
Hai semua,,,,
Baca koment kalian jadi ketawa. Pelakor itu pasti ada sebagai bumbu cerita. Tapi tidak seganas dan seseram virus Corona, kok. Engga sampai sosial distancing. Apalagi lockdown😅.
Tapi Terima kasih buat yang like, koment dan votenya.
.
.
.
.
Rey masuk kedalam kamar hotelnya yang mendapati Cira sedang menyisir rambut basahnya. Rey sekilas melirik Cira, lalu mengambil laptopnya dan mengerjakan sesuatu.
Cira terkejut karena melihat wajah Rey yang dingin, sehingga memilih kembali menyisir rambut nya.
ada apa dengan dia batin Cira.
Cira bangkit dan menuju tempat tidur yang sudah berisi Rey. Namun, langkahnya terhenti akibat suara ketokan di pintu kamarnya.
Cira pun membukanya dan menampilkan pelayan hotel dengan membawa makanan. Membuat Cira Mengerutkan dahi nya bingung karena ia tidak memesan makanan tadi.
Rey yang mendengar ketukan itu pun mengarahkan pandangannya.
"Masuk" ucap Rey dingin membuat Cira terkejut. Dan mempersilakan pegawai hotel tersebut masuk.
Setelah kepergian Pegawai hotel tersebut. Cira mendekat kearah Rey "Ini kamu yang mesen, Rey?" tanya Cira membuat Rey hanya berdehem dan mengangguk karena terlalu pokus terhadap pekerjaannya.
"Aku boleh makan semua ini nggak?" ucap Cira yang berbinar menatap berbagai jenis makanan yang enak.
Rey yang mendengar ucapan Cira pun memandangnya dengan mengerutkan dahinya. "Kamu mau ngabisin makanan sebanyak itu" ucap Rey langsung membuat Cira menganggukkan kepala nya semangat.
Rey pun bangkit dari kasur dan menghampiri Cira duduk di sofa. "Aku juga lapar, pengen makan" ucap Rey membuat Cira mengangguk.
Cira memilah makanan untuk dirinya dan Rey. Makanan yang dipilih oleh Cira kebanyakan seafood sedangkan Rey hanya kebagian sayurnya saja.
Merasa tidak adil soal pembagian makanan Rey terpaksa mencomot makanan Cira.
"Ish,,,jangan diambil"ucap Cira tak terima jika udangnya diambil Rey.
"Kamu jangan makan seafood terlalu banyak, harus diimbangi dengan sayur" ucap Rey dengan menyuapi sayuran pada Cira.
Cira yang melihat suapan Rey kepada nya tanpa ba-bi-bu langsung memakannya langsung dari tangan Rey.
"Enak"ucap Cira disela kunyahan nya.
Rey tersenyum menanggapi ucap Cira "Enak, apanya, Ra. Sayurnya? apa karena di suapi? atau karena cacing-cacing ditangan ku, soalnya aku lupa cuci tangan" ucap Rey tersenyum jahil.
Cira yang mendengar tangan Rey belum dicuci dan menyuapinya, sontak saja makanan itu menyembur. Membuat Cira tersedak.
Rey yang melihat Cira tersedak langsung memberikan air putih "Minum dulu" ucap Rey sembari mengusap pelan tekuk Cira. "Kamu kenapa sih, sampai nyembur-nyembur begitu?" tanya Rey membuat Cira memukul lengannya.
"Kamu sih, nyuapi aku sedangkan tangan kamu belum di cuci. Kan cacingnya pindah ke aku!" ucap Cira kesal. Membuat Rey tertawa.
"Ish,,,kok ketawa. Kamu pengen aku mati duluan ya!" ucap Cira kesal kembali memukul Rey.
"Bercanda, tadi aku udah cuci tangan. Itu ada kobokan" tunjuk Rey pada mangkok yang berisi air dan jeruk nipis.
"Ish,,,jahat"ucap Cira kesal. Dan kembali memakan makanannya. Rey yang melihatnya pun juga ikut makan.
Suasana makan mereka sangat ramai walau hanya berdua. Karena kelakuan mereka yang saling comot-mencomot makanan. Dan berakhir dengan menonton TV.
Didalam hotel biasanya para pengantin baru akan menghabiskan waktu dengan bercinta. Namun, dikamar pengantin Rey dan Cira malah di isi dengan canda dan tawa mereka menonton TV kartun dan main game.
"Kamu curang Rey" ucap Cira ketika Rey curang dalam permainan game mereka.
"Dalam permainan tidak ada namanya curang, itu hanya strategi permainan" ucap Rey yang terus menekan stik permainannya.
"Alasan!" ucap Cira seraya menganggu Rey dengan menggelitiki pinggangnya.
"Kanan! ya... ke kanan!"teriak Rey. Cira yang merasa percuma menganggu Rey yang tak merasa geli pun akhirnya memilih memainkan permainannya lagi.
"Ih,,,,,"ucap Cira kesal dan langsung memukul Rey dengan membabi buta.
Karena merasa kesal dan terus memukul Rey. Membuat Cira tanpa sadar akan posisi mereka yang mana Cira berada di atas Rey.
Cup..
Cira mencium Rey tepat di bibirnya membuat mereka terdiam. Karena tangan Cira terpeleset ketika hendak memukul Rey.
Merasa kikuk Cira pun bangkit tubuh Rey dan langsung ke kamar mandi karena malu.
"Arghhh,,,bagaimana ini" teriak Cira dibalik kamar mandi. Karena merasa malu.
Rey tersenyum ketika Cira menciumnya walau itu tanpa disengaja. Kau yang duluan Cira batin Rey.
Rey yang mendengar teriakan Cira hanya terkikik geli. Karena betapa malunya Cira mencium nya.
Rey memilih memesan makanannya karena ia merasa lapar. Jam sudah menunjukan waktu malam. Dan besok mereka berdua sudah harus check out dari hotel ini dan kembali ke rumah mereka yang sudah disiapkan oleh Rey sejak jauh-jauh hari.
Cklek
Suara pintu kamar mandi terbuka. Menampilkan wajah Cira. Dan berjalan menuju ranjang dan mendudukan tubuhnya di samping Rey.
"Jangan tidur dulu. Aku udah pesan makanan" ucap Rey ketika melihat Cira ingin merebahkan tubuhnya.
"Tapi aku ngantuk, Rey." ucap Cira membuat Rey tersenyum jahil.
"Kamu mau tidur sekarang? tapi aku butuh tenaga, Ra. Buat puasin kamu" ucap Rey membuat Cira membulatkan matanya dan melempar bantal kearah Rey.
"Terserah!" ucap Cira dan menutup seluruh tubuhnya bahkan kepalanya dengan selimut.
Rey yang melihatnya tertawa dan berniat menggoda Cira dengan menindih Cira serta mengukungnya membuat Cira keberatan dan kesulitan untuk bergerak.
"Berat, Rey"ucap Cira dengan berusaha melepaskan diri dari kukungan Rey.
Cira yang tadinya menyamping kini sudah terlentang dan menyembulkan kepalanya. Dengan cepat Rey menyatukan bibir mereka. Namun, tanpa pergerakan hanya menempelkan saja. Bagai ada setan diantara mereka.
Membuat Cira terkejut akan aksi Rey. Karena tidak ada penolakan dari Cira Rey pun melanjutkan aksinya dengan ******* dan mese*sap habis bibir Cira.
Cira yang tidak tau harus ngapain memilih untuk menikmatinya. Namun, Rey mengigit pelan bibir bawahnya membuatnya membuka mulut dan Rey dengan leluasa masuk dan mengabsen setiap yang ada dimulutnya.
Cira yang tanpa disadari membalas tiap lilitan yang dilakukan Rey. Sehingga ciuman itu semakin panas.
Kini ciuman Rey sudah beralih ke leher jenjang Cira. Dengan menyesapnya sehingga menghasilkan bercak merah disana. Cira hanya bisa menikmati sentuhan yang dilakukan Rey.
Tangan Rey tidak tinggal diam. Ia menyusuri tubuh Cira hingga sampai pada dua gundukan Cira yang sudah menegang dan keras.
Diusapnya perlahan kemudian diremas membuat Cira menggelung geli. Namun, tiba-tiba suara ketukan pintu menyadarkan mereka dari aksi perbuatan mereka.
Membuat Rey dan Cira saling tatap dan kemudian merasa canggung "Aku buka pintu dulu" ucap Rey kikuk. Lalu memperbaiki pakaian Cira dan dirinya. Kemudian bangkit dari atas tubuh Cira.
Hampir saja kelepasan batin Rey.
Sementara Cira berusaha mengatur nafasnya. Kira apa yang kau lakukan. kenapa kamu membalasnya. Ah!! tapi tadi itu nikmat sehingga alam sadar ku hilang. perang pikiran dan batin pada diri Cira.
Bagaimana ini, ah!! malu sekali. Jika bertemu dengannya lagi batin Cira yang menyembunyikan tubuhnya di balik selimut.
.
.
.
.
.
.
.
.