Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Mobil


Mereka memilih untuk segera keluar dari kedai bubur. Akibat Cira sudah terbakar api, mendengar setiap percakapan karyawan yang mengagumi suaminya.


"Ngapain ketawa, sih mas." ucap Cira ketika mereka sudah berada didalam mobil.


"Kamu lucu. Kalau sedang cemburu" ucap Rey yang sedang menyetir mobilnya.


"Siapa yang cemburu!" ucap Cira kesal dengan bersidekap dada.


Mereka akan pergi ke rumah mereka untuk sekadar untuk istirahat sebentar. Karena akan kembali lagi ke kantor.


Di dalam perjalan diisi dengan godaan Rey terhadap Cira yang cemburu. Sedangkan Cira semakin kesal dengan Rey yang terkadang memukul lengan atau mencubit pinggang Rey.


Mereka sudah sampai di garasi rumah. Namun Rey mengunci Cira didalam mobil.


"Mas, aku mau keluar!. Buka pintunya."ucap Cira dengan kesal karena Rey mengunci pintu mobil.


Rey membuka sabuk pengaman nya kemudian Mandang Cira "Mas, mau ngapain?" ucap Cira karena jarak mereka semakin dekat.


"Mau nyoba di mobil" ucap Rey mencium bibir Cira membuat Cira yang tadinya ingin protes tertahan.


Rey terus melu*mat bibir manis Cira dengan lembut sembari membuka sabuk pengaman Cira kemudian mengontrol kursi menjadi terlentang.


Membuat Cira tersentak kaget karena sudah tertidur. "Mas, jangan bilang kita di mobil?" ucap Cira menelisik ketika ciuman mereka berhenti membuat Rey hanya tersenyum dan mengangguk menanggapinya.


"Mas,,mendingan dikamar aja"ucap Cira bernegosiasi namun dibantahkan oleh gelengan dari kepala Rey.


Tangan Rey sudah masuk melalui dress yang dipakai oleh Cira. Membelai dan sedikit meremas adalah gaya menggoda dari seorang Rey yang mampu membuat Cira meremang.


"Kita cari suasana baru, yang."ucap Rey seraya menye*sap habis gundukan Cira yang sudah tidak terbungkus lagi.


"Tapi, mas. Masa, iya di mobil?" protes Cira. Namun, di hiraukan oleh Rey. Yang terus membuat kissmark di bagian favorit nya.


"Rey!!"desah Cira ketika Rey bermain di bawah sama menggunakan tangannya yang sedang membelai kacang merahnya dengan manja. Membuat Cira gelisah nikmat.


Rey tersenyum ketika melihat wajah memerah Cira akibat menahan gairahnya. "Rey!!"ucap Cira kembali ketika jarinya sudah masuk dan mengocoknya. Membuat Cira kepanasan.


"Iya, sayang?" ucap Rey dengan nada tidak bersalahnya.


"Mmm, Rey. Aku udah nggak tahan" ucap Cira karena mencapai pelepasannya.


"Keluarkan, yang"ucap membuat Cira mengangguk dan mengapit tangan Rey. Dan keluarlah cairan bening tersebut. Membuat Rey tersenyum melihat Cira yang ngos-ngosan untuk mengatur nafasnya.


"Kamu masih cemburu, pada mereka? yang tidak bisa merasakan hal ini?"ucap Rey membuat Cira menggeleng kan kepalanya.


Mereka sudah tidak memakai pakaian apapun"Oke. Kita akan masuk ke permainan sesungguhnya. Biar kamu percaya diri bahwa aku hanya milik kamu"ucap Rey seraya membuka kaki Cira lebar kemudian diarahkannya benda tumpul yang sudah mengeras dari tadi.


Kemudian mencium bibir Cira. Sembari menggoyang ya bokong nya naik turun. Membuat Cira maupun Rey merem melek.


Mobil yang terparkir di garasi pun berdecit dan ikut bergoyang mengikuti kegiatan yang orang lakukan didalam mobil tersebut.


Setelah melakukan kegiatan tersebut didalam mobil. Rey membopong Cira ala bridal style masuk ke dalam rumah melalui pintu garasi yang menyambung ke dapur.


Untungnya rumah mereka belum ada satpam ataupun pembantu di rumah. Kalau ada bakalan terulang lagi yang ada di kantor tadi atau bahkan lebih karena mereka sedang polos-polosnya.


"Yang, kamu istirahat aja. Aku mau kembali kekantor untuk meeting" ucap Rey setelah membersihkan dirinya dan juga Cira.


Cira sedang duduk di ranjang dengan Rey yang sedang mengeringkan rambutnya. Cira terlalu lelah untuk bergerak.


Bercinta didalam mobil membuatnya kehabisan tenaga. Akibat ruang geraknya yang sempit.


"Aku ikut, mas" ucap Cira manja.


"Tidak. Aku ingin melihat-lihat saja. Siapa tau aku dapat daun muda" ucap Cira yang langsung direbahkan oleh Rey dan melu*mat bibir Cira.


Cira yang mendapat kan serangan mendadak dari Rey pun memukul punggung Rey. Agar berhenti karena ia sudah kehabisan udara.


"Berani, kamu mandang atau lirik cowok. Detik itu juga aku cium kamu. Walau ditempat umum sekalipun!"ucap Rey tegas kemudian kembali mencium bibir Cira.


"Mas,"ucap Cira mendorong tubuh Rey yang menimpanya.


"Ini hukuman, kalau kamu berani, dekat dengan cowok" ucap Rey yang kembali melu*mat bibir Cira.


"Iya, aku tidak akan mandang ataupun lirik cowok lain, selain kamu, sayang." ucap Cira membuat Rey terkekeh lalu mencium kembali leher Cira.


Dering ponsel Rey menyadarkan mereka dari kegiatan manja dan cemburu mereka.


"Iya, aku akan segera kesana" ucap Rey kemudian kembali menutup sambungan telepon tersebut.


"Jadi, ikut?" ajak Rey membuat Cira mengangguk senang. Kemudian menyambar tas yang ada di meja hias nya.


"Kita nggak jadi ke kantor" ucap Rey kesal karena melihat Cira semangat.


Dia pasti ingin segera melihat cowok-cowok disana batin Rey cemburu.


Mendengar ucapan dari Rey membuat Cira mengerem mendadak dari kegiatan larinya menuju mobil. Kemudian memandang Rey dengan tatapan kesal.


"Kenapa?!" ucap Cira dengan nada dongkol.


"Nggak kenapa-kenapa!"ucap Rey berjalan mendahului Cira yang sedang terbengong dalam pikirannya.


Kenapa lagi ini, orang. Baru aja dapat jatah sudah seperti Singa saja batin Cira ketika melihat Rey melewatinya.


"Mas, kita pakai taksi aja. Mobilnya bau, mas." ucap Cira ketika membuka pintu mobilnya.


Karena mereka hanya membawa satu mobil saja ke rumah baru mereka. Dan mobil tersebut dipakai untuk enak-enak. Sehingga mau bekas bercinta sangat menyengat di dalam hidung Cira. Membuat Cira ingin muntah.


"Pakai ini aja. Kalau pakai taksi takutnya terlambat" ucap Rey namun membuat Cira mengurungkan niatnya untuk ikut.


"Aku ingin muntah, mas. Kalau menciumnya. Mendingan aku tidak ikut aja, deh." ucap Cira membuat Rey menghela nafas dan pasrah harus menaiki taksi.


Sebenarnya bisa saja Cira dirumah. Namun, karena Rey tidak ingin jauh dari Cira ataupun sebaliknya akhirnya mereka memilih untuk bersama-sama.


"Kita pakai mobil dirumah papa. Aku telpon supir nya. Biar nanti kamu juga nyaman" ucap Rey yang mengetahui kalau Cira butuh banyak istirahat untuk memulihkan tenaganya.


"Boleh, deh" ucap Cira seraya menunggu jemputan dari rumah papa Aditama.


Setelah menunggu beberapa menit datanglah mobil yang akan ditumpangi oleh mereka ke perusahaan.


Setelah memasuki mobil Cira sudah memejamkan mata tidur dan menyandarkan kepalanya di bahu Rey.


Akhirnya mereka sampai di perusahaan. Rey yang kasihan melihat Cira kelelahan yang masih tertidur pulas pun akhirnya menggendong nya ala bridal style untuk memasuki ruangannya.


Dengan melalui jalur khusus. Walau karyawan disana sedikit. Namun, karena rumor mereka sudah menyebar membuat tatapan mereka tertuju pada mereka.


"Aura si bos beda banget" ucap karyawan yang melihat mereka.


"Iya, Apalagi kalau sama istrinya. Semoga aja si bos cepat punya anak. Pasti lucu" ucap karyawan nya lagi.


Mereka untuk saat ini menjadi bahan gosipan untuk para karyawan nya. Dan ada juga yang tidak suka dan tidak percaya akan bos mereka sudah menikah.