Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
S2 #5


Pagi ini Chan sudah berada di kediaman Rey. Dan seperti biasa rumah mereka akan dihiasi oleh canda tawa dari si kembar dan Cia. Mereka rupanya sudah bangun karena mereka tau bahwa Daddy-nya akan menjalankan tour bisnis.


"Daddy nanti bawa oleh-oleh yang banyak ya?" tanya Cia yang terus mengikuti kemana saja Rey kecuali ke kamar mandi.


"Iya sayang" ucap Rey yang merapikan pakaiannya.


"Daddy berapa lama disana?" tanya Cia lagi membuat Rey menghentikan gerakannya dan memandang Cia penuh dengan tanda tanya yang berbinar menanti jawaban dari Daddy-nya.


"Kamu udah 5 kali tanya seperti, lho Cia" ucap Rey membuat Cia hanya tersenyum dan menggaruk belakang kepalanya.


Lalu langsung keluar kamar menuju kearah dimana ada Chan, Cira dan si kembar berada. "Yah,,,berarti Cia sekarang tidak di anterin Om Chan, dong?" ucap Cia lesu kemudian duduk disamping Cira dan menyenderkan kepalanya di lengan Cira.


"Kan ada mommy, sayang" ucap Cira mengelus rambut Cia.


"Tapi Cia ingin memperkenalkan ibu guru cantik dengan om Chan, Mommy" ucap Cia menatap Cira dengan tatapan sedih.


"Kan bisa lain kali Cia" ucap Chan membuat Cia mengangguk.


"Ayo Chan" ucap Rey yang turun dari tangga yang sudah berpakaian rapi.


"Sudah sayang?" tanya Cira bangkit lalu membenahi dasi Rey yang mensong.


"Terima kasih" ucap Rey mencium kening Cira. Lalu kearah si kembar yang ternyata sudah tertidur mendengar percakapan Cira dan Chan tadi.


"Kok kalian tidur sih. Daddy mau berangkat kerja dulu ya sayang" ucap Rey menciumi pipi kedua putranya itu. "Cia jaga mommy dan dedek kembar, ya. Dan Cia harus rajin belajar ya. Supaya nanti bisa sekolah di luar"ucap Rey menciumi kening dan pipi Cia.


"Daddy nanti jaga om Chan ya. Jangan sampai om Chan dibawa lari bule disana" ucapan Cia membuat mereka melongo.


Ini anak masih kecil pemikiran dewasa banget. Makan apa ya anak ini batin Chan


"Kamu ini. Masih kecil jangan terlalu dewasa nanti cepat tua" ucap Rey yang mencubit pipi Cia gemas.


"Ish,,,Cia kan menjaga om Chan buat Bu guru cantik. Daddy aja nggak ngerti" ucap Cia bersidekap dada membuat Rey gemas kembali mencium pipi Cia.


"Yaudah, Daddy akan jagain om Chan. Tapi Cia juga harus jagain Bu guru biar tidak diambil orang" ucap Rey membuat dua orang dewasa hanya geleng-geleng kepala.


"Udah yuk. Nanti kalian ketinggalan pesawat" lerai Cira membuat mereka masuk kedalam mobil dengan tujuan yang berbeda. Cira dan si kembar mengantar Cia ke sekolah dan Chan dan Rey ke bandara.


"Mommy tau nggak, Bu guru Cia itu sangat baik. Cia kan jatuh karena berlari, terus diobati sama dia, Mom" ucap Cia membuat Cira mengangguk.


"Mommy pengen deh, tau seperti apa ibu guru Cia itu" ucap Cira penasaran.


Cira mengantar Cia kesekolah tanpa supir, karena setelah mengantar kesekolah dia akan ke toko untuk melihat perkembangan. Karena selama hamil dan melahirkan dia tidak pernah ke toko.


Setelah sampai di sekolah Cia pamit dengan mencium pipi Cira dan si kembar yang masih tertidur anteng. Dan berlari masuk kedalam sekolah yang sudah ditunggu oleh teman-temannya.


"Let's go. Kita ke toko, sayang" ucap Cira melajukan mobilnya menuju ke tokonya.


Setelah sampai di toko Cira disambut oleh Indah yang membantu menurunkan kereta di kembar.


"Aduh,,,kalian ganteng banget sih" ucap Indah dengan mencubit gemas pipi si kembar yang mulai terusik dengan suara riuh pengunjung toko. "Eh, mau nangis. Panas ya?" ucap Indah segera membawa masuk si kembar. "Bu, ini si kembar kepanasan mau nangis" ucap Indah membuat Cira yang mengambil perlengkapan si kembar.


"Selamat datang, Bu" ucap para pegawai membuat Cira tersenyum kepada mereka.


"Terima kasih, saya mau ke ruangan dulu" ucap Cira membuat para pegawai mengangguk.


"Itu ibu Cira habis melahirkan bayi kembar, kenapa badannya tetap bagus. Tetangga aku aja yang lahiran 1 anak badannya sudah lumer kemana-mana" bisik pegawai Cira membuat Cira yang mendengarnya tersenyum.


"Tidak salah selama ini olahraga" gumam Cira seraya memasuki ruangannya.


"Indah, kamu beli makan siang untuk mereka ya" ucap Cira ketika sudah sampai di ruangannya dan duduk di sofa. Kemudian menyerahkan uang kepada Indah.


Si kembar sedang tertawa sendiri dengan bermain dengan permainan yang menggantung di kereta nya. "Kalian bahagia sekali, ya?" tanya Cira pada anak-anaknya.


Si kembar semakin tertawa melihat wajah Mommynya. Kemudian Cira kembali mengecek perkembangan tokonya. Dan membiarkan si kembar bermain sendirian.


Sementara Rey dan Chan sudah terbang. Membersihkan berkas untuk keperluan disana. Chan baru beberapa menit lepas landas sudah rindu dengan si kembar dan juga istrinya. Namun, dia tahan agar nanti tidak lompat dari pesawat karena tidak tahan dengan melihat wajah si kembar.


"Rey, dari berkas yang dikirim oleh asisten Excell. Ternyata ditemukan ke ganjalan pada sistem pencarian ATM. Kemungkinan sistem ATM kembali di bobol" ucap Chan membuat Rey yang pikirannya melayang ke si kembar menjadi tersadar.


"Nanti kita selidiki lebih dalam. Gue mau tidur dulu. Kemarin tidak bisa tidur karena habis nyenengin istri" ucap Rey dengan wajah berseri mengingat permainan malam tadi bersama sang istri.


Chan hanya mendengus kesal "Iya,,. Gue mah hanya seonggok manusia jomblo yang mengharapkan bidadari keluar dari rumah" ucap Chan membuat Rey memejamkan matanya tidak perduli.


"Eh,,,Rey kemarin gue kan diajak seseorang ke taman dan gue punya rencana nih, selama ini kan kita bangun sekolah hanya untuk yang berprestasi saja. Tapi kemarin seseorang membuat pikiran gue terbuka. Gimana kita nggak bangun sekolah untuk anak miskin?" ucap Chan dengan membuat Rey yang memejamkan matanya menjadi terbuka.


"Ide bagus itu. Wilayahnya dimana?" tanya Rey membuat Chan bernafas lesu.


"Nanti gue tanyain sama temen gue"ucap Chan dengan senyum yang cerah membuat Rey menatapnya penuh curiga.


"Lo kenapa senyum seperti itu?. Owh,,iya Lo utang penjelasan sama gue tentang Cia yang panggil Lo Ayah?" ucap Rey membuat Chan menyurutkan senyumnya.


"Ini kelakuan anak Lo. Katanya dia pengen aja panggil gue ayah. Malah anak itu ngotot ngejodohin gue dengan gurunya" ucap Chan dengan nada lesu.


"Bagus dong. Sebentar lagi gue tidak di tanyain nyokap lo buat nyariin jodoh untuk Lo. Itu emak Lo udah ngebet banget pengen cucu" ucap Rey mengejek Chan dan tertawa.


"Kemarin aja katanya gue mau dikenalin dengan anak sepergaulannya. Ogah, gue. Mana anaknya brandal semua. Kayak Sekertaris ya pak Agus" ucap Chan dengan bergedik ngeri membayangkan kejadian lalu kembali terulang.


Mendengar itu membuat Rey tertawa "Bagus dong jadi kalau di ranjang Lo tinggal diem aja" ucap Rey membuat Chan menatapnya kesal.


"Biar pun gue begini. Tapi gue juga pengen kali punya istri yang lemah lembut"ucap Chan membuat Rey kembali tertawa.


"Lemah lembut kaya kue bolu, ya?. Kalau di tekan terasa empuk" tanya Rey membuat Chan mengangguk.


"Iya apalagi kalau makan, bikin lumer" ucap Chan menimpali membuat mereka berdua tertawa bersama. Membayangkan hal yang sama. Yaitu ketika mulut mereka memakan irisan kue bolu yang ditengahnya berisi coklat cair yang ketika digigit akan lumer.


"Udah, ah. Bikin gue kangen istri gue aja. Bahas yang begitu" lerai Rey membuat Chan justru kembali tertawa.


Seperti biasanya kalau cowok kumpul tidak membicarakan hal yang berbau naf*su tidak akan seru. Masa ia mereka akan bergosip. Tidak. Itu hanya untuk perkumpulan para wanita saja.