Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Ketemu Cucu Mantu


Om yang masih dengan kebingungannya hanya bisa menunggu Rey untuk menjelaskannya "Oma tadi sama Cia baik-baik saja tapi mengapa sekarang jadi gitu Rey?" tanya Oma penasaran.


"Emangnya Oma tadi ngapain aja?" pancing Rey membuat Oma berpikir sejenak.


"Cia cerita kalau dia udah dapat Mommy untuk Daddy-nya"ucap Oma yang mengingat percakapannya dengan Cia. Maklum saja Oma udah berumur sehingga mudah lupa.


Rey yang mendengarnya terkejut karena Cia cerita tentang Cira kepada Oma. Sedangkan hubungannya dan Cira tak seperti itu. "Oma, Cia masih kecil jangan terlalu ditanggapi omongannya ya?" ucap Rey.


Cia yang tadi menangis sekarang sudah tertidur dengan lelapnya di bawah selimut yang berwarna pink. Sehingga tidak menggangu acara mengobrol Rey dan Oma.


"Kita di taman belakang aja ngobrolnya Rey, sekalian Oma mau liat kondisi disana" ajak Oma dan diikuti oleh Rey.


"Oma, mau minum biar sekalian Rey ambil kan?" tanya Rey membuat Oma berpikir sejenak, untuk memilih teh atau kopi atau susu.


"Oma mau teh aja. Lagian kalau Oma minta kopi nanti yang datang malah susu" ucap Oma dengan nada yang sedikit kesal. Rey terkikik geli mendengarnya. Tapi memang benar orang seusia Oma memang dilarang minum yang bercafein tinggi. Dan teh hanya seminggu 2 kali sehingga Oma hanya mengkonsumsi air putih biasa dan susu saja, supaya kesehatannya terjaga.


"Yaudah Rey bikinin, Oma duluan aja kesana, lagian Rey juga mau menelpon sekretaris Rey" ucap Rey yang diangguki Oma.


Setelah beberapa menit Rey datang membawa 2 gelas teh ditambah sepiring kue buatan toko. Oma sedang berkeliling ditemani tukang kebun dan mengarahkan tukang kebun tersebut memangkas tumbuhan yang dirasa perlu perhatiannya. Walau hari semakin sore, semangat Oma tak pernah luntur termakan usia.


"Oma tehnya?!" ucap Rey sedikit keras agar didengar oleh Oma.


Oma pun menoleh saat mendengar suara Rey "Bapak istirahat dulu, nanti sorean lagi baru bapak bereskan lagi" ucap Oma yang diangguki bapak kebun den menghampiri Rey.


Om duduk disebelah Rey lalu menyeruput tehnya "Teh tawar?" ucap Oma setelah mencicipi tehnya.


"Iya, karena sudah kuenya yang manis"ucap Rey membuat Oma mendengus kesal.


"Rey,,Oma mau nanya?" ucap Oma membuat Rey menganggukkan kepalanya dan menoleh kearah Oma. "Gimana masalah kantor?" tanya Oma.


"Iya untuk saat ini aman Oma, cuma waktu ini pernah bermasalah saja di Amerika tapi sekarang udah beres kok Oma" jeda Rey meminum tehnya "Oma tidak lama lagi Oma Ega pengen ngajak Cia bersamanya untuk di didik disana karena katanya kita para laki-laki tidak bisa mengurus keperluan, perkembangan dan pertumbuhan dari Cia. Tapi Rey nggak mau pisah dari Cia, Oma." ucap Rey lagi panjang lebar.


Oma sedikit tersentak karena Ia tau Oma Ega saat keras dengan gaya militernya. "Yaudah jalan satu-satunya kamu atau nggak Papamu nikah." ucap Oma Ida dengan santainya.


Rey yang mendengarnya hampir tersedak oleh minumannya "Oma. Oma pasti udah denger kan dari Cia yang bahas masalah Mommynya?. Sebenarnya Mommy yang dimaksud itu adalah Cinta pertama Rey waktu SMA dan sadisnya itu bertepuk sebelah tangan Oma." ucap Rey membuat Oma tertawa terbahak-bahak, menertawakan nasib cucunya itu.


"Owh...yang kamu bilang Cireng Basi itu??, musuh bebuyutan kamu itu?" tanya Oma disela tawanya.


"Iya Oma"ucap Rey sontak saja kembali memunculkan gelak tawa dalam diri Oma.


"Kualat kamu Rey!!" ucap Oma sedangkan Rey kesal dan berusaha sabar aja ketika dirinya ditertawakan oleh Oma.


"Oma,,,ish. Tapi Oma aku heran, kenapa Cia bisa nemplok gitu ya sama Cira bahkan sebelumnya tidak gitu. Sekretaris lama aku aja sampai sekarang dimusihin banget sama dia. Dibilang ulat keket lagi Oma." keluh Rey pada Oma Ida. Oma hanya menepuk pelan punggung Rey sebagai tanda sabar.


"Owh....Namanya Cira toh,,," ucap Oma. "Ajak kesinilah Rey, biar Oma ketemu Calon Cucu Mantu Oma itu" ucap Oma dengan wajah penasaran untuk melihat perempuan yang yang bagaimana mampu menolak Cucu tampannya ini.


"Dendam lebih lebar dari gidat Oma" ucap Rey tertawa membuat Oma mengeplakkan.


"Kamu juga kalau udah seumuran Oma bakalan lebih parah dari Oma. Sekarang aja gidat kamu udah seperti lapangan sepak bola.Luas." nyinyir Oma membuat Rey segera memeluknya dan menyenderkan kepalanya di bahu Oma.


"Rey kalau udah tua akan tetap tampan, Oma." ucap Rey seraya bergaya ala majalah dewasa yang menjerumuskan ke rumus bayang-bayang.


"Alah,,,tampan aja nggak laku, kalau pacar aja nggak punya!!" sinir Oma membuat Rey melongos.


"Oma,,,,"ucap Rey dengan nada penuh penekanan.


Oma yang mendengar nada bicara Rey hanya menyengir kuda saja dengan menggaruk kepalanya yang ketombean. "Owh ya, Rey. Cia kenapa tadi??" tanya Oma.


Oma yang mendengarnya pun ikut tertawa. Karena mau perawatan bagaimana pun kulitnya akan melorot karena keriput. Semua itu sudah takdir justru itu menjadi daya tarik Oma-Oma agar makin disayang anak dan cucunya.


"Bukan melorot lagi tapi keropos.Hahaha." ucapnya sembari tertawa lagi.


"Tapi Oma makin tua makin cantik aja. Buktinya Aki Juned naksir sama Oma. Udah kayak anak ABG aja. CLBK" ucap Rey tertawa.


Memang Oma makin tua makin cantik. Sehingga banyak mantannya yang minta balikan. Kalau Kakek Jay masih hidup sudah lepas ke landas dengan tujuan kesurga dah..orang yang berani godain Oma.


"Ish,,,dia itu udah punya bini 4. Muka kayak pantat penggorengan, berani banget ngajakin Oma balikan. Dulu Oma kenapa ya bisa pacaran sama dia. Geli Oma kalau ingat itu" ucapnya dengan nada geli dan jijik membayangkannya.


"Lah...kan kata Oma dia dulu gantengnya seantero provinsi" ucap Rey.


"Iya tapi. Lebih gantengan Opa kalian yang gantengnya sudah diakui dunia."ucap Oma Ida membanggakan suaminya.


"Gimana nggak ganteng Oma. Cucunya aja seganteng ini" Songong Rey dengan gaya sok ganteng dan coolnya.


"Alah...kamu mah udah banyak perawatan. Dulu waktu SD kamu dekil banget seimbang dengan pantat panci Oma" ucapnya membuat Rey mencebikkan bibirnya.


Disela perdebatan saling mengejek dan mengenang masa lalu mereka. Cia datang dengan mengusap matanya karena baru bangunq "Daddy" ucapnya dengan nada manja dan lembut.


Mereka menoleh kearah suara, Oma sudah pasang wajah yang seceria mungkin agar Cia tidak menangis lagi. "Sini sayang!" ucap Rey dengan melambaikan tangannya.


Cia nampak berpikir karena kalau ia kesana berarti akan bersama Oma. Akhirnya Cia meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja, walau tampang takutnya masih terpasang.


Cia sudah kembali masuk dalam pangkuan Rey "Udah minum air?" tanya Oma dengan mengelus rambut Cia.


Dalam sekelebat rasa takut Cia hilang entah kemana "Udah Oma" ucap Cia disela menguapnya.


"Daddy,,,mau telpon Mommy boleh?" ucap Cia. Membuat Oma berbinar senang karena ia akan bertemu dengan Calon Cucu Mantunya.


"Boleh, Ini" ucap Rey dengan menyodorkan ponselnya kearah Cia. Cia pun menerimanya dengan senang dan Cia turun dari pangkuan Rey dan duduk diantara Rey dan Oma Ida.


Cia mencari nama Mommynya di kontak ponsel Daddy-nya kemudian melakukan panggilan video.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya diangkat oleh Cira yang baru bangun. Sehingga muka bantal yang menghiasi layar ponsel tersebut.


"Hai,Mom." ucap Cia.


"Hai, sayang. Maaf ya lama Mommy baru bangun" ucap Cira yang terlihat dari wajahnya.


"Iya, Mom. Cia juga baru bangun. Mommy tau nggak, Oma Cia udah datang!!" ucap Cia dan mengarahkan ponselnya kearah Oma Ida.


Oma yang melihat Cira dari balik layar ponsel tersebut langsung tersenyum senang karena pilihan Cia sangat cocok dan cantik.


"Hallo Oma!!" ucap Cira dan membenarkan posisinya menjadi duduk.


Cucuku memang paling cerdas mencari seorang Mommy batin Oma Ida.


"Holla,,," ucap Oma, sedikit terpana akan Cira yang baru bangun dan dari balik kamera aja sudah cantik apalagi bertemu. Pantesan saja cucunya ditolak. Oma tidak sabar ingin bertemu dengan Cira dan mengobrol banyak hal.


Hai.....semua....semoga kalian sehat selalu ya...💜💜💜💜.


Jangan lupa like,koment, vote atau kasih tips juga boleh ehehhehe


TERIMA KASIH untuk semuannya