
Jam sudah menunjukan pukul 10 malam atau lebih tepat nya 22.00 WIB .
Mobil yang di kendarai Fery baru sampai di tempat tujuan, perjalanan yang memakan waktu kurang lebih delapan jam ini membuat ke dua nya merasa lelah.
Rumah ini terlihat sunyi, tapi juga tampak di rawat dengan baik , Fery langsung menunjukan kamar di lantai dua yang akan di tempati Anggun.
" Masuk lah ! kamu pasti lelah " kata Fery setelah membuka pintu kamar itu.
" wah warna pink , memang nya ini kamar siapa kak? "
" Sudah terlalu malam untuk menjelas kan nya , istirahat lah kalau butuh sesuatu kakak ada di lantai bawah ya ! "
" la kak terima kasih "
" Jangan sungkan Anggun ,ya sudah ya !" kata Fery yang langsung menuruni anak tangga.
Setelah mengganti pakaian , Anggun langsung berbaring di atas ranjang yang lebih nyaman dari pada milik nya yang ada di kontrakan nya, karena rasa lelah dan kantung yang sudah tidak bisa di tahan perlahan dia pun tertidur lelap.
Sekitar jam 03.30 Anggun terbangun karena mendengar suara seperti orang yang sedang menangis, perlahan dia duduk dan terus berusaha mencari sumber suara.
" Suara itu, dari luar kamar ini, tapi sepagi ini siapa yang menangis? "
Dengan penasaran Anggun keluar dari kamar nya dan berjalan perlahan untuk mencari sumber suara itu.
" Apa dari kamar yang itu ya? "
Anggun melangkah kan kaki nya menuju kamar yang tidak jauh dari kamar nya, tangisan itu terdengar semakin jelas, dengan ragu dia membuka nya.
ceklek......
Yang pertama kali di lihat nya ada lah seorang wanita paruh baya yang duduk di atas ranjang dan membelakanginya .Dengan rambut nya yang panjang ,dan bergelombang, terus menunduk seperti melihat sesuatu di tangan nya .
" hiks hiks hiks kembali lah hiks ..jangan pergi hiks hiks datang lah, datang lah, maaf maaf hiks hiks ! "
Tidak ada perasaan takut dalam diri Anggun, dengan mantap dia mendekati wanita ini, dengan jarak yang lebih dekat Anggun bisa lebih jelas mendengar tangisan wanita ini.
" Ibu..." Anggun memegang bahu wanita ini sampai dia berbalik dan melihat ke arah Anggun yang ada di belakang nya.
" Kamu si siapa kamu? "
" Saya Anggun Bu, ibu kenapa menangis? "
" Pergi ,pergi dia dia pergi lihat ini ! coba lihat "
" Siapa yang pergi Bu?? boneka ini milik siapa? "
" hiks hiks tidak, tidak dia bukan boneka ! bukan dia anak ku, ya dia anak ku, lihat putri ku yang cantik ini !"
Wanita ini terus menyodorkan boneka yang ada di tangan nya supaya Anggun memegang nya Anggun memperhatikan wanita yang ada di depan nya ini.
" Ia dia cantik Bu, tapi ibu jangan menangis ya ! tidur lagi ya Bu ! "
" hika hiks hiks tidak , aku tidak mau tidur, nanti dia pergi lagi , dia tidak boleh pergi ,tidak boleh !"
Wanita ini terus mendorong Anggun agar menjauh dari nya, Tapi Anggun dengan lembut memeluk dan mengusap punggung nya.
" Tidak ada yang akan pergi Bu , tidak ada ,sudah ya jangan menangis lagi ! "
" hiks hiks mereka pergi ,mereka pergi karena aku hiks aku yang sudah membuat mereka pergi , aku jahat aku jahat hiks hiks hiks "
" sttt jangan seperti ini Bu, jangan khawatir Anggun ada di sini ,ayok sekarang ibu tidur ya! "
Suara dan pelukan yang di berikan Anggun, membuat nya sedikit lebih tenang. Dia mengikuti langkah Anggun yang membaringkan nya di atas ranjang.
" Jangan pergi ! " wanita ini menahan tangan Anggun yang akan beranjak pergi.
" Baik lah Bu, Anggun temani ibu di sini ya !"
Anggun memakai kan selimut dan ikut berbaring dan memeluk nya dari samping, dia masih memperhatikan wajah wanita ini yang terlihat cemas, walau pun sudah tidak menangis lagi.
" siapa ibu ini? kelihatan nya dia depresi sekali? "
Beberapa jam kemudian. Matahari mulai menampakan wujud nya untuk menyinari bumi. Tepat jam 7 pagi, Fery naik ke lantai atas untuk membangun kan wanita yang sangat di cintai nya. Dengan semangat dan rasa rindu yang sudah tidak bisa di bendung, tanpa mengetuk terlebih dulu, Fery langsung membuka pintu kamar ini.
Mata nya menatap sosok wanita yang masih tertidur dengan pulas nya, dia berjalan mendekat dan tersenyum sampai terlihat gigi gigi nya yang putih.
" Anggun , aku tau hal ini pasti akan terjadi ."
Tidak sia sia Fery membawa Anggun ke rumah ini, rumah yang di tempati keluarga nya dulu, rumah yang menjadi tempat dia menghabis kan masa kecil nya. Rumah yang masih menyimpan duka mendalam untuk keluarga nya.
Entah berapa lama dia berdiri, dan terus memperhatikan Anggun yang memeluk mama nya , sampai Anggun perlahan membuka mata nya.
" kamu sudah bangun?? "
" loh kak Fery di sini? maaf Anggun sudah lancang masuk ke dalam kamar ini kak "
Anggun turun perlahan agar tidak membangun kan wanita yang ada di samping nya.
" Tidak masalah , apa kamu tidak takut ? "
" Takut untuk apa kak? "
" Kamu tidak takut kalau mungkin mama ku akan melukai mu ? "
" Mama?? jadi ibu ini mama nya kak Fery? "
" Ia , apa mama mengganggu tidur mu? "
" oh tidak kok kak, malah sebalik nya ,rasa kangen sama ibu Anggun sudah sedikit terobati. "
" Ya sudah , bersiap lah setelah itu turun dan sarapan , semua sudah di siap di bawah !"
" Tapi , siapa yang akan menemani mama kakak di sini??"
" Sebentar lagi ,suster yang biasa menjaga mama akan datang, jadi sebelum itu aku yang akan menjaga mama, kamu tidak usah cemas !"
" Ia kak, kalau gitu Anggun kembali ke kamar Anggun dulu ya " jawab Anggun sambil melangkah kan kakinya keluar .
Fery melangkah mendekati mama nya, dia duduk di samping ranjang nya ,dan terus memandang wajah wanita yang sudah melahirkan nya ini. Dia menggenggam erat tangan mama nya .
" Manda sudah pergi ma !, sudah tidak bisa kembali, kenapa mama masih belum bisa juga menerima kenyataan ini? "
Fery mengambil boneka yang masih di peluk mamanya, " Mama sudah tidak membutuh kan boneka ini lagi ma !, Fery sudah membawa teman untuk mama, mulai hari ini Anggun akan menjadi anak mama juga !".
Fery masih bicara pada mama nya yang masih tidur ini , sampai ketukan pintu membuat nya menoleh, dan melihat suster yang biasa menjaga mama nya datang sambil membawa nampan berisi makanan untuk mama nya
" Kamu sudah datang? "
" Ia pak, maaf saya sedikit terlambat pak "
" Tidak masalah, bagai mana dengan perkembangan mama ku selama ini? "
" Masih seperti biasa pak, ibu masih sering berhalusinasi dan juga itu sering membuatnya histeris pak "
" Baik lah, terima kasih kamu sudah merawat mama ku dengan baik"
Setelah mengatakan itu Fery langsung keluar dan membiarkan suster merawat mama nya seperti biasa.
Happy reading......
Tinggal kan jejak ya
Like
komen
Rate
Vote nya dong ya sebagi penyemangat๐๐๐๐