Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Masalah Gea


Aura di perusahaan Aditama Bank sangat sibuk karena kedatangan seorang pengusaha kaya dari Amerika yang CEO nya sangat misterius. Namun untuk kali ini berbeda yang datang adalah ayah dari pemilik perusahaan itu. Karena beliau sudah pensiun mengurus perusahaan dan dilimpahkan tanggung jawabnya kepada anaknya.


Semua media di buat terkejut karena kedua pebisnis dari negeri Paman Sam bertemu. Banyak media mengisukan bahwa mereka akan bekerjasama yang akan membuat publik gempar.


"Selamat datang Mr. William" ucap Rey menyambut kedatangan tamu istimewa dan dibarengi dengan sambutan para karyawan. Mereka semua berjejer untuk menghormati Mr. William tersebut.


Rey mengajak Mr. William masuk ke dalam ruangan khusus untuk pertemuan para kolagen. "Papa mu tidak kesini, Rey?" ucap nya seraya duduk di sofa di depan Rey.


Mendengar itu membuat Rey terkejut. Karena selama ia memegang perusahaan ia tidak pernah mengenal Mr. William. Bahkan Papanya sendiri tidak pernah cerita.


Kalau kalau tanya kenapa Rey tidak tau. Karena memang kehidupan keluarga Mr. William tertutup atau memang karena Rey sendiri yang tidak pernah menonton gosip?. Mungkin Rey takut membayar uang lebih sehingga tidak menonton TV.


"Mr. William kenal papa saya?" dengan bodohnya Rey bertanya. Membuat Mr. William tersenyum.


"Saya, papa kamu dan Nugraha dulu itu teman SMA. Tapi karena segala hal saya harus pindah di masa sekolah kelas sebelas" terangnya membuat Rey cengo. Jiwa seakan mengutuki papa yang tidak pernah cerita. "Kami dulu pernah terhubung kembali ketika semasa kuliah. Namun hanya sementara karena saya harus terjun langsung ke perusahaan" ceritanya lagi membuat Rey hanya memasang wajah tidak percaya.


"Kenapa bisa?" hanya itu yang keluar dari mulut Rey. Namun, segera seseorang mengacaukan percakapan mereka.


"Hai...bro!!" ucap Seseorang yang ternyata Papanya. Aditama. Langsung duduk di samping Mr. William dengan merangkulnya.


Yang dirangkul hanya tersenyum. Memang batas ruang gerak Mr. William terbatas apalagi dengan semakin tingginya pohon akan semakin banyak orang yang menginginkannya.


"Papa!!" teriak seseorang gadis cantik dengan mata bulatnya adalah Cia yang kesal karena ditinggalkan oleh Papanya di lobi kantor membuatnya menangis.


Semua orang yang di ruangan itu terkejut dengan teriakan dan tangisan Cia yang mengalun bagaikan CD lagu yang rusak. "Aduh,,sayang maafkan, papa." ucap Pak Aditama menghampiri Cia yang menangis di gandeng sekretarisnya.


"Cia sama Daddy yuk" ucap Rey membuat Cia yang menangis sesenggukan pun mulai mereda.


"Cucu?" ucap Mr. William yang melihat Cia seperti anak dari Rey.


"Bukan. Anak gue" ucap dengan bahasa anak mudanya papa Aditama.


"Widih,,,, udah bangkotan topcer juga Lo" ucap Mr. William menepuk bangga pak Aditama. Sementara Rey yang menenangkan Cia mendengarnya hanya bisa memutar mata nya malas. "Ikan teri mana?" tanya Mr. William.


"Biasalah. Kerja" ucap Pak Aditama.


"Mas,,,?" ucap Cira dengan santai membuka pintu ruangan tersebut. Karena mendapatkan pesan dari Rey jika dia berada di ruangan tersebut.


Cira yang masuk tanpa mengetok pintu merasa malu dengan menundukkan kepalanya. "Sini sayang" ucap Papa Aditama membuat Cira mendongak dan menatapnya.


Cira membawakan makan siang untuk Rey karena katanya dia tidak mampu makan makanan kantin yang terlalu jauh. Padahal bisa memesannya melalui sekretaris nya.


Ternyata tujuan dari Mr. William kemarin hanya untuk bertemu dengan sahabat seperjuangan nya. "Kenalkan mantu gue. Cirania Nugraha" ucap Papa Aditama bangga.


Mendengar itu membuat Mr. William tidak percaya "Lo nyuri start gue" ucapnya tidak terima.


Sementara Cira yang bingung dengan orang didepannya dan kondisi saat ini hanya bisa diam memperhatikan kedua orang tua itu sedang berdebat masalah mencuri start.


"Sehat Pa" ucap Cira.


Mendengar ucapan pak Nugraha membuat Mr. William memandang perut Cira yang besar. Karena tadi pandangan kepada wajah Cira, sehingga dia tau kalau Cira ini anaknya Nugraha, terlihat jelas dari wajahnya yang menampilkan wajah Nugraha seluruhnya tidak ada gen dari ibunya.


"Weh,,gue kalah jauh nih" ucap Mr. William lesu karena ia sudah kalah jauh dengan dua sahabatnya yang akan menjadi kakek. Sementara dirinya belum ada tanda-tanda untuk menjadi kakek.


"Sabar bro..anak gue bukan jodoh anak Lo" ucap Pak Nugraha dengan mengusap Penggung Cira.


Cklek


Ruangan tersebut kembali terbuka. Menampilkan sosok yang cantik dan ganteng. "Mommy" teriak Cia ketika melihat Cira. Dan turun dari gendongan Rey.


"Mommy, Cia kangen"ucapnya dengan memeluk perut Cira. Dan Cira mencium pipinya dan pucuk kepalanya.


Rey duduk disamping Cira dengan mengusap perut Cira dan juga Cia yang sedang memberikan ciuman pada calon adiknya yang ada di perut Cira.


"Papa, Om. Rey dan Cira mau keruangan sebelah kalian lanjutkan mengobrolnya" ucap Rey dengan menggiring anak dan istrinya.


Selepas kepergian mereka kini wajah papa Aditama, Papa Nugraha dan Om William sudah serius. "Jadi gimana?" tanya Pak Aditama membuka suara.


"Sebelum nya gue minta maaf ke elo, Di. Maaf karena anak gue tidak bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya. Anak gue saat itu dijebak oleh pamannya. Lo tahukan keluarga gue gimana. Semua yang mereka lakukan hanya untuk gelar yang anak gue pegang" ucap Pak William dengan menundukkan. Malu dengan permasalahan keluarga nya.


"Gue nggak tau jelasnya. Sebelumnya mereka ngapain sampai bisa di atas ranjang. Tapi gue tau anak gue itu pasti yang salah" ucap nya lagi membuat Pak Aditama dan Nugraha hanya mendengarkan saja. "Gue mohon maafin anak gue ya, Di" ucap nya dengan menyakupkan tangannya dihadapan Aditama.


Pak Aditama terkejut dengan perlakuan Pak William begitupun dengan pak Nugraha yang tidak menyangka dengan tindakannya yang bertekuk lutut dihadapan Pak Aditama.


"Jangan seperti ini" ucap Pak Aditama dengan membantu Pak William untuk duduk kembali.


"Darimana lo tau mengenai hal ini?. Sedangkan gue aja nggak bisa mencari informasi ini" ucapnya


"Iya, karena anak gue waktu itu seperti orang ngidam dan itu terjadi selama 3 bulan. Jadi gue ajak dia bicara serius dan terkuak lah bahwa anak gue ngeperawanin anak gadis orang. Anak gue mencari identitas gadis itu tapi tidak ada informasi apapun seolah gadis itu ditelan bumi" ucapnya dengan serius.


"Iya, karena gue yang menutup semua informasi tentangnya. Karena dia sedang diincar oleh orangtuanya untuk dijadikan sebagai alat mereka" ucap Aditama dengan mengusap wajahnya.


"Ya, Tuhan. Malangnya nasib calon mantuku. Terus dia dimana sekarang, Di?" tanyanya dengan wajah kasihan.


"Dia sedang berada dalam pengawasanku. Kamu tenang saja. Dan selamat untuk kamu karena kamu juga bakalan punya cucu" ucap Aditama membuat Pak William terdiam mendengar kan perkataan pak Aditama.


"Serius Lo?" ucapnya dengan memandang Aditama dan Nugraha secara bergantian yang dibalas anggukan semangat oleh mereka. Dan berdiri bersorak senang.


Melihat itu membuat pak William memeluk Aditama dan Nugraha yang ikut berdiri. Mereka bertiga berpelukan dengan melompat-lompat kecil.


Karena kelelahan melompat mereka akhirnya memilih untuk menyudahinya dan duduk di sofa. "Besok gue akan ajak anak gue bertemu dengan calon istrinya" ucap Pak William membuat mereka semua tertawa karena terlalu senang. Terutama pak Aditama karena bebannya untuk mengkhawatirkan Gea sudah mulai mereda. Karena ia tau bahwa sahabat akan menyayangi Gea seperti anaknya sendiri.


Kesedihan dan kebahagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Tapi masih saja ada manusia yang tidak bersyukur dalam bahagia dan sedihnya. Karena itu merupakan cara Tuhan supaya hambanya selalu mengingat-Nya.