Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Hari yang indah


Setelah mereka selesai makan kini mereka bersiap untuk pulang dengan perut yang sudah terisi penuh makanan dan kebahagian.


"Cia pengen pulang sama Mommy" ucap Cia saat sampai di parkiran dengan memeluk kaki Cira.


"Tante Cira lagi capek sayang, habis naik pesawat" ucap Rey menasehati Cia.


"Ndak pokoknya Cia mau sama Mommy!"ucap Cia kekeh, membuat Rey menghela nafas berat lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Cia.


"Cia, kapan-kapan tante Cira bisa main lagi sama Cia, jadi kita pulang ya, kan sekarang jadwal makannya Si Mooti"ucap Rey merayu dan mengingatkan Cia pada ikannya yang belum dikasih makan.


Cia yang baru inget bahwa ikan nya Si Mooti dari kemarin belum dikasih makan karena ia keasikan main jadi lupa.


"Yaudah, kalau gitu Mommy ikut di mobil Daddy aja"ucap Cia, membuat Cira, Andal dan Wati terkejut.


"Boleh ya, Aunty Aty, Om Andal"ucap Cia dengan wajah yang berbinar sendu membuat Andal dan Wati tak tega.


Ni bocah imut banget sih batin Wati dan Andal. Yang akhirnya diangguki dan diiyakan oleh mereka membuat Cira menatap mereka tajam. Namun, tatap tajam itu dipatahkan oleh mereka membuat Cira hanya bisa menghela nafas dalam.


"Kalau gitu gue duluan ya sama Andal"ucap Wati membuat Cira memandangnya tajam seolah memerintahkan untuk tetap disini.


Rey merasa de javu karena sahabat Cira mengerti dengan kemauan Cia, membuatnya mengiyakan ucapan Wati.


"Terimakasih Aunti Aty" ucap Cia dengan mengedipkan matanya yang dibales oleh acungan jempol.


Andal dan Wati memasuki mobil,lalu melenggang pergi meninggalkan merela Cira yang seolah tak rela ditinggalkan mereka.


"Yuk Mom," ajak Cia menuju mobil Rey yang berada di antara 5 mobil dari mobil Andal tadi.


"Yuk"ucap Cira berjalan berbarengan dengan Rey dan Cia yang mengandeng tangannya.


"Rey nanti anterin sampai depan komplek aja ya? "ya kali Cira mau dianterin sampai rumah yang ada dia ketahuan sama Papanya kan malu, karena ia sudah menolak pertemuan dengan Reyodra Aditama CEO muda dengan isu seorang duren matang.


"Mommy kapan-kapan main ke rumah Cia ya" ucap Cia yang saat ini sudah duduk dipangkuan Cira.


Mereka saat ini sudah didalam mobil, dan menjalankan mobilnya meninggalkan area parkir cafe.


"Iya nanti tante pasti akan kesana"ucap Cira yang terasa kelu lidahnya mengakui dirinya Mommy apalagi disini ada Rey. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini, membuat Cira kesal sendiri.


"Cia duduknya dibelakang aja ya kasian tante Cira capek"ucap Rey melihat Cira sekilas.


Lah ni bocah suka banget nempel sama Cira lama-lama gue kesel sendiri jadinya batin Rey.


"Tante? Mommy Dad! "Cia baru sadar ternyata Daddy-nya memanggil Mommynya dengan sebutan tante membuatnya marah.


"Udah Cia jangan diladeni lagi"ucap Cira melerai mereka. Membuat Rey mencebikkan bibirnya kesal.


Ini yang bocah siapa batin Cira. Melihat tingkah Rey.


Mereka diperjalanan dihiasi oleh celotehan dari Cia yang kadang membuat Cira tertawa. Namun, tidak dengan Rey yang fokus dengan jalan dan pikirannya.


Rey memberhentikan mobilnya disebuah supermarket. "Ada apa Rey? "tanya Cira.


"Beli kayu"jawab Rey dingin, membuat Cira dan Cia mendengus kesal.


"Ayo, Turun!" ajak Rey saat melihat Cia dan Cira diam didalam mobil.


"Ogah"ucap Cia dan Cira berbarengan, membuat Rey kesal lalu menutup pintu mobil dengan keras.


Brak..


"Ini mah bukan kecebong tapi singa"gumam Cira yang didengar Cia yang ketawa mendengarnya.


"Daddy emang gitu Mom, marah-marah nggak jelas, makanya Kak Andra sering bilang kalau Daddy itu alay, ngambek kan, cerewet pokoknya kayak cewek labil gitu" ucap Cia menjelaskan sifat Daddy nya yang sering membuat Kak Andra mengumpat.


Cira tertawa mendengarnya, ternyata sisi dinginnya Reyodra Aditama adalah seseorang dengan sifat cewek labil. HaHaHa.


Cia terus bercerita tentang keburukan Daddy kepada Cira membuat Cira tertawa karena ekspresi Cia yang mengikuti gaya Rey seperti sedang marah, cerewet dan ambekan.


Rey sedang memilih buah yang akan dibawanya untuk buah tangan ke rumah Om Nugraha dan tentunya untuk Mereka.


Rey sangat melarang Cia makan makanan ringan karena kondisi Cia yang mudah sakit jika makan makanan banyak minyak dan MSG, makanya ia memilih ngebil buah untuk Cia.


"In-ini a-aja pa-pak"ucap kasir yang grogi karena ia melayani Rey yang notabennya tampan dan paling berpengaruh di negara ini.


Sesuatu yang langka bisa melihat wajah Reyodra Aditama di supermarket yang kecil dengan kemeja yang digulung memperlihatkan otot kekar lengannya yang tercipta dengan sempurna.


Para pengunjung supermarket pun ikut terdiam bahkan ada yang memfoto Rey diam-diam lalu dipasangkan sebagai wallpaper ponselnya karena ini kesempatan untuk memfoto otot tangan yang keren dari seorang Reyodra Aditama.


"Hem"ucap Rey dingin dan menganggukkan kepalanya.


"I-ni pak belanjaannya"ucap kasir tersebut setelah menyelesaikan tugasnya.


Rey pun membayar dan mengambilnya untuk segera pergi ke dalam mobil dan melihat Cia sudah terlelap di pangkuan Cira Membuat Rey yang melihatnya terharu namun itu hanya sedetik ya saja habis itu langsung ke mode dingin.


Rey menjalankan mobilnya dengan keadaan canggung bersama Cira.


"Ra,?" ucap Rey namun hanya deheman yang didapatkan karena Cira sedang fokus dengan ponselnya.


"Cirania Nugraha! "ucap Rey kesal penuh penekanan sehingga menyebut nama lengkap Cira.


"Apa Sih Rey?!"ucap Cira lalu menatap Rey dengan penuh kekesalan.


"Makan buahnya"ucap Rey menyodorkan buah apel kepada Cira.


Cira menatap Rey menyelidik karena takut apel ini telah di jampi-jampi oleh dia, yang nantinya membuat ia tak sadarkan diri.


"Lo nggak lagi racuni gue kan? "ucap Cia memandang apel yang diberikan Rey.


"Pikir aja sendiri"ucap Rey tidak memperdulikannya pelototan tajam dari Cira.


Wah,, bahaya nih set*an, mau ngebunuh gue. Owh, tidak semudah itu perguso batin Cira menyengrai licik


Cira langsung mengarahkan apel ke mulut Rey membuat Rey terkejut akan tindakan Cira.


Hingga membuat Rey mengerem mobilnya dadakan sampai membangun Cia yang sudah tertidur dipangkuan Cira


"Lo mau mati! "ucap Rey dingin dan tegas. Cia menguap lalu mengucek matanya.


"Daddy kenapa? "ucap Cia disela mengumpulkan nyawanya.


"Nih, tante Cira pengen kita mati bersama! "ucap Rey memandang Cira marah.


"Hah! "ucap Cia terkejut lalu memandang Cira yang sedang salah tingkah akibat ulahnya tadi.


"Bohong!. Daddy mu bohong Cia!"ucap Cira membela dirinya membuat Rey menatapnya tajam.


"Tuh kan! Daddy pasti salah!"bela Cia pada Cira membuat Cira tersenyum kemenangan membuat Rey kesal ingin melempar Cira dari mobil.


Lah ni anak bukannya ngebela Daddy-nya malah ngebela orang yang baru ketemu 2 kali batin Rey memandang Cia kesal dan memilih melajukan mobilnya lagi.


"Cie... marah" goda Cia dan Cira membuat Rey tambah kesal.


"Cia mau buah?" ucap Cira yang diangguki dan memakan buah 1 berdua.


"Mau dong"ucap Rey yang masih berusaha fokus menyetir mobilnya.


"Tadi aja nggak mau"ucap Cira yang sedang ngupas buah apel untuk dirinya dan Cia.


Lah tadi lo bukan ngasih, tapi menyiksa bro... batin Rey.


"Tadi itu lo menyiksa gue goblok"ucap Rey kesal dan memajukan bibirnya seperti bebek.


"Eh,,, bahasanya"ucap Cira memperingati


"Lho, kok Daddy boleh ngomong kasar kalau Cia dimarahin"ucap Cia tak terima akan perlakuan Daddy-nya terhadapnya.


Sial, gue keceplosan lagi, awas lo cireng kukus batin Rey mengumpat dirinya.


"Itu...Daddy keceplosan, jangan ditiru ya sayang"ucap Rey dengan mengusap rambut Cia yang sedang mengangguk.


"Cia nggak boleh ya ngomong kasar nanti masuk neraka lho" ucap Cira menasehati Cia agar nanti saat dewasa ia lebih sopan dan santun saat berbicara.


Yaelah, Cira.... Cira... lo udah kayak emaknya aja pakai menasehati segala, hidup lo aja penuh dosa batin Cira mengumpati dirinya sendiri.


"Yes, Mom" ucap Cia sambil memakan apelnya. "Daddy Aakk"ucap Cia menyodorkan potongan buah apel ke Rey dan langsung ditanggapi.


Tanpa mereka sadari saat ini mereka sudah sampai didepan rumah Cira


"Lhoh kok sampai depan rumah sih"protes Cira karena Rey mengantarnya sampai depan rumah.


"Nanggung" ucap Rey turun dari mobil diikuti oleh Cia dan Cira.


"Ini rumah Mommy? "ucap Cia yang diangguki Cira.


"Besaran rumah Cia Mom"ucap Cia melihat kondisi depan rumah Cira yang memang keliatannya kecil namun jika sudah masuk kedalam maka akan terkagum akan keminimalisannya yang apik dengan interior khas rumah Bali.


Bagaimana tidak khas Bali karena Nenek Cira berasal dari Bali dan menetap disana bersama suaminya yang bule.


"Gih masuk"perintah Rey membuat Cira dan Cia bingung. Bukannya ia turun mau mampir lah ini disuruh masuk gil*a ni orang batin Cira.


"Nggak mampir? "tanya Cira saat Cia mau menjawab sudah dipotong oleh Rey.


"Ndak"ucapnya lalu menyodorkan tas berisi buah-buahan yang tadi dibelinya.


"Buat Papa"ucap nya lalu menggendongnya Cia.


"Mommy Cia pulang"ucap Cia yang tak jadi mau ingin mampir dirumah Mommy nya.


Cup


Cira terkejut karena yang dia cium bukan Cia tapi bibir Rey karena Cia berpaling melihat anak kucing menghampiri mereka.


Sial,salah sasaran, ni bocah kenapa juga berpaling batin Cira dengan menyumpah serapahi dirinya.


Rey pun tak kalah terkejutnya dengan ciuman tadi membuat mereka jadi salah tingkah, Cia malah asik bermain dengan kucing tersebut dengan memanggil-manggilnya.


Shit, Ciuman gue dicuri sama Cireng kukus basi batin Rey menggerutu tindakan Cira.


"Maaf" ucap Cira lalu berlari kerumahnya. "Bye Cia"ucapnya lagi disela berlarinya karena malu dengan wajah sudah memerah.


"Bye... Mom"balas Cia dengan melampaikan tangannya. Lalu memasuki mobil.


Rey tidak langsung melajukan mobilnya dia terdiam sejenak menetralkan detak jantungnya karena tingkah Cira tadi.


Cira pun sama dia langsung masuk kekamarnya dan bergulung dengan selimut nya sambil mengumpati kebodohannya.


...Terimakasih untuk kalian semua yang sudah memberikan like, coment, vote, dan dukunganya 💕....


...Selalu tinggalkan jejak kalian saat membaca cerita ini ya....💕...