
Mereka tidak tertidur setelah melakukan permainan tersebut "Mas, kamu kok bisa bilang aku selingkuh" ucap Cira yang ada di pelukan Rey yang sedang membelai rambutnya.
"Aku lihat kamu di cafe tadi sedang bersama laki-laki. Lalu laki-laki itu memegang tangan kamu. Karena aku cemburu. Aku memilih untuk meninggalkan cafe tersebut. Aku disana sedang meeting dan melihat kamu bersama laki-laki membuatku geram. Ingin memukul laki-laki namun aku sibuk dengan rekan bisnis" ucap Rey membuat Cira tertawa dan mencubit pelan pipi Rey. Membuatnya kesal.
"Kamu itu, mas. Iya, aku tadi sama laki-laki yang ternyata adalah mantan aku dulu"ucap Cira terpotong dengan ucapan Rey yang menuduhnya.
"Tuh, kan. Kamu pasti senang kan di samperin sama mantan" ucap Rey dengan mengerucutkan bibirnya.
"Dengerin dulu" ucap Cira gemas dan segera mengecup bibir yang di monyong-monyongin itu.
"Dia menanyakan kabar. Dan dia bilang menyesal. Lalu meminta kesempatan" ucap Cira yang membuat Rey mendengus kesal.
"Tuh,kan. Kamu pasti bahagia mantan minta balikan. Dan menyesal" potong Rey kembali membuat Cira geram dan mencubit pinggang Rey. "Ssshh, sakit yang" ucap Rey lagi ketika sebuah cubitan mematikan mendarat ditubuhnya.
"Dengar dulu bisa nggak sih, mas?"ucap Cira yang kesal.
"Iya" ucap Rey yang dengan memutarkan matanya. Namun tangannya kembali meraba sana-sini.
"Mas..." ucap Cira membuat Rey hanya menampilkan deretan gigi.
"Lalu ketika dia ingin pegang tangan aku. Langsung aja aku tepis. Dan langsung kembali kesini ketika makanan ku habis" ucap Cira membuat Rey mengangguk.
"Siapa sih, mantan kamu itu?" ucap Rey dengan nada tidak suka.
"Mantan waktu masa cinta monyet, mas" ucap Cira dengan mengendus-endus badan Rey.
"Owh, berapa kamu punya mantan, yang?" ucap Rey.
"Dua. yang satu nya lagi seorang pilot" ucap Cira membuat Rey berpikir sejenak. "Kamu mas?" ucap Cira membuat Rey tersadar dari lamunannya.
"Satu" ucap Rey membuat Cira tertawa.
"Satu, mas?. Aku kira banyak" ucap Cira disela tawanya.
"Memangnya aku cowok apaan" bantah Rey ketika dirinya di anggap murah*an.
"Siapa, mas?. Cerita dong?" ucap Cira dengan mengoyangkan tangan Rey sehingga tangan yang berada di antara kedua buah itu menyengol nya. Membuat Rey menelan salivanya pelan.
Mereka belum memakai pakaian nya. Untungnya Chan tau kalau bosnya sedang marah dengan istrinya yang didapatkan nya kabar dari karyawan yang sedang bergosip.
Sehingga Chan yang menghendel segala keperluan perusahaan
"Pada zaman dahulu" ucap Rey dengan mengikuti salah satu kartun jenaka. Cira hanya menyimak saja.
"Mas pernah pacaran waktu SMA kalau nggak salah apa mau kuliah. Lah, pokok nya itu. Kita pacaran seperti orang biasanya. Hingga ketika Cia lahir. Aku ajak dia menikah malah nggak mau katanya ingin mengejar mimpi nya. Yaudah, akhirnya kita putus dan setelah beberapa hari dia pindah keluar negeri" ucap Rey membuat Cira mengangguk.
"Terus habis itu pernah ketemu lagi?" tanya Cira yang di jawab gelengan oleh Rey.
"Jahat banget, sih. Masa iya, pacar ngajakin nikah nggak mau" ucap Cira yang kesal sendiri mendengarnya.
"Mungkin karena saat itu kita masih mencari jati diri untuk kedepannya. Dan kita juga masih muda. Jadi wajar saja" ucap Rey kembali membuat Cira hanya menganggukkan kepalanya.
"Mas, kita bakalan telanjang terus. Nanti kalau Chan atau yang lain datang gimana?. Eh,, kamu nggak kerja lagi, mas?" ucap Cira yang baru tersadar bahwa mereka sedang telanjang bulat.
"Udah Chan yang ngurus"ucap Rey memeluk Cira erat. " Kalau kamu risih. Mandi, gih. Atau mau mandi bersama juga boleh" ucap Rey dengan menaik turunkan alisnya.
"Tapi no macam-macam ya, mas?" ucap Cira membuat Rey segera mengangkat tubuh Cira dan menuju ke kamar mandi.
"Satu macam saja" ucap Rey.
Mereka mandi bersama biasa. Dan karena hari sudah sore dan jam kerja juga sudah berakhir membuat mereka memilih untuk pulang mengistirahatkan tubuh.
Diperjalanan pulang mereka mampir terlebih dahulu ke rumah Papa Aditama untuk menjemput Cia. Untuk mengajaknya menginap dirumah.
"Mommy!!" teriak Cia ketika mendengar deru mobil Cira dan Rey memasuki halaman rumah. Dan keluar langsung berlari menghampirinya Cira.
"Anak mommy" ucap Cira ketika Cia sudah ada di gendongan nya. Lalu mencium nya. "Hari ini jadi tidur di rumah Mommy?" tanya Cira membuat Cia mengangguk semangat.
"Daddy tidak dipeluk" cibir Rey ketika ia tidak terlihat oleh dua orang yang sedang berpelukan.
"Papa, mana?" ucap Rey seraya mencium pipi Cia.
"Di dalam, dad" ucap Cia.
Mereka masuk bersama kedalam rumah itu untuk menghampiri Papanya dan berpamitan akan mengajak Cia untuk menginap.
"Kalian yakin ngajak Cia, menginap? ke ganggu nggak. Kalian kan perlu mesra-mesraan"ucap Papanya yang kini mereka sedang duduk di sofa.
"Tidak kok, pa." ucap Cira membuat Papanya mengangguk.
Mereka pamit untuk pulang setelah makan malam. Dan membawa perlengkapan sekolah Cia untuk besok.
"Mommy, besok Cia mau bekal. Ayam goreng boleh?" ucap Cia yang sedang di dalam mobil dengan duduk di pangkuan Cira.
"Boleh, tapi harus ada sayurnya, ya?" ucap Cira yang diangguki semangat oleh Cia.
"Mommy nanti Cia tidur bareng Mommy dan Daddy ya?" ucap Cia membuat Cira gas dan mencium pipinya.
"Tapi nanti Cia tidurnya yang anteng ya?" ucap Rey membuat Cia mengangguk.
Mereka akhirnya sampai dirumah dengan keadaan Cia yang sudah tertidur di pangkuan Cira akibat lelah bercerita.
"Sini, biar mas aja"ucap Rey menghampiri Cira yang sedang kesusahan untuk turun akibat Cia di pangkuannya. Membuat Rey membantunya.
Rey menggendong Cia masuk kedalam rumah. Kemudian menidurkannya di kamar mereka. Karena tadi Cia ingin tidur bersama.
Cira sedang di dapur mengecek bahan makanan untuk bekal Cia nanti. Yang masih ada banyak.
"Mas?" ucap Cira ketika sebuah tangan memeluk badannya dari belakang. Dan mencium pundaknya.
"Mas, ada Cia" ucap Cira ketika tangan Rey mere*mas buah dada.
"Iya, tau" ucap Chan mencium leher Cira. "Ayo ke kamar" ajak Rey. Membuat Cia menganggukan kepalanya.
Mereka kembali ke kamar sembari bercanda tawa. Ketika sampai di kamar di lihatnya Cia sudah tidur dengan posisi membelah ranjang dengan tangan dan kaki terbuka.
Mereka yang melihatnya hanya menghela nafas saja. Setelahnya terkikik karena gaya tidur Cia.
"Mas, kayak kamu" ucap Cira ketika membenarkan posisi tidur Cira dengan benar.
"Tidak, aku kalau tidur diam saja" elak nya membuat Cira kembali terkikik.
"Kamu tidur, mas. Mana tau posisi kamu" ucap Cira membuat Rey mendengus kesal. Karena di sama kan dengan gaya tidur Cia yang berantakan.
"Yang, Cia nya jangan ditengah" ucap Rey protes ketika Cira memindahkan Cia di posisi tengah.
"terus mau dimana? sofa?. Kan katanya tidur bareng. Ya, kayak gini tidur bareng dengan Cia ditengah." ucap Cira membuat Rey tidak puas.
"Tapi aku kan pengen peluk kamu, yang" ucap Rey manja membuat Cira hanya mengangguk. Kemudian memindah posisi Cia menjadi dekat dengan tembok agar tidak terjatuh.
Sama anak aja, nggak mau kalah batin Cira yang malas berdebat dengan Rey.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
SEMANGAT BUAT KALIAN SEMUA.
JANGAN LUPA LIKE, COMENT, VOTE ATAU BERIKAN HADIAH UNTUK MEREKA.
KARENA HARI INI UDAH DOUBLE UPDATE.
💜💜💜💜💜💜
TERIMA KASIH