
Mereka membawa Cira dan Rey ke dalam suatu ruang. Dengan tergopoh-gopoh Andra memapah Rey kedalam ruangan. Walau sedang hamil tapi ia mampu membawa Rey ke ruangan tersebut lalu melempar Rey di atas ranjang dengan keadaan tengkurap.
Setelahnya datanglah Cira yang di papah oleh Mama nya. dan langsung dilemparnya Cira di samping tempat Rey.
Mereka berusaha mengambil napas banyak-banyak karena membawa manusia tak sadarkan diri.
Cklek
Pintu terbuka menampilkan Oma. Kemudian di dengan segera menutup pintu ruangan tersebut. "Atur posisi mereka" ucap Oma sembari membantu mengatur posisi mereka.
"Sekarang,Oma.!" tanya Andra dan diangguki oleh Oma. "Lepaskan baju Rey. Dan robek baju Cira" ucap Oma.
Mama Cira, merasa tidak tega melakukan hal ini kepada anaknya sehingga dia terbengong.
Oma yang menyadarinya segera menepuk pelan punggung Mamanya Cira dan menganggukkan kepalanya.
Membuat Mama Cira menjadi pasrah, dan merobek sedikit dress anaknya di bagian dada dengan gerakan cepat. "Oma, Bra Cira dilepas?" tanya Mamanya Cira, dan segera di gelengkan oleh Oma.
"Jangan, kasian cucu mantuku. Kalau Rey sisakan boxer nya aja. Kalau Cira sudah cukup. Kita berikan Cat yang sudah Oma pesan di bagian leher dan dada mereka." ucap Oma.
Andra dengan lihai memberikan cat pada tubuh Rey. Seolah Cira ganas memberikan kissmark kepada nya. Dan Cira hanya di berikan pada bagian leher, pundak dan dada bagian atasnya. "Sudah?" ucap Oma. Kemudian memeriksa tindakan Andra dan Mama Cira.
"Sekarang Kita atur posisi berpelukan" ucap Oma dan segera di garap oleh mereka. Setelah beberapa lama akhirnya tugas mereka pun selesai dan segera keluar.
Cklek...
Betapa terkejutnya mereka karena di depan mereka adalah sosok Ayah dari anak yang mereka ingin jadikan korban. Mereka sedang bersidekap Dada dengan pandangan marah dan kesal.
Para tersangka hanya mampu tersenyum manis dengan sedikit gerakan manja. Yaitu bergelayut pada lengan Suami dan Ayah mereka.
Oma Ida jengah melihat pasangan suami istri dan ayah anak itu yang kini seolah menyalahkan dirinya. Padahal mereka juga sangat semangat saat menjalankan misi tersebut.
"Ayo...Mas. Kita ke hotel aja. Biar paginya bisa kesini lagi"ajak Mamanya Cira kepada Pak Nugraha. Suami nya. Tapi lebih ke menyeret suaminya itu.
Sedangkan Andra mengajak Ayahnya untuk menjenguk Cia. Dengan dalih Cia ingin tidur dengan Papa nya.
Tinggallah Oma sendirian dengan menghela nafas berat. "Nasib, Jomblo" ucapnya kemudian kembali ke kamarnya dan bersiap untuk tidur.
Hari ini adalah hari yang melelahkan bagi mereka terutama fisik dan mentalnya. Karena harus menjalan misi yang tinggal menikmati hasilnya. Namun ia tidak bisa tertidur tenang, karena apapun akan terjadi besok adalah hari yang semakin berat untuknya.
Seolah besok adalah awal dari penjajahan yang menentukan siapa yang menang dan berkuasa akan suatu hal.
Langit semakin menggelap. Mata Oma pun mulai terpejam mengikuti alunan malam yang syahdu dan menenangkan yang mampu membuat pikiran menjadi lebih rileks.
#####
Sebelum mentari bersinar, suara teriakan menggema. Pertanda proses penjajahan sudah dimulai. Semua orang keluar kamar berlari mencari asal suara. Seolah mereka lupa akan apa yang telah terjadi kemarin.
Flashback On.
"Daddy!!" teriak Cia yang langsung masuk ke kamar Rey tanpa mengetok pintu. Dan langsung merangkak kebawah selimut.
Saat merasa ada yang berbeda dari Daddy-nya Cia langsung membuka selimut tersebut. Dan betapa terkejutnya Cia melihat Daddy dan Mommynya tidur bersama.
Dengan Rey tak memakai baju. Cia seolah lupa akan misinya kemarin. Akibat kelelahan bermain dengan anak-anak di pesta.
Bukannya membangunkan mereka, Cia malah berteriak keras. Lalu keluar dari kamar tersebut dengan berteriak.
Cira membuka matanya. Dan betapa terkejutnya dia ketika membuka mata melihat sosok yang sedang memejamkan matanya dengan menghadap kearahnya. Tampan. dalam pikir Cira dalam sejenak ketika memandang wajah si pangeran tidur.
Saat memandang wajahnya, kemudian pandangan Cira beralih pada bagian lain. Melihat tubuh di sampingnya tanpa busana. Ia melihat penampilan nya dan terkejut karena bagian depan dadanya terbuka dan terpampang sudah bercak berwarna merah kebiruan. Kemudian dipandang lagi tubuh seseorang itu.
Brukk...
Tendang Cira pada orang tersebut membuat orang itu membuka matanya dan mengusap matanya, lalu menguap. Dan mengusap pantatnya yang terkena lantai.
Flashback off
Brakk...
Suara pintu dipaksa terbuka. Hingga menampilkan wajah semua orang. Cira dan Rey saling pandang kemudian kembali kearah mereka yang ternganga melihat mereka.
Cira yang melihat semua orang langsung menutupi tubuhnya dengan selimut. Rey pun langsung terbangun dari duduknya. Lalu memandang Cira kembali.
Ini ada apa sih. Kenapa Cira ada di kamar gue. Dan mengapa semua orang mandangin gue begitu batin Rey yang masih tidak sadar akan keadaannya.
Kenapa bisa jadi begini. Kemarin gue rasa lagi main sama Oma. Mama dan Andra. Kenapa bisa tidur bersama, Rey? batin Cira yang sebenarnya sudah memiliki banyak pertanyaan.
Setelah mendapat kan telepon dari Aditama, Pak Nugraha dan Istrinya segera keluar hotel dan menuju rumah Aditama.
Setelah sampai dia langsung menuju kamar pelaku "Kalian ngapain?!!" ucap Pak Nugraha keras ketika melihat anaknya yang tidur dengan Rey. Dan Rey yang hanya memakai boxer dengan banyaknya bercak merah keunguan di tubuhnya.
Rey yang melihat arah pandang Oma, langsung mengikuti arah pandang tersebut. Dan betapa terkejutnya Rey, melihat tubuhnya di penuhi bercak yang memalukan. Langsung lompat ke ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut yang di pakai Cira.
"Papa. Daddy ngapain sama Mommy? Kenapa Daddy tidur sama Mommy, Cia nya kenapa tidak di bangunin. Cia kan juga ingin tidur dengan Daddy dan Mommy, Pa." ucap Cia ketika di seret untuk ke kamarnya oleh Papanya karena tidak baik menyaksikan orang yang sedang di sidang.
"Nanti, kamu juga bakalan tidur bersama dengan Daddy dan Mommy mu" ucap Papa Cia dengan menggiring Cia ke kamar mandi.
"Tapi, Pa. Cia mau nya mandi dengan Mommy" ucap Cia membuat Papanya pusing akan ocehan Cia yang sudah membangunkannya dari rasa lelahnya.
"Cia,,nanti kamu juga bisa mandi lagi dengan Mommy mu" ucap Papa nya membuat Cia tersenyum mengangguk lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi dengan bebek mainannya.
Sementara di ruangan sebelah sedang terjadi tatap menatap tak ada yang mengeluarkan sepatah kata. Kini Cira dan Rey sudah berpakaian lengkap. Dan terduduk di sofa. "Cira, Papa kecewa dengan mu, kalau kamu pengen menikah dengan Rey. Bilang papa pasti akan menyetujui nya. Kamu Rey. Om kan sudah bilang kalau kamu menyukai anak, Om. Bilang, pasti Om kasih. Tapi bukan dengan cara seperti ini. Papa malu kalau semua orang tahu kelakuan kalian ini." ucap Pak Nugraha membuka pembicaraan. Oma dan Mama Cira hanya duduk memandang aksi mereka.
Cira yang mendengar ucapan Papanya sudah tak mampu membendung air mata. "Papa,,maafin Cira. Cira dan Rey tidak ngapa-ngapain, pa" ucap Cira bangkit dan bersimpuh pada Papanya.
Semua orang terkejut melihat tindakan yang dilakukan Cira. Jika Andra melihatnya maka ia akan mengatakan yang sebenarnya, akibat dari hormon kehamilan nya yang merubah moodnya dalam sekian detik. Sehingga ia di ungsikan dengan dalih Suaminya ngidam pengen makan mangga yang ada didekat rumah mereka.
"Kalau memang kamu tidak, ngapa-ngapain kenapa leher kamu dan Rey ada bekas kissmark disana?" ucap Papa Nugraha membuat Cira yang tak tahu dan tidak ingat apa yang terjadi kemarin, hingga terjadi hal seperti ini. Hanya bisa menangis.
Rey yang merasa bersalah, segera membangunkan Cira, agar kembali duduk di sofa.
"Om, saya sebagai laki-laki merasa bersalah akan apa yang terjadi hari ini. Kemungkinan ini adalah kesalahan atau ke khilafan saya, karena kemarin malam saya juga mabuk. Dan saya tidak ingat apa yang terjadi setelahnya. Tiba-tiba saja baru bangun saya di dorong dan terjatuh dari ranjang bersama Cira yang mendorong saya. Dan lebih parahnya dengan keadaan kami yang di luar batas. Tetapi, saya berani jamin kalau saya tidak menyentuh Cira ataupun merenggut kesucian Cira, Om." ucap Rey panjang dengan wajah mulai menatap Om Nugraha.
Cira yang mendengar ucapan Rey, memandangnya takjub akan apa yang di lontarkan Rey. Memberikan kekuatan kepada Cira. Bahwa mereka memang tidak melakukan apapun.
"Lalu bagaimana dengan kissmark yang ada di tubuh kalian?. Bisa jelaskan?" tantang Pak Nugraha membuat Rey dan Cira menunduk untuk mencari alasan.
Pandangan mereka bertemu seolah berkata bagaimana ini cara menjawabnya. Rey melihat Cira yang menggeleng membuat Rey menghembuskan nafas sangat dalam.
"Baik, Om. Saya akan..." ucapnya terpotong karena Cia datang dengan pakaian yang sudah cantik. Mampu mengalihkan pandangan mereka. Hingga menjadi suasana lebih hangat tidak dingin seperti tadi.