Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Tisu


Meeting berlangsung selama 1 jam dan Cira memilih untuk tidur di ruangan Rey karena terlalu lelah untuk menunggu dan tidak bisa berbuat apa-apa walau sebenarnya ia mengerti sedikit tentang perusahaan ini karena ia juga pernah berkerja. Namun, itu tidak sopan.


Rey pun akhirnya selesai meeting "Terimakasih" ucap Rey dan Chan kemudian Rey dan Chan mengantar rekan bisnisnya sampai di lobby.


"Chan, kosongkan jadwal ku hari ini" ucap Rey seraya menaiki lift untuk ke ruangannya.


"Cie,,,kapan honeymoon, lho" ucap Chan seraya menoel dagu Rey. Membuat Rey menepisnya.


"Kepo banget sih, lho"tegas Rey membuat Chan tersenyum jahil.


"Iya, nanti kan sekalian minta obat sama Oma biar, Si Cira tidak sakit" ucap Chan membuat Rey hanya terdiam.


Benar juga mumpung Cira lagi nggak menstruasi batin Rey sedikit tersenyum. Namun mampu dilihat oleh Chan.


"Woe,,pikiran lho pasti, Enak-enak, ya?" ucap Chan membuat Rey mendengus kesal. Lalu keluar lift.


"Sayang?" ucap Rey ketika masuk ke ruangannya dan tidak menemukan sosok yang dicarinya.


"Di kamar, mungkin. Tidur, Capek nunggu" ucap Chan seraya mengambil berkas di meja Rey. Kemudian meninggalkan mereka dan mengunci ruangan tersebut.


Chan tau kalau sahabatnya itu telah berubah. Apalagi ketika bersama Cira. Boom. Manjanya muncul.


"Ternyata kamu disini" ucap Rey menemukan Cira tertidur meringkuk di bawah selimut. Lalu mendekat dan mencium keningnya. Rey ikut tertidur disamping Cira dan memeluknya.


Setelah melepas jas dan dasinya serta sepatunya.


Mentari mulai tenggelam ke barat membuat mereka yang tertidur nyenyak saling berpelukan. Pun terbangun. "Jam berapa sekarang" gumam Cira ketika melihat jendela sudah terlihat petang.


Cira melepaskan pelukan Rey dan bangkit untuk melihat jam. Yang ternyata sudah jam 7. "Mas bangun, kita pulang. Udah jam 7" ucap Cira dengan mengguncang tubuh Rey.


"Hoaam..." Rey membuka matanya dan mengucek ya.


"Kita pulang, mas. Kayaknya disini sudah sepi, deh." ucap Cira membenarkan rambut dan pakaiannya. Namun Rey justru menelusup kan wajahnya di perut Cira.


Cup.


"Mas, geli"ucap Cira ketika Rey mencium perutnya.


Rey yang kepalanya sudah masuk di baju Cira pun mencium kembali perut tersebut. Dan menye*sapnya sehingga nantinya akan meninggal kissmark.


"Mas!!"ucap Cira menyikapi bajunya untuk melihat aksi Rey.


Cira menjauhkan kepala Rey dan perutnya. Namun, tidak bisa karena tangan Rey sudah melingkar di perutnya.


"Tadi kan batal. Sekarang jadi, yang" ucap Rey seraya kembali lebih naik hingga berdiam di gundukan emas milik Cira. kemudian menciumnya walau terhalang oleh pembungkusnya.


"Mas, dirumah aja"ucap Cira membuat Rey keluar dari balik baju Cira. Kemudian langsung melu*mat lembut bibir Cira. Membuat Cira terbuai.


Ciuman Rey turun ke leher Cira. Tangannya sudah membuka seluruh baju Cira beserta pembukusnya.


"Mas" desah Cira ketika tangan Rey dengan jahil mengusap dan menekan pelan milik Cira yang masih terbungkus oleh Celana.


Dengan Segera dan cepat akhirnya mereka berdua sudah polos. Rey sedang bermain di daerah kesukaannya.


Sedangkan Cira sudah di buat panas dingin olehnya. "Mas" ucap Cira karena sudah tidak tahan untuk melanjutkan lebih dari ini.


Mendengar hal tersebut membuat Rey tersenyum devil. Namun bukannya segera memasukannya Rey malah bermain dengan menggesekkan nya membuat Cira merem melek di buatnya.


Jleb.


Menyatu sudah mereka dalam penyatuan yang menimbulkan desahan nikmat. Dengan Rey memompa Cira.


"Huh.." desah Cira ketika Rey dengan semangat memompa.


"Masih sempit, yang" ucap Rey di sela pompaannya. Mendengar hal tersebut membuat Cira malu.


"Mas" desah Cira lagi membuat Rey semakin semangat dan menye*sap gundukan Cira. Sedangkan Cira sudah meremas seprai atau memegang pundak Rey.


"Yes, baby" ucap Rey.


"Barengan, yang" ucap Rey. Dan akhirnya mereka terbang bersama.


Dengan Rey yang terjatuh di atas tubuh Cira. Dan mereka berdua mengatur nafasnya. Rey pun mengecup seluruh wajah Cira yang sedang mengatur nafasnya.


"Mas, berat." ucap Cira ketika sudah mengontrol deru nafasnya.


Namun, bukannya berpindah Rey malah kembali memompa Cira pelan. Karena penyatuan mereka belum terlepas. Membuat Rey lebih mudah untuk melakukannya lagi.


"Mas!" ucap Cira kesal karena Rey kembali memompanya.


Mereka kembali melakukannya dengan berbagai gaya dan mencoba segala tempat bahkan di meja kerja Rey juga mereka melakukannya karena Rey ingin mencobanya. Apakah seenak yang dilihatnya.


"Huh, Rey" ucap Cira ketika sudah mencapai puncaknya. Kini mereka sedang melakukannya di meja kerja Rey. Sehingga membuat berkas dan alat yang ada di meja tersebut berantakan.


"Hah, yang." ucap Rey. Kemudian bangkit membopong Cira menuju ke kamar. Sedangkan Cira hanya bisa pasrah karena tenaganya sudah habis.


"I Love You" ucap Rey kemudian ikut tertidur bersama Cira akibat kelelahan. Walau badan mereka hanya terbungkus oleh selimut.


Hari berlanjut mereka tidak makan semalam karena terlalu lelah. Akibat pertempuran yang mereka lakukan di ruangan tersebut. Yang mengakibatkan barang berserakan di lantai.


Kini sudah jam 5 dini hari. Para petugas kebersihan sudah datang untuk membersihkan setiap ruangan yang ada di dalam perusahaan tersebut.


Dan ketika membuka pintu ruangan yang pintunya bertuliskan CEO itu dibuka. Betapa terkejutnya OB dan OG tersebut melihat ruangan bosnya yang seperti kemalingan.


"Astaga ini pasti di bobol maling" ucap OG sembari melihat ke penjuru arah.


Mereka tidak tau kalau ini adalah ulah dari sang bos yang tidak sabaran dan ke kepoan yang tinggi serta hasrat yang menggebu.


"Mungkin, soalnya si bos kan apik tenan. Nggak mungkin ngeberantakin barang" ucap OB dengan memunguti barang yang ada di lantai.


"Ini, tisu apa?" ucap polos OG dengan menenteng tisu tersebut kearah OB. Membuat si OB membelakkan matanya terkejut.


"Buang!!" ucap OB dengan lantang. Membuat si OG yang masih polos langsung membuangnya.


Bos kalau mau perang, jangan sembarangan atuh. Kan saya jadi malu sendiri batin OB memandang tisu tersebut.


"Emangnya itu, tisu apa?" ucap OG itu polos.


"Itu tisu magic" ucap OB itu setengah berbisik.


"Apa itu tisu magic? tisu yang dipakai pesulap, ya?." ucap OG itu sembari menata meja bosnya.


"Itu, tisu yang dipakai buat ngelapin anu"ucap OB dengan nada susah untuk menjelaskan.


"Anu apa?" tanya OG itu lagi membuat Si OB geram.


Bos,,,kalau mau enak-enak yo di buang di tempat nya atuh. Ini lagi pakai nanya segala. Malu, gue. batin OG tersebut.


"Udah deh jangan dibahas lagi" ucap OB itu. Dan diacuhkan oleh Si OG.


Para petugas kebersihan dilarang masuk kedalam ruang istirahat bosnya. Sehingga hanya dibersihkan pada bagian ruang kerjanya saja. Mereka bisa masuk keruangan bos karena mendapatkan perintah dari kepala petugas kebersihan.


Sementara petugas kebersihan sedang bekerja. Didalam ruangan tersebut Cira lebih dulu membuka matanya. Namun, kembali mengeratkan pelukannya pada tubuh Rey dan memejamkan matanya. Membuat Rey ikut mengeratkan pelukannya.


Mendengar suara ribut dari luar membuat mereka membuka matanya. Namun, bukannya terbangun mereka malah kembali mengeratkan pelukannya dan tidur lagi ketika melihat jam di dinding masih jam 5 pagi.


"Mas, lapar" ucap Cira membuka mata karena perutnya sudah berbunyi. Membuat Rey akhirnya ikut terbangun juga.


"Mas, kita masih di kantor ya?" tanya Cira ketika melihat sekeliling yang berbeda dari kamar mereka di rumah.


"iya, yang" ucap Rey duduk dengan mengusap matanya.


"Kamu jangan asal comot!" ucap OB lantang. Membuat Cira yang mendengarnya dan saling pandang dengan Rey.


"Biasa aja kali. Lagian cuma balon" ucap OG tersebut. Membuat Cira dan Rey membelakkan matanya. Karena ingat dan tahu balon apa yang dimaksud oleh OG tersebut.


Membuat Cira atau pun Rey malu. "Mas?" ucap Cira pelan. Karena takut ketahuan oleh karyawan nya.