Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Kangen Ariel dan Anggun


"Sayang kamu di mana? Aarick nangis nih nyari kamu!" Teriak Ariel dari dalam kamar, ia sedang menggendong dan menenangkan Aarick yang sedang menangis karena haus, sepertinya bayi ini tidak nyaman berada digendongan Papanya.


"Sebentar, Mas ... kamu jangan teriak dong!" Anggun menyahut dari dalam kamar mandi, masih terdengar suara percikan air dari dalam kamar mandi.


"Keluar dong! Kamu ngapain aja di dalam?" Ariel yang tidak sabar mengetuk pintu kamar mandi, sampai Anggun membuka pintu kamar mandi.


"Kamu tuh gak sabar banget sih?" Anggun jutek, ia membenarkan handuk di kepalanya, ternyata Anggun baru saja selesai mandi, saat ini ia masih melilit tubuhnya dengan handuk putih.


Ariel ternganga melihat istrinya, godaan yang luar biasa, sudah lama ia tidak bermanja dengan istrinya, maklum saja istrinya baru melahirkan, dan selalu menjaga jarak darinya.


"Apa liat-liat huh!" Anggun menutup bagian tubuhnya dengan kedua tangannya, mencegah suaminya supaya tidak kebablasan, Anggun hapal sekali dengan tatapan suaminya yang mesum.


Ariel hanya menyengir kuda, untung saja anaknya bisa diajak kompromi, disaat seperti ini Aarick mau tenang dan terlelap di gendongannya.


"Udah bisa kan?" Ariel bicara lembut, tubuh wanita mungil yang baru melahirkan ini tidak mengalami banyak perubahan, membuatnya betah lama memandang dan ia selalu tergoda.


Anggun hanya melongos, ia tidak berniat menjawab pertanyaan suaminya, karena sebenarnya sudah lama ia bersih tapi sengaja tidak mengatakanya kepada Ariel yang tabu tentang masalah ini, Ariel percaya kalau masa nifas akan berakhir sampai anaknya beranjak usia enam bulan.


"Udah bisa belum yang?" Ariel mengangkat alisnya, ia berdiri sembari menggoyangkan badan, dan terus menina bobokan Aarick.


"Bisa apa sih?" Anggun pura-pura bodoh, kapan lagi bisa jail dengan suaminya yang sudah menjadi hot papa ini? Ia membuka lemari pakain dan memilah baju yang akan dipakainya.


Ariel benar-benar frustasi, ia gerah, sangat gerah, selama ini ia sudah menahan diri, sudah hampir empat bulan ia tidak menyentuh istrinya, dan sekarang Ariel harus menunggu dua bulan lagi? Yang benar dong! pikirnya.


"Aaril...!" Anggun teriak, ia terkejut dan memukul tangan Ariel yang melingkar di perutnya, ini gawat Ariel semakin memeluknya dengan erat.


"Ngapain sih pakai ini?"


Ariel melepas handuk yang melilit rambut Anggun, kini rambut Anggun yang basah menyebarkan harum dari shampo yang dipakainya, tetesan airnya juga sudah membasahi leher jenjang Anggun, membuat Ariel semakin tergoda, ia mencium cengkuk leher istrinya dan meninggalkan jejak merah di sana.


"Lepasin..." Anggun menjadi salah tingkah, apa lagi tangan Ariel sudah menjalar di mana-mana, bahkan napas Ariel juga begitu terasa di lehernya membuatny merasa geli.


"Kamu nakal ya hm...."


"Nakal gimana?" Tanya Anggun, ia memasang ancang-ancang dengan memegang erat handuknya, jangan sampai Aariel menariknya.


"Kamu membuat banyak alasan, tapi kalau seperti ini, aku tidak bisa lagi berdiam diri, sayang...."


Oh, ini tidak benar, Ariel sudah tidak bisa lagi ditipu, Anggun tidak bisa bicara karena Ariel sudah menghujaninya dengan ciuman, dan dengan satu kali gerakan handuk itu sudah terlepas dari tubuh istrinya.


******


Besok lagi😅