Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Chan #2


Sesampainya di toko. Chan di sambut oleh lambaian tangan dari sahabatnya karena toko itu ramai oleh pengunjung.


"Muka Lo kusut. Tapi kan muka Lo memang selalu kusut, sih." ucap Chan menelisik wajah sahabatnya kemudian tertawa.


Chan hanya bisa mendengus mendengar perkataan Bejamin "Gimana kasus Gea, Jay?" tanya Chan serius. Membuat Bejamin juga memandang serius kearah Chan.


"Daddy gue menemukan hal yang mengganjal disini. Beliau mengatakan dari rekaman CCTV di sebuah hotel bar, dia melihat Gea dibius lalu di bawa ke sebuah kamar" ucapnya. "Setelah beberapa saat orang itu keluar. Lalu ada lagi seseorang berpakaian serba hitam masuk ke kamar itu dengan membawa seseorang. Dari postur tubuh dan rambutnya dia laki-laki." Chan mengangguk di sela perkataan Bejamin. Dan berpikir keras siapa dan apa motif di belakang nya. "Lo kenapa tumben tertarik dengan masalah orang. Apa Lo suka dengan Gea, ya?" todong Bejamin membuat Chan menyentil dahinya.


"Gue cuma merasa, ada yang aneh aja. Pelakunya pasti punya kekuasaan besar. Sehingga Daddy Lo hanya mendapatkan informasi sedikit." ucap Chan membuat Bejamin mengangguk.


"Dari pengelihatan gue, ya. Ini masalah pasti dari masa lalu Gea atau tidak dari orang tuanya" ucap Bejamin membuat Chan kembali berpikir. "Eh,,,gue baru ingat. Masalah Gea yang diperkosa itu. Bersamaan dengan di temukan ya Lo di taman kan?!" ucap Bejamin sedikit berteriak. Membuat pengunjung memandang mereka.


"Masa, sih?. Gue nggak ingat tentang itu?" ucap Chan dengan menggaruk kepalanya berusaha mengingat apakah benar dia yang dikatakannya.


"Anj*ing. Waktu itu elo, hilang selama 3 hari. Dan itu membuat Rey khawatir. Karena tidak biasanya Lo pergi tanpa memberitahu kan Rey" ucap Bejamin menggebu.


"Biasa aja kali" ucap Chan menatap sinis kepada Bejamin.


"Lo tidak ingat sama sekali kejadiannya??" tanya Bejamin menelisik membuat Chan menggelengkan kepalanya. "Perasaan gue mengatakan ini ada sangkut pautnya dengan di culiknya elo deh?" ucap Bejamin dengan duduk bersender pada punggung kursi dan bersidekap dada.


"Tapi yang gue herani. Mengapa gue tidak ingat sama sekali kejadiannya. Yang gue ingat waktu itu gue lagi makan di salah satu cafe langgang gue" ucap Chan dengan berusaha mengingat kejadian yang sebulan lalu menimpanya setelah bertengkar dengan tunangannya. "Setelah gue bertengkar dengan tunangan gue" ucap Chan lagi membuat mata Bejamin berbinar seolah mendapat boneka dari mesin japit.


"Jangan-jangan mantan tunangan Lo, Chan?" ucap pelan Bejamin. Membuat Chan menggeleng.


"Gue tau betul. Dia tidak sejahat itu. Atau mungkin musuh dalam bisnis?" tanya Chan membuat mereka berpikir keras.


"Shiitt. Hidup Lo penuh derita, bro!" ucap Bejamin yang sudah frustasi memikirkan keadaan orang sekitarnya.


"Dan hidup Lo penuh drama" ucap Chan menohok hati Bejamin. Membuat Bejamin memasang wajah tersolimin.


"Sayang!!" Teriak Bejamin melihat Indah yang sedang istirahat bergantian dengan temannya.


Mendengar teriakannya membuat Indah malu. Karena ulah pacarnya yang tidak punya urat malu. Karena urat malunya di berikan kepada dugong di kebun binatang.


Indah pun dengan wajah kesal akibat malu menghampiri meja Bejamin. "Kenapa?" tanya Indah dengan malas.


Melihat wajah malas calon istrinya itu membuat Bejamin gemas. Lalu mencubitnya. "Sakit Bajaj" ucap Indah kemudian memukul kepala Bejamin. Membuat Chan melihatnya tersenyum.


...****...


Di dalam kamar dua orang sedang bermalas-malasan di atas ranjang. Saling berpelukan seolah tidak memiliki kegiatan apapun. Walau setumpuk kertas menunggu untuk di belai.


"Mas?" tanya Cira yang sedang memeluk tubuh Rey yang polos. Mereka tidak berniat turun dari ranjang tersebut. Bahkan untuk memakai pakaian pun mereka tidak.


"Iya?" ucap Rey dengan tangan mengusap punggung Cira yang polos.


"Mas,,aku mau lagi?"ucap Cira pelan dengan tangan membelai rahang Rey yang tegas.


"Sayang,,kasian nanti dedek ya sakit" ucap Rey berusaha untuk menjernihkan pikiran nya yang sudah mulai aktif akibat sentuhan lembut jemari tangan istrinya yang bermain di dada bidangnya.


"Tapi mau ini" ucap Cira dengan wajah yang merengek lucu. Namun, tangannya yang sudah turun membelai sang junior yang sudah menegang akibat usapan-usapan manis dari sang istri.


Merasakan bahwa suami nya tergoda membuat Cira tersenyum jahil. Kemudian tangannya meremas pelan. "Ah,,," desah Rey akibat ulang istrinya. Membuat pertahanan Rey runtuh. Namun, segera dia bangun lagi.


"Yang,,sudah, ya. Nanti kamu capek. Mendingan kita istirahat saja" ucap Rey lembut dengan berusaha mengalihkan perhatian otaknya.


Gelengan dari Cira membuat Rey frustasi karena sejak pergulatan panas tadi istrinya ini tidak mau tidur. Biasanya langsung tepar. Namun, tidak dengan sekarang yang justru cerah secerah mentari pagi.


"Kalau gitu aku mau makan kimchi" ucap Cira yang tengah merajuk.


"Laksanakan bos!!" ucap Rey bangkit dan memberi hormat kepada Cira. Yang melupakan bahwa dirinya sedang tidak memakai pakaian. Membuat Cira yang melihatnya tertawa.


Menyadari dirinya polos dengan cepat Rey masuk kedalam selimut kembali. "Ish,,,kenapa kamu nggak bilang kalau kita lagi nggak pakai baju" ucap Rey yang menenggelamkan dirinya di bawah selimut.


"Kan kamu sendiri langsung bergerak" ucap Cira yang masih berusaha menahan tawanya. Mendengar hal itu membuat Rey kesal dan memeluk Cira dari bawah selimut.


"Mas,,pengap. Jangan peluk-peluk dulu. Aku mau mandi" dengan mendorong tubuh Rey agar menjauh.


"Mandi bersama saja" ucap Rey dengan mengerlingkan matanya kearah Cira. Membuat Cira hanya mengangguk.


Mereka mandi bersama dengan Rey yang meraba sana-sini. Membuat Cira beberapa kali berdecak dan kesal dengan kelakuannya.


Setelah selesai mandi mereka memilih untuk pulang karena rasa tidak mood untuk melakukan pekerjaan. Akhirnya mereka memilih untuk jalan-jalan dan ke toko Cira.


"Mas,itu Chan, Bejamin dan Indah kan?" tanya Cira yang sedang bergelayut manja di lengan Rey. Namun, tidak sengaja matanya melihat mereka.


Rey mengangguk dan mengajak Cira untuk menghampirinya. Lagian itu juga toko milik Cira. Jadi sekalian kunjungan. "Woy, Bro!!" Teriak Bejamin melihat Rey dan Cira memasuki toko.


"Ini anak tidak tau malu" gumam Rey yang diangguki oleh Cira. Melihat tingkah Bejamin. Yang seperti di hutan, berteriak dengan keras.


Mereka akhirnya duduk bersama dengan menyatukan 2 meja karena setiap meja berisi 2-4 kursi saja. Mereka sudah tau mengenai hubungan Bejamin dan Indah berkat dari mulut Cira yang comel.


"Kalian tidak kerja?" tanya Rey. Dengan meminum teh hangat. Yang sudah di ambilkan oleh Indah.


"Gimana mau konsentrasi kerja, sedangkan ******* Lo berdua bergema di telinga gue" ucap Chan jujur. Membuat Rey tersedak minuman nya dan Cira yang malu karena ketahuan.


"Sudah,,,kita lagi bahas masalah Gea" ucap Bejamin melerai mereka. Karena terlalu pusing untuk melihat mereka beradu mulut.


"Gea?. Kenapa?" tanya Cira membuat mereka mengangguk.


Bejamin pun menceritakan kejadian Chan yang menghilang dengan kejadian Gea. Membuat persepsi sendiri muncul dari benaknya "Jadi. Menurut persepsi gue kemungkinan diculiknya Rey ada hubungannya dengan kehamilan Gea" ucap Bejamin dengan wajah yang serius.


Setelah mendengar cerita Bejamin membuat Cira berpikir "Apa mungkin Chan bapak dari anaknya Gea?" gumam Cira berpikir membuat mereka semua yang ada di meja itu terkejut. Terutama Chan yang wajahnya sudah sangat pias akibat terkejut mendengar gumaman dari Cira.