Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Berita


"Ariel...." teriak Anggun " Cepetan kesini !" ajak Anggun yang sudah bermain dengan air, bahkan tanpa disadarinya flat shoes miliknya sudah hilang terbawa arus ombak.


Ariel masih tidak menambah kecepatan langkahnya, karena ia sudah fokus dengan camera hpnya yang terus merekam semua gerakan Anggun, dan entah sudah berapa gambar istrinya yang tersimpan di dalam memory hpnya.


"Terima kasih sayang, karena kamu sudah menerima aku lagi, tolong jangan pernah tinggalkan aku ! " suara Ariel juga terekam di vidio itu.


"Ariel suamiku...! " teriak Anggun malu-malu, untung saja hari sudah mulai petang, sehingga tidak ada banyak orang di pantai itu.


Ariel tersenyum senang mendengar sebutan ini lagi, sebutan yang pernah menjadi khayalan dan sejarah untuknya "Kamu bilang apa ?" jawab Ariel yang terus mengarahkan camera hpnya tetap merekam Anggun.


"Bukan apa-apa ! Gak ada siaran ulang hahaha " tawa Anggun menggoda Ariel.


" Tadi kamu panggil aku apa? Anggun istriku ! kamu tadi panggil aku apa ?" teriak Ariel menggoda Anggun.


Mendengar itu, Anggun berhenti di tempatnya sedangkan Ariel berdiri di 20 meter di depannya. "Ariel suamiku !" Ucap Anggun lirih, namun tetap terdengar di telinga Ariel, karena Ariel sudah semakin mendekatinya.


Sampai kini keduanya saling berhadapan, berdiri di tepi pantai, dengan kaki yang sudah basah karena deburan ombak, dengan angin yang melambai membuat rambut keduanya tidak berhenti bergerak, dan juga disaksikan matahari yang hampir tenggelam, Ariel meraih tangan Anggun dan mengecupnya dengan mesra.


" Lima tahun yang lalu, kita pernah membuat janji di pantai ini, lima tahun yang lalu, kita pernah menghabiskan waktu di pantai ini, lima tahun yang lalu, kita pernah berencana untuk menikah di pantai ini !" Ucap Ariel sembari membelai halus pipi Anggun.


"Dan lima tahun yang lalu adalah hari terakhirku menginjakan kaki di pantai ini, semua karena kebodohanku, aku membuang waktu kita secara percuma, aku benar benar menyesal," Ucap Ariel dengan terus menatap mata Anggun.


Anggun hanya diam tanpa ekspresi, sampai Ariel menekuk lututnya di hadapan Anggun, dan mengijinkan deburan ombak membasahi jeansnya, sementara matahari sudah hampir tenggelam menyisakan warna jingga yang menyelimuti sebagian bumi.


" Terima kasih karena kamu sudah mau kembali menerima aku, terima kasih kamu sudah mewujudkan mimpi kita, dan terima kasih karena kamu sudah mau menerima aku menjadi suamimu, dan terima kasih untuk semua kesempatan ini, terima kasih karena kamu sudah mau memaafkan aku !" Ariel meraih tangan Anggun dan menyematkan cincin berlian di jari manisnya. "Terima kasih sudah mau menjadi istriku, dan tolong jangan pernah tinggalkan aku !" pinta Ariel memelas.


"Hari ini untuk pertama kalinya, kita berdiri di sini sebagai suami istri, jangan pernah tinggalkan aku ! "pinta Ariel lagi.


Anggun tersenyum dan menghapus air matanya " Iya....! aku janji !! jawab Anggun yakin.


Ariel menjadi lebih semangat, ia berdiri dan kembali mencium semua bagian dari wajah istrinya, tidak ada satupun yang terlewatkan. Mulai dari kening, pelipis mata, kelopak mata, hidung, pipi semua dihujani ciuman, sampai Anggun merasa benar-benar di sayang.


"Uhukkk Uhukkkk Uhukkkkk


Sampai suara itu membuat Ariel menarik diri, ia baru ingat kalau ada orang lain di sekitarnya.


"Maaf Mas, apa vidio ini masih terus mau di lanjutkan , " Ucap seorang pemuda yang sebelumnya diminta Ariel untuk merekam adegan mesranya.


"Oh sudah cukup !" Ariel meraih hpnya dan memberikan lembaran uang seratus ribuan di tangan pemuda ini.


" Oh tidak usah mas, saya ikhlas !" jawabnya malu tapi tetap memasukan uang kedalam kantong celananya, dan langsung pergi "Yasudah Mas, terima kasih saya do'a kan mas sama mbaknya hidup bahagia !" teriaknya sembari terus berlari.


Sementara Ariel dan Anggun tersenyum malu, karena terciduk untuk kedua kalinya. "Kamu sih !" Anggun menepuk lengan Ariel.


"Kita pulang !" ajak Ariel yang tiba-tiba menggendong Anggun.


Anggun menepuk dada Ariel, " Lepas !" teriaknya.


"Kamu tidak akan pernah aku lepaskan sayang !" jawab Ariel dengan senyum nakalnya, membuat Anggun pasrah dan mengalungkan tangannya di leher Ariel.


**********


Kini mobil Ariel sudah sampai di depan rumah yang mereka tempati, Anggun benar- benar kelelahan, seharian bermain seperti anak kecil, belum lagi mereka baru menghabiskan makan malam dengan porsi yang cukup besar. Ariel menyingkap rambut halus yang menutupi sebagian wajah Anggun yang tertidur pulas, dan mengecup keningnya sebelum membuka pintu mobil.


Ariel tidak membangunkan istrinya, ia sendiri yang menggendong Anggun masuk ke dalam rumah, untung saja pintu sudah di buka oleh si mbok penjaga rumah.


Dengan hati-hati Ariel merebahkan Anggun di atas tempat tidur, ia benar benar tidak mau mengganggu istrinya yang sudah berada di alam mimpi. Setelah mengganti pakaiannya Ariel juga ikut tidur di samping istrinya.


**********


Anggun merentangkan tangannya, ia sudah membuka mata " Ariel....kamu di kamar mandi ya ?" teriak Anggun yang tidak menemukan Ariel di sampingnya.


Anggun menyingkap selimut dan turun dari tempat tidur saat mendengar nada dering hp di dalam tasnya, dengan cepat Anggun menekan tombol hijaunya.


"Anggun kamu apa kabar sayang ?mama kangen sama kamu, kapan kamu main ke rumah nak !"


"Anggun baik-baik aja kok ma ! Anggun juga kangen sama mama !"


"Ajak suamimu main ke rumah mama ya, mama pengen lebih dekat sama dia !"


"Iya ma, ehm Kak Fery masih marah ya sama Anggun !"


"Udah biasa aja gak usah di pikirin, kamu kan tau sendiri gimana sifat kakakmu, nanti juga dia luluh kok !"


"Iya, Anggun minta maaf ya ma, Anggun sudah buat Mama kecewa !"


"Gak masalah kok, yang penting kamu harus hidup bahagia !"


"Iya kok Ma, Anggun bahagia, !" jawab Anggun sebelum panggilannya terputus, karena hpnya sudah mati total atau kehabisan daya.


Setelah membersihkan diri, Anggun turun ke lantai dasar untuk menemui Ariel, tapi tidak ada tanda-tanda Ariel di sana, kini Anggun sudah duduk di sofa ruang keluarga dengan tv yang sudah menyala.


"Non Anggun, kenapa ada di sini?" seorang pelayan muda datang dari dapur, dan merampas remote tv dari tangan majikannya.


"Memangnya kenpa ? " tanya Aggun merasa heran " Kembalikan remot tvnya, " pinta Anggun.


"Jangan Non, sebaiknya non Anggun sarapan pagi, semua sudah di sajikan !" jawanya sembari meremas remot tv.


Melihat itu Anggun sedikit curiga " Saya bilang, kembalikan remot tvnya !" Anggun berusaha merebutnya, tapi pelayan muda ini berusaha mempertahankannya, sampai keduanya saling berebut, dan itu membuat Anggun semakin curiga.


"Apa di rumah ini ada larangan tidak boleh menonton tv ?" tanya Anggun yang sudah berhasil merebut remot tv.


"Sudah non, matikan saja tvnya !" panik pelayan lain yang baru datang dari arah dapur.


"Memangnya ada ap.....


Anggun tidak dapat melanjutkan bicaranya, ia tercekat ketika melihat saluran berita yang menghebohkan, dimana ada orang yang dia kenal sedang mengadakan konfrensi pers.


"Alisa...." Anggun yang terkejut, menjatuhkan remot sampai pecah di bawah kakinya.


Bersambung.......


Jangan lupa jempol di goyang......


Kritik dan saran di persilahkan.


Silahkan komentar, kasih masukan boleh..


kasih kritikan setajam silet juga boleh..


Tapi ingat, bijaklah dalam berkomentar, agar tidak mengganggu yang lain.


🤓 Sabar jarum jam masih berputar🤗🤗


Dengarkan juga audio book nya ya...


Suara kak Mori Vivi...