
Karena suara tangis si kembar dan Cia membuat Cira membuka matanya. Melihat Cia membuat Cira tersenyum lalu menggeser tubuhnya dan menyuruh Cia tidur disampingnya. Cia pun menuruti nya dengan anteng.
Melihat itu membuat Oma dan Rey bernafas lega. "Mommy apakah sakit??" ucap Cia pertama kali ketika Cira membuka matanya
"Mommy kangen Cia" ucap Cira memeluk tubuh Cia. Dan dibalas dengan pelukan erat dari Cia. Dan berhenti menangis.
Cup
Cira mencium kening dan pipi Cia. Membuat Cia juga ikut mencium kening dan pipi Cira. "Ini mata nya kenapa?"
"Cia nangis karena ditinggal Oma dirumah bersama Opong aja. Cia kan ingin ikut juga mommy" ucap Cia mengadu membuat Oma yang sudah menggendong baby G yang sudah kembali tertidur.
"Kan sekarang udah liat mommy" ucap Cira kembali mencium kening Cia. Dan Cia mengangguk.
Baby J yang ditenangkan oleh Rey masih menangis membuat Cira kasihan "Sini, mas. Mungkin dia lapar" ucap Cira membuat Rey menyerahkan baby J kepada Cira untuk disusui.
Oma bangkit membantu Cira untuk duduk. Agar lebih mudah untuk menyusui baby J. Melihat itu membuat Cia duduk dan melihat bagaimana baby J di susui. Membuat mata nya berbinar.
"Dedek bayinya ganteng" ucap Cia yang baru menyadari dan melihat adiknya. Membuat Cira tersenyum kearah Cia.
Ketika dedek bayinya sudah menyusui. Cia membelai pipi dedek bayi yang merem menikmati asupan nutrisi dari Cira. Karena sentuhan lembut Cia membuat dedek bayi hanya memandang Cia sekilas lalu kembali merem menikmati asupan nya.
Mendapatkan perlakukan seperti itu membuat jiwa Cia salah menanggapinya. "Mommy,,Dede bayinya nggak mau sama Cia" tangis Cia pecah membuat baby G yang tadinya tidur anteng malah kembali menangis kencang. "Dedek bayinya jahat!!".
Membuat Oma dan mbak Ijah menjadi kelimpungan karena tangis Cia dan baby G. Sedangkan Rey karena terlalu lapar tidak memperdulikan karena perutnya yang terpenting untuk menghadapi tingkah Cia yang mulai ada rasa cemburunya.
"Aduh,,kakak Cia jangan nangis. Kasian adiknya kaget" rayu mbak Ijah dengan membawa Cia keluar ruangan agar Cia lebih tenang lagi.
"Sini baby G nya, Oma. Mungkin dia juga haus" ucap Cira membuat Oma memberikan baby G dan langsung diam ketika sudah mendapatkan asupan nutrisi.
"Kalian haus, ya??" tanya Cira pada bayi-bayi nya yang meminum susu dengan lahap. Kedua bayi itu menatap Cira dengan tatap sulit diartikan. Cira menyusui bayinya dengan posisi kanan kiri dengan bantuan bantal mengusui agar tidak lelah menggendong nya.
Cira sudah diamankan oleh mbak Ijah dibawa ke taman untuk membeli mainan agar tidak mengusik adik-adik nya. "Kamu mau makan?" tanya Rey membuat Cira menggeleng.
Namun, Rey tetap memaksa Cira makan karena nutrisi nya sudah diserap oleh si kembar "Makan ya. Kan nutrisinya sudah dihabisi oleh si kembar" ucap Rey membuat Cira mengangguk dan Rey menyuapi Cira makan karena baby J sudah selesai dan diletakan di box karena sudah tidur.
"Mas, kamu perhatiin Cia ya. Karena aku takutnya Cia merasa kita sudah tidak sayang pada dia karena sudah ada Baby kembar." ucap Cira membuat Rey mengangguk.
"Aduh,,anak Daddy kuat banget minumnya. Haus apa doyan sayang?" tanya Rey memandang baby G yang masih menyusui.
"Mungkin karena mereka laki-laki jadi nyusunya kuat" ucap Cira mengikuti pandangan Rey.
"Memang. Buktinya saja aku kuat juga kalau menyusu di kamu" ucap Rey membuat Cira mencubit pinggangnya pelan. Membuat Rey hanya tertawa jahil.
"Daddy!!" teriak Cia namun segera dibungkam oleh tangan Oma.
"Kamu ini jangan teriak-teriak nanti si bayi kembar bangun" ucap Oma membuat Cia mengangguk. Dan masuk dengan membawa tiga buah balon gas dengan 2 berbentuk anak kembar dari Negari Jiran dan satunya berbentuk kartun Marsha.
"Daddy, ini buat dedek kembar" ucap Cira memberikan 2 balon anak kembar tersebut. "Ini untuk mommy" ucap Cia memberikan balon gas Marsha untuk Cira.
Mendapat kan balon gas membuat Cira senang dan menyuruh Cia duduk didekatnya lalu mencium pipinya. "Terima kasih, sayang" ucap Cira membuat Cia senang.
Rey menerima balon itu "Terima kasih kakak" ucap Rey membuat Cia senang.
"Selamat pagi semua" ucap Chan semangat membuka pintu ruangan tersebut.
Melihat kedatangan Chan membuat Cia senang karena Chan membawa bunga dengan balon melayang diatasnya. Membuat Cia tertarik dengan hal itu.
"Selamat buat kalian atas kelahiran si kembar" ucap Chan yang duduk disamping Oma dan mbak Ijah.
"Terima kasih" ucap Cira dan Rey bersamaan.
"Kamu tidak kerja?" tanya Oma yang melihat Rey memakai pakaian baju kaos dan celana trening.
"Lagi olahraga, Oma. Nanti jam 8 baru kekantor. Lagian di kantor sudah ada papa"ucap Chan membuat Oma mengangguk.
"Mana nih,, ponakan gue" ucapnya bangkit dan mendekat kearah box bayi. Dan melihat di bayi dalam box tersebut. "Ini kenapa muka nya beda?" tanya Chan membuat Rey menoyor kepalanya.
"Beda apanya sama saja" ucap Rey yang ikut memandangi anak-anak nya yang tertidur pulas.
"Beda, yang satu mirip Lo yang satunya mirip Cira" ucap Chan membuat Rey mengangguk.
"Mungkin biar adil" celetuk Oma membuat mereka mengangguk.
"Nama mereka siapa?" tanya Chan dengan berusaha mengelus pipi baby G. Namun, segera ditepis oleh Rey.
"Tangan Lo mengandung kuman" ucap Rey membuat Chan mendengus kesal lalu kembali duduk disamping Oma.
"Posesif Lo" ucap Chan kesal, Rey tidak perduli dengan ucapan Chan yang masih memandang anaknya yang tertidur. Melihat itu Cira tersenyum melihat mereka.
bug..bug..bug..
Suara langkah kaki yang cepat dan pintu yang dibanting membuat mereka terkejut. "Kalian ini bikin jantungan aja" protes Cira ketika melihat yang datang ternyata temanya. Wati dan Andal.
"Lo jahat tidak kasih tau gue. Gue kan ingin menemani Lo waktu lahiran. Sekarang dimana ponakan gue" cerca Wati yang datang dengan wajah merah dan ngos-ngosan akibat berlari.
"Minum air dulu" ucap Cira menyerahkan botol air untuk Wati dan Andal.
"Ponakan gue mana?" tanya Wati lagi setelah meminum air.
"Lo bikin anak gue takut tau nggak!" kesal Cira pada Wati karena membuat Cia ketakutan melihat tampang Wati ketika berlarian menghampiri dirinya. Wati hanya cengengesan saja. Kemudian mendekati Cia yang berada didalam pelukan Cira.
"Hallo kakak Cia. Selamat ya sayang sudah jadi kakak sekarang" ramah Wati kepada Cia yang masih membenamkan wajahnya pada Cira karena takut.
Melihat tingkah Cia membuat Cira memberikan tatapan tajam kepada Wati "Sayang ini Aunty Wati"ucap Cira membujuk Cia yang membuat Cia mendongak kan wajahnya menatap Cira yang mengangguk.
Dengan perlahan Cia memandang Wati dengan tatapan masih takut "Hallo manis" ucap Wati.
Melihat itu membuat sosok yang sejak tadi diam-diam memperhatikan interaksi mereka tersenyum. "Gimana keadaan, Lo?" tanya Andal mendekati Cira.
"Kabar gue baik dan sehat. Lo kasih makan apa anak ini kok sekarang makin wow aja?" tanya Cira membuat Andal terkekeh namun mereka berdua mendapatkan tatapan tajam dari Wati.
Suasana di ruangan Cira semakin ramai. Karena kedatangan Wati dan Andal yang ribut tentang apa saja. Bahkan mereka sampai memperebutkan nama untuk anak-anak Cira. Yang bahkan orang tuanya belum menyiapkan nya.