
Kepulangan Cira dari rumah sakit membuat kakek dan nenek dari si kembar mempersiapkan pesta perayaan. Mereka tidak sempat menemani anak mereka melahirkan karena sedang berada di luar negeri urusan bisnis yang tidak bisa di tunda-tunda dan selain bisnis mereka juga melalukan chek up untuk kesehatan mereka yang sudah tua.
"Ma, ini buat apa kamu beli gayung?" tanya Papa Nugraha yang melihat ada benda yang membuat matanya gagal pokus.
"Itu buat anaknya Cira" ucapnya polos. Membuat papa Nugraha hanya mengedikan bahunya tidak perduli.
Mungkin buat nangkap ikan batin papa Nugraha.
Mereka menghiasi kamar para bayi dengan suasana ala anak laki-laki yaitu dengan aksesoris anak motor. Mereka berharap cucu-cucu mereka akan menjadi seorang pembalap MotoGP seperti Valentino Rossi.
"Pa, ini gusi motor buat apa?" tanya mamanya yang melihat perlengkapan bengkil ada di ruangan bayi mereka.
"Iya ma. Nanti mereka akan merakit motor dan nanti cucu kita dikenal sebagai pengusaha motor dan mobil antik" ucap Papa Nugraha membayangkan cucunya dengan mata bersinar terang bagai cahaya lampu 30watt.
Mereka asik menata kamar bayi yang sekarang sudah tidak layak disebut kamar bayi melainkan dapat disebut bengkel motor. Karena mulai dari tempat tidur bayi berbentuk mobil hingga sampai tempat bermain bayi seperti box tempat kunci-kunci di bengkel motor.
"Tuan mereka sudah datang!" teriak mbak Ijah membuat mereka segera keluar dan membawa kue untuk mereka.
"Selamat datang dirumah cucu-cucu ganteng!" teriak Papa dan Mama Nugraha.
Mendengar teriakan mereka membuat baby J yang ada digendong Rey menangis. Kedua bayi itu sangat terbalik di mana baby G adalah anaknya yang paling terlihat anteng dan pemberani sedangkan baby J malah sangat cengeng dan pemalu.
"Aduh,,,kamu terkejut ya cucu Nenek" ucap Mama Cira yang menggendong baby J yang justru kembali menangis. "Yah,,,makin kenceng aja" ucap nya lagi terkejut lalu menyerahkan kepada Pak Nugraha yang langsung diam. "Ini mah, Cira versi laki-laki" gerutu mama Cira ketika cucunya berhenti menangis dalam dekapan sang kakek.
Mendengar itu membuat mereka tertawa. Sebelum masuk kedalam rumah Cira disuruh untuk meniup lilin untuk perayaan status barunya yang sudah menjadi ibu sesungguhnya.
Dan mereka menikmati kue bersama. Dengan baby J masih tetap berada dalam dekapan papa Nugraha dan Baby yang berada dalam dekapan sang Omi. Panggilan khusus untuk cicitnya.
"Kamu jangan kerja berat-berat dulu. Kalau ada apa-apa panggil mbak Ijah ataupun Rey" nasehat Mamanya yang membuat Rey dan Cira mengangguk.
"Mommy!!" teriak Cia yang sudah pulang dari sekolahnya.
Cia tidak perduli dengan adiknya karena kejadian kemarin seolah membuat Cia takut jika nanti adiknya menangis melihatnya. Dan juga Cia perhatian dengan Cira karena kasian telah kesakitan akibat melahirkan adik-adiknya.
"Sudah pulang sayang?" tanya Cira membuat Cia mengangguk senang.
"Mommy disekolah ada guru baru sangat cantik. Nanti kalau besar Cia pengen jadi ibu guru itu" cerita Cia membuat Cira tersenyum dan mengangguk.
"Siapa namanya?" tanya Cira membuat Cia berpikir untuk mengingat nama ibu guru baru itu.
"Ganti bajunya dulu, sayang" ucap Rey yang datang setelah mengambil susu Cira. Mendapat perintah dari Daddy nya dengan segera Cia mengganti bajunya.
"Kalian nanti jangan terlalu pokus dengan si kembar. Kasian Cia jika merasa terasingkan" ucap Mama Cira membuat Cira mengangguk.
Rey membawa baby G ke kamar karena sudah tertidur lelap "Sayang!!!" teriak Rey dari atas. Kini kamar mereka sudah kembali keatas.
Mendengar itu membuat Cira merasa khawatir takut terjadi hal buruk terhadap anaknya. Dengan terburu-buru Cira naik tangga diikuti oleh orang tua Cira dan Cia bahkan mbak Ijah pun ikut.
"Ada apa mas?" tanya Cira yang masuk kedalam kamar anaknya dan menatap kondisi baby G.
"Ini kamar baby G dan J kenapa seperti bengkel motor" ucap Rey frustasi melihat isi kamar anaknya yang luar biasa menakjubkan.
Cira pun mengedarkan pandangannya menatap sekeliling kamar. "Mama, papa" ucap Cira yang mengetahui ulah siapa dibalik kamar bengkel motor tersebut. Tersangkanya hanya menyengir saja seolah tidak ada dosa untuk tindakannya.
"Ini kenapa ada gayung?" tanya Rey dan mengambil gayung sepasang yang berwarna biru tua dan biru muda.
Rey dibuat geram dengan mertuanya karena mendekorasi kamar anaknya dengan tidak teratur. Dia setuju jika temanya mobil atau motor tapi tidak dengan bengkelnya juga. "Hah...." desah Rey menenangkan diri nya.
"Kami hanya ingin cucu-cucu kami membuat perusahaan mobil dan motor. Dan masalah gayung papa tidak tau, karena mamamu yang membelinya" terang pak Nugraha membuat Rey dan Cira menghela nafas.
Ini anak-anak gue kenapa. Lahirannya heboh bahkan kamarnya juga aneh batin Rey yang ingin keluar bumi dan menetap di mars saja.
Dengan terpaksa dan agar orang tua mereka kecewa. Rey pun menidurkan anak-anak didalam box berbentuk mobil.
Dan papa mama Cira pun memilih pamit karena mendapat kan telepon dari pihak sekretaris nya karena ada meeting. Kini Rey dan Cia sedang berenang di kolam karena Cia katanya akan mengikuti lomba renang. Sehingga dia dengan giat berenang dan mengajak papa, Daddy dan bahkan Oma untuk mengajarinya berenang yang baik dan benar.
Setelah beberapa menit mereka pun selesai berenang dan karena capek Cia pun tidur "Selamat tidur anak Daddy" ucap Rey yang menyelimuti Cia dan mencium keningnya lalu keluar kamar menyusul Cira.
"Sayang?" ucap Rey ketika tidak melihat istrinya di kamar. Dan Rey membuka kamar si kembar yang ternyata istrinya sedang tidur dengan menyusui baby G.
Melihat itu membuat Rey kasihan dengan Cira. Rey mengambil baby G dari gendongan Cira dan meletakkan bayi itu di boxnya.
Rey menggendong Cira untuk dipindahkan tidur ke kamarnya. Dengan menatap wajah istrinya penuh kebahagiaan dan mencium kening istrinya. "Terima kasih sayang karena sudah mau mengandung dan melahirkan anak kita. aku mencintaimu, sangat dan untuk selamanya."ucap Rey merebahkan Cira diatas ranjang. Dan Rey ikut tidur di sampingnya dengan memeluk posesif istrinya.
...*****...
Hari terus berganti kini usia si kembar sudah sebulan. Dan banyak kejadian baru yang mereka dapatkan dan mengamati setiap perubahan pertumbuhan dan perkembangan si kembar. Rey sudah mulai bekerja ke kantor karena kondisi dari papanya Chan yang sudah tua dan menurun membuatnya mudah sakit.
Kedua bayi kembar itu semakin hari semakin menampilkan sikapnya. Bahkan baby G yang ganteng dan tampang dinginnya ternyata sangat jahil yang sudah terlihat dengan suka memukul baby J. Sedangkan baby J masih sama cengeng dan pemalu.
Si kembar selalu menjadi rebutan oleh nenek dan kakeknya karena gemas apalagi ketika kedua bayi itu bersin dan kentut.
Bahkan banyak orang gemas dengan tingkah bayi 1 bulan itu yang sudah memiliki banyak ekspresi lucu.
"Chan tolong nanti jemput Cia. Meeting biar gue aja yang ngehendel" ucap Rey yang masih sibuk berkutat dengan laptop dan berkasnya.
"Baik" ucap Chan yang juga sama sibuknya dengan Rey. Yang terkadang mengerutkan dahinya ketika melihat ada yang salah.
Setelah beberapa menit berlalu kini Chan sudah berada didepan sekolah Cia. Menunggu gadis cilik itu keluar dari sekolah. "Ayah Chan!!" panggil Cia dengan suara lantang membuat Chan memandang kanan kiri dan belakangnya untuk melihat siapa yang dipanggil Cia.
"Ayah!!" ucap Cia lagi ketika sudah berada didekatnya. Mendengar itu membuat Chan membeku diam.
Ada apa dengan anak ini batin Chan karena tidak biasanya Cia memanggilnya dengan sebutan ayah biasanya juga Om.
"I-iya?" ucap Chan gugup karena mereka menjadi bahan tatapan mata para ibu-ibu yang menjemput anaknya.
"Ayah,,ayo masuk. Aku kenalkan dengan ibu guru cantik" ajak Cia tapi lebih tepatnya menyeretnya karena Chan merasa bingung dengan ucapan Anak bosnya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...Terima kasih semuanya....