Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
PENGUMUMAN


Cinta Suci Fery dilanjutkan di judul baru ya,


bisa cek profil saya, atau ketik judul


TAKDIR CINTA


TERIMA KASIH🤗


Fery yang sudah mulai tergoda membungkam bibir Suci dengan ciumannya, ia merasa ada yang aneh di dalam tubuhnya, aliran



darahnya terasa begitu panas, ia merasa gerah dengan desiran aneh yang membuat jantungnya berdegup kencang.


Suci sudah mulai mejamkan mata, pengaruh wine yang sempat diminum untuk pertama kali ini, membuatnya hampir lepas kendali, tanpa disadari Fery membalikkan tubuhnya, dan kini Suci yang sudah berada di bawah kungkuhannya.


Keduanya saling menatap dalam, naluri Fery sudah membuatnya menyatukan lagi bibir mereka, "maafkan aku," ucap Fery yang sudah lebih dulu mengangkat wajahnya , "kita tidak boleh seperti ini, jangan sampai kita melewati batas," Fery bicara dengan nada suara yang lembut, membuat Suci tersipu malau.


"Kakak sudah mengambil ciuman pertamaku."


"Apa kamu menyesal?" Suci menggeleng dengan wajah yang merona, "tapi kau akan menyesali ini nanti," Fery sudah merasa ketagihan dengan rasa ini, jauh beda saat dulu ia memberikan nafas buatan untuk Suci, disaat keduanya saling mencurahkan perasaan masing-masing, Fery harus mengumpat saat ponselnya berdering.


"Siapa yang menghubungi kakak malam-malam gini?" tanya Suci yang sudah dulu mengakhiri kegiatan mereka.


"Biarkan saja!"


"Lihat dulu, pasti itu penting kak...."


"Baiklah, aku akan segera ke sana," ucap Fery mengakhiri percakapannya sembari melirik Suci yang masih enggan memalingkan muka dan menatapnya dengan tajam.


"Apa ada masalah?" tanya Suci, Fery tersenym dan duduk di tepi tempat tidur, "aku harus keluar sebentar, malam ini tidurlah di sini," ucapnya dengan membelai rambut Suci dan pergi menemui asistennya.


****


Fery duduk dengan perasaan yang tidak karuan, entah sudah berapa kali ia memutar dan melihat rekaman CCTV yang menunjukan adegan di mana Suci duduk diam-diam mendengarkan percakapannya dengan Maya di restoran hotel beberapa hari yang lalu, "kamu salah paham sayang, pantas saja sifatmu berubah," gumam Fery.


Fery semaki kesal saat melihat adegan Milla yang memprofokasi Suci sampai Suci menamparnya, dengan tangan yang mengepal kuat, ia berjalan dan kembali ke lantai delapan, ditatapnya satu-persatu orang yang ada di sana, sampai matanya mengunci Milla yang berbincang dengan Nino.


"Apa yang kau katakan kepada Suci sampai ia marah dan berani menamparmu?" kedatangan Fery mengejutkan Milla yang sudah tidak bisa lagi bersembunyi.


"Ak-aku hanya in---


"Jangan berani lagi mendekatinya, dia begitu berharga untukku, kalau sampai aku tahu kau bicara yang bukan-bukan, maka aku pastikan karirmu akan hancur!" ancaman Fery membuat Milla bergetar.


"Bagaimana caramu menghancurkan karirku? aku adalah orang yang paling penting di sini," ucap Milla tidak terima dengan pernyataan Fery, bahkan Nino juga sudah ingin membuka suara tapi Fery bergantian menatapnya.


"Dengarkan aku baik-baik, mulai hari ini, aku putuskan kerja sama dengan kalian, kalau kalian berdua berani lagi membuat tingkah, maka aku tidak akan pernah tinggal diam, " ucapan Fery penuh dengan dendam, "ingat itu!" ancamannya membuat tubuh Milla dan Nino terasa dingin karena ketakutan.


Fery kembali ke kamar hotel hatinya terasa hangat saat ia mendapati Suci sudah tidur pulas di atas tempat tidurnya, perlahan ia duduk dan memandang wajah Suci yang sangat teduh, "terima kasih karena kamu sudah mencintai aku sedalam itu, mulai malam ini kamu resmi pemilik hati dan tubuh ini, mulai malam ini kamu sudah menjadi milikku seutuhnya jangan harap aku akan melepaskan dan merelakanmu pergi dariku," Fery ikut berbaring dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Suci.


Ceritanya dilanjutkan di novel baru dengan judul : TAKDIR CINTA SUCI


Author: VIOLLA