Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Test pack?


Setelah beberapa menit Rey pun datang bersama Cia.


"Mommy, Cia home!!" teriak Cia ketika menuruni mobil. Rey dengan segera menuruni mobil.


"Sayang!"teriak Rey ketika membuka pintu rumah dan melihat sekeliling dimana Istrinya berada.


"Mommy!!"teriak Cia lagi.


"Mommy disini!" teriak Cira. Membuat mereka mencari asal suara tersebut.


"Sayang, kamu hamil?" ucap Rey langsung duduk disamping Cira dan memeriksa perut Cira tanpa memperdulikan orang sekitar. Yang sedang memandang mereka dengan tatapan melongo.


Cira yang melihat tingkah Rey. Malu. Karena Rey menyikapi baju yang dipakai Cira sehingga menampilkan perut Cira yang penuh dengan kissmark. "Mas!!" pekik Cira dengan menjauhkan tangan Rey.


Rey yang baru tersadar akan lingkungannya pun hanya menyengir saja. "Ge-gea kapan kesini?" tanya Rey kikuk.


"Dari tadi kak" ucap Gea.


"Daddy, perut mommy kenapa merah-merah. Pasti di gigit nyamuk, ya?" ucap Cia ketika melihat perut Mommynya yang merah-merah.


Gea hanya terkikik mendengar pertanyaan Cia. Membuat Rey dan Cira saling pandang "Iya, sayang. Nyamuk yang besar" ucap Cira membuat Cia menghampiri Cira. Dan membuka baju Cira seraya mengusapnya.


"Sakit Ndak, Mom?" ucap Cia.


"Tidak sakit, Cia. Malahan enak" ucap Gea menimpali membuatnya mendapatkan tatapan tajam dari Rey dan Cira.


"Gea!" ucap Rey membuat Gea hanya menunjukan 2 jarinya.


"Sayang, sana ganti bajunya dulu, ya?. Cia tau kan kamarnya?"ucap Cira membuat Cia menganggukan kepalanya. dan menuju kamarnya.


Kini Rey, Cira dan Gea yang berada didalam ruang tersebut. Suasana kembali mencekam membuat Gea sedikit merinding.


"Ini tes pack. Buat apa? siapa yang hamil?" ucap Rey dingin penuh penekanan.


Cira dan Gea merasa panas saking dinginnya aura Rey. "Mas,,, jangan marah, ya?" ucap Cira semakin membuat aura hitam Rey keluar.


"Kalau tidak salah aku tidak akan marah, Yang"ucap Rey membuat Gea menelan salivanya dengan susah.


"Jadi gini kak. Gea pergi ke Club untuk ngerayain ultah teman. Lalu Gea mabuk dan setelahnya Gea tidak ingat. Saat bangun Gea sudah telanjang bersama laki-laki. Yang Gea tidak ketahui, kak."ucap Gea sembari menangis.


Rey yang mendengarnya terkejut dan mengebrak meja "Kan sudah sering kakak bilang jangan ke CLUB. Karena disana tempatnya neraka. Sekarang sudah begini mau apa. Kamu tau siapa laki-laki itu!"ucap Rey tegas dengan mata berapi-api.


Gea menangis melihat Rey yang marah "Ti-tidak, kak"ucap pelan Gea.


"Tenang, mas"ucap Cira menenangkan Rey dengan mengusap punggungnya.


"Papi kamu udah tau, masalah ini!"ucap Rey berusaha mengatur nafasnya. Agar tidak terlalu emosi.


"Belum, kak." ucap Gea semakin membuat Rey ingin membunuhnya.


"Daddy!!!"teriak Cia dari arah tangga membuat mereka terkejut.


"Kita lanjutan masalah ini besok. Dan kamu, Gea. Besok kakak akan suruh papi mu kesini. Apapun keputusannya, kakak harap kamu memikirkannya dengan baik-baik. Satu kesalahan saja akan kamu tanggung seumur hidup"tegas Rey kemudian berlalu menghampiri Cia di kamarnya.


Cira yang melihat Gea frustasi hanya mampu menenangkannya. "Semoga besok baik-baik saja. Besok pagi baru bangun kamu coba tes pack. Kamu bisa kan pakainya?" ucap Cira membuat Gea menganggukan kepala.


"Sekarang kamu mandi dan istirahat dulu. Nanti kakak bawakan makanan ke kamarmu. Masalah kakak Rey mu. Biar kakak saja yang menangani nya"ucap Cira sembari menuntun Gea ke kamarnya.


"Jangan berbuat macam-macam. Karena hidup lebih berharga ketika sabar dan ikhlas menjalaninya"ucap Cira membuat Gea memeluknya.


"Terima kasih kak"ucap Gea membuat Cira mengusap punggungnya lembut. Dan mencium pucuk kepalanya.


"Semangat!"ucap Cira membuat Gea sedikit tersenyum.


"Mas?"ucap Cira ketika melihat Rey yang sedang menidurkan Cia.


Rey yang mendengar suara Cira pun membuka matanya dan dilihatnya Cia indah tidur. Dan Mereka meninggalkan nya dan menuju ke kamarnya.


"Aku gagal, yang" ucap Rey memeluk tubuh Cira dari belakang yang kepalanya berada dipundak Cira. Membuatnya mengusap rambut Rey.


"Kamu tidak gagal, sayang. Ini sudah takdirnya"ucap Cira sembari membawa Rey ke ranjang.


"Om Ardi sangat tegas dan keras kepala, yang. Kalau ia tau masalah ini. Bisa-bisa Gea di usir dan di asingkan. Dan Om Ardi itu kejam. Ia tidak akan segan-segan membunuh orang jika ada yang menganggu keluarga nya" ucap Rey dengan mengusap wajahnya kasar.


"Papa udah tau masalah ini?" tanya Cira membuat Rey mengangguk.


"Serahkan semuanya kepada Tuhan. Karena beliau yang maha tahu setiap jalannya" ucap Cira membuat Rey mengangguk dan merebahkan dirinya di ranjang.


Cira pun ikut merebahkan dirinya disamping Rey. Dengan cepat Rey langsung membenamkan wajahnya di antara dada Cira.


Rey yang mula sedih dan galak kini menjadi semakin jahil dengan memasukan kepalanya di balik baju Cira. Membuat Cira terkejut dan memukul kepala Rey.


"Sakit, yang!"ucap Rey mengeluarkan kepala.


"Kamu ini. Belum ada semenit kamu sedih-sedih dan galak. Sekarang malah mesum. Ada Cia dan Gea disini!" ucap marah Cira. Membuat Rey hanya menampilkan gigi nya.


Dan kembali menenggelamkan wajahnya di dada Cira dan memeluk Cira bagaikan bantal guling.


"Sayang,, kamu hamil ya?" ucap Rey dengan mata berbinar menatap Cira.


Mendengar ucapan Rey membuat Cira tersenyum jahil "Iya aku hamil. Tapi bukan anak kamu, mas"ucap Cira pelan.


Rey sontak terkejut dan menindih Cira, untuk melihat mata Cira. "A-apa ka-kamu bilang?" ucap Rey dengan nada tidak percaya.


"Iya, mas. Karena sebelumnya aku sudah tidur dengan seseorang"ucap Cira membuat Rey melu*mat bibirnya.


"Siapa laki-laki itu?!" ucap Rey kesal dan menggeram yang tangannya sudah menjalar ke paha Cira. Membuat Cira kegelian.


"Laki-laki itu sangat tampan mas"ucap Cira memanasi Rey membuat Rey memasukan tangannya kedalam celana Cira.


"Akh!!"ucap Cira ketika dengan jahilnya tangan Rey masuk kedalam intim nya.


Rey tersenyum devil. Lalu memaju mundurkan jarinya membuat Cira melenguh nikmat. "Jadi dia sangat tampan, ya?" ucap Rey membuat Cira hanya bisa merem melek akibat kenikmatan yang diberikan oleh Rey.


"Udah, mas!"ucap Cira ketika tiga jari Rey sudah masuk dan mengocoknya.


"Apakah laki-laki itu, lebih kuat dari pada aku!"ucap Rey membuat Cira menggeleng. Dan Rey tersenyum mendengarnya.


Cira mendesah dengan tertahan karena takut ketahuan oleh Gea dan Cia. "Huh!" desah Cira ketika sudah mencapai klimaks nya. "Laki-laki itu adalah Reyodra Aditama, mas!" ucap Cira disela mengatur nafasnya akibat dari perbuatan Rey.


Reyodra Aditama, siapa? batin Rey ketika lupa siapa dirinya. Kemudian teringat bahwa dirinya lah Reyodra Aditama.


Rey yang terkejut dan tersenyum kemudian mengecup kening Cira. Akibat di bakar api cemburu membuat pikirannya kacau. Padahal dirinya yang pertama untuk Cira.


Bagaimana bisa lupa, Rey. Kan dirimu yang memperawaninya batin Rey.


"Maaf tadi aku cemburu" cicit Rey membuat Cira tersenyum dan memeluknya.


"Tidak apa-apa. Mau lanjut?" ucap Cira yang kini menggoda Rey membuatnya tersenyum sumbringah.


Rey membopong Cira ke kamar mandi supaya tidak terdengar oleh Gea maupun Cia. Mereka melakukan hubungan suami istri di kamar mandi sembari mereka mandi untuk bersiap ke rumah Papanya Cira.


Setelah pertama kali merasakannya membuat Cira maupun Rey menjadi candu. Mungkin pacaran setelah menikah menjadi lebih seru karena bisa mencoba segala hal tanpa perlu khawatir apa pun.