Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Mommy


Pagi yang sangat cerah untuk Cia karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan Mommy nya. Namun tidak untuk Rey yang kesal karena tidak bisa tidur membuat aura dinginnya menyebar di setiap ruangan.


"Pagi..... duniaku!" ucap Cia saat membuka matanya lalu beranjak menuju kamar mandi untuk menggosok giginya.


Sudah menjadi kebiasaan Cia bangun sendiri karena ia sudah terbiasa akibat ajaran Oma Ega yang sangat disiplin.


Cia segera ke meja makan menghampiri mereka yang sedang duduk menunggu sarapannya.


"Pagi semua" ucap Cia duduk di kursi samping Papanya. Yang sudah ganteng dengan setelan kerjanya.


"Pagi sayang" ucap Papanya lalu mencium Cia.


"Pagi juga Adik Kakak yang cantik walau bau iller" ucap Kerta membuat Cia mendengus sebal.


"Kak Kerta kita jadi pergi kan" ucap Cia yang melupakan rasa sebalnya.


"Mau pergi kemana Cia? " tanya Papanya ikut masuk ke pembicaraan Kerta dan Cia. dan Cia terdiam mencari alasan namun sudah Kerta menjawabnya.


"Mau ke taman Pa" Ucap Kerta berbohong karena Cia menyuruh Kerta untuk tidak memberitahu siapa-siapa.


"Owh... nanti hati-hati ya, maaf Papa nggak bisa ikut ada meeting sekarang"ucap Papa Cia dengan mengelus rambut Cia dan Cia hanya mengangguk dengan mulut penuh makanan.


"Mama! "teriak Aidan dari kamar mereka.


Mendengar teriakan itu Rey yang memang masih berada dikamar segera masuk ke kamar Andra dan melihat Aidan yang menyembul kan kepalanya dari pintu kamar mandi.


Rey yang melihat pun segera menghampirinya "Apa "ucap Rey dingin


"Om ambilkan handuk Aidan dong, di lemari"ucap Aidan menyuruh Rey dan menunjuk ke arah lemari.


Rey pun mengambilkan handuknya tanpa bicara lagi. "Nih"ucap nya dengan menyerahkan handuk tersebut.


"Makasi Om ganteng"rayu Aidan,lalu menutup pintu kamar mandi.


Rey hendak membuka pintu namun ternyata pintu tersebut sudah terbuka dan menampilkan sosok pria tampan.Kai.


Kerta terkejut karena Rey ada dikamar ya "Eh?!"ucapnya terkejut karena aura dingin dari Rey.


"Dikontrol" ucap Rey dengan wajah dinginnya lalu menepuk pundak Kerta dan melenggang pergi.


Kerta yang bingung meresapi ucapan Rey membuatnya terdiam hingga teriakan dari Aidan menyadarkannya.


Maksudnya apa ya? batin Kerta


"Papa! "ucap Aidan teriak karena Papanya sedang melamun.


"Eh, Iya sayang, ada apa? " tanya Kerta lalu mendekati Aidan.


"Mama mana? "ucap Aidan yang hanya berbalutkan handuk kayak anak perempuan kalau pakai handuk yang terlihat sangat lucu.


"Mama lagi nyiapin makanan" ucap Kerta lalu mengambil minyak telon untuk Kerta.


"Sini pakai ini dulu? "ucap Kerta lagi yang duduk di sisi ranjang. Dan Aidan pun mendekat untuk dibalurin minyak telon lalu memakai baju nya.


Sementara Rey kini sedang sarapan bersama dengan aura yang dingin.


"Rey hari ini meeting sama siapa? "tanya Papanya.


"AN grup"ucap Rey dingin.


"Es batu" ucap Cia saat mendengar ucap Rey.


Rey yang tak perduli pun segera beranjak dari kursinya bersiap kekantor karena ada masalah yang terjadi dikantornya.


"Rey berangkat"ucap Rey pamit kepada mereka.


"Dad kerja" ucapnya kepada Cia yang diangguki oleh Cia.


Sepeninggalan Rey kekantor, Andra bingung dengan sikap Rey yang seolah siap menerka siapa pun.


"Rey kemasukan apa ya? "ucap Andra yang melihat tingkah Kakaknya kembali mode dingin.


"Beruang kutub" celetuk dari arah tangga yang ternyata Kerta


"Wus... kamu ini" ucap Andra menasehati Kerta karena ucapnya yang ngawur.


Oh iya, Papanya Cia sebenarnya bekerja di cabang Negara M karena sedang ada masalah di kantor cabang disini jadinya ia bekerja disini, nanti kalau udah stabil baru ia kembali, sementara Kerta diperusahaan ya, Rey bekerja di perusahaan pusat yang terletak di sini. sedangkan Andra mengurusi toko kue.


Dikantornya tempat Rey bekerja sedang panas karena aura dingin Rey membuat suasana kantor menjadi panas saking dinginnya aura yang disebar Rey.


"Ini kenapa bisa menurun, kalian dari tim marketing bisa bekerja nggak sih! "ucap tegas Rey.


Bagaimana tidak kesal tadi jam 4 pagi ada email masuk bahwa ada penurunan produk yang sangat signifikan.


Belum lagi ia tidak bisa tidur karena kelakuan adik perempuannya yang bercinta dengan suaminya.


"Maaf pak, ini karena ada produk dari HH grup yang meniru produk kita dengan harga yang murah dan kualitas yang sama pak, sehingga pelanggan lebih memilih produk mereka" Ucap ketua tim marketing.


"Yakin kamu!, sudah diperiksa?! "ucap Rey penuh kemarahan


"Sudah Pak"ucapnya takut lalu menyerahkan berkas hasil pemeriksaan produk tersebut.


"Bangsa*t" ucap Rey melempar berkas tersebut. "Keluar! "ucap Rey kepada ketua marketing tersebut.


Rey sangat frustasi, hingga ingin rasanya ia terjun dari lantai ini. Tapi ia berpikir dirinya belum punya kekasih sungguh malang nasibnya


"Rey, gue udah selidiki pelakunya" ucap Chan yang baru datang lalu menyerahkan kertas yang ia bawa.


Rey kemudian membacanya, lalu meremas kertas tersebut dengan amarah yang sudah di ubun-ubun.


"Seret dia keluar,masukkan dalam blacklist, semua perusahaan yang bekerja sama dengan kita beritahu untuk tidak menerimanya"ucap Rey kepada Chan sekretarisnya.


Chan yang diperintahkan dengan senang hati akan melakukannya bahkan lebih sadis dari apa yang diperintahkan oleh Rey. Karena orang yang berhianat adalah benalu.


Rey sangat ini sedang stress beda halnya dengan Cia yang baru pulang dan dijemput oleh Kak Kerta untuk menuju bandara


"Kak beneran nanti kita dikasih liat cctv-nya? "tanya Cia yang sedang makan makanan yang dibelikan Kerta


Mereka ke bandara-nya hanya berdua saja, karena Andra sedang ada pertemuan dengan teman kuliahnya.


"Bener sayang" ucap Kerta dengan mengelus rambut Cia.


"Okedeh, Cia nggak sabar pengen liat Mommy" Ucapnya dengan mulut penuh membuat Kerta gemas. Kerta memang ingin anak perempuan karen di keluarga tidak ada perempuan.


Sekarang Cia dan Kerta sedang memasuki sebuah ruangan dan disambut oleh pria yang seumuran dengan Kerta dengan pakaian khasnya seorang pilot.


"Hai bro... " sapa-nya pada Kerta yang dibalesnya.


"Hai cantik" sapa Om tersebut kepada Cia


"Hai juga Om ganteng" ucap Cia kenyataan. Memang Om temennya Kerta ini ganteng dengan pakai dinasnya pilot. Kalau Daddy-nya yang pakai pakaian pilot pasti Om ini kalah ketampanannya dibandingkan Daddy pikir Cia.


"Langsung aja deh Candra" ucap Kerta Temennya bernama Candra seorang pilot dan anak pemilik Bandara.


"Oke, "ucapnya dan duduk di depan layar yang sangat banyak yang menampilkan berbagai sudut bandara.


Dia terus mengotak-atik meja ketik itu, karena kemarin Kerta sudah menginformasikan segalanya ke Candra, sehingga sekarang ia hanya tinggal mengcopy filenya saja.


Karena nanti dia akan menyuruh orang untuk menyelidikinya secara pribadi.


"Om jadi pilot itu enak nggak? "tanya Cia yang saat ini pandangannya ke arah ruang berkumpulnya para pilot yang sedang bersantai di kantin yang khusus untuk para pilot dan antek pesawat lainnya.


"Enak bisa keliling dunia"ucap Candra menatap Cia gemas. Ingin rasanya dia mencium pipinya yang gembul itu batin Candra.


"Pengen deh Cia pilot pasti keren" ucapnya membuat Kerta dan Candra tersenyum karena tingkah Cia yang imut dan mengemaskan.


"Belajar yang rajin aja dulu sayang" ucap Candra memberi nasehat.


"Oke Om" ucap Cia mengacungkan jempolnya. "Makasi ya Om ganteng"ucap Cia lagi lalu mendekat dan mencium pipi Candra membuat Kerta dan Candra terkejut.


"Aduh..... kalau Om udah nikah dan punya anak pasti Om jodohkan kalian" ucapnya mendramatisir karena mendapatkan ciuman dari Cia.


"Makanya nikah! "ucap Kerta menyentil kepala Candra lalu tertawa. Karena ekspresi kesal dari Candra.


Terimakasih untuk kalian 💕


Jangan lupa like, vote, komen atau follow juga boleh hahahahaha. 💛