Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Aku mencintai mu


❤️Terima kasih sudah mendukung❤️


"Dia ini istri ku, iya kan sayang" Kata Ariel, dia tersenyum dan menoleh melihat Anggun.


"Lepas " Anggun memukul tangan Ariel yang masih merangkulnya.


"Diam , nurut saja jangan membantah " Bisik Ariel lembut ditelinga Anggun.


"Kalian mau cari alasan untuk mengelabuhi kami ya?" Suara wanita ini mengagetkan keduanya.


"Untuk apa cari alasan? kami ini memang suami istri, cup " Ariel mencium sekilas pipi Anggun, dan itu membuat Anggun melirik tajam.


"Kalau begitu, apa yang kalian lakukan disini? biar bagaimanapun juga, pria tidak boleh masuk kedalam Toilet wanita!" Katanya lagi.


"Istriku ini sedang hamil muda, dia tidak bisa jauh dari suaminya ini, sebagai suami yang siaga, aku harus terus ada didekatnya , aku benarkan sayang " Kata Ariel.


"Tapi..


"Jangan membantah, kau mau para wanita ini memukulku?" Bisik Ariel ditelinga Anggun.


"Kenapa mereka harus memukulmu?" Suara Anggun tidak kalah lembut dari suara Ariel.


"Kau masih saja loading lambat ya, lihat kita ada dimana sekarang?"


"Ah aku lupa, kenapa juga kau masuk kesini tadi, sudahlah biarkan saja mereka memukul mu !"


"Kalau kau tidak mau aku cium didepan mereka ,diam saja mengerti?" Kata Ariel dengan keseriusan diwajahnya. Anggun pun menganggukkan kepala.


" Lain kalia kalau mau pamer kemesraan jangan disini , itu menggangu kenyamanan orang lain, dan kamu beruntung sekali punya suami yang perhatian seperti ini " Wanita ini tersenyum ramah.


"Iya loh di jaman sekarang jarang ada suami yang terus menemani istrinya, sampai di toilet umum juga dia ikut" Kata wanita yang lain .


"Semoga kandungan mu baik baik saja ya, kami doakan rumah tangga kalian akan selalu diliputi dengan kebahagiaan, sampai maut yang memisahkan nanti." Katanya yang seakan akan ikut merasakan kebahagiaan pasangan muda ini.


Tanpa mereka sadari terlihat jelas kesedihan di wajah Ariel dan Anggun, mereka berdua saling memandang, sebelum akhirnya Ariel memalingkan wajahnya terlebih dahulu, Ariel melepaskan rangkulannya, kemudian Ariel pergi keluar begitu saja tanpa bicara apapun.


Sedangkan Anggun masih saja dengan wajah yang sendu, dia masih berdiri ditempatnya. memperhatikan punggung kokoh Ariel yang perlahan hilang dari pandangannya. Mereka berdua larut dalam pikiran masing masing.


"Suami seperti itu jangan di sia siakan, aku juga bisa melihat dengan jelas ada ketulusan cinta diantara kalian berdua ." Kata wanita ini ramah.


"Iya...Terima kasih untuk semua doanya," Kata Anggun dengan senyum diwajahnya.


*****


Anggun sudah kembali duduk ditempatnya semula, disana juga sudah ada Ariel dengan raut wajahnya yang dingin, bahkan Ariel tidak mau menoleh sedikitpun melihatnya. Mereka kembali larut dalam pikiran masing masing.


Kenangan tentang pernikahan mereka yang dulu pernah didepan mata, kembali muncul dalam ingatan.


"Kita pulang sekarang." Kata Fery yang curiga dengan Ariel, bagaimana tidak, Ariel yang tadinya pamit untuk menerima telefon terlalu lama kembali, bahkan dia pergi diwaktu yang sama dengan Anggun. Dan Anggun kembali duduk tidak lama setelah Ariel selesai dengan urusannya.


"Iya kak, " Jawab Anggun singkat.


"Oh iya Alisa kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" Tanya Fery lagi sebelum melangkahkan kakinya.


"Entah lah Ariel masih terlalu sibuk dengan urusannya, bahkan tanggal pertunangannya juga belum ditentukan." ucap Alisa cemberut.


"Kalau bisa tentukan secepatnya Alisa. Kami juga akan mendukung hubungan kalian ini, benar kan Manda?" Kata Fery yang sengaja melempar bola panas pada Ariel.


"Iya tentu saja, kalau bisa lebih cepat lebih baik Alisa, aku akan menyelesaikan busana pengantin kalian secepatnya." Kata Anggun dengan senyuman di wajahnya. Dia pandai menutupi perasaanya. padahal sebenarnya Anggun masih begitu mencintai Ariel.


Jawaban Anggun membuat Ariel mendongak melihatnya, karena memang Anggun dan Fery sudah dalam posisi berdiri. Ariel terlihat tidak suka dengan jawaban yang diberikan Anggun. Kemudian Ariel menoleh lagi memandang wajah Alisa.


"Secepatnya Alisa, mereka benar, teman mu ini benar Alisa, kita tidak perlu mengadakan pertunangan , dalam waktu dekat ini, aku akan menikahi mu." Kata Ariel kemudian Ariel mencium sekilas tangan Alisa.


Ariel membuat Alisa sangat bahagia, itu terlihat jelas diraut wajahnya. Kemudian Alisa mencium pipi Ariel dan meluknya. "Terima kasih sayang, aku bahagia" Ucap Alisa dalam pelukannya.


"Baiklah kita juga pulang ya sayang!" Kata Alisa manja setelah melepaskan pelukannya.


"Hm ya.." ucap Ariel singkat.


Mereka berempat keluar bersamaan menuju mobil masing masing, Alisa menggandeng mesra tangan Ariel. Dan Fery menggenggam erat tangan Anggun sampai ke mobil yang terparkir tidak jauh dari mobil Ariel.


Setelah memastikan kedua wanita ini masuk ke dalam mobil dan duduk dengan nyaman, pandangan Ariel dan Fery sempat bertemu, keduanya menatap dengan penuh dendam.


Fery mengakhirinya terlebih dahulu, kemudian dia melajukan mobilnya meninggalkan Ariel yang masih berdiri ditempatnya.


"Apa hari ini, untuk pertama kalinya kamu bertemu lagi dengan Ariel setelah lima tahun?" Tanya Fery sembari menyetir.


"Tidak kak, ini sudah yang kesekian kali."


"Kenapa tidak cerita?"


"Untuk apa? itu tidak penting."


"Bagaimana perasaan mu sekarang?"


"Tidak ada yang berubah, semua biasa saja."


"Benarkah? kamu tidak cemburu melihat mereka yang terlihat mesra tadi?"


" Hahaha bahkan aku yang merancang semua busana pengantin untuk mereka berdua, kenapa harus cemburu?"


"Kamu serius , baguslah dengan begini Kakak yakin, Ariel tidak akan mengganggu mu."


"Dia sudah terlalu bahagia kak, tidak mungkin dia membuang waktunya untuk menggangguku "


"Kamu juga harus bahagia Anggun, buka hatimu untuk pria lain ."


"Anggun gak yakin, ada laki laki baik yang mau menerima Anggun Kak?"


"Kamu ini bicara apa sih? Kamu ini wanita baik baik, sudah pasti ada pria baik yang mau menerima mu."


"Tapi Anggun gak sebaik itu kak."


"Makaud mu?"


"Sudahkah Anggun gak mau bahas ini dulu" Ucap Anggun dia mengalihkan pandangannya ke luar jendela, Anggun tidak mau kalau Fery melihat ada bening air mata yang sempat membasahi pipinya. Fery pun terus fokus melajukan mobilnya, menembus malam yang dingin.


Sementara Ariel, dia juga menyesali telah menjanjikan pernikahan ini, padahal selama ini, Ariel hanya membalas kebaikan Alisa, karena saat Ariel patah hati dan berakhir di club' malam , Alisa selalu menemaninya .


Bahkan Alisa yang menyembuhkan rasa sakit hatinya. Walaupun sebenarnya Ariel sampai sekarang masih menyisakan cinta untuk Anggun.


"Sayang...terimakasih ya, kamu sudah mau menerima ku untuk menjadi istrimu" Kata Alisa memecahkan keheningan diantara mereka.


"Iya...Apa kamu begitu bahagia Alisa?"


"Kenapa masih bertanya? Aku adalah wanita yang paling bahagia, aku sudah tidak sabar menunggu hari itu."


"Kamu benar benar mencintai ku Alisa?"


"Sangat, Aku sangat mencintaimu, kalau tidak mana mungkin aku mau menikah dengan mu, kamu juga mencintai ku kan?"


Lama Ariel terdiam memikirkan jawabannya, sampai akhirnya dia mengatakannya .


"Iya....Aku mencintai mu" Kata Ariel dengan suara yang lembut, selama ini Ariel jarang mengungkapkan perasaannya . Dengan wajah yang bersemu merah, Alisa mencium sekilas pipi Ariel yang sedang menyetir.


"Aku mencintai mu Anggun" Batin Ariel dan jantungnya berdetak kencang , ternyata memang benar, getaran itu masih ada. cinta itu masih ada untuk Anggun. Tapi Ariel tidak mungkin meninggalkan Alisa.