
Alisa terlihat tidak nyaman saat menghadiri pesta pernikahan temannya, sedari tadi dialah yang menjadi pusat perhatian dari para awak media, yang setia setiap saat dalam langkah Alisa. Kemanapun ia pergi pasti ada saja yang mencuri gambarnya, belum lagi mereka bergantian melemparkan pertanyaan yang sama, yang membuat Alisa semakin muak.
Marah ? tidak mungkin ia marah, Alisa dikenal
sebagai pribadi yang ramah, dan periang hanya saja, ia selalu menutupi hubungan asmaranya dari semua orang, mengingat saat ini, belum ada kejelasan anatara dirinya dan
juga Ariel, tapi berita itu sudah tetsebar, pertunangan yang sempat di umumkan itu, kini menjadi bahan gibah kaum ibu ibu berdaster pecinta infotaiment.
Seorang model cantik dan profesional yang selalu menjadi topik nomor satu di berbagai media cetak dan elektronik, menjadi trending no satu, saat ini alisa terkepung diantara kerumunan wartawan, tidak ada jalan untuk ia melarikan diri.
"Kapan mbak Alisa akan melangsungkan pertunangan ? "
"Sudah terlalu lama mbak, kenapa tidak ada kejelasan ? "
"Apa memang pertunangan itu sudah dibatalkan?"
"Tolong di jawab Mbak, apa benar pengusaha itu tidak mencintai Mbak Alisa ? "
Alisa hanya tersenyum dan membiarkan para awak media menyorotinya, dan entah sudah berapa gambar yang mereka ambil.
"Maaf saya harus pergi ! beri saya jalan !" Alisa mencoba melangkah, tapi wartawan kembali mengepungnya, tidak membiarkan dia pegi sebelum Alisa menjawab semua pertanyan yang sudah di layangkan.
Alisa menarik dalam nafasnya, terus saja menunduk menatap layar handphone di tangannya, sampai beberapa menit kemudian ia dikejutkan oleh seseorang yang datang dan memegang pergelangan tangannya.
"Endi...? " suara Alisa tercekat, mulutnya menganga saat beradu pandang dengan Endi dengan wajah datarnya.
Endi hanya diam, dan tidak bicara sepatah katapun, para awak media kegirangan, karena mereka mendapatkan berita bagus yang pasti akan menguntungkan, dengan bonus yang sudah dijanjikan, tidak sia sia usaha mereka.
Para awak media terus merekam, saat Endi membawa Alisa pergi, semakin menjauh sampai menuju mobil yang sudah terparkir di halaman luas ini.
Endi membuka pintu mobil untuk Alisa "Masuk !" perintahnya yang di jawab gelengan kepala oleh Alisa " Kamu mau mereka terus mengejarmu ? " menunjuk awak media.
"Tidak mau ! " jawabnya singkat dan sudah mulai duduk di mobil.
Dalam keheningan malam, tidak ada yang mulai membuka suara, seakan tidak ada topik
yang menarik untuk di bahas, hanya suara alunan musik yang terdengar mengiringi perjalanan mereka. Sesekali Alisa ketahuan melirik Endi yang terus melajukan mobilnya.
Kini mobil itu sudah berhenti di sebuah taman
yang terletak di tengah kota yang tidak pernah sepi itu. Endi membuka sabuk pengaman dan memutar tubuhnya menghadap Alisa.
"Kamu semakin cantik ! " sudah lama tidak beretemu bahkan memandang wajah Alisa yang wara wiri di berbagai media itupun ia enggan, karena takut lukanya semakin dalam
memandang wajah wanita yang sudah jelas menolak cintanya demi sahabatnya sendiri.
" Kenapa datang kenapa kau kembali lagi ? "
"Untuk menyadarkan seorang wanita yang terobsesi mengejar cinta dari seorang laki laki yang tidak pernah menerima cintanya ! "
Alisa tersenyum sinis. "Sindiran yang menusuk, tapi aku mencintai dengan tulus, bukan karena obsesi semata ! "
"Benarkah?dengan membuat kebohongan besar? " ucap Endi menatap dalam mata manik Alisa " Kau bisa membohongi mereka, tapi kau tidak bisa membohongi aku, kau lupa kalau aku seorang Dokter, dan aku tau kau belum tersentuh sedikitpun ! " ucapnya yang kembali melajukan mobilnya. Alisa hanya geram dan menatap nanar ke luar jendela.
.
.
.
.
.
**********
Di siang hari yang cerah Fery dan Anggun terlihat memantau lokasi yang akan menjadi tempat untuk pesta kecil yang di adakan perusahaan Fery, tujuannya merangkul semua karyawan dan kolega bisnis Fery.
Hotel mewah menjadi tempat pilihan yang nyaman untuk kalangan orang atas, meskipun
sebenarnya Anggun lebih menyukai hal yang sederhana, tapi kali ini pilihannya sangat luar biasa, dengan dekorasi yang cantik dan menu makanan tradisional juga tersedia, nasi uduk pecel lele, gado gado , soto betawi dan menu makanan mewah yang lain.
Saat ini, Anggun sedang menunggu Fery di loby hotel, ia duduk di ruang tunggu yang tidak jauh dari meja reseptionis, dan ia terus memainkan handphonenya.
"Bagaimana dengan persiapan pesta yang akan berlangsung di Ballrom untuk malam ini ? " tanya Ariel kepada manager hotel.
"Semua sudah 85 persen Pak ! hanya tinggal menunggu beberapa jam saja ! " jawabnya sopan.
Ariel hanya mengangguk pertanda mengerti, ia melirik jam yang sudah menunjukan waktu makan siang. Tanpa sadar pandangannya terarah pada sosok perempuan yang sedang duduk tidak jauh dari tempatnya.
"Anggun ! " lirihnya dengan semangat yang menggebu Ariel melangkahkan kakinya mendekati Anggun, tapi tiba tiba Alisa datang merengkuh mesra lengannya.
Ariel menoleh " Alisa....? " yang terkejut tanpa sadar mengerskan suaranya, sampai Anggun mendengar dan melihatnya. Pandangan keduanya pun bertemu.
"Kejutan, aku sengaja datang kesini, untuk kamu." semangat Alisa, yang juga sudah menyadari kehadiran Anggun "Wah Manda, kamu ada di sini ? " senyum mengembang di wajah cantiknya. Anggun hanya tersenyum menunjukan deretan giginya yang putih.
Anggun berdiri saat melihat Fery yang sudah terlihat di belakang Ariel dan Alisa, Anggun meraih tas jinjingnya dan berjalan melewati Ariel, seolah olah tidak ada Ariel di sana.
"Kamu menunggu lama ya ? " suara Fery membuat Ariel memutar tubuhnya, melihat Fery yang sudah berdiri di samping Anggun.
"Tidak kak ! kita bisa pulang sekarang kak ?" pintanya yang tidak mau lebih lama melihat Ariel, yang masih saja melihatnya.
"Wah Pak Ariel ! " seru Fery yang mendekat dan menjabat tangn Ariel, bagaimanapun juga, saat ini Ariel adalah rekan kerjanya, dan hotel ini juga miliknya, tidak masalah berdikap ramah dan profesional kerja.
" Panggil Ariel saja , bagaimana persiapan pesta untuk nanti malam Pak Fery ? " tanya Ariel melirik Anggun yang terlihat acuh.
"Cukup Fery saja, dan ya semua sudah sempurna, hanya tinggal menunggu waktu saja, jangan lupa kalau Anda berkenan, kami pasti menunggu kehadiran Anda ! "
"Jangan khawatir kami pasti datang kak, iya'kan sayang ! " jawab Alisa manja yang juga melirik Anggun.
Anggun hanya diam dan acuh, sampai Fery meraih tangannya " Baiklah kalau begitu kami permisi, kami mengejar waktu, ada yang mau memanjakan dirinya di salon ! " ucap Fery menyindir Anggun, Anggun hanya tersenyum.
Sementara Ariel sudah mengepalkan satu tangannya di dalam saku celana, kalau bukan karena ancaman Alisa, sudah pasti Ariel akan menarik Anggun, sampai pegangan tangan Fery itu terlepas. Kini Ariel hanya bisa berdiri dan menatap punggung Anggun yang sudah menjauh, perasaannya seperti ada seribu jarum yang menancap di hatinya saat, melihat Anggun acuh padanya.
.
.
.
.
Kini malam semakin larut, Ballroom dengan dekorasi cantik, sudah di penuhi para tamu undangan, Alisa menggandeng erat tangan Ariel, Endi dan Yusri duduk tidak jauh dari mereka. Kata sambutan sudah di buka, acara juga sudah semakin berjalan sesuai rencana.
Fery juga terlihat bahagia melepaskan semua beban yang sempat mengganjal, tidak lupa ada Nyonya Farida yang berbincang dengan Nyonya Widia, dan kaum sosialita yang lain.
Drap.........
Lampu sorot itu terarah pada sosok wanita cantik bak putri di negri dongeng, yang tak lain ialah Anggun, yang baru saja bergabung di pesta ini, melihat itu, Nyonya Farida senang dan naik ke atas podium, meraih mic dan itu menarik perhatian semua orang.
"Manda...."
Lampu itu masih menyoroti Anggun yang berdiri tidak jauh dari podium, sementara tamu lain mengelilinginya.
"Manda adalah putri cantikku yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, siapa yang mau kehilangan dan ditinggalkan orang tercinta? semua pasti tidak mau, tapi kita tidak bisa menolak takdir, jujur saya merasa sangat kehilangan, tapi Fery anak saya datang membawa Anggun untuk menjadi putriku, kehadirannya menyembuhkan kerinduanku, cintanya yang tulus, sudah menyentuh hatiku, Anggun ! Mama sangat menyayangimu ! "
Nyonya Farida sudah berlinang air mata, dan kini Anggun sudah berdiri di sampingnya, memeluk erat mama angkatnya.
"Fery.....! " mendengar namanya di sebut, Fery pun mendekat dan juga berdiri di samping Mamanya.
"Saya tidak mau memaksakan kehendak saya, tapi saya harap mereka berdua bisa berjodoh, saya serahkan keputusan di tangan mereka, tapi disini saya mau mendengarkan jawaban
dari keduanya di depan kita semua ! " Nyonya Farida menyatukan tangan Fery dan Anggun.
"Kapan kalian menikah ? " tanya Nyonya Farida.
"Menikah, menikah, menikah ! "kata kata itu terus terulang di kepala Ariel, yang sedari tadi terus memperhatikan Anggun yang memang terlihat sangat cantik.
Alisa juga panas, saat menyadari sedari tadi Ariel terua memperhatikan Anggun, padahal jelas Alisa ada di sampingnya.
Mata Ariel terus saja menatap pada kedua tangan yang saling menggenggam itu, Ariel tidak suka, rahangnya mengeras menahan emosi, jangan sampai ia menghancurkan tempat ini, dan jangan sampai Nyonya Farida menikahkan istrinya dengan Fery.
Sampai Anggun dan Ariel beradu pandang.
"Anggun ! " suara Nyonya Farida membuat pandangan keduanya terputus "Kapan kalian menikah ? " tanyanya lagi.
Prok prok prok
Ariel berjalan menepuk kedua tangannya, dan membuat semua mata tertuju padanya, Ariel berhenti di depan mereka yang ada di atas podium, melihat tatapan mata Ariel yang menusuk, membuat Anggun menarik tangan
sampai genggaman itu terlepas.
"Nyonya Farida, jauh dari lubuk hati saya yang terdalam, saya minta maaf atas apa yang akan saya katakan ! " ucapan Ariel mebuat suasana semakin hening dalam kebingungan.
"Saya bisa merasakan duka yang Nyonya rasakan, dan jujur saya tidak bermaksud merusak harapan Nyonya, tapi Nyonya tidak bisa menjodohkan putra anda dengan wanita yang sudah menikah ! " ucap Ariel dengan lantang
Semua orang bertanya tanya, kapan menikah? dengan siapa Anggun menikah? Anggun menggeleng berharap Ariel tidak melanjutkan bicaranya, tapi Ariel tersenyum dan tidak perduli.
"Anggun Anggraini istri Ariel Erlangga !"
Suasana menjadi semakin riuh, Alisa, Nyonya Farida, Nyonya Widia dan Fery menatap tidak percaya pada Ariel.
"Anggun adalah ISTRI dari Ariel, aku sudah menikahinya ! " pengakuan Ariel mengejutkan Anggun.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
Silahkan tebak tebak buah manggis😅
**😍Jangan lupa jejak yes....
😍****untuk temen temen author tercinta, terimakasih sudah hadir ya, nanti saya juga hadir di karya temen temen semua ya, dan nantikan kehadiran jempol tampol tampol saya ya🤗**