Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Kalah


Cia bersembunyi di balik sofa bersama Aidan, entah mengapa walau sering bertengkar tetapi mereka akan baikan lagi.


"Aidan kalau Papa Kerta kesini lo yang langsung berdiri ya, gue yang lari" ucap Cia berbisik.


"Enak saja, kalau ketahuan lah kita berdua yang kena harusnya, enak banget aku ketangkep tapi kau nggak" ucap Aidan kesal bersender dibelakang sofa dengan tangan berlipat dada dan dengan mulut ala bebeknya.


"Nanti aku beliin es krim deh" ucap Cia bernegosiasi.


"No! "teriak Aidan membuat Papa Kerta yang sedang mencari mereka di dekat sofa tersebut langsung mencari sumber suara


Mendengar teriakannya membuat Cia segera membekap mulut Aidan dengan tangannya dan mata melotot kearah Aidan.


"Sssttt, nanti ketahuan"bisik Cia tanpa diketahui bahwa Kerta sudah berada diantara mereka dengan berjongkok menatap tingkah mereka.


Hemzz


Deheman seseorang membuat mereka Cia dan Aidan melihat ke arah suara dan betapa terkejutnya mereka karena ketahuan dan dinyatakan kalah.


"Papa!" ucap Aidan terkejut


"Maling ngesot!" ucap Cia tak kalah terkejutnya.


"Ketahuan, kalian kalah" ucap Papa Kerta dengan senyum jahilnya.


"Kamu sih! "ucap Cia menyalahkan Aidan lalu pergi ke tempat Andra duduk


"Kok aku sih! " bela Aidan dengan kesal lalu pergi mengikuti kemana Cia.


Papa Kerta yang melihat hal tersebut hanya senyum-senyum saja karena anaknya aktif bermain jika bersama Cia daripada dirumahnya hanya menatap layar Ipad-nya saja.


Ia sekarang hanya tinggal mencari Si batang kayu yang entah dimana bersembunyi.


"Si batang kayu kemana lagi sembunyi ya" gumamnya dengan membuka setiap kamar, hingga sebuah benda jatuh terdengar.


Dengan cepat Papa Kerta mencari sumber suara. Ceklek. Buka Papa Kerta pada kamar tamu. Dan yang dilihat nya adalah mertuanya yang sedang terduduk memegang jempol kakinya, dengan wajah kesakitan. Namun, itu justru membuat Papa Kerta tertawa karena ekspresi yang dikeluarkan mertuanya lucu.


"Papa kenapa?"ucap nya disela tertawa membuat mertuanya kesal


"Kamu ini bukannya bantuin malah ketawa! "ucapnya bangkit lalu memukul lengan menantunya.


"Maaf, habis Papa kayak Mbah cangkul" ucapnya dan tertawa lagi.


"Kepala mu yang ngekor, tadi Papa mau ke kamar mandi eh,,, denger suara kamu Papa buru-buru dan yah... begitu jadi kayak gini" ucapnya


"Yaudah, sini aku bantu, biar nanti diobati sama Andra takut nanti jempol kaki Papa di amputasi" ucap Kerta dan mendapatkan geplak di kepala-nya.


Itulah mereka sudah kayak ayah dan anaknya, memang sebelum Kerta menikah Andra, ia sudah sering kesini main dengan Rey makanya sudah dianggap anak dan mertuanya ini menjodohkan Kai dengan Andra katanya biar lebih tenang.


"Amputasi kepalamu, mana ada, orang cuma keseleo jempol aja! " ucapnya tak terima.


"Yaudah Papa bisa jalan ndak?, perlu aku panggil ambulan nggak?" ucap Kai santai bersiap menelpon.


"Lah kamu kira Papa stroke apa dipanggil ambulan!, Papa bisa jalan sendiri! "ucapnya langsung keluar kamar meninggalkan Kai


Kai hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum, "ternyata anak sama ayah sama saja" ucapnya mengingat tingkah istri nya.


"Capek juga ya, mendingan kembali aja deh siapa tau Si Batang Kayu ada disana" gumamnya lalu pergi menghampiri istrinya di taman.


Saat Kai di dapur dia melihat istrinya sedang bersama Cia membuat minuman sehingga Kai memilih untuk menghampiri istrinya itu dengan berbicara masalah Mommy yang Cia ceritakan.


"Cia kapan mau ketemu Mommy lagi" ucap Andra yang sedang mengaduk teh.


"Tidak tau kak, soalnya Cia ketemu nya di bandara, itupun tanpa kenalan" ucapnya lesu, karena kecik kemungkinan bertemu lagi.


"Wih.... lagi bahas apa nih? " ucap Kai yang langsung meminum jus mangga.


"Lagi bahas Mommy yang Cia maksud Pa" ucap Andra.


"Owh,,, mau Kak bantu nggak Cia? "ucap Kai semangat.


Mendengar hal tersebut membuat Cia tersenyum dengan mata yang berbinar lalu menganggukkan kepalanya, membuat Kai mengelus rambut Cia.


"Besok ikut kak ke bandara ya? "ucap Kai


"Ngapain kak, jangan bilang mau buang Cia di bandara" ucap Cia menyudutkan


"Nggak akan sayang, nanti kita check cctv-nya yang ada di bandara, mumpung kakak Kai punya temen kerja disana" ucap Andra menjelaskan.


Cia udah pernah di buang tapi lebih tepat nya ditinggal di bandara karena Cia berfoto jadi tanpa disadari ia melepaskan tangannya pada pegangan baju Papa nya, waktu itu pas mau liburan ke Jogja bersama keluarga besar. Itulah mengapa Cia jarang mau diajak ke bandara.


"Iya sayang" ucap Kai lalu mencium pipi Cia dan istrinya.


"Bagus...... Lo enak-enakkan disini, sementara gue pengap ngumpet!" Ucap seseorang dari belakang menatap mereka. Ia adalah Rey dengan pakaian dan rambut yang acak-acakan khas baru bangun.


"Lha, bukannya lo yang enak-enakkan dapat tidur lah gue capek nyari lo" ucap Kai lalu berjalan membawa nampan berisi minuman untuk mereka.


"Kan gue bosan, eh.... malah jadi ngantuk nungguin lo nggak datang-datang" ucap Rey mengikuti langkah Kai tanpa memperdulikan bahwa ada dua makhluk disana yang kini sedang mengikuti mereka.


"Daddy kayak nunggu istri untuk malam pertama aja, pakai menunggu segala, bosan ya tinggal nyerah aja kali! " ucap Cia membuat mereka bertiga terdiam dan menatap Cia. Yang sedang berjalan mendahului mereka.


"Cia ucapannya! "teriak Rey mengejar Cia yang sudah duduk di samping Papanya. Membuat Kai dan Andra geleng-geleng kepala.


"Saudara mu tu loh, Yang bikin malu aja" ucap Kai berjalan beriringan deng Andra.


" Udah biasa, Rey itu posesif, cuek dingin gitu sama Cia, maklumlah Cia kan sudah dianggap anaknya sendiri" ucap Andra.


"Iya sih, Coba aja Mama masih disini pasti dia seneng liat Cia yang sudah mulai besar, padahal kan ini kan keinginannya untuk memiliki anak perempuan lagi" ucap Kai mengenang sosok ibu mertua nya yang sudah dianggap ibunya sendiri.


"Udahlah,, yang berlalu biarlah berlalu kita fokus aja pada masa sekarang, kita rawat Cia seperti Anak sendiri lagian itu juga kan pesen Mama" ucap Andra santai, walau di lubuk hatinya menangis.


"Maaf ya, membuat luka mu terbuka"ucap Kai lalu mencium pipi dan bibir Andra. Chup.Chup.


"Udahlah mas, udah deket nanti dilihat Aidan sama Cia kan nggak baik" ucap Andra.


Akhirnya Kai dan Andra sampai, lalu meletakkan minum dimeja dan langsung disambut oleh protes dari Aidan


"Kok lama Ma, Aidan kan haus" protesnya lalu langsung mengambil minuman tersebut.


Tanpa memperdulikan protes dari cucunya, Papa Cia malah melihat Anak-anak Cia dan Rey yang sedang adu argumen.


"Kan memang bener Daddy! " ucap cia kesal


"Tapi bahasa mu tidak cocok sayang, jangan diulangi lagi ya? " ucap Rey yang mulai mengalah lalu mengusap rambut Cia.


"Iya" ucap Cia marah dan kesal lalu memalingkan wajahnya.


"Eh,,,sopan ya mana? " ujar Rey menasehati


"Iya Daddy ku yang paling ganteng, tapi posesif" ucap Cia pelan di akhir. Membuat Rey mencubit pipi Cia gemas.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Maaf banget baru up date soalnya kemarin-kemarin lagi nggak ada ide banget ditambah banyak banget tugas jadi nggak dapet feeling buat nulis. Maaf ya. semoga ini bisa memberikan semangat kaliam buat selalu nunggu update ceritaku ini. Maaf juga jika ada yang salah dipenulisannya. Mohon di maafkan dan di maklumi. Terimakasih 💖