Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Kangen #2


Sementara Rey berada di sebuah perusahaan. Sejak tadi dia menunggu telepon dari istrinya. Namun, tidak kunjung datang, membuatnya sering tidak fokus dan itu membuat Chan yang menghela nafas.


"Fokus, Rey" ucap Chan dengan menepuk pundak Rey. Membuat Rey kembali fokus.


Rey berusaha untuk fokus. Namun, jiwa nya ada di istrinya. Hingga dering ponsel membuatnya semangat. "Hallo, Oma?. Apakah Cira baik-baik saja?. Dimana dia sekarang?. Apakah terjadi hal yang buruk, Oma, Oma,?" ucap Rey karena disebrang tidak juga berbicara.


"Kamu bisa pelan-pelan nggak. Telinga Oma panas dengarnya!. Istri kamu baik-baik, saja." ucap Oma. Membuat Rey sedikit tenang.


"Oma, apa kata dokter?" tanya Rey.


"Kamu pulangnya kapan?" ucap Oma membuat Rey memang Chan. Namun, pandangannya membulat akibat dia tidak sendirian disini. Namun ada banyak orang karena sedang rapat.


Menyadari tatapan mereka yang penuh tanya, kagum, dan senang. Membuat Rey sedikit malu namun dengan segera merubah raut wajahnya dengan dingin.


"Besok, Oma" ucap Rey sok cool.


"Baiklah besok aja Oma kasih tau" ucap Oma dengan segera mematikan ponselnya. Kemudian Rey berdehem sedikit.


"Lanjutkan!" ucap Rey. Membuat rapat kembali berjalan setelah berhenti beberapa menit karena bos mereka sedang menerima panggilan.


Setelah beberapa menit akhirnya Rey dan Chan kembali ke hotel. Karena ia belum istirahat setelah sampai di kota ini. Apalagi Rey yang sejak diperjalanan ia tidak tenang.


"Hallo,mas?" ucap disebrang membuat Rey menjadi senang. Karena mendengar suara orang di rindukannya. Namun, dengan segera Rey mengubah mode panggilan.


"Mas!!" ucap di sebrang dengan wajah yang berbinar senang dan bahagia. "Mas kangen!!" ucap nya membuat Rey tersenyum yang belum berbicara. "Mas jangan diam aja. Kamu nggak rindu sama aku?" ucapnya dengan wajah manyun. Membuat Rey terkekeh.


"Udah sehat?" tanya Rey membuat disebrang mengangguk dengan senang. "Udah, makan?" tanya Rey lagi membuat Cira menggelengkan kepalanya. "Makan dulu, gih. Mas, mau mandi dulu." ucap Rey membuat Cira kesal. Karena ia sedang rindu.


"Mas, aku mau lihat kamu mandi" ucap Cira membuat Rey membulatkan matanya tak percaya.


Ini yang dia sebut rindu. Rindu bercinta batin Rey mendengar ucapan Cira.


"Iya, sayang tapi habis ini harus makan ya?" ucap Rey yang meletakan ponselnya di lemari tempat alat mandi.


Rey membuka pakaian nya satu persatu. Membuatnya sedikit malu dengan ditatap seperti ingin di makan oleh Cira yang sedang tertidur di kamar.


Rey mandi dengan mendengar ocehan Cira yang mengintruksikan nya untuk menggosok badan dengan arah yang dimulai dari kepala sampai ke kaki.


"Mas, keteknya di gosok biar wangi" ucap Cira membuat Rey geram karena ia sudah menggosok ketiaknya sebanyak 3 kali.


"Sudah sayang" ucap Rey.


"Mas,,itu Pinokio aku di sabuni juga biar kinclong" ucap Cira membuat Rey malu.


Sejak kapan istriku mesum begitu. Apa tadi, Pinokio? dia menamainya Pinokio dan Pinokio ku. Wah,,ternyata istriku ditinggal beberapa jam sudah menandai kepemilikannya batin Rey senang.


"Iya, sayang pinokio nya dibersihkan" ucap Rey dengan melihat kearah Cira dan mata Rey tidak sengaja melihat bahwa istrinya itu tidak memakai bra, membuat si Pinokio berdiri tegak. Melihat si pemilik yang sedang bangun dengan mengatur posisi tidurnya.


"Mas, Pinokio nya kok berdiri?!" tanya Cira membuat Rey hanya cengengesan.


"Kamu sendiri kenapa nggak pakai bra?" tanya Rey membuat Cira membulatkan matanya.


"Mas aku sesak kalau tidur pakai bra. Cepat tenangkan Pinokio ku. Aku nggak mau kalau dia minta jajan diluar" ucap Cira kesal.


"Yaudah sekarang coba kamu lepas bajunya, biar aku bisa lihat dengan jelas" ucap Rey membuat Cira membulatkan matanya. Namun, mengikuti apa yang diperintah kan oleh Rey.


Dan jadilah mereka melalukan video mesum. Dengan tangan Rey yang sedang membuat Pinokio mabuk hingga muntah.


"Mas, kangen" ucap Cira ketika Rey sudah berada di ranjang untuk tidur. Karena capek ketika mengajak si Pinokio berkendara hingga mabuk.


"Sabar ya sayang setelah aku cek, tadi, sekiranya aku akan pulang seminggu lagi" ucap Rey membuat Cira kesal dan mematikan ponselnya.


Rey yang sambungannya terputus kembali melakukan panggilan itu namun tidak diangkat oleh si penerima. Membuat Rey memilih untuk tidur.


Namun, baru mau masuk ke dalam alam mimpi dering ponsel terdengar nyaring membuat Rey dengan terpaksa membuka mata dan menerima panggilan itu.


"Istri kamu hamil" ucap disebrang membuat Rey hanya berdehem saja. Karena ngantuk ya sudah tidak tertahan. "Rey istri kamu hamil!!!" teriak Oma membuat Rey dengan cepat bangun dan terduduk.


"Hamil? Cira?" gumam Rey membuatnya mengumpulkan sembilan nyawanya.


"Oma, beneran Cira hamil?" ucap Rey memastikan membuat Oma mengiyakannya dengan berdecih.


Mendengar hal itu membuatnya berguling-guling di ranjang dan melompat-lompat bahkan sampai berjungkir balik di rajang dan berteriak.


Mendengar itu membuat Oma tersenyum "Tapi Oma memiliki rencana buat kamu" ucapan Oma sukses membuat Rey menghentikan aksi gi*la seperti monyet.


"Tenang rencana Oma hanya membuat dia bahagia" ucap Oma membuat Rey Mengerutkan dahi. "Kamu lupa ya?. Dasar laki-laki tidak peka. Dua Minggu lagi ulang tahun istrimu. Bo*doh." ucap Oma dengan mengerutuki cucunya.


"Iya benar, Oma" ucap Rey ketika memeriksa kalender ponselnya. "Oke aku tau rencana, Oma apa" ucap Rey tersenyum jahil.


"Baiklah, Oma tutup dulu. Kayaknya istri kamu lagi ke dapur. Dan Oma kasih tau bahwa janinnya baik-baik saja" ucap Oma menutup panggilan telepon nya.


Sambungan telepon di akhir membuat Ey kembali melakukan aksi gi*la monyetnya. Hingga ia tertidur akibat kelelahan.


###


Pagi menyerang kota. Namun Rey sudah bangun dan sudah berada di kantor dari pagi-pagi buta untuk melakukan rapat. Membuat karyawan disana harus mengikuti nya.


Rey sengaja mempercepat rapatnya agar dia tidak berlama-lama disini. Dan dengan segera bertemu dengan istrinya yang sedang hamil.


Rey dengan cepat menyelesaikan meeting di kota itu dan kembali lagi ke kota selanjutnya karena biar sekalian.


Hingga ia lupa mengabari istrinya. Akibat terlalu pokus pada pekerjaan nya. Dering ponsel berbunyi ketika meeting sedang berlangsung membuat Rey menjeda meeting ya.


"Hallo, sayang. Mas lagi meeting nanti mas telepon lagi kalau sudah selesai" ucap Rey dengan cepat.


Rey kembali menjalankan meeting nya. Hingga siang hari baru istirahat karena permasalahan nya lumayan berat.


Tut... Tut....Tut..


Suara ponsel yang menunggu si penerima. Rey menelpon Cira karena ia sudah janji akan menelpon nya ketika istirahat. Hingga beberapa menit dan 3 kali panggilan akhirnya terjawab sudah. Dengan suara lembut menyambutnya.


"Hallo, sayang. Kamu baik-baik saja kan?" ucap Rey dengan wajah khawatir apalagi ketika tau bahwa istrinya itu sedang hamil. "Sudah makan?. Jangan lupa minum obatnya" ucap Rey yang membuat disebrang sana hanya diam mendengarkan.


"Mas!!. Satu-satu dong. Aku sampai nggak bisa menelan buah gara-gara kamu ngerocos terus" kesal Cira.


Mendengar itu membuat Rey segera mengalihkan mode panggil. Dan terpampang lah wajah Cira yang sedang duduk di meja makan dengan semangkuk salad buah.


"Makan apa, yang?" tanya Rey yang juga sedang makan di dalam kamar hotel.


"Salad buah, mas. Enak banget apalagi ditambahkan kuah sup ayam" ucap Cira dengan menampilkan makanannya. Melihat itu membuat Rey melihatnya aneh.


Apa rasanya salad buah dengan kuah sup ayam batin Rey membayangkan rasanya. Hingga membuatnya menjadi mual.


Ia dengan segera ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Ini yang ngidam siapa sih, dia yang makan kenapa aku yang muntah batin Rey. Karena ia sempat membaca artikel tentang kehamilan.


"Mas, kenapa?" tanya Cira membuat Rey menggelengkan kepalanya. "Mas, sakit?. Kalau sakit, istirahat dulu, mas!" ucap Cira dengan kembali memasukan makanannya.


"Kamu nggak mual makan itu?" tanya Rey yang melihat Cira dan membuatnya muntah lagi. Yang dibales gelengan.


Chan yang baru masuk ke dalam kamar dan mendengar suara muntahan dari Bosnya pun segera masuk. "Rey kenapa?" tanya Chan yang panik. Karena bosnya terus muntah.


"Buatkan teh hangat, aja, Kak" ucap Cira disebrang membuat Chan memandangnya lalu mengangguk dan pergi membuatkan teh hangat.


"Yang, makanannya dijauhkan dulu. Aku mau muntah setiap lihatnya" ucap Rey yang kembali memuntahkan isi perutnya.


"Kamu muntah, gara-gara makanan ini, Yaudah, aku sisikan dulu. Soalnya aku pengen banget" ucap Cira.


Chan datang dan memberikan teh hangat itu untuk Rey yang sedang duduk di sofa dengan pakaian yang sudah berantakan.


"Kak Chan, itu dikasih minyak telon perutnya. Ada di saku tasnya kak" ucap Cira membuat Chan mencari mencari benda mungil itu.


Chan menyibakkan baju Rey agar lebih mudah mengoleskan. Dan Rey yang sudah kehabisan tenaga hanya pasrah saja.


"Mas, tidur aja. Besok lagi kerjaannya dilanjutin. Bye mas,muach" ucap Cira mematikan sambungan telepon.


Chan bertanya-tanya kenapa bosnya ini bisa muntah cuma melihat makan. "Rey kamu kenapa?" tanya Chan yang melihat Rey sudah baikan.


"Gue mual. Melihat makanan yang dimakan Cira. Dia yang dapat enaknya. Gue yang dapat siksaan" ucap Rey menggerutu. Membuat Chan bingung.


"Maksudnya?" ucap Chan


"Cira hamil. Dan gue yang bagian mual muntah. Sedangkan dia cuma makan saja" ucap Rey yang rasanya ingin mengomeli sang calon anak. Yang baru didalam kandungan sudah menyusahkannya.


Mendengar itu membuat Chan membulatkan matanya tak percaya. Se, topcer itu kah Rey hingga baru menikah langsung jadi. "Beneran hamil Rey?" ucap Chan memastikan.


"Benar lah. Kayaknya kerja keras gue waktu honeymoon membuahkan hasil. Dan kalau nggak salah hitung, itu kayaknya gue buatnya di toilet." ucap Rey polosnya. Membuat Chan tersedak dibuatnya.


Toilet?. Terus nanti nama anaknya gayung, Shower, atau sikat batin Chan berpikir.