Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Menuju Sah!


Ayo...bagi yang mau kondangan dipersilakan memberikan bunga dan kopi supaya tetap melek menyaksikan pernikahan Rey dan Cira.


Jangan lupakan hadiahnya juga buat Cia karena sudah menemukan Mommy untuk Daddy nya ya!!!


💜💜💜💜💜💜


Hari ini adalah hari pernikahan Rey dan Cira semua keluarga sangat semangat akan pernikahan ini walau sederhana. Namun, tetap tidak asal-asalan. Dari tadi Oma tidak pernah diam untuk mengecek keperluan yang akan dibawanya ke hotel.


Cia yang mengetahui Mommy dan Daddy nya akan menikah sangat senang. Sampai berlarian kesana kemari dan berkata kepada semua orang 'Daddyku akan menikah' dengan sangat senang.


Di kamar. Rey sedang merebahkan diri nya dengan lengan tangan menutup matanya dan beberapa kali terdengar helaan nafas yang berat. Ini kenapa bisa begini batin Rey yang masih berusaha mengingat kejadian yang terjadi saat itu.


"Rey?" ucap seseorang yang membuka pintu kamar Rey. Sontak saja Rey langsung terbangun dan terduduk.


"Ada apa, Ndra?" ucap Rey.


Andra duduk disamping Rey dan memeluknya kemudian menangis "Maaf...."ucapnya sesenggukan. Rey bingung apa yang terjadi pada saudara kembarnya tersebut.


"Kenapa nangis" ucap Rey dengan membelai rambut Andra.


Andra masih sesenggukan dalam pelukan Rey dengan terus bergumam kata maaf.


Rey akhirnya melepaskan pelukannya ketika dirasa Andra sudah tenang. Kemudian menakup wajahnya dan menghapus air matanya.


"Maaf, gara-gara aku kamu jadi menikah dengan seperti ini" ucapnya dan kembali menangis. Rey yang masih bingung hanya membiarkannya berbicara semau nya.


"Aku tau Cira tidak mencintaimu dan aku dapat merasakannya Rey. Bahwa kamu sedih karena harus menikahi nya dengan cara seperti ini" ucap Andra membuat Rey memeluknya dan menenangkannya.


Rey tau ketika ia tersakiti maka saudari kembar nya ini juga akan merasakannya. Sehingga Rey terkadang lebih suka bersikap cuek saja dan dingin karena dengan begitu ia tidak akan memiliki rasa sakit dan apapun itu.


"Sudah,,,jangan nangis nanti debay nya ikut nangis. Karena malu liat Mama nya nangis kayak gini. Jelek." ucap Rey membuat Andra seketika berhenti nangis dan malah kembali ke mode garang.


Rey senang dengan mood swing saudarinya itu karena akan terlihat lucu dan menggemaskan. "Dedek, kamu jangan sampai seperti Pamanmu ini. Dingin." ucap Andra dengan mengelus perutnya.


Rey pun ikut mengelus perut Andra." Kamu jangan seperti Mama mu, yang cengeng, ini." ucap Rey dengan tertawa.


"Gimana?" tanya Andra membuat Rey menegang dan melepaskan tangannya dari perut Andra.


Rey yang tau maksud dari saudari nya itu hanya menghela nafas saja. "Jalani aja, mungkin ini takdir dari Tuhan. Nanti sore kita ke rumah Mama buat kasih tau bahwa kamu udah menikah dengan Cira." ucap Andra membuat Rey terkejut. Karena ia lupa untuk memberi tahu soal pernikahan nya kepada Mamanya. Akibat pikirannya yang kacau.


"Hampir lupa akibat banyak sekali pikiran. Nanti sehabis pernikahan langsung ke rumah Mama." ucap Rey.


"Berusahalah. Karena sekerasnya batu jika ditetesi air secara menerus akan luluh juga" ucap Andra tersenyum manis.


Rey mengacak rambut Andra "Kamu ini. Jangan mengurusi ku kamu urus saja diri mu yang sedang hamil gini" ucap Rey gemas akan adiknya ini.


"Rey, kalaupun diantara kalian tidak ada perasaan, tapi kamu harus jujur tentang masa lalu mu biar nanti jika ada masalah datang jadi tidak terjadi kesalahpahaman" ucap Andra mengingatkan Rey.


Rey hanya menganggukkan kepalanya "Kamu mau makan apa, biar aku yang buatkan" ucap Rey membuat Andra berbinar akan pengajuan Rey.


Andra tersenyum "Aku mau ayam kecap seperti waktu Kuliah yang sering kamu buatkan" ucap Andra. Membuat Rey tersenyum dan mengajak Andra untuk ke dapur melihatnya memasak.


Semua yang melihatnya keluar kamar tersenyum penuh arti "Wah...kalau aura pengantin itu beda ya?" ucap Chan yang baru datang dari bekerja.


Perusahaan sudah di hendel oleh Chan, Sehingga ada tidak nya Rey masih bisa berjalan ditangan Chan.


"Ngapain disini. Di kantor sudah beres?" tanya Rey yang melangkahkan kakinya menuju dapur.


"Sudahlah, Chan gitu lho." ucapnya dengan membanggakan diri. Membuat Rey berdecih.


"Ini Mahmud makin cantik aja" puji Chan pada Andra. Membuatnya merasa malu dibilang Cantik.


"Bisa aja lo, comberan" ucap Andra.


Kerta yang melewati dapur dan mendengar perkataan istri nya langsung memandang istrinya kesal "Sayang ucapan mu"ucap Kerta dibelakang Andra membuatnya terkaget begitupun Chan dan Rey.


"Lo kayak kunyuk tau nggak!!. Jalan tanpa ada suara " ucap Chan melempari Kerta buah jeruk yang dikupasnya. Kerta segera nangkap buah tersebut dan memakannya.


"Ini lagi buat ayam kecap, Oma." ucap Chan yang menyahuti perkataan Oma.


"Kamu jangan masak, Rey. Kasian kulit mu gosong. Biarkan Chan saja yang memasak" ucap Oma, membuat Chan yang terpanggil terkejut karena ia sendiri tidak bisa masak hanya bisa masak airnya alm.Bang Sapri.


"Boleh. Andra jadi pengen makan masakannya, Chan." ucap Andra kembali membuat Chan menjadi pasrah. Dijadikan pembantu.


"Sayang, biar aku aja yang masak ya. Chan kan tidak bisa masak dan aku juga nggak suka kamu makan masakan orang lain" ucap Kerta dengan memeluk dari belakang Andra dan meletakkan kepalanya di bahu Andra.


Rey sudah diseret keluar oleh Oma, Sehingga hanya mereka di dapur. Chan yang melihat hal tersebut merasa panas. IRI. "Woy...ada gue ini disini, kunyuk!" ucap Chan lalu kesal melihat mereka. Lalu meninggalkan mereka di dapur.


Gue tau, gue hari ini jomblo. Tapi jangan pamer di depan gue dong. Bikin iri aja tuh, kunyuk. Batin Chan menuju ke kamar Cia.


"Cia!!!, Om masuk ya!!!" ucap Chan dengan menggedor pintu kamar Cia.


"Apaan sih Om ganggu Cia lagi main sama Barbei aja"ucap Cia kesal setelah membuka pintu. Chan hanya menampilkan cengiran khasnya dan duduk ditempat Cia bermain Barbie.


Chan ikut bermain Barbei dan masak-masak bersama Cia. "Cia cariin Om, pacar dong kayak Daddy mu" ucap Chan disela bermainnya.


Cia yang sedang seolah mengaduk teh pun memandang Chan dengan tatapan menyelidik "Nggak, Om kan udah punya Tante" ucap Cia kembali ke proses bermainnya.


"Yah, Cia. Om hari ini jomblo. Tante mu itu sedang dinas keluar kota, Cia." ucap Chan yang sudah merebahkan badannya di atas karpet berbulu.


"Om, Jangan tidur nanti, nggak bisa ikut ke pernikahan, Daddy" ucap Cia yang melihat Chan memejamkan matanya.


Chan yang mendengarnya langsung tersadar dan keluar dari kamar Cia ketika melihat jam ditangannya sudah menunjukan jam 10 kurang 15 menit.


"Cia cepat mandi, kita udah telat" ucap Chan dengan secepat kilat berjalan ke kamar Rey dengan kesetanan.


Cia melongo melihat tingkah Chan yang kesetanan. Om Chan kenapa? batin Cia. Dan melihat ke arah jam masih jam setengah 9.


Rey yang melihat Chan masuk ke kamarnya dengan ke setannya pun terkejut dan menutup badanya dengan tangannya. "Lo kalau masuk ketok dulu, dong." ucap Rey kesal.


Chan yang melihat Rey habis mandi pun melongo, karena Rey santai sekali padahal ini sudah terlambat. "Rey cepat kita sudah telat!" ucap Chan yang menutup pintu lalu menyambar handuk yang ada di lemari Rey dan buru-buru ke kamar mandi.


Dia kenapa kaya dikejar setan batin Rey sembari memakai pakaian nya.


Kini Rey sudah berpakaian lengkap dan begitupun Chan karena waktu sudah semakin cepat. Oma sudah berteriak menyuruh semua orang untuk cepat bersiap.


"Rey!Chan!!, cepat turun!!!" teriaknya lagi Rey dan Chan buru-buru turun. Dan melihat ternyata sudah banyak orang berkumpul.


"Daddy lama!!" ucap Cia dengan sebal. Karena ia tadi menunggu lama dengan bersamaan mendengar Oma berteriak.


"Ayo" ajak Rey pada mereka semua.


Ketika menaiki mobil tiba-tiba saja perasaan deg-degan itu muncul bahkan membuat wajah Rey pucat pasi karena grogi. Tadi ia santai bahkan bisa bercanda dengan yang lainnya.


Aduh....gue kok takut, grogi gini ya. batin Rey.


Papanya yang memperhatikan wajah pucat Rey hanya tersenyum saja. "Nih, minum air" ucap Papanya dengan menyodorkan minuman.


Didalam mobil hanya ada Rey, Papanya, Oma, Cia dan Chan sebagai supirnya. Sedangkan Andra bersama keluarga kecilnya.


Setelah beberapa menit, akhirnya mereka sampai juga. Tidak ada orang ataupun tamu di hotel tersebut karena tempat yang mereka pakai adalah hotel milik keluarga Aditama yang rencananya akan di resmikan tiga hari lagi. Jadi untuk itu mereka memilih hotel tersebut karena tidak menganggu para tamu hotel nantinya.


Oma, papa, Cia dan Chan sudah turun bahkan keluarga kecil Andra pun sudah didepan lobby. Namun Rey belum juga turun. Aduh gue takut batin Rey dan berusaha menenangkan dirinya dengan mengatur nafas dan berkata 'semangat kita bisa'.


Semua orang menunggu Rey turun. "Chan coba liat Rey. Jangan-jangan dia kabur" ucap Oma. Yang diangguki oleh Chan


Baru dua langkah Chan melangkah suara seseorang membuat mereka tersenyum "Aku disini, Oma." ucap Rey berjalan kearahnya.


"Bagus!. Oma harap kau tidak akan kabur" ucap Oma dengan sembari berjalan ke dalam hotel.


Mereka mengadakan pernikahan di atas gedung hotel dan sudah dihiasi dengan pernak-pernik pernikahan.