Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Bertemu Alisa


Sudah hampir jam 9 malam, saat ini Ariel sudah berdiri bersandar di mobil dengan memegang sebatang rokok di tangannya, pandangannya tertuju pada orang yang baru saja menampakan diri, Ariel menjatuhkan dan menginjak puntung rokok dengan kasar.


Ariel melemparkan kunci mobil dan langsung berpindah ke tangan Endi, iya sebelumnya Ariel sudah menghubungi Endi, ia tidak mau masuk ke dalam perangkap Alisa, sehingga ia nekad mengajak Endi ke apartmen Alisa.


"Temen gak ada moral kau mengganggu tidurku !" Endi sangat kesal seharian dia dan Yusri di cueki di rumah Ariel, dan sekarang Ariel datang mengganggu waktu istrahatnya. Benar-benar keterlaluan.


" Ayolah...ini demi masa depanku !" Ariel mengitari mobil, ia membuka pintu bagian penumpang dan masuk kedalamnya.


Endi bergidik pasrah, ia merasa kasihan melihat Ariel di tinggal minggat istrinya, kini Endi sudah menghidupkan mesin mobil dan mulai menjalankannya.


"Mungkin ini yang dirasakan Anggun dulu, saat kau meninggalkannya," ejek Endi kepada Ariel yang menyandar dan memejamkan mata, ternyata temannya itu kelelahan juga.


"Anggun tidak meninggalkan aku...dia hanya liburan." Ariel mencoba menghibur diri, saat ini pikirannya sudah sangat kacau, entah ada dimana istrinya itu, entah kemana dia akan mencarinya. Ariel sudah bertekad untuk menyelesaikan masalah Alisa, kemudian ia akan mencari istri tercintanya.


Endi hanya menoleh sebentar, ia melihat Ariel yang masih memejamkan mata dengan tangan yang di lipat di depan dada, memang percuma mengajak Ariel berdebat, karena Ariel tidak menerima pernyataannya, sudah jelas istrinya itu minggat, mana mungkin pergi liburan, sejurus kemudian Endi terus memacu kendaraannya.


Kini sampailah mobil mereka di depan Apartmen mewah yang menjulang tinggi, tentu dengan harga yang fantastis dan dengan penjagaan yang ketat. Sementara hari semakin gelap, kedua orang ini masih berada di dalam mobil, dengan pandangan yang lurus kedepan.


"Aku tahu, ini pasti akan terjadi!" kesal Ariel melihat para awak media yang sudah berjaga di depan sana.


"Kau mau menemui mereka?"


"Kau jangan gila ! itu artinya sama saja aku masuk ke sarang ular berbisa, Alisa sudah sangat keterlaluan !" Ariel semakin kesal, ia memukul-mukul apa saja yang bisa di jangkaunya.


"Kau jangan menyalahkan dia !" Endi tidak terima.


"Sudahlah...bagaimana kita bisa masuk ke dalam sana tanpa ketahuan mereka?"


Endi mengangkat kedua tangannya, membiarkan Ariel mencari jalan keluarnya sendiri. Sampai seorang satpam mendekat dan mengetuk kaca mobil Ariel, akhirnya dengan bantuan satpam mereka keluar tentu dengan sembunyi-sembunyi dan menutupi wajah mereka, hingga berhasil masuk ke dalam lift.


Ariel hapal betul di mana lantai apartmen Alisa, dengan cepat ia menekan tombol angka menuju lantai atas. Hingga akhirnya sampailah mereka di tempat tujuan. Dengan tidak sabar Ariel menekan bel, dan terus mengulanginya.


Ting....tong...ting...tong...


Ceklek (Pintu terbuka )


Alisa sudah membuka pintu, ia tersenyum manis menyambut kedatangan kekasih hatinya, dengan memakai pakaian yang sedikit terbuka, Alisa berdiri di depan Ariel. Ariel hanya tersenyum sinis melihatnya.


"Sayang...aku tahu kamu pasti datang," ucap Alisa dengan wajah yang berbinar, ia meraih tangan Ariel, tapi Ariel menepis dengan kasar.


"Hai Alisa..." Endi muncul dari balik punggung Ariel, membuat Alisa cemberut.


"Kau...! kenapa dia ada di sini ?" tanya Alisa ia marah kepada Ariel.


Tanpa basa-basi Ariel menunjukan testpack palsu di wajah Alisa, seketika Alisa menjadi pucat, dan membuang wajahnya kesembarang arah.


"Ini apa? apa maksudmu dengan semua ini Alisa?" tanya Ariel dengan wajah yang memerah.


"Aku tidak mau menjawab pertanyaanmu kalau ada dia !" menunjuk Endi yang masih berdiri di belakang Ariel, lalu Alisa masuk ke dalam kamar di ikuti Ariel yang berjalan di belakangnya, sedangkan Endi terlihat acuh dan duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


Alisa berdiri di depan meja rias, sedari tadi ia menunggu waktu untuk bisa berduaan dengan Ariel, dengan kasar Ariel melemparkan testpack di kaki Alisa.


"Lalu bagaimana denganku Ariel...? kau meninggalkan aku begitu saja, bahkan kau selingkuh dengan orang terdekatku ! apa kau memikirkan perasaanku...?" teriak Alisa.


"Aku mengakui semua ini memanglah kesalahanku, aku minta maaf kalau aku menyakitimu, tapi selama ini aku memang tidak pernah benar-benar mencintaimu Alisa,"


"Tidak Ariel...kau mencintai aku, sama seperti aku mencintaimu !" teriak Alisa frustasi.


"Alisa mengertilah, ini semua demi kebaikan kita, aku sudah pernah mencoba untuk mencintaimu, tapi aku tidak bisa ak-


"Semua ini karena Anggun...karena dia sudah menggodamu kan ?" teriakan Alisa terdengar jelas di telinga Endi, membuat Endi sembunyi di balik dinding.


"Anggun tidak pernah menggodaku, dari dulu hatiku cuma miliknya, hanya dia yang aku cintai,"


Ariel berusaha untuk tetap tenang, sementara Alisa semakin gemetar, selama ini Alisa selalu menampik perasaan itu, tapi sekarang ia mendengar sendiri dari mulut Ariel, dan itu sangat menyakiti hatinya.


Ariel mendekati Alisa,"Maafkan aku Alisa ak-


Plakkkk


Sekuat tenaga Alisa menampar pipi Ariel.


"Aku mencintaimu Ariel...aku sangat mencintaimu, kenapa kau membohongi dirimu sendiri huh?" teriak Alisa lagi.


Alisa mencengkram kuat kerah baju Ariel,"Katakan kalau kau mencintaiku, cepat katakan kalau kau mencintai aku, cepat katakan !" teriakan Alisa menggema, ia tidak siap menerima kenyataan.


"Maafkan aku Alisa...Aku mencintai Anggun, aku sangat mencintai dia..." lirih Ariel.


Alisa menggeleng kepala, dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Ia memukul-mukul dada bidang Ariel.


"Kau jahat Ariel...kau jahat! kenapa kau lakukan ini ?kau mencintai aku ! kau hanya mencintai aku, kau mencintai aku !" Alisa terus memukul Ariel.


"Alisa ak-


"Stop Ariel ! jangan katakan apapun lagi, aku tidak mau mendengarnya, aku anggap ini tidak pernah terjadi, aku memaafkanmu, asal kau mau kembali kepadaku!" ucap Alisa lantang.


"Sampai kapanpun, itu tidak akan pernah terjadi ! aku tidak akan pernah meninggalkan ISTRI ku !" tegas Ariel.


Alisa menghapus air matanya," Baik...baik kalau begitu, jadikan aku istri keduamu, kalau tidak aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia !" ancam Alisa.


"Alisa sadarlah, kau gadis yang baik, kau wanita baik-baik, aku yang salah Alisa, aku tidak pantas untukmu, kau bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari aku Alisa, percayalah !"


"Tidak ada yang pantas untuk menjadi suamiku selain kamu Ariel, selama ini tidak ada yang mencintai aku dengan tulus, jadikan aku istrimu juga Ariel, aku mencintaimu,"


"Alisa cukup !!!" Ariel berteriak.


"Sampai kapanpun, itu tidak akan pernah terjadi, hanya Anggun satu-satunya wanita di dalam hidupku, aku sudah menyerahkan seluruh hidupku untuknya !" tegas Ariel.


Sementara di luar kamar, Endi masih bersandar di dinding, ia mendengar semua ucapan Alisa.


Kenapa kau tidak bisa melihat cintaku untukmu Alisa.