
Dari atas bukit ini terlihat jelas hamparan danau yang terbentang luas, dengan dihiasi cahaya lampu dari tiap sudut bangunan yang menjulang tinggi, semakin memanjakan setiap mata yang melihatnya. Setiap tahun pemerintah setempat selalu mengadakan acara ini, bahkan penduduk dari luar daerah juga sengaja meluangkan waktu datang ke sini.
Di bawah langit yang bertaburan ribuan bintang ini, banyak kumpulan orang yang sudah sangat antusias menantikan puncak acara dimulai, mereka sudah siap dengan camera yang sebelumnya diatur sedemikian rupa untuk bisa merekam dan menyimpan saat-saat yang menakjubkan, tentu saja bagi mereka yang memiliki pasangan, suasana seperti ini akan menjadi malam yang sangat romantis untuk mereka.
Terhitung masih ada waktu beberapa menit lagi sebelum festival kembang api raksasa ini dimulai, Anggun dan Airin terlihat pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, semua itu karena Anggun merasa risih dengan tatapan mata dari setiap laki-laki asing yang ada di sana, membuat Airin terkekeh membayangkan kakak-nya yang pasti semakin kebingungan mencari istrinya di antara banyaknya orang yang ada di sana.
Dari awal Anggun sudah menolak datang ke tempat ini, tapi mama dan mertuanya itu selalu memaksa Anggun untuk ikut dan menemani Airin, bahkan untuk gaun yang di pakainya saja sudah di persiapkan Airin untuknya.
Setelah ungkapan cinta Ariel di depan umum waktu lalu, Anggun sudah berniat untuk menghubungi suaminya, namun mengingat Ariel yang masih harus mengurus perusahaan membuat ia kembali mengurungkan niatnya.
"Kenapa kamu foto Mbak dari belakang?" tanya Anggun kepada Airin yang diam-diam mencuri gambarnya.
Airin yang ketahuan menjadi panik, bisa gagal rencana yang sudah tersusun rapi kalau sampai kakak iparnya tahu ia mengirimkan pesan untuk kakaknya.
"Si-siapa yang fotoin Mbak...? aku ambil gambar mereka kok." Airin menunjuk beberapa orang yang ada di sekitar mereka, yang terlihat memamerkan kemesraan.
"Hushhh...kamu jangan sembarangan, ayo kita cari tempat yang lain saja ! !" ajak Anggun yang sudah menggandeng tangan Airin.
Dan di tempat inilah mereka berdiri, secepatnya Airin mengirimkan foto mereka kepada Ariel, selang beberapa detik Ariel sudah membalas pesannya, membuat Airin tersenyum setelah membaca pesan dari Kakaknya, ternyata kakaknya itu tipe suami yang pecemburu, pikirnya.
Ariel
Ariel masih terus berlari, ia terus menembus dinginnya malam, ia tidak perduli entah sudah berapa anak tangga yang sudah di lalui dan entah sudah berapa banyak bahu orang yang sudah disenggolnya, baginya yang terpenting segera bertemu dengan istrinya dan mencurahkan segala kerinduannya, setelah ini ia tidak akan membiarkan Anggun jauh darinya, bila perlu ia akan mengurung Anggun di dalam kamar.
Ariel sudah berada di tengah keramaian orang, sambil berusaha menetralkan napasnya ia terus berjalan, seakan tidak ada kata lelah untuknya. Ariel melirik jam tangannya.
"Sepuluh menit lagi, sayang...kamu ada dimana?"
Ariel berkacak pinggang, bola matanya terus saja mengekori keadaan sekitar, berharap ada Anggun di antara banyaknya orang asing yang ada di sini. Satu-satu Ariel terus memperhatikannya.
Deg.......
Deru jantung Ariel kembali berdetak kencang, saat melihat sosok wanita yang ia cari berada tidak jauh di depannya. Anggun berdiri di dekat pagar besi yang menjadi pembatas antara tebing dan danau. Ariel berjalan cepat mendekati istrinya, saat Airin melihatnya ia memberi kode agar Airin menjauhi istrinya. Airin yang melihat itu tersenyum dan pergi tanpa sepengetahuan Anggun.
Tiba-tiba saja pandangan Anggun menjadi gelap, karena ada tangan yang menutup kedua matanya dari belakang.
"Airin ini gak lucu..." ucap Anggun, namun ia tidak mampu melanjutkan ucapannya, saat mencium aroma parfum yang dikenalnya, tidak mungkin suaminya ada di sini.
"Ariel...?"
Ariel tersenyum mendengar namanya di sebut, ia menjatuhkan tangannya dan perlahan memutar tubuh Anggun sampai keduanya beradu pandang.
"Ka-
Cup....
Belum sempat Anggun bicara, Ariel sudah mulai membungkam bibir tipis Anggun dengan ciuman, sumpah demi apa pun juga, Ariel sangat merindukan istrinya, ia terus menarik tengkuk leher Anggun dan memperdalam ciumannya.
Tar.......
Tar......
Tar......
Di saat yang bersamaan dengan ciuman itu juga festival kembang api terbesar dan termegah itu di mulai, warna-warni cantik sudah menjalar dan menghiasi langit malam. Suara sorak sorai pengunjung sudah terdengar, mereka sangat takjub dengan festival kembang api yang di pertontonkan.
Hanya Ariel yang tidak perduli dengan semua itu, ia masih menyalurkan kerinduannya, dan ia terpaksa melepaskan ciumannya saat Anggun berkali-kali menepuk punggungnya.
"Ariel ini di tempat umum, jangan seperti ini...!"
"Sayang...ini negara bebas, hal seperti ini sudah biasa, mereka juga melakukan hal yang sama,"
"Astaga istriku ini...." Ariel mendekap Anggun kedalam pelukannya dan mengecup mesra puncak kepala Anggun.
"Apa kamu tidak merindukan suamimu ini...?"
"Sangat...sangat rindu,...." jawab Anggun, ia terus membenamkan wajahnya di dalam dekapan Ariel, dan menghirup aroma tubuh suaminya.
"Kenapa kamu pergi? kenapa menghilang begitu aja hmmm...aku hampir gila mencarimu!"
"Maafkan aku...aku gak mau menambah bebanmu..."
"Sayang dengarkan aku...jangan pernah bepikir seperti itu lagi, kamu bukan beban untukku, justru kamu satu-satunya kekuatan yang aku punya, jadi jangan pernah mencoba untuk pergi lagi..." Ariel semakin mengeratkan pelukannya, seolah ia takut istrinya akan pergi lagi darinya.
"Iya...Aku janji gak akan pergi lagi..."
Ariel merasa lega ia melepaskan pelukannya, namun tetap merangkul erat bahu Anggun, seakan tidak membiarkan ada jarak sedikitpun di antara mereka, membuat Anggun merasa begitu bahagia, ia tidak menyangka suaminya sudah ada di sampingnya, suaminya datang menjemputnya dengan membawa semua cinta di dalam hatinya.
Anggun sadar, bukan dia yang sudah memberikan kesempatan kedua untuk Ariel, melainkan semua yang sudah terjadi memanglah takdir cinta mereka.
"Aku janji akan selalu membahagiakan kamu," ucap Ariel penuh arti, setelah ini ia akan memastikan bibit unggulnya tumbuh subur.
Endi dan Alisa berada tidak jauh dari mereka, hubungan keduanya semakin membaik, setelah Endi mengungkapkan cinta yang sudah dipendam selama ini untuk Alisa. Alisa tidak menyangka ternyata masih ada laki-laki yang selama ini tulus mencintainya, Alisa sudah memutuskan akan membuka pintu hatinya untuk Endi.
Yusri, Fery, Airin juga ikut menyaksikan kemesraan Ariel dan Anggun, sudah tidak ada kecemburuan di dalam hati Fery, baginya kebahagiaan Anggun adalah yang utama, dan ia yakin kalau Ariel akan membahagiakan adiknya.
Sementara Ny. Widia dan Ny. Farida masih terharu dengan kebahagiaan anak dan menantu mereka, rasanya sudah tidak sabar untuk menimang cucu pertama.
Dan tidak lupa ada Suci yang berdiri di antara mereka, semua orang fokus menatap langit yang dihiasi percikan kembang api, tapi tidak dengan Suci yang sedari tadi terus memerhatikan sosok laki-laki dewasa yang sudah terekam di hati dan pikirannya, laki-laki dewasa yang tidak mungkin dimilikinya.
"Kak Fery..." lirih Suci saat keduanya beradu pandang, namun sayang Fery terlihat acuh dan memalingkan muka.
.
.
.
.
Hiyaaaaaa si othor lama update-nya........
Maafken ya...........
jangan lupa jempol di goyang ya zayannkkkkk
Kisah Ariel dan Anggun Happy Ending sampai di sini ya, takut gak bisa up tepat waktu....
Q: ππ Thor si Anggun belum hamil, bibit unggul belum tumbuh suburπ
A: Hiyaaaaaaaaaaaa ckckck ok bonchap ya......
Q: Thor gimana kisah cinta kak Feryπ€π€π€π€
A: Aseeeekkkkkkkkk lanjut gak nih?????
Kunjungi Audio book juga ya....
Suara kak Mori Vivi..