
Di kampung nan jauh di mata, ada sepasang suami istri yang tidak berhenti meneteskan air mata kebahagiaan, melihat keponakan tercinta telah melangasungkan pernikahan, dan sudah sah menjadi seorang istri dari pemuda yang pernah datang ke rumah kecil mereka.
Bahkan,sebagian baju sang istri sudah basah,
terkena air mata dan cairan yang mengalir dari hidungnya, sedangkan sang suami, yang ketegasannya tidak di ragukan lagi, kini terlihat lemah, terharu, dan bahagia saat menonton Vidio dari layar Hp_nya.
"Kenapa mereka menikah gak ijin kita pak? tau tau dapat kiriman Vidio seperti ini surtttt" cairan dari hidung itu, kini sudah kembali membasahi serbet kecilnya.
"Sudah Bu ! jangan menangis terus, bapak sudah mengijinkan nak Ariel menikahi Anggun Bu ! " seru paman Anggun, yang sudah meletakan Hp_nya di atas meja.
"Kapan pak ? kapan ? Ibu ingat betul, Anggun pernah cerita, kalau Ariel itu sudah punya calon istri, dan itu bukan Anggun pak ! hiks "
"Sudah jangan menangis, Ibu ingat, Bapak pernah bicara berdua dengan Ariel, sebelum mereka kembali ke kota, saat itu Ariel mengutarakan niatnya, untuk menikahi Anggun Bu ! " ingatan Paman kembali kepada beberapa waktu yang lalu, ketika Ariel meminta restu paman, untuk mempersunting Anggun.
Siang itu, Paman mengajak Ariel keluar rumah, mereka berdua duduk di bawah pohon rindang yang ada di perempatan jalan, yang jaraknya tidak jauh dari rumah paman.
"Nak Ariel ! paman menjaga dan mendidik Anggun sedari dia kecil, setelah Ayahnya meninggal, paman yang mengambil alih tanggung jawabnya !"
" Dulu ! Anggun pernah menolak lamaran, dari anak pemilik perkebunan karet yang terluas di kampung ini, Anggun lebih memilih merantau ke Kota, dia bilang, mau mencari uang untuk Ibunya!"
"Dengan bermodalkan kepercayaan, kami terpaksa melepaskan kepergian Anggun, sejak saat itu ! setiap bulan dia rajin mengirimkan uang untuk mendiang ibunya"
"Tapi....." Paman membuka kaca matanya, ia menghapus bening kristal yang sudah mengalir di pipinya " Tapi Anggun menyesali keputusannya itu, saat takdir benar benar memisahkan jarak antara dia dan mendiang ibunya !"
" Anggun sangat terpukul, dan tidak pernah berhenti menangisi penyesalannya, Paman tidak tega, melihat dia seperti itu, tidak nafsu makan, tidak banyak bicara seperti biasa, dan Paman melarang dia untuk kembali ke Kota ! "
"Tapi ! Anggun menolak, dia bilang ada orang yang menunggunya di Kota, ada orang yang menyayanginya di kota, ada orang yang mencarinya di kota, dan.....
"Paman.....Tolong maafkan Ariel paman, tolong maafkan Ariel ! " paman tidak bisa melanjutkan bicaranya, ketika Ariel sudah bersimpuh di kakinya.
"Ariel bersalah paman ! Ariel tidak ada disaat dia membutuhkan Ariel, Ariel bahkan menghina dan meninggalkan dia Paman , tolong maafkan Ariel ! "
Paman memegang kedua sisi lengan Ariel sampai Ariel kembali duduk di sampingnya.
"Apa kamu yang mencarinya? apa kamu yang menunggunya? apa kamu juga yang dia rindukan? apa kamu juga yang setiap saat menghawatirkan dia ? "
"Paman !
"Ariel ! Apa tujuanmu datang ke sini? kamu datang untuk menghina Anggun lagi ? "
"Paman! apa yang harus Ariel lakukan untuk menebus semua kesalahan Ariel, jujur Ariel masih mencintai Anggun, sangat mencintai dia! tapi Ariel sadar, gak mudah untuk Anggun menerima Ariel lagi Paman, tolong maafkan Ariel paman, kasih Ariel kesempatan untuk bahagiakan Anggun, Ariel sangat ingin menikahi Anggun ! "
"Ariel ! dia sudah dewasa , dan Paman tidak punya hak lagi untuk mengatur hidupnya, tapi Paman juga tidak bisa mengawasinya selama 24 jam, tapi Paman sadar, harus ada yang menjaga dan melindunginya , apa kamu yakin bisa menjaga Anggun ? "
Ariel menemukan secercah harapan, "Ariel janji, akan selalu melindungi Anggun. "
" Kalau begitu ! Paman serahkan dia sama kamu, lakukan apapun itu demi kebaikan Anggun, " terdengar ketegasan dari setiap kalimat yang keluar dari mulut paman.
"Apapun itu paman, apapun pasti akan Ariel lakukan ! " semangat Ariel.
"Tapi ingat, kalau sampai kamu menyakitinya lagi, Paman sendiri yang akan memisahkan kalian ! "
"Terimakasih paman ! tapi Ariel janji, tidak akan menyakiti perasaan Angin lagi ! "
.
.
"kenapa bapak baru bilang sekarang pak ? " kini Bibi sudah lebih tenang.
"Bapak juga gak tau, kalau secepat ini Ariel bertindak Bu ! "
"Gimana nanti sama calon istri Ariel itu Pak ?"
"Bapak gak tau ! pasti dia sudah tidak ada hubungan lagi dengan perempuan itu Bu ! "
"Kalau terjadi apa apa sama Anggun, bapak yang harus tanggung jawab ! "
"Iya Bu ! Ibu tenang aja ! " Paman sudah kembali memutar Vidio pernikahan yang dikirimkan Yusri.
.
.
.
.
.
Setelah kepergian bapak penghulu dan kawan kawan, Ariel mengajak Anggun ke kamar yang memang di persiapkan untuk menyambut istri tercintanya. Terlihat jelas aura kebahagiaan dari wajahnya, tapi tidak dengan Anggun, yang masih saja murung, masih tidak percaya dengan statusnya yang sudah menjadi istri Ariel .
"Lihat ini ! semua ini milikmu, ukuranya sama persis seperti ukuran tubuhmu ! " Ariel membuka lemari pakaian yang di penuhi berbagai gaun dan pakaian modis lainnya.
"Kamu lihat ini, pakailah ! bukankah ini warna kesukaan istriku ini ? " Ariel memberikan sebuah dress yang berwarna baby pink untuk Anggun.
"Untuk apa ? "
"Untuk apa ? jelas aku ingin melihatmu memakai ini, pakailah sayang ! "
"Untuk apa kau menikahi aku ? "
"Anggun ! ada apa denganmu ?"
"Untuk apa kau menikahi aku Ariel ? "
"Karena aku masih mencintaimu ! "
Anggun menggeleng "Bohong ! kau bohong, bukan karena itu Ariel, pasti bukan karena itu"
"Kau masih tidak percaya Anggun ? harus dengan cara apa aku meyakinkanmu ? "
"Aku tau sifat mu , bukankah kau membenci aku? kenapa akhir akhir kau berubah ? apa yang membuatmu berubah seperti ini ? "
"Apapun itu, kita sudah menikah, aku sudah menjadi suamimu, jadi jangan pernah meragukan aku ! "
"Menikah ? iya kau benar kita sudah menikah, tapi kau harus tau, kita hanya menikah, hanya menikah ! "
Ariel meraih tangan Anggun "Anggun apa maksud mu ? "
"Jangan pernah sentuh aku Ariel ! sebelum kau mengatakan alasan yang sebenarnya ! "
"Tidak ada alasan apapun Anggun, aku benar benar masih mencintai mu, kenapa kau tidak percaya ? "
"Lalu kenapa kau menyentuh Alisa? " teriak Anggun. " Dari awal kau memang ingin membalas aku kan ? " suara Anggun memenuhi kamar pengantin baru ini.
"Aku ! aku yakin aku tidak melakukan itu Anggun, percayalah ! " Kini Ariel yang memelas, berharap Anggun percaya dengan apa yang diucapkannya.
"Cukup Ariel ! kau terlalu egois, aku sudah biasa dengan sikap mu , tapi Alisa? kenapa kau tega melakukan ini ? " Anggun kembali berteriak.
"Kenapa kau selalu bahas tentang Alisa ? " tanpa sadar Ariel berteriak, ternyata ia sudah terpancing saat Anggun membahas Alisa.
Anggun tidak gentar, bahkan ia menantang dengan menunjuk dada bidang Ariel dengan jari telunjuknya yang lentik, bahkan Anggun juga kembali berteriak.
"Karena itulah kenyataanya, kau menghinaku, kau meninggalkan aku ! kau kembali lagi di kehidupanku, kau kembali lagi hanya untuk menghina aku ! kau menikahi aku , setelah kau berhasil menodai Alisa ! " teriak Anggun.
"Anggun ! " suara Ariel menggema di ruangan ini " Aku tidak suka kau bicara seperti itu! " tegas Ariel.
"Karena itu memanglah kenyataanya Ariel, kenapa kau marah ? " suara Anggun sudah kembali normal.
Ariel mengusap gusar wajahnya ,berusaha meredam emosinya, ia duduk di pinggir ranjang, dan sedikit mendongakkan kepala melihat Anggun yang masih berdiri di hadapannya.
"Bisakah kau percaya aku sekali ini saja ?"
"Tidak ! aku tidak akan pernah percaya lagi, kau berulang kali bertindak semaumu ! "
"Aku yakin, aku tidak menyentuh Alisa sedikit pun ! bagaimana caraku membuatmu percaya ? " resah Ariel.
"Tidak ada, jangan lakukan apapun! itu tidak akan pernah merubah kenyataan, aku tidak akan pernah mencampuri urusanmu, tidak akan pernah ! "
Ariel menarik tangan Anggun, sampai Anggun duduk di sampingnya. "Anggun jangan seperti ini, kau sudah menjadi istriku, kita sudah menikah Anggun, jangan menyiksaku ! "
"Kita hanya menikah Ariel, hanya menikah, bukankah itu yang tertulis di surat perjanjian itu ? bukan berati aku berhak mencampuri urusanmu! dan kau juga tidak perlu mencampuri urusanku ! "
"Anggun kau....
"Dan aku tidak mau, ada orang lain yang mengetahui pernikahan ini, aku tidak mau di cap sebagai perebut calon suami wanita lain!"
"Anggun....
"Sadarkah kau Ariel ? caramu ini sudah sangat menghina aku ? "
"Aku tidak bermaksud seperti itu Anggun! "
"Kalua begitu, jangan pernah sentuh aku!"
"Kau tidak berhak melarang aku untuk melakukan itu, suka atau tidak akulah suami mu, dan aku berhak atas dirimu ! "
" Aku....
Cup Ariel menarik tengkuk leher Anggun.
Akhirnya Ariel kembali merasakan candunya yang sempat hilang, kali ini ia benar benar membungkam mulut Anggun dengan ciuman dari bibirnya, Ariel tidak membiarkan Anggun pergi, ia terus saja berusaha meruntuhkan pertahanan Anggun.
Anggun hanya diam, ia meremas kuat kemeja Ariel, sampai Ariel berhasil membuka mulutnya. Ariel terus melakukanya, lid**nya terus saja meresapi setiap rongga mulut Anggun.
Sesaat Anggun terlena, tanpa sadar Anggun membalas serangan yang di berikan Ariel. Kini keduanya saling me***mat lid*h satu sama lain.
Ariel menghentikan aksinya, membiarkan istri tercintanya bernafas sejenak, dan kemudian ia melakukanya lagi, dan lagi.
🤦
Jangan lupa jempolnya.
Terimakasih Vote dan segala dukungan ya 🤗