
Saat ini rumah sakit tempat Anggun melahirkan terlihat jauh berbeda. Karena sudah tersiar kabar tentang kehadiran putra pertama Ariel. Sedari tadi masih terus berdatangan hadiah kecil dalam bentuk karangan bunga atau'pun mainan bayi. Mareka mengucapkan selamat untuk Ariel dan Anggun.
Papa Ariel yaitu Erlangga memberikan bonus besar untuk para petugas rumah sakit, ini bentuk rasa syukur ataa kelahiran cucu pertama yang selama ini diharapkan. Tidak ada yang diinginkan di hari tua selain menimang dan bermain dengan cucu-nya.
Kamar yang ditempati Anggun sudah ramai, semua keluarga sudah berkumpul dan berebut menunggu giliran untuk menggendong bayi yang masih merah ini. Dari satu tangan ke tangan yang lain, sedangkan Anggun sudah duduk dan menyandar di tempat tidur pasien, setelah beberapa jam yang lalu berjuang melahirkan anaknya.
"Anak siapa sih ini? gemesin banget kamu sayang." Mama Widia sudah mengiklarkan diri sebagai Nenek pertama, sudah setengah jam ia menimang cucu-nya yang mewarisi wajah Ariel.
"Sini gantian dong Jeng, saya juga mau menimang cucu pertama saya." Mama Farida yang mendapatkan gelar Nenek kedua tidak mau kalah, sedari tadi terus saja mencolek gemas pipi gembul cucu-nya. Ia sudah berhasil merebut bayi mungil ini dari si Nenek pertama.
Farida masih terus menimang dan menyanyikan lagu untuk cucu-nya, ia mengabaikan tatapan mereka yang menurutnya menyebalkan, bagaimana tidak sedari tadi sudah terdengar suara orang sedang menunggu giliran.
"Mbak, saya juga mau menimang cucu saya," Ibu Suci lebih milih mengalah, ia mendapatkan gelar sebagai Nenek harapan. Ibu Suci memang selalu berharap ingin menimang cucu secepatnya, tapi mau bagaimana lagi, sampai sekarang Suci belum pernah mengenalkan seorang laki-laki sebagai kekasihnya, saat ini bayi mungil yang masih tidur itu sudah ada di gendongannya. Ini adalah cucu pertama untuknya.
Anggun hanya tersenyum melihat tingkah para Nenek baru itu, yang masih saja berada di sekitar bayinya. Sedangkan Ariel sedari tadi sudah melirik tajam, ia khawatir anaknya akan merasa tidak nyaman, tapi ia mencoba memaklumi Mama dan kedua mertuanya itu.
Fery, Endi, Yusry dan Ariel duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu, sementara Papa Ariel menggantikan Ariel di kantor, saat ini beliau juga sedang membagikan bonus besar untuk para karyawannya. Semua mendoakan agar bayi Ariel tumbuh menjadi anak yang berbakti.
"Jadi siapa nama keponakanku?" tanya Fery, umurnya 1tahun diatas Ariel, tapi Ariel sudah lebih dulu mencuri start, melalui tikungan tajam, mengingat dulu ia yang hampir menikahi Anggun.
Ariel tersenyum, tentu saja ia sudah menyiapkan nama yang bagus untuk menjadi penerusnya.
"Aarick Erlangga, dia anakku!" Ariel menjawab bangga menunjuk dirinya sendiri, lihatlah wajah-wajah yang terlihat iri ini, bagaimana tidak diantara mereka hanya Ariel yang sudah menikah dan memiliki anak, sungguh prestasi yang membanggakan untuknya.
"Nama yang bagus,"
"Kau kapan menikahi Alisa?" tanya Ariel kepada Endi, yang sedari tadi terus melirik Alisa yang sedang berbincang dengan Anggun.
"Bulan depan, aku akan menyebar undangan," jawabnya bangga, memangnya cuma Ariel yang bisa pamer pikirnya.
"Secepat itu ?" tanya Ariel tidak percaya.
"Kenapa? apa kau cemburu?" tanya Endi bercanda.
Ariel menendang kaki Endi yang ada di bawah meja"kau jangan gila" kesalnya. Endi hanya tersenyum tanpa dosa.
"Kau sendiri kapan menikah?" tanya Endi kepada Yusri yang sedari tadi sibuk dengan handphone-nya.
Yusri meletakan benda pipih itu di atas meja, dan bergantian menatap wajah-wajah yang menantikan jawabannya. Selama ini Yusri memang terkesan menutup diri tentang asmaranya.
"Jangan ditanya kapan aku menikah, karena aku juga belum tahu jawabannya," Yusri tersenyum mengejek Ariel, Endi, dan Fery yang terlihat kesal.
"Lalu bagaimana denganmu huh? lihatlah bung kau sudah kepala tiga, kapan lagi berakhir dipelaminan?" rasakan itu Fery kau juga mendapatkan giliran, pertanyaan sederhana yang menakutkan bagi para jomblo sejati, itulah arti senyum yang mengembang di wajah Yusri.
"Kalian cerewet seperti mamaku yang selalu menanyakan itu," jawabnya santai dengan melipat kedua tangan diatas dada.
Kesal sangat kesal laki-laki sejati disamakan dengan wanita paruh baya yang cerewet, semua menarik napas, tapi Ariel yang keras kepala ini tidak terima, jangan harap dia akan diam saja, semua ini demi kebaikan Yusri dan Fery agar lebih membuka diri, andai saja mereka tahu kalau menikah itu sesuatu yang sangat membahagiakan, mungkin detik ini juga Ariel akan menjadi saksi pernikahan mereka dengan pasangan masing-masing di KUA.
"Begini saja, siapa diantara kalian yang akan menikah terlebih dulu, maka aku akan memberikan rumah mewah sebagai hadiah pernikahan kalian nanti," ucap Ariel serius.
Jebakan, Yusri tersenyum getir. Ariel keterlaluan bagaimana bisa ia menikah sedangkan cintanya tidak direstui?
"Bagaimana hum?" tanya Ariel lagi.
Tipuan, Fery tersenyum mengejek diri sendiri, Ariel keterlaluan sudah tahu seperti apa kisah cintanya, tapi masih mencoba memancingnya.
"Aku terima...sudah aku katakan. Kalau bulan depan aku akan menikahi Alisa," Yes Endi adalah pemenangnya, Endi merasa bahagia.
"Pengecualian untukmu, ini antara Yusri dan Fery," Ariel memang benar-benar menyebalkan, membuat Endi mengumpat dalam hati.
"Bagaimana hum...? kalian setuju ya." Ariel membuat keputusan sendiri, sedangkan Yusri dan Fery hanya diam dan acuh, mereka sama-sama keberatan, bukan karena rumah melainkan karena jodoh yang masih ada di dalam angan.
Ceklek(Pintu dibuka dari luar)
Suci gadis belia yang punya cita-cita untuk menikah dan menjadi ibu muda ini, masuk dan sudah duduk di tempat tidur pasien yang ditempati Anggun tanpa memperhatikan keadaan di sekitar.
"Oh keponakan onty...sini sayang onty(Aunty) gendong." Suci mengmbil Aarick dari pangkuan Ibu-nya.
"Kenapa kamu baru datang?"
"Keponakan Onty sayang, lutuna...lutuna...lutuna." toel toel toel Suci terus menoel lembut hidung mancung Aarick.
"Dari mana datangnya wajah tampan ini? lutu banget sih kamu, lutu...lutu...lutu." ucapnya gemas.
"Tentu saja dari Papa-nya," suara Ariel sudah mendominasi, membuat semua orang melihatnya, termasuk suci yang baru menyadari kalau ada Fery yang juga sedang melihatnya. Suci terlebih dulu memalingkan muka.
"Apa yang salah? memang aku tampan'kan?" tanya Ariel kepada semua orang, Anggun hanya tersenyum dan menggelengkan kepala, semoga anaknya tidak tertular sifat narsis Papa-nya.
"Kak Ariel paling tampan," Suci memaksakan senyumannya, lebih baik mengalah daripada mendapat masalah, baginya lebih baik meng-iya'kan agar urusannya cepat selesai.
Suci kembali meneruskan kegiatannya, sementara para lelaki sudah kembali melanjutkan obrolan mereka yang sempat tertunda.
"Siapa nama keponakan Suci yang lutu ini Mbak?" tanya Suci.
"Lucu...bukan lutu!" jawab Anggun mencubit hidung Suci.
"Sakit Mbak...lucu untuk orang yang udah besar, lutu untuk keponakan onty ini, jadi siapa namanya?"
"Aarick Erlangga Onty," Anggun menirukan suara anak kecil.
"Aarick Erlangga keponakan onty yang lutu." Suci menimang Aarick.
"Wah Suci...kamu sudah pantes punya anak loh, sudah bisa mengurus bayi." Nenek kedua yaitu Farida membelai halus rambut Suci.
"Iya, saya juga sudah sering meminta Suci menikah, tapi sampai sekarang dia belum punya calon suami," Ibu Suci menimpali.
"Bagus dong Bu, anak saya Fery juga belum punya calon istri, gimana kalau kita jodohkan saja," antusias Ny. Farida.
"Jangan dimulai lagi Ma," jawab Fery tidak terima, ia menatap mata Suci.
Suci hanya tersenyum karena sudah tau jawaban yang akan diberikan Fery. Lalu ia menyerahkan Aarick kepada Anggun, dan duduk bergabung dengan Alisa dan juga Nenek pertama.
"Kamu kesini sama siapa? kenapa Hani gak ikut?" tanya Alisa.
"Mbak Hani sibuk di butik Mbak,"jawabnya.
"Suci gimana kamu mau'kan jadi menantu Tante? " tanya Farida lagi, ia tidak menghiraukan Fery yang terus melihat mereka.
"Tante saya---
Tok...tok...tok...(Pintu di ketuk)
Fery beranjak dan membuka pintu, sudah berdiri laki-laki muda di depan pintu.
"Maaf Paman, saya cari Suci," ucapnya.
"Suci...?" tanya Fery, kenapa darahnya mendidih melihat anak muda ini?
Dia panggil aku Paman?
*****
Hai para Mantan🤗😍 Adakah Mantan Ariel di sini😅 Terima kasih karena sudah setia di Mantan Tercinta ya🤗
Mau bilang Ariel dan Anggun tamat dan happy ending tapi kok aku gak rela ya, padahal kemarin sudah END😅
Lanjut season 2 aja ya, bahas CINTA SUCI FERY😍
A3(Ariel, Anggun, Aarick) masih ada di kisah CINTA SUCI FERY ok😄
Maaf kalau ceritanya terlalu panjang dan membosankan ya😊
Terima kasih sudah membaca, sudah like, sudah komentar, sudah rate 5( Itu bintangku sudah redup bolehlah ya aku mintak dipincit lagi😅) hiyaaaa Maksa ckckck sayang semua dari A sampai Z
Terima kasih vote nya ya😍😍