
Perlahan Anggun mengerjapkan mata sampai terbuka dengan sempurna. Ia mengerutkan keningnya dan menoleh melihat wajah Ariel tersenyum tanpa dosa.
"I-ini ap-apa maksudnya?" Anggun masih belum menyadari tujuan Ariel membawanya datang ke tempat ini, tentu Anggun senang datang ke tempat yang pernah menjadi kenangan untuknya.
Perasaan Ariel menjadi semakin hangat, ia teringat ketika memberikan mahar rumah mewah kepada Anggun dulu, ekspresi wajah Anggun biasa saja tidak seantusias ini.
Barhkan Ariel manjakan dan menawarkan Anggun dengan perhiasan mahal, juga biasa saja dan enggan memakainya. Tapi hari ini Anggun terlihat sangat tertarik, sebenarnya wanita seperti apa yang sudah menjadi Nyonya di dalam hatinya ini?
Ariel menggenggam tangan Anggun dan mengajaknya masuk ke dalam rumah kecil yang sudah lama tidak berpenghuni, lihatlah senyum manis yang menghiasi wajah cantik istrinya, ternyata keputusan Ariel membeli dan merawat rumah kontrakan Anggun dulu adalah keputusan yang benar.
"Ini kenapa masih ada ?" Anggun menyentuh bunga mawar dan Anggrek yang pernah mereka tanam dulu.
"Aku yang merawatnya untuk kamu, Mas sudah membeli rumah ini dan menugaskan orang untuk merawatnya," ucap Ariel.
"Dari mana niat itu Mas? selama ini aku gak pernah datang ke rumah ini, tapi sekarang ak---
"Mas tahu kenapa kamu tidak pernah lagi datang ke rumah ini, begitu banyak kenangan kita di rumah sini, lebih dari lima tahun lalu sebelum aku meninggalkanmu, kita berdua menghabiskan waktu di dalam rumah ini, kamu ingat'kan?" ucap Ariel.
Anggun menganggukan kepala. Lalu Ariel merogoh kantung celananya dan mengambil kunci rumah itu, dan memberikan kepada Anggun.
"Bukalah !"
"Serius...?"
"Kalau kamu menolak aku buang aja kunci kecil ini," Ariel pura-pura ingin membuangnya.
"Jangan! ini rumahku !" Anggun merampas kunci dari tangan Ariel, dan membuka pintunya.
ceklek (Pintu di buka)
Kenangan dan bayangan sudah mengisi rumah itu, Anggun melihat semua itu, sofa kecil ini dirawat dengan baik, tempat mereka pernah mercanda dulu. Anggun sudah mulai memasuki rumah ini, sudah lama tidak di tempati tapi sangat terawat dengan baik.
Anggun membuka pintu kamar, matanya berkaca-kaca, ia bahagia dan antusias hanya dengan melihat tempat tidur kecil miliknya dulu, di tempat ini Ariel pernah merawatnya ketika ia sakit, namun hari ini ditaburi ribuan kelopak bunga mawar di atasnya.
"Mas..." lirih Anggun saat Ariel memeluknya dari belakang, Ariel sangat mengagumi tubuh kecil istrinya yang tidak mengalami banyak perubahan selama hamil, hanya saja perut yang semakin membuncit.
"Mas datang ke rumah ini. Mas mencarimu sayang, tapi kamu tidak ada di rumah ini, bunga mawar yang Mas bawa dulu menjadi saksi betapa takut dan resahnya Mas saat tidak menemukanmu," ucap Ariel mengenang masa lalu.
"Dan bunga mawar yang sudah menjadi kering dan layu itu, juga menjadi saksi air mataku, aku menunggu dan menyesali kepergianmu Mas," ucap Anggn dengan wajah yang sendu.
"Akh Mas...! " Anggun berteriak saat tiba-tiba Ariel menggendong dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan ribuan kelopak bunga mawar.
"Sekarang bunga mawar ini juga menjdi saksi, kalau CINTA LAMA BERSEMI KEMBALI SAYANG...!" Ariel mencium bibir Anggun dan terus meresapinya.
(Kenapa kalian jadi lebay😌)
Ariel tidak membiarkan istrinya beranjak, ia terus mengeskplore semua bagian yang ada. Lengkap sudah kebahagiaannya, sudah ada Baby boy di dalam rahim istri yang sudah tulus mencintai dan bukan karena harta yang dimilikinya.
Di dalam rumah itu. Ariel terus melakukan hasratnya, tanpa perlu khawatir dengan kondisi kehamilan Anggun, karena dokter sudah memberikan wejangan dan vitamin untuk Anggun. Ariel semakin bergairah seperti tidak ada kata lelah untuknya, ia menyudari kegiatan di atas ranjang saat Anggun sudah benar-benar lelah.
"Terima kasih sayang..." Ariel mengecup kening Anggun dan menutup tubuh polos mereka.
****
Pagi Hari....
"Mau makan apa?" tanya Ariel saat keduanya sudah mensucikan diri.
"Ehmmmm apa ada bahan makanan di dapur?" tanya Anggun, bola matanya berbinar kalau membahas makanan.
"Tidak selengkap bahan makanan di rumah kita yank, lebih baik kita keluar cari makanan enak,"
"Gak mau, aku mau makan nasi goreng buatan Mas ya..." rengek Anggun.
"Gak boleh, pertama kali Mas masak waktu kamu sakit, kamu ingat'kan Mas pernah masak bubur untuk kamu, sejak itu Mas belum pernah lagi ke dapur, apa lagi masak nasi goreng, uffhh pasti rasanya ambyar sayang...!"
"Mas tapi anak kita mau..." pinta Anggun manja.
"Kamu yakin?" selidik Ariel, mungkinkah ini yang dinamakan ngidam? usia kehamilannya sudah 7 bulan, apa masih bisa ngidam.
"Mas..."
"Mas khawatir rasanya tidak enak sayang, kadang ekspetasi tidak sesuai realita,"
"Yasudahlah, katanya mau jadi suami siaga, mau menuruti semua keinginan kami tap----
cup
Ariel gemas dan mengecup sekilas bibir Anggun, membuat Anggun berhenti bicara.
"Tunggu di sini ya, Mas mau betempur di dapur," Ariel membiarkan Anggun duduk dan menunggunya di sofa.
"Jangan lama-lama..." ucap Anggun.
*****
Hanya memasak nasi goreng, dan ini untuk kedua kali Ariel menyiapkan makanan untuk Anggun, sudah siap dengan semua bahan yang diperlukan, tentu saja dengan layar hp yang menampilkan hasil pencariannya.
Dari ruang tamu yang kecil itu. Anggun bisa mencium aroma khas dari dapur, beberapa saat kemudian Ariel datang dengan sepiring nasi goreng. Ariel ragu dengan masakannya tapi Anggun terlihat sangat antusias.
"Wah...rasanya pasti enak," ucap Anggun saat Ariel sudah duduk di sampingnya.
"Kita hunting makanan lain saja yank," Ariel menjauhkan piringnya.
"Gak mau, cepetan aku laper," Anggun menarik tangan Ariel.
tapi ia tidak tega melihat wajah Anggun yang sedang menahan lapar.
"Aku mau makan sendiri saja Mas," Anggun mengambil sendok dari tangan Ariel, dan kini lidahnya sudah mulai mencicipi nasi goreng buatan suaminya, lagi dan lagi.
"Jangan buru-buru yank...!" Ariel memberikan minum untuk Anggun" enak gak ?" tanya Ariel.
Anggun mengacungkan jempol sembari terus mengunyah makanannya, dan itu membuat Ariel penasaran, apakah seenak itu? karena penasaran Ariel mulai memakannya.
Puuuufffffftttttt
Ariel menyemburkan makanannya, ini adalah makanan yang paling ambyar sepanjang masa, ah rasanya itu benar-benar tidak enak, cepat-cepat Ariel menghabiskan segelas air putih untuk menetralkan lidahnya.
"Gak enak, jangan dimakan lagi!" Ariel menjauhkan piringnya dari jangkauan Anggun.
"Loh kenapa Mas? aku masih mau," pinta Anggun.
"No sayang! ini nasi goreng yang paling ambyar sepanjang masa, rasanya aneh !"
"Tapi aku suka Mas..."
Ariel mengambil hp dan menghubungi pelayan untuk menyiapkan makanan dan mengantarkan ke alamat rumah yang baru diberikan.
"Huuuuuu huuuu hiks jahat, kamu jahat. Ariel jahat, Ariel jahat huuuuuu..." Anggun marah ia menangis seperti anak kecil yang kehilangan mainannya.
"Sayang kenapa nangis?" panik Ariel. Di mana panggilan Mas untuknya?
"Ariel jahat pergi sana! huuuuu" Anggun memukul lengan Ariel.
"Sayang kenapa?" Ariel menggenggam tangan Anggun, dan menghapus air matanya.
"Balikin nasi goreng itu!" pinta Anggun.
"Hah...?" jadi karena nasi goreng, pikirnya.
"Iya cepetan anak kita mau nasi goreng itu,"
"Tapi----
"Cepetan sini, kamu mau anak kita ngences?"
Mendengar kata anak kita membuat Ariel mengalah, ia kembali memberikan nasi goreng ambyar itu untuk istrinya. Anggun memakannya dengan lahap sampai tidak tersisa sedikit'pun.
"Aku mau lagi..." pinta Anggun.
"Lagi?" tanya Ariel.
"Iya lagi...kenapa Mas gak mau masakin lagi? Mas juga sering mintak lagi sama aku," ucap Anggun, ibu hamil ini tidak tau kalau ucapan sederhana yang keluar dari mulutnya itu sudah memancing suaminya.
Ariel tersenyum ia berbisik di telinga Anggun.
"Baiklah sayang, Mas masakin nasi goreng untuk kamu lagi. Dan setelah itu Mas mintah jatah mas lagi," bisiknya usil.
"Su-sudah cukup ak-aku sudah kenyang...!" wajah Anggun merah merona.
"Tapi aku belum," jawab Ariel usil.
"Apa sih? aku tadi cuma bercanda Mas,"
"Mas gak bisa bercanda masalah itu sayang," ucap Ariel sendu, matanya memancarkan sesuatu yang menggelora dan terpendam dan Anggun menyadari itu.
Setelah selesai dengan nasi goreng ambyar itu, Ariel kembali mengurung Anggun di dalam kamar.
*****
Sebenarnya hari ini gak enak badan, tapi aku paksakan untuk tetap up walaupun lama ya, dan hasilnya tidak maksimal, jadi maaf ya dan terima kasih masih jadi pembaca setia
AdA MT (Ariel dan Anggun Mantan Tercinta)🤗🤗🤗
kak Prima tari terima kasih vote nya kak🤗😍
kak Muthi 🤗😍
Terima kasih juga yang sudah pernah kasih vote untu Ariel dan Anggun, maaf gak bisa sebutin semua ya.🤗😍
Terima kasih untuk semua yang sudah kasih
like
komen
rate
vote..
Kak Fenna fayanka 🤗 yang rajin komentar😍
kak Nisa Teuku johansyah🤗😍
Dan yang lain maaf gak bisa sebut satu per satu ya🤗😍
Semua penyemangatku😍